"Steiner" panggil Luigi dengan tangan mengepal.
"Setelah apa yang terjadi diantara kita, kau tidak mengenalku? Kita menghabiskan setiap malam bersama di lembah Parnassus, Stein! Kau bahkan telah merenggut mahkotaku! Ada apa denganmu?!"
"Aku tidak mengenalmu! Kau wanita gila! AKU BAHKAN TIDAK MENGENALMU!"
"Apa kau amnesia? Katakan dengan kalung ini! Apakah ini milikmu?" Luigi, mengeluarkan kalung yang tersembunyi dari balik bajunya. Steiner membelalakan matanya, bahkan seluruh keluarga besarnya.
Semua saling melemparkan pandangannya, gadis bak Dewa Apollo itu, tiba tiba menerobos masuk ke dalam sebuah ballroom, mengacaukan acaranya.
Sebuah acara perhelatan akbar yaitu PERTUNANGAN.
Luigi memasukkan kembali kalungnya, lalu ia berjalan kearah pintu keluar. Sesaat ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Steiner, "Tidak masalah kau melupakanku, Steiner! Tapi, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku! Aku selalu memegang janjimu, bahwa kau akan membawaku ke Altar saat aku menyerahkan segalanya untukmu!" Luigi pun berlalu pergi. Meninggalkan keterkejutan yang luar biasa.
"Penjaga! Panggil gadis itu! Dan bawa ke kamarku!" ujar sang Ibu yang meninggalkan acara pertunangan Putranya yang telah kacau balau.
"Shiitt!!" pekik Steiner membanting gelas di tangannya.
"Honey?" tunangannya memanggilnya.
"Aku akan membereskan gadis itu! Pulanglah!" kata Steiner kepada calon tunangannya yang gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugasmu Menolongnya
Luigi terisak di punggung Steiner, angin kesejukan berhembus perlahan dan membawa kedamaian dihati Steiner. Tanpa sadar tangan Steiner menggenggam tangan lembut yang melingkar erat diperutnya.
Dia bisa tiada bila sesuatu terjadi padaku? Aku membuatnya cemas? Dia takut kehilangan? Kenapa wanita gila ini.. Sangat manis.. Yayaya aku akan berhati hati..
"Eh. Oh.. Ini.. Jangan seperti ini-- Ini di kantor! Kau tadi membenciku mengapa secepat itu kau berubah? Wanita yang aneh" Luigi melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya ke samping lalu menyeka airmatanya.
"Maafkan aku-- Richard baru saja mengatakan kalau kau mengalami kecelakaan di Manchester Street. Aku di sana saat itu" ujar Luigi menekan kecemasan dan segala kekuatirannya. Membayangkan Steiner kecelakaan membuat Luigi takut namun akhirnya ia memaklumi mengapa Steiner seakan tidak mengenalnya.
Ya saat itu aku melihatmu.. Dan karena melihatmu aku lupa menginjak rem mobilku.. Ckk, wanita gila ini mengapa wajahnya cantik bila menangis.. Ckk, aku tertular gila lama lama..
"Steiner, kau kecelakaan? Pantas saja kau tidak mengenalku? Apa kepalamu terbentur? Apa kau terkena sindrom kehilangan ingatan?" tanya Luigi lagi. Steiner masih diam terpaku menatap Luigi yang tersihir oleh kecantikannya hingga pikiran Steiner bermain dengan tipu muslihatnya.
Jadi dia pikir aku kehilangan ingatan? Bagus.. Aku bisa memanfaatkannya.. Aku bisa pura pura Amnesia.. Siapa tahu dia berguna dan aku bisa mempermainkannya.. Entah mengapa aku ingin bermain main dengannya.. Dia ini.. Sesuatu yang tidak bisa dihindari.. Ehm, seperti boneka.. Ehm, lebih tepatnya menggemaskan..
"Stein?" panggil Luigi dengan mengibaskan tangannya di depan wajah Steiner dan membuyarkan lamunannya hingga matanya mengerjap.
"Ehh--Ehm.. Aku mencoba mengingatmu" ujar Steiner dengan gugup.
