NovelToon NovelToon
Cinta Di Dalam Kebencian

Cinta Di Dalam Kebencian

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Badboy / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: violla

Harap bijak menyikapi bacaan.

Rossela pikir ia menjadi wanita yang paling beruntung karena Mark menciumnya di depan umum. Di malam perayaan kelulusan sekolah Mark menyatakan cinta padanya. Tapi, ternyata Mark hanya menjadikan Rossela sebagai bahan taruhan saja.

Hati Rossela hancur saat Mark hampir merenggut kehormatannya, hingga ia tidak punya pilihan selain melukai Mark dan melarikan diri.

Setelah sembilan tahun berlalu. Roslla kembali dengan identitas yang baru. Apakah Mark masih mengenali Rosella?

Rosella dan Mark (1-39 TAMAT)

Vlora dan Ozan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirawat Di Rumah Sakit

"Aku mau ke Paris, aku mau kembali ke Paris," ucap Sella penuh harap, ia tidak mau lagi tinggal di Kanada, sebab tempat ini sudah tidak aman untuknya.

"Kau tidak bisa pergi dalam kondisi seperti ini." Lebih tepatnya ia tidak mau kehilangan wanita ini. Ntah sebagai Rosse atau Sella.

Sella masih bersikeras, andai saja saat ini tubuhnya tidak lelah, ia akan berlari meninggalkan pria ini.

"Tempatku bukan di sini. Kehidupanku ada di sana." Sella mendorong dada Mark sampai pria ini melepaskan pelukannya. "Pergilah ... aku tidak mau semakin banyak orang yang salah paham padaku. Aku tidak mau calon istrimu berpikir yang tidak-tidak tentang kita."

Sella merasa hatinya bertambah sakit mengingat status pria ini yang sudah memiliki kekasih. Tapi malah memeluknya. Sella benci situasi ini karena tubuhnya merasa nyaman didekapan Mark.

Sella baru sadar kalau terkadang cinta dan benci datang diwaktu yang bersamaan.

Mark pernah hampir melecehkannya tapi, malam ini Mark datang menyelamatkan kehormatannya.

Mark enggan menjawab, ia lebih fokus memikirkan cara agar Sella mau ikut dengannya tanpa paksaan. Mark hendak menghapus darah yang hampir mengering, ia terkejut saat punggung tangannya menyentuh kening Sella. Suhu tubuh wanita ini panas tapi, badannya menggigil dan detik itu juga Sella tidak sadarkan diri.

Mark semakin panik, ia membopong tubuh Sella dan membawanya keluar dari apartemn Leon.

"Kita ke rumah sakit!" titah Mark pada salah seorang pengawalnya. "Siapkan kamar terbaik untuk wanita ini!"

Mobil mewah itu sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mark masih mendekap Sella di bangku belakang, wajah pucat Sella semakin membuat Mark panik karena takut terjadi sesuatu yang lebih buruk menimpa Sella.

Begitu sampai di rumah sakit, Sella langsung ditangani tim medis. Kamar vvip menjadi tempat Sella dirawat.

"Bagaimana keadaannya?" Begitu dokter ke luar ruangan, Mark mencercanya dengan pertanyaan.

"Kondisinya sedang tidak baik, sepertinya wanita itu baru saja mengalami syok berat yang mengakibatkan fisiknya lemah hingga mengalami demam tinggi. Tapi tidak perlu khawatir kami sudah melakukan tindakan dan pasien hanya butuh istrahat beberapa hari agar wanita itu segera pulih seperti biasa."

Perasaan Mark menjadi semakin resah, ia kasihan melihat Sella yang tidak punya siapapun di Kanada. Tapi membiarkan gadis ini kembali ke Paris pun bukan pilihan yang tepat karena feelingnya tidak pernah salah menilai orang. Mark masuk ke ruangan Sella dan memerhatikan Sella dari dekat. Jarum infus sudah menancap di punggung tangan kiri wanita itu, wajahnya masih pucat pasih. Sella sudah terlelap dalam tidurnya.

Mark tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ia tidak datang tepat waktu dan menolong Sella. Mark juga menyalahkan dirinya karena secaara tidak langsung sudah membuat hari-hari Sella semakin buruk.

"Mungkin, ketakutan seperti ini yang kau alami dulu," gumam Mark, ia masih menganggap Sella adalah Rossela yang sudah lama menghilang. Niat untuk menghukum luntur, niat untuk memiliki pun hampir memudar karena tidak mau sesuatu yang lebih buruk menimpa Sella bila wanita ini berada di dekatnya.

Terlebih lagi, ia masih terikat hubungan dengan Kate yang ia curigai terlibat dalam perdagangan manusia terutama para wanita.

Malam itu Mark berjaga di dalam ruangan Sella dirawat, ia duduk di kursi dekat tempat tidur pasien. Ntah dapat keberanian dari mana, Mark memegang tangan Sella dan menciumnya sebelum memejamkan mata.

***

Kelopak mata yang dihiasi bulu mata lentik itu sudah mulai terbuka. Sella menatap nanar langit-langit kamar yang sangat asing untuknya. Dilihatnya jarum infus menancap di punggung tangan kirinya dan yang lebih mengejutkan saat Mark tidur dengan mendekap tangannya.

Sella tidak bisa mengingat apapun, yang ia tahu malam tadi ia hampir tidak sadarkan diri ketika Mark menggendong dan membawanya pergi.

