NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:20.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisy Arbia

"Jika kekasihku selingkuh, seumur hidup aku tidak akan mau menikah dengan pria lajang," - Callista

"Call, jangan sampai lo kemakan dengan omongan sendiri. Kalau nggak nikah dengan pria lajang, lo mau nikah sama siapa?" - Kayana

"Duda tak masalah, asal setia," - Callista

Agaknya omongan sesat yang diucapkan Callista terkabul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadilah Istri Agresif!

Kayana mendapatkan pesan untuk menginap di apartemen sahabatnya. Dia terlihat sangat gembira.

Ini keren. Aku bisa room tours di apartemen Golden. Apartemen Sultan guys..., penghuninya pasti keren semuanya. Termasuk suami Callista. Gue belum pernah ketemu. Eh, kenapa gue malah penasaran sama suami doi?

Sepulang kerja, Kayana mengendarai motornya menuju apartemen Golden. Sesampainya disana, dia kebingungan harus memarkir motornya dimana?

Kayana menelepon Callista.

"Hai, Call..., gue udah ada di depan nih. Cuman mau parkir motor, taruh mana yak?" ucap Kayana setelah telepon tersambung.

"Wait! Aku turun bentar. Lo ada dimana?"

"Gerbang depan apartemen," balasnya.

"Lo masuk aja, gue tunggu di halaman," Callista memutuskan sambungan telepon. Dia turun menemui Kayana.

Keduanya bertemu di halaman apartemen.

"Hai, Kay...," sapa Callista.

"Hai, Call. Parkir dimana nih?"

Callista membonceng Kayana menuju ke basement. Tempat parkir mobil berada.

"Keren, Call..., sumpah! Sepeda motor gue the only one di basement ini," teriak Kayana.

Callista cuma bisa tersenyum melihat tingkah sohibnya itu.

"Yuk, ke atas! Lo bisa lekas mandi dan istirahat. Gue siapin makanan plus cemilan buat lo," ajak Callista.

Kedua sahabat berjalan beriringan untuk mencapai unit apartemen milik suami Callista. Sepanjang perjalanan, Kayana selalu menunjukkan kekagumannya pada apartemen mewah ini.

"Gila..., ini bener-bener pengalaman pertama gue masuk ke apartemen Golden. Mewah sangat, Call!" ucap Kayana ketika sampai di depan unit suami Callista.

Callista menekan kode akses untuk membuka pintu. Lagi-lagi, sohibnya dibuat heran.

"Buka pintu berasa buka PIN ponsel ya, Call? Kagak usah bawa kunci kemana-mana," Kayana terbuai dengan semua apa yang dilihatnya.

Sampailah Kayana di ruang tamu. Doi langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.

"Woah, ini mah suami lo tajir melintir, Call... Interiornya cakep bener!"

Dan masih banyak lagi ungkapan takjub yang dilontarkan sahabat Callista.

"Lo mau langsung mandi atau istirahat sebentar?" tanya Callista yang sudah sama-sama duduk di sofa ruang tamu.

"Gue mau menikmati empuknya sofa ini, Call," Kayana merasakan perbedaan yang mencolok antara dirinya dan Callista.

Lo sangat beruntung, Call..., gue ikut berbahagia.

Callista beranjak ke dapur untuk mengambil beberapa soft drink, kemudian meletakkannya di meja.

"Minumlah! Lo pasti haus," perintah Callista.

Setelah puas menikmati sofa ruang tamu, kini Callista membawanya ke kamar tamu. Perbedaannya, kamar tamu ukurannya lebih kecil dari kamar utama. Disana hanya ada toilet dan kamar mandi yang hanya ada showernya saja. Sangat jauh berbeda dengan bathroom kamar utama yang dilengkapi dengan bath up.

"Sori, Kay. Gue cuman bisa bawa lo ke kamar tamu. Soalnya suami gue udah wanti-wanti untuk tidak membawa tamu ke kamar utama. Maaf ya, Kay," Callista merasa tak enak hati pada sahabatnya.

"Iya, Call. Gue paham. Itu privasi kalian. Lo jangan khawatir..., lo ngajak gue kesini aja udah bersyukur banget. Thanks, Call," Kayana memeluk erat sahabatnya.

Kayana lekas membersihkan diri. Callista mengambil paper bag yang berisi bajunya yang belum sempat kepake.

Setelah Kayana selesai, Callista mengajaknya makan terlebih dahulu.

"Bahkan dapurnya terlihat amazing," ucap Kayana.

"Tunggulah di meja makan, Kay! Gue buatkan nasi goreng," pinta Callista.

Kayana menurut saja sambil menikmati sekeliling dapur dan ruang makan.

Apartemen mewah, guys....

Callista menyiapkan nasi goreng dengan telur mata sapi dan segelas es kopi.

"Eh, lo jago masak juga?" selidik Kayana yang menikmati enaknya nasi goreng buatan sahabatnya.

"Apaan sih, Kay? Hanya nasi goreng. Semua juga bisa, keles!"

Setelah menikmati makan malamnya yang kesorean, Callista menawarkan sesuatu.

"Mau ngobrol di kamar tamu atau ruang tengah sambil nonton televisi?" Callista memberikan pilihan.

"Gue mau ngobrol di kamar tamu aja, Call," Kayana memilih kamar tamu agar leluasa mengobrol tanpa terganggu.

Sekarang, keduanya berada di kamar tamu. Callista dan Kayana merebahkan dirinya di ranjang.

"Empuk, Call!" teriak Kayana.

"He em. Gue baru kali ini sih masuk kamar ini," ucapnya.

Wah, kamar tamu kerennya kek gini. Gimana dengan kamar utama? Pasti jauh lebih keren.