"Steiner! Ini aku-- Luigi meraih tangan Steiner yang terasa kaku seperti robot lalu meletakan telapak tangan Steiner di pipinya --Aku Lui-mu! Tidak apa apa kau melupakanku, aku akan membantu mengingatkanmu" ujar Luigi dengan berseri seri yang menulari sekeping hati Steiner yang lupa sesaat akan statusnya sebagai kekasih Carrie.
Ehm.. Pipinya lembut sekali.. Aktingku boleh juga. Batin Steiner memuji dirinya sendiri.
"Benarkah? Kau akan membantuku?" tanya Steiner dengan sangat meyakinkan.
"Iyaa Steiner! Aku Lui-mu, aku akan melakukan apapun untukmu agar ingatanmu kembali" jawab Luigi sambil mencium telapak tangan Steiner, yang mendarat di pipinya karena Luigi menggenggamnya.
"Apa kau mau makan siang denganku?" tanya Steiner membuat Luigi bersorak bahagia. Dalam hatinya Luigi meyakinkan dirinya mengapa Steiner melupakannya, yaitu karena kecelakaan yang menimpa Steiner dan besar harapannya untuk membuat Steiner kembali mengingatnya. Tanpa Luigi sadari, ia masuk ke dalam sebuah permainan jahat Steiner yang mencoba bermain api dengannya.
"Tentu saja Lovely. Kita akan makan siang seperti dulu" jawab Luigi menautkan tanganya di lengan Steiner namun perlahan Steiner melepasnya.
"Ehm, ini di lingkungan kantor sebaiknya jangan bergandengan tangan. Kita ke restauran yang tersembunyi. Ehm, maksudnya jarang karyawan makan disana karena tempatnya kecil dan sangat sepi" Luigi tidak menaruh rasa curiga, ia menurut dan memilih mengikuti langkah Steiner yang berjalan kearah sisi luar gedung perkantoran.
-
-
-
MILKY BAR
Milky Bar, bukan berarti Bar yang menjual minuman atau tempat minum minum, yang rata rata terdapat minuman beralkohol. Milky Bar adalah nama pemilik restauran kecil yang berada di sisi luar gedung perkantoran. Restauran kecil itu berada di lorong gang kecil yang menghubungkan gedung satu ke gedung yang lain.
Milky Bar, adalah sebuah nama seorang wanita bertubuh gemuk dan dikenal sangat pemalas, dia adalah pemilik restauran, seorang cenayang yang berdarah gipsy dan tinggal di gang sempit yang tersembunyi. Milky karena dia adalah penyuka susu dan Bar yang sebenarnya di ambil dari kata bar bar.
Banyak orang salah mengartikan tempat itu, banyak yang mengira itu adalah sebuah Bar untuk minum minum. Namun ternyata itu adalah restauran yang terlihat sepi. Hanya segelintir orang yang kesana untuk makan siang dengan kekasih gelapnya.
Tidak banyak orang mengenal Milky Bar sebagai Cenayang. Hanya segelintir orang di gang itu yang mengetahui keahliannya. Beberapa orang berdatangan di malam hari untuk meminta pertolongan darinya.
Sekilas Restauran itu seperti tidak terurus dan tidak menarik. Banyak tumbuhan merambat menutup dinding restauran itu. Luigi tidak banyak berpikir mengapa Steiner membawanya ke restauran yang kecil dan tersembunyi. Rasa cintanya yang begitu dalam membuat Luigi hanya merasakan kebahagiaan. Dalam benaknya Luigi berpikir Steiner yang berada di lembah Parnassus telah kembali kepadanya.
Saat memasuki Milky Bar, Luigi terkesima dan terkagum kagum dengan desainnya yang sangat natural, itu sangat luarbiasa baginya. Menurut Luigi itu sangat romantis. Padahal bagi Steiner itu sangat biasa saja, ia membawa Luigi ke Milky Bar agar tidak ada yang mengetahui kebersamaannya bersama Luigi. Steiner bermain api dengan perselingkuhan kecil yang membuat jiwa kelelakiannya merasa tertantang.
