NovelToon NovelToon
Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki

Status: tamat
Genre:Romantis / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:536.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Demi mama, aku rela membohongi dunia dan menyembunyikan identitas asliku. Bahkan, aku juga mengorbankan rasa cinta yang aku punya pada seorang laki-laki. Semua aku lakukan demi mama yang selama ini telah berjuang demi aku. Aku yakin, doa dan restu mama, adalah hal terpenting dalam hidupku.

Apakah aku sangup, tetap menahan rasa ini. Mungkinkah, aku mampu mengubah pandagan lelaki itu padaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Mataku tiba-tiba membulat saat mendengarkan apa yang dikataan Mika barusan. Aku berusaha mengumpulkan semua kesadaran yang aku miliki.

Karna aku tidak ingin salah menaggapi perkataan gadis itu kali ini. Aku memilih untuk bertanya sekali lagi.

"Apa maksud kamu?"

"Tidak ada maksud apa-apa kak Nino. Aku sudah bilang sama kaka pada awal kita bertemu, sebisa mungkin kaka harus bisa menghindari Mulya. Jangan sampai terlibat urusan dengannya, atau kaka akan bahaya."

Kini, baru aku sadari, kalau apa yang Mika lakukan barusan itu adalah caranya memgalihkan perhatian Mulya padaku.

Ya tuhan, aku malah telah menuduh gadis ini munafik. Dengan bermesraan dengan Mulya di depan umum. Padahal, Mika melakukan semua itu, hanya demi membuat aku menjauh dari Mulya.

"Maafkan aku Mika," kataku dengam nada sesal.

Hanya maaf yang bisa aku ucapkan pada Mika saat ini. Aku tidak tahu lagi, kata apa yang cocok untuk menunjukkan rasa bersalahku padanya.

"Tidak usah dipikirkan kak Nino, aku melakukan ini hanya karna tidak ingin kaka dan Mulya menimbulkan masalah saja kok."

Kata-kata Mika terlalu sulit untuk aku cerna sekarang. Entah apa yang ia pikirkan sebenarnya, aku juga tidak tahu.

Tapi baiklah, mungkin hal yang paling harus aku pikirkan adalah, bagaimana caranya supaya aku bisa melawan Mulya itu?

Pertama bertemu saja, ia sudah melihat aku dengan tatapan kebencian yang sangat tidak bersahabat. Bagaimana jalan selanjutnya? Mungkin ia akan memusnahkan aku dengan secepat mungkin.

Ya tuhan, aku merasa sangat tidak nyaman untuk melakukan apapun hari ini. Aku tidak ada mood untuk bekerja atau melakukan hal kegiatan di kantor.

Yang aku inginkan hanyalah, pulang dan mengistirahatkan tubuhku di rumah, sambil baring di kamar dan bebar berpakaian wanita di sana.

"Kak Nino, apakah yang kaka pikirkan?"

Sekali lagi, gadis ini membuat aku kaget dengan pertanyaannya.

"Ehm, gak apa-apa kok Mika. Kaka hanya merasa sedikit tidak enak badan saja. Mungkin karna kaka udah lama gak masuk kerja kali yah," ucapku dengan nada yang agak gelagapan.

"Apa kaka mau aku ambilkan kopi kak?"

"Gak usah Mika, aku gak mau kopi. Lagian, aku gak ngantuk kok."

"Kalo air hangat gimana?" katanya lagi.

"Gak perlu repot-repot Mika. Aku gak papa kok, aku baik-baik aja."

"Hmz, kalo gitu, kaka mau istirahat di rumah. Biar aku yang bantu kaka bicara pada Mulya, agar mengizinkan kaka pulang."

Aku melihat wajah gadia ini, Mika tersenyum manis kearahku. Ia terlihat sangat polos, namun aku tidak tahu, sejauh mana kepolosan itu mampu menipu orang lain.

"Mika, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?"

"Hmz, mau tanya apa kak? Tanyakan saja, aku akan menjawabnya dengan senang hati."

"Kamu terlihat berbeda hari ini Mika. Kamu terlihat lebih bersemangat dan sangat ceria. Apakah semua itu karna Mulya pacar kamu yang masuk kantor hari ini?" kataku dengan sedikit hati-hati.

Aku merasa, Mika memang agak berbeda hari ini. Ia terlihat sangat hangat dan sangat ceria hari ini.

Bisakah aku menarik kesimpulan, kalau Mika memang bahagia karya Mulya yang masuk kantor hari ini. Atau mungkin ada hal lain yang aku tidak ketahui.

"Kenapa kaka bertanya hal itu? Adakah yang aneh dengan apa yang aku lakukan barusan?"

"Tidak ada, aku hanya ingin tahu soal hubungan kamu dengan Mulya, itu saja. Soalnya, kamu bilang, kamu tidak cinta pada Mulya bukan?"

Seketika, wajah Mika berubah datar tanpa ekspresi sedikitpun. Matanya menatap kosong kedepan layar monitornya.

"Apakah aku salah tanya Mika?" kataku membuat ia sadar dari lamunannya.

1
sakura
...
Agni Rizkita Fauziah Amanda
bagus memuaskn
Kenzi Kenzi
mika yg cemburu dhnmu lin....disaat tumbuh rasa ke babang,babang malah hengkang dan.nemplok sama kamu
Kenzi Kenzi
semoga aja bener an adik ryan....adik.kandung ryan...
Kenzi Kenzi
blm bi2r...
hehhehe
Kenzi Kenzi
kasian ryan,tdk direstui sama ortu.mika
Kenzi Kenzi
mosok bronies e mamamu,
Dora Husien
anak laki apa perempuan yg benar?
Nur Setyowanti
bagus
Siti Sri Wahyuni
mampir
Ce Edoh
bagus ceeitanya
Rani: makasih banyak yah
total 1 replies
Salmah
wah.......mama durhakim ini namanya.......udah tw anaknya cwe masa di suruh jadi lesby
Salmah
untung masih ingat jati dirinya......low kebablasan jadi tomboi gimana?
Salmah
kasian anaknya jadi korban keegoisan ortunya.......😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Diandra
Emang gak ada jakunnya
Uvie El Feyza
jgn" mama sendiri yg jahat ya,,
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 1 replies
Sopian Hadi Irawan
kerenn
Ran's 02
bagus ceritanya thor....sukses selalu....
saking ngebut ya maaf sampe ga sempet komen hehehe
Sriwarsini
aku suka ceritanya bagus👍
Sriwarsini
wah ternyata Nino bukan anak kandungnya yachh.....pantesan tegaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!