NovelToon NovelToon
Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:411.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Trisubarti

Cerita ini mengisahkan tentang Mawar. Menikah muda dengan Aditya walaupun sudah di larang oleh kedua orang tuanya.


Setelah berjuang ingin bangkit dari kemiskinan, rela berjualan kripik singkong agar suaminya bisa kuliah. Untuk menepis keraguan orang tuanya.
Namun, setelah berhasil. Apa jadinya jika sang suami malah menikah lagi?
Kita ikuti yuk kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trisubarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Adik Ipar.

"Aku mau mandi dulu Mas, gerah" ucap Mawar memang rasanya sudah sangat gerah.

"Mandi di kamar kita saja ya" kata Adit mencegah tangan Mawar, yang ingin melangkah keluar.

"Aku mandi di bawah saja" sahut Mawar kekeh. Namun, dengan cepat Aditya menggendong tubuh Mawar dan membawanya kelantai atas.

Mawar pun tidak bisa menolak lagi justeru tanganya melingkar di tengkuk suaminya yang sangat ia rindukan itu. Rasannya kangen dengan tubuh gagahnya yang akhir-akhir ini sulit bisa Mawar rengkuh, setiap hari seperti dulu.

Sampai di kamar, Adit menurunkan istrinya. "Aku punya sesuatu untuk kamu"

"Apa?" tanya Mawar.

Adit membuka lemari dan mengambil benda yang pernah Mawar pegang tempo hari.

"Ini buat kamu, sebagai hadiah ulang tahunmu. Sebenarnya, sudah lama aku membelikan perhiasan ini, sebelum kamu sampai di jakarta" "Tapi selalu tidak ada momen yang tepat untuk memberikan kepadamu" "Aku pakaikan ya" Adit membuka kotak berisi kalung cantik kemudian mengalungkan di leher istrinya.

Adit menatap lekat wajah istrinya, tampak tersenyum sumringah tatkala memperhatikan sebelah tangan Mawar mengangkat liontin yang bergantung di leher, kemudian mengecupnya.

Mawar pun mendongak memergoki suaminya telah tersenyum, menatapnya. "Kok Mas lihatin aku terus... dah gitu senyum-senyum lagi?! tanya Mawar.

"Gemes! lihatin kamu" ucap Adit, lalu menarik tubuh Mawar hingga jatuh kedalam dadanya.

"Terimakasih ya Mas" Mawar mendongak menatap suaminya. Mawar merasa bersalah, ia pikir kalung ini bukan untuknya melainkan untuk istri barunya. Ternyata ia sudah salah sangka. Sebenarnya bukan harga dari kalung itu berapa. Namun lebih, masih adakah perhatian Adit untuknya.

"Sama-sama sayang... Sini duduk, aku mau bicara" Adit merenggangkan pelukanya, lalu menarik tangan Mawar lembut supaya duduk di sebelahnya di sofa kamar Adit.

"Kamu sudah check kartu atm yang aku berikan?" tanya Adit tangannya memilin rambut Mawar yang masih bersandar di pundak.

"Belum, aku rasa saat ini belum memerlukan Mas, kecuali untuk belanja sehari-hari"

"Kalau Mas setuju, Aku ingin kita mengumpulkan uang dulu untuk dp BTN." tutur Mawar menyampaikan keinginannya.

"Lakukan saja yang menurutmu baik sayang, aku akan bekerja lebih keras untuk membuatmu bahagia" sahut Adit.

"Terus... tadi Mas mau bicara apa?" tanya Mawar kemudian mengangkat kepalanya dari pundak Adit.

"Sebenarnya... aku mendapatkan bonus setiap bulan, tapi uang itu aku berikan kepada Silfi" jujur Adit

"Tapi jumlahnya sama kok, dengan isi kartu atm itu"

"Nggak apa-apa Mas, aku juga tidak ingin jika suamiku tidak berlaku adil"

"Aku juga ingin bicara Mas" ucap Mawar.

"Kenapa?" Adit mengangkat dagu Istrinya.

"Mulai besok aku sudah mulai bekerja Mas" tutur Mawar.

"Bekerja di mana? yakin, kamu kuat Maw, menjalani kuliah sambil bekerja. Berat loh." Adit memberi gambaran pahitnya dulu, siapa tahu Mawar bisa berubah pikiran.

"Nggak Mas, aku justeru senang, Ibu teman aku menawari pekerjaan sebagai desainer"

"Orangnya baik Mas." Mawar pun meceritakan keluarga Mama Sahina yang hangat. Tentu tidak menceritakan jika salah satu anak Papa Wahit adalah bawahan Adit.

Adit pun tidak ada pilihan selain mengiyakan.

Obrolan pun berhenti, tatkala pasutri itu melakukan ibadah sebagai suami istri.

Sepanjang pergulatan, pikiran Mawar tidak bisa tenang. Bayang-bayang ketika suaminya melakukan dengan istri barunya. "Ah, beginikah jika harus berbagi suami? tanya Mawar dalam hati.

******

Tiga hari kemudian tibalah saatnya kegiatan Ospek di kampus di laksanakan.

Tidak ada kekerasan di kampus ini seperti yang sering Mawar dengar. Tidak ada bulian maupun di pelonco. Orientasi pengenalan kampus, di era dulu di sertai aksi fisik dengan tujuan penguasan mental sekarang tidak di terapkan lagi di kampus ini.

Mawar berjalan menylempang tas di pundak sambil membawa buku dokumen.

"Bruk.

Seorang gadis berjalan tergesa-gesa menubruknya. Keduanya pun saling jatuh tersungkur.

"Auw" Mawar dan orang itu berusaha bangkit. Keduanya pun saling tatap.

"Kamu"

"Kamu"

Keduanya saling tunjuk. "Dek Diah... kamu kuliah di sini juga?" tanya Mawar kepada adik Iparnya.