"Steiner ini sangat indah, bahkan ini sangat nyaman" kata Luigi dengan mengedarkan pandangannya. Banyak tanaman berada di dalam restauran itu yang membuat Luigi merasa di Pondok pinggiran sungai dimana Steiner membawanya kesana saat terluka di Yunani. Steiner duduk di sudut ruangan yang ditutupi pohon dan akar akar yang merambat keatas hingga menyentuh plafon dan Luigi mengikutinya.
"Disini hanya tersedia kentang panggang dan daging asap dengan keju mozzarela. Kalau minum disini lengkap" ujar seorang wanita setengah baya berbadan gemuk dan berpakaian serba hitam, menghampiri mereka.
"Aku pesan keduanya dan untuk minum aku mau cocktail dengan irisan berry" ujar Steiner membuat Luigi tersenyum ketika Steiner menyebutkan buah berry, buah yang memiliki makna khusus bagi Luigi.
"Lalu kau Nona?" tanya wanita itu yang merupakan pemilik sekaligus pelayan di restauran itu.
"Aku minum saja, Nyonya--?? Luigi menunggu wanita itu menyebutkan atau memperkenalkan dirinya.
"Panggil aku Milky saja" jawab wanita itu datar.
"Baiklah Milky, aku mau cocktail yang sama dengan kekasihku, karena aku sudah makan siang. Lain kali aku akan makan siang disini" jawab Luigi dengan tersenyum.
"Kekasihmu?" wanita itu tersenyum dengan nada mencibir dan Luigi masih santai menanggapinya.
"Iy--
"Cepat buatkan pesanan kami!" potong Steiner dengan cepat lalu wanita itu berlalu pergi dengan tersenyum misterius.
Apa gadis itu tidak tahu bahwa restauranku kebanyakan hanya di isi oleh pasangan selingkuh? Aura gadis itu sangat tidak bagus.. Aku melihat dia sedang di ikuti roh tapi menyerupai laki laki itu.. Apa itu leluhurnya? Tidak.. Aku tidak mau ikut campur melihatnya lebih dalam.. Kecuali, gadis itu meminta pertolongan kepadaku?
"Stein, jangan kasar. Steiner yang aku kenal tidak seperti ini" kata Luigi sambil menggenggam tangan Steiner yang berada di atas meja.
"Lalu seperti apa Steiner yang kau kenal? Dan katakan dimana kita berkenalan karena kau sepertinya sangat mengenalku" tanya Steiner memandang Luigi lekat lekat, matanya menjelajahi setiap inci wajah cantik itu. Senyumnya tawanya, Steiner semakin penasaran di buatnya.
Sebaiknya aku tidak menyebut Yunani atau Steiner akan marah.
"Steiner yang aku kenal sangat lembut dan penuh perhatian. Dia sangat romantis dan penyayang. Kau yang menolongku saat aku kecelakaan. Kita saling jatuh cinta. Kita saling mengenal satu sama lain. Dan kita saling berjanji. Satu bulan aku bersamamu. Dan kau sering menemuiku di Chambrige. Kau akan mengurungku seharian dan kita akan bercinta tanpa lelah lalu bercerita tanpa henti" penuturan Luigi membuat Steiner menelan salivanya, ia membayangkan bercin*ta dengan Luigi seperti apa dan itu membuatnya meremang.
"Berjanji?" desis Steiner terdengar serak suaranya.
"Kau berjanji akan menikahiku setelah-- Ehm. Kau mengambil milikku yang berharga" ujar Luigi dengan wajah memerahnya.
"Apa?! Aku mengambil milikmu yang berharga? Hahaha-- Kau benar benar wanita gila! Aku menyentuhmu saja tidak! Jangan katakan kau bercinta dengan orang lain dan kau melimpahkannya padaku!" Steiner tiba tiba bergejolak dengan kesal.
"Steiner pelankan suaramu. Tentu saja kau tidak mengingatnya, bukankah kau amnesia?" Luigi mengedarkan pandangannya dan restauran itu masih sepi. Ia menggenggam tangan Steiner untuk meredakan amarahnya yang meledak begitu saja.