"Suami lo udah sayang banget, yah?" selidik Kayana.

"Entahlah, Kay. Menurut gue juga begitu sih. Tapi...," Callista menghentikan ucapannya.

"Tapi kenapa, Call?"

"Gue belum bisa bersikap romantis sama doi," Callista mencurahkan isi hatinya.

"Gercep dong Call! Lo harus bisa bales semua sikap romantis doi. Apa lo nggak takut ada orang lain yang bakal mepet doi?" Kayana adalah sahabat yang sangat baik untuk Callista. Dia selalu memberikan masukan positif agar Callista menjadi lebih baik.

Kayana benar! Sekarang doi lagi di pepet mantan istrinya yang perfect itu. Gue pengin bisa lebih romantis dari doi.

"Gimana cara gue bersikap, Kay? Misal nih, tiba-tiba doi lagi meluk gue. Nah, gue harus membalas pake cara apa?" Callista membayangkan perlakuan romantis suaminya yang satu ini.

"Jadilah istri agresif!" Sebuah kalimat yang dilontarkan Kayana terdengar seperti seorang motivator percintaan dunia nyata.

"Hah?" Callista terkejut.

"Iya, Call. Kenapa terkejut begitu?"

"Iya kaget aja, Kay. Lo udah seperti seorang motivator aja," canda Callista. "Jadi, pertanyaan gue tadi apa dong jawabannya?"

"Ya sesuai yang doi lakukan, dong. Misal doi peluk, ya lo peluk balik lah. Apapun itu, coba lo balas hal yang romantis. Gue jamin, doi bakal nempel terus sama lo."

"Kalau misal gue mau cium doi, gimana?" Callista semakin dibuat penasaran.

"Ya lo tinggal cium aja. Apa susahnya. Tar doi tau kok bakalan ngelakuin apa ke elo. Gitu aja masa gue yang ngajarin, sih?" protes Kayana.

Keduanya tertawa.

"Eh, gue ada pertanyaan yang lebih sensitif nih, Kay," ucap Callista.

Duh, gimana caranya gue minta nganu duluan yak?

Callista cengengesan.

"Eh, kenapa lo?"

"Gini, Kay. Misal gue minta ehem duluan gimana, yak?" pertanyaan absurd Callista membuat Kayana tertawa terbahak.

"Hais, harusnya yang model begituan gue belajarnya dari lo, Call. Ini malah kebalik, lo belajar sama anak gadis," ledek Kayana. "Lo polosan aja, tar doi juga langsung nempel."

Keduanya bercanda sampai tak mengenal waktu. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Kayana terlihat sudah mengantuk.

"Lo tidur duluan, Kay! Gue mau ngecek lampu kamar utama," Callista membiarkan sahabatnya beristirahat.

Di dalam kamar utama, Callista duduk di ranjang seorang diri. Dia berusaha mencerna seluruh ucapan Kayana. Apalagi sekarang rivalnya sudah menampakkan batang hidungnya. Siapa lagi kalau bukan mantan istri suaminya.

Apa gue harus jadi agresif ya untuk narik perhatian Om Sean. Biar doi terus mepet ke gue. Gue takut Mrs. Perfect itu berhasil menggaet suami gue. Gue nggak terima! Apalagi selama ini Om suami selalu ngasih perhatian lebih ke gue. Kalau gue nggak perhatian balik. Amsyong deh!

😍😍😍😍😍

Hai kakak-kakaku semua yang kece badai luar biasa...

Jangan lupa vote, like, dan komentarnya. Jangan lupa hadiah buket bunganya atau secangkir kopi agar author lebih bersemangat. 😍😍😍

Terima kasih...

1
Linda Liddia
Lo jadi bini jgn bego2 amadlah udh tau ulet bulu masa lalu dtg lg bukan gimana gitu malah masih menye2 aja lo
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: ✨ Halo Sahabat Pembaca! ✨
Aku baru saja merilis cerita terbaru berjudul “SCARLET MEMORIES” 🖤
Kisah tentang Diana— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang tulus…

lelaki dari masa lalunya kembali,
membawa rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.
Berani jatuh cinta, berarti siap terluka lagi.
❤️ Like & komentar kalau kamu siap ikut terseret dramanya.
total 1 replies
Ais NSP
seancalista awal cerita yang menegangkan tapi berakhir bucin happy ending semua tokohnya sukses selalu emak othor/Good//Rose//Kiss/
Eni Etiningsih
calista yg nanya ke sean tapi aku yg oleng, jus lemon aku baca jus melon..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: semangat. semoga suka🥰
total 1 replies
Eni Etiningsih
benang kusut..
Eni Etiningsih
aamiin.. ma..
Eni Etiningsih
awal yg seru thor..
HADIJAH MALAPO
bagus ceritanya
Ulifatun Nafirotin Nafirotin
Luar biasa
Farida
Lumayan
Anonim
Cerita ini tu kayak masih blm mendalamii cerita,anak polos tp engk nunjuki kepolosannya
Truss si bos yg kaya rayaa berasa engk ada harga dirinya di mata karyawannya
Kurang gemezz thoor
Rika Fitria
Luar biasa
Emy Bareto
bagus, sudah dua kali aku membacanya
Dysha♡💕
terlalu kekanakn,aku pikir si call bakal sedikit dewasa,,,
Dysha♡💕
sat set bener si Sean🤣
Dysha♡💕
mantap si Vigor🤭👍
Chuzaefah Chuzaefah
Luar biasa
Anonim
keren
Devi Handayani
dalam waktu dua hari callista udah jadi nyonyah Sean....mantulll👏👏👏😁😁
Herlina Adhil
Luar biasa
Neneng Tejaningsih
bagus cerita'y sukses trs untuk author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!