Pintu kamar dibuka dari luar, seorang petugas rumah sakit datang dan tersenyum melihat Mark tidur dengan posisi duduk disamping wanita cantik itu.

"Nona sudah bangun?" Ia meletakkan nampan berisi makanan atas nakas.

Sella tersenyum dan berucap. "Sudah, Sus...." Suara Sella membangunkan Mark, pria ini segera menegakkan punggungnya.

"Maaf tadi malam saya mengganti pakaian Nona tanpa ijin."

"Tidak apa-apa, justru saya sangat berterima kasih."

"Itu sudah menjadi kewajiban saya. Berterima kasilah pad Tuan Mark yang tidak sedikitpun meninggalkan Nona."

Sella dan Mark sama-sama diam melihat tangan mereka yang masih menyatu, Sella sontak menarik tangannya dan mencoba duduk sendiri.

"Hati-hati." Mark meletakkan bantal di punggung Sella agar wanita ini bisa duduk dengan nyaman.

"Kau sudah merasa baikan? Dokter bilang, kau harus istirahat selama beberapa hari agar kondisimu cepat pulih seperti semula. Baru setelah itu kau bisa melakukan aktifitas seperi biasa. Tapi, kau tidak perlu lagi datang ke kantor kepara* itu!"

Mark menepuk pahanya sendiri, ia masih geram mengingat Leon dan Samantha. Dua orang itu akan dihukum sesuai kejahatan yang sudah mereka lakukan.

"Waktunya sarapan dan sebaiknya Nona Sella jangan terlalu banyak berpkir."

Mark mengambil alih mangkuk dari tangan suster. "Biar saya saja yang menyuapinya."

"Baiklah, kalau begitu saya keluar dulu. Selesai makan Nona harus minum obat dan vitamin seperti apa yang sudah disampaikan dokter sebelumnya."

"Baiklah, terima kasih, suster," jawab Mark.

Suster pun pergi meninggalkan Mark dan Sella.

"Makanlah, setelah ini minum obatmu." Mark mengambil sesendok bubur untuk Sella. "Buka mulutmu, biar aku suapi."

Sella menepis tangan Mark. "Aku tidak selera makan," tolak Sella, suaranya terdengar lemah. Mulutnya pun terasa pahit. "

"Makanlah sedikit saja. Atau kau mau tinggal di sini selamanya?"

"Kau pergilah, aku bisa makan sendiri. Setelah ini biarkan aku pergi."

"Tidak! Untuk hari ini biarkan aku merawatmu. Aku janji setelah kau keluar dari rumah sakit aku tidak akan mengganggumu lagi. Tapi kau harus janji untuk tidak datang lagi ke perusahaan bajingan itu! Sudahlah ayo buka mulutmu!"

Mau tidak mau Sella membuka mulutnya, mengunyah makanan yang disuapi Mark, tidak ada lagi yang bersuar, hanya ada suara dentingan sendok di antara mereka.

"Aku sudah kenyang," ucap Sella, ia tidak sanggup menelan makanan itu lagi.

"Masih 6 sendok. Sedikit lagi."

"Tidak mau!"

Mark mengalah, ia berdiri meletakkan mangkuk dan mengambil beberapa obat untuk Sella.

Sella merasa Mark sangat tulus dan perduli padanya, andai saja dari dulu sikap Mark semanis ini, ia pasti akan menjadi wanita yang paling beruntung di muka bumi ini.

"Kenapa melihatku seperti itu?" Mark sudah memegang gelas berisi air putih dan beberapa pil di tangan. "Minumlah, agar kau cepat sembuh."

Lagi-lagi Sella menurut dan membuka mulutnya, menerima obat dari tangan Mark dan menelannya .

1
Virgo Girl
Dona ato Olive nih...??
Safa Almira
syuka
carwati
aku suka karakter sela yg tidak mudah di tindas👌👌👌
carwati
sepertinya seru cerita nya aku nyimak thor🖖🖖🖖
Saras Aussie
Luar biasa
Wahyu Azizah
mengharukan , bisa jadi pelajaran supaya kita bisa setia terhadap pasangan , biar pun ujian menerpa hubungan kita
Rini akbarini
krennnn...
mengharu biruuuuuu
Anisa Wihandari
aku slalu menggoyang jempol k thor utk mmberi like
Anisa Wihandari
ternyata mark msih hidup,,semoga mark bisa bsatu srpti yg d inginkan mnjdi pasangan hidup
Yunerty Blessa
akhirnya ozan bersatu kembali bersama isteri dan anaknya..
Yunerty Blessa
baca jadi deg degan sendiri
Yunerty Blessa
Vlora keras kepala sekali
Yunerty Blessa
moga pernikahan antara ozan dan vlara berjalan lancar tanpa ada gangguan..
Yunerty Blessa
Ozan kembali bersama Vlara
Yunerty Blessa
sebuah ending yang menarik.. singkat tapi mantap..aku sungguh menyukainya..
terbaik kak thor 👍👍😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya ketemu juga
Yunerty Blessa
akhirnya ketemu juga
Yunerty Blessa
sungguh terharu membacanya..😢
Yunerty Blessa
smoga tidak terjadi sesuatu pada Mark.. biarkan cinta mereka bersatu..
Yunerty Blessa
mantap Mark.. cepat selamatkan sella
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!