Mengapa aku tidak menyukainya? Mengapa aku kesal! Siapa laki laki yang telah menyentuhnya hingga membuatnya menjadi gila? Tapi itu tidak masalah.. Aku harus berakting bahwa aku amnesia.. Ini justru kebetulan karena aku bisa bermain main dengannya.. Aku bisa bercinta dengannya kapanpun aku mau menjadi Steiner yang ia kenal..
"Kau benar, aku amnesia" ujar Steiner mengepalkan tangannya dan berusaha menahan amarahnya.
"Kentang panggang, daging asap dan dua cocktail" Milky datang dengan nampan dan meletakan di meja mereka dengan wajah datar tanpa senyumannya, ia mengedarkan pandangannya dan mencari sesosok bayangan yang mengikuti Luigi.
"Terima kasih Milky-- Ehm, mengapa kau hanya menyediakan dua masakan ini?" tanya Luigi.
"Karena aku pemalas--
Pantas saja kau gemuk. Steiner.
"Karena itulah aku gemuk" ujar Milky menajamkan matanya kearah Steiner dan Steiner terkejut karena Milky seakan bisa membaca pikirannya.
"Silahkan nikmati makanannya dan Nona-- ini kartu namaku. Bila kau mengalami hal aneh di kemudian hari, hubungi aku secepatnya" ujar Milky dengan meletakan kartu namanya dan itu membuat Steiner dan Luigi bingung.
Luigi menerimanya dan membaca kartu nama itu dengan mengerutkan alisnya, "Cenayang? Milky kau seorang cenayang? Hahaha-- Mengapa kau berpikir aku membutuhkan cenayang?" tanya Luigi merasa konyol dengan hal hal diluar akal manusia.
"Karena kau di ikuti-- Perkataan Milky terhenti. Dari kejauhan suara riuh peralatan di dapurnya berjatuhan seperti ada yang mengamuk. Steiner dan Luigi sontak bangkit berdiri dengan terkejut, Milky menghela nafas panjang dan bersikap tenang.
"Duduklah, itu bukan apa apa. Nikmati makananmu. Itu hanya arwah gila-- Luigi dan Steiner membulatkan matanya --Hahaha. Aku becanda! Itu Ibuku yang pemarah, Lui" ujar Milky bergegas pergi.
Dari mana Milky tau namaku? Aku tìdak menyebutkan namaku.. Ehm, mungkin saja dia mendengar pembicaraan kami.
Steiner dan Luigi kembali duduk lalu mereka kembali bercengkerama menikmati kentang panggang dan daging asap yang disiram lelehan keju mozarela.
"Lui, bisakah kau merahasiakan pertemuan kita ini? Dan ingatlah tempat ini, kita akan bertemu di tempat ini setiap jam makan siang. Tentu saja aku akan mengabarimu terlebih dahulu bila aku ingin bertemu denganmu. Ini akan menjadi tempat rahasia kita. Aku ingin mengingatmu" ujar Steiner membuat Luigi menurut karena besar rasa cintanya dan Luigi pun tidak tahu apa yang sedang dihadapinya.
"Aku mengerti posisimu. Aku selalu mengingat pesanmu. Aku harus kuat, aku harus bertahan demi cinta kita, kau mengatakan aku harus bisa menjadi seorang Volkgaard yang layak bersanding denganmu. Aku harus tangguh seperti Ibumu. Karena itulah aku harus banyak belajar di KV seperti permintaanmu" ujar Luigi sambil meneguk cocktail di tangannya.
Fix! Kau wanita gila yang ingin menjadi Volkgaard.. Tapi mengapa kau sangat natural menceritakannya.. Bagaimana kau mempelajari seorang Volkgaard bila tidak ada yang menuntunmu.. Sementara aku benar benar tidak mengenalmu.. Sudahlah, tidak usah terlalu di pikirkan, anggap saja aku berpesta lajang dan menikmati masa lajangku sebelum Carrie benar benar mengikatku. Batin Steiner sambil melahap kentang panggang dan daging asap secara bergantian.
"Ceritakan apa saja yang aku katakan kepadamu mengenai perusahaan" kata Steiner.
"Banyak hal Stein. Kau memberitahuku tentang banyak hal. Bahkan sebuah brankas hitam yang berada di ruang kerja Ayahmu dan tidak ada satupun yang bisa membukanya