"Seharusnya saya yang tanya! kenapa kamu bisa kuliah disini?!

"Pasti kamu memoroti kak Adit kan? iyakan?! pertanyaan Diah, to the point.

"Kamu harus tahu he? tukang kripik! sepertimu nggak pantas kuliah di sini! ngerti!" seru Diah membuat Mawar terkesiap, tenggorokannya seolah mengering, bibirbirnya membisu tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

Mawar terpaku di tempatnya perih di kakinya tidak lagi di rasakan. Semoga bukan mimpi buruk bagi Mawar ia kuliah satu kampus dengan adik iparnya. Yang sudah jelas sejak dulu tidak menyukainya.

"Kenapa Sus" tanya seorang pria siapa lagi kalau bukan Abim.

"Ini Mas... lututku perih... di dorong sama perempuan itu" adu Diah Susanti penuh drama. Abim menatap Mawar entah apa arti tatapan matanya itu.

Abim pun menelisik lutut Diah yang memang memar. "Sudah... ayuk, aku obati di mobil" Abim menarik pelan tangan Diah meninggalkan Mawar yang masih melongok. Menyadari ternyata adik iparnya itu kekasih Abim di lihat dari perhatian dan bahasa tubuhnya. Sudah tidak perlu di pertanyakan lagi.

Mawar duduk sebentar di pagar tembok teras kampus di depan kelas sambil mengusap-usap lututnya yang sedikit sakit.

"Hai... sendian saja?" tanya seorang perempuan yang seumuran dengan Mawar, tersenyum ramah.

"Iya" jawab Mawar membalas senyum wanita itu.

"Boleh, gw ikut duduk?" tanya Wanita itu lagi.

"Oh silahkan" Mawar menggeser bokongnya.

"Kenalkan, nama gw Ros" wanita itu mengangsungkan tangan.

"Mawar" Mawar pun berjabat tangan.

"Kok nama kita sama, nama bunga ya?" Ros, ternyata wanita yang ramah. Seketika mereka akrab.

"Nah, kita ini berarti di takdirkan untuk menjadi sahabat. Tukeran nomor yuk" kata Ros.

Mawar memberikan nomor handphone kepada Ros begitu juga sebaliknya.

Loe ambil jurusan apa?" tanya Ros.

"Desainer baju" jawab Mawar.

"Waah... kita sama. Mudah-mudahan nanti kita satu kelas ya" ucap Ros.

"Iya, mudah-mudahan, ngomong-ngomong btw umurnya berapa?" tanya Mawar.

"Jalan 23 tahun" sahut Ros.

"Sama Ros, aku juga 23 tahun"

"Loe sudah punya cowok?" tanya Rosita.

"Aku sudah punya suami" jawab Mawar.

"Gw malah sudah punya anak, lulus sekolah langsung married, soalnya gw bunting duluan" ahahaha. Tutur Rosita kata-kata nya tidak di saring.

Mawar menatap Rosita heran. Pasalnya dia berani bercerita blak-blak kan dengan orang yang baru di kenalnya.

****

"Loe tunggu di sini dulu ya Tan, gw anterin Diah dulu" Kata Abim tanpa persetujuan Intan langsung menarik pelan tangan Diah masuk kedalam mobilnya.

"Walaupun aku bilang nggak, tetap saja kakak pergi kan!" sungut Intan. Intan menatap mobil Abim yang sudah berjalan tampak kesal. Selama berhubungan dengan Diah kakaknya jadi kurang perhatian kepanya.

1
Lita Yunata
Kecewa
Lita Yunata
Buruk
YouTrie: EGP cari saja bacaan yang sesuai
total 1 replies
falea sezi
karma johan mana nih masak adem ayem aja
falea sezi
bapak egois ne johan
falea sezi
cerai aja lah mawar biar Adit ma istri penyakitan
falea sezi
cerai aja mawar
Endang Supriati
saya 3 x melahirkan dgn cesar, tdk masalah. malah bagus tempat utk junior suami utuhh! tdk utk buat jalan lahir. kata suammi saya rasanya masih kaya perawan walau tdk berdarah. beda yg lahir normal kaya goa terawan. serapat rapatnya buat lewat kepsla bayi. yg jekas longgarrrrrr.
Endang Supriati
mana ada laki2 dipaksa menikah, yg ucap ijab kabul itu laki2
Sri Watigustami
thor,,kasih saran aja ya tlg jadikan mawar wanita yg tegas,mna ada cerita wanita mau dimadu apapun itu alasannya
Sri Watigustami
mana ada wanita kayak mawar,selain dijaman nabi .. jd malas bacanya thor.
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
sudah aq like, 5 bintang dan sudah aq favoritkan juga kak
Nenieedesu
AQ kasih lima bintang
Aninda Peto
aku mampir budhe, dukung karyaku juga yah.... judulnya Dark Romance. karya baruku heheheh
Aninda Peto: gagal gimana?
total 5 replies
amalia gati subagio
so ratu kenong ngerayu raja halu agar ttp bertahta, uchhh fasilitas bok.... silau men 😁rumah baru, tabungan, yg urusan dgn du n du aman terkendali, poligami dgn 1/2 zasat.... jual miralis ya war demiiii.... kian 😜
amalia gati subagio
mawar sok iyes, 11 12 lakinya, serakah!!! sok yg paling tersakiti utk level The one and only one 🤗🤗🤗🤗keyen!!! kere sudra dadi raja n raju lenong 👍
amalia gati subagio
pernyataan termunafik dari pembual pejinah
Helen Apriyanti
smngttt sll budhe .. buln sll sabar ...
R.F
ljt kk
Nur Hidayah
Lanjut Rembulan dan Tara nya Budhe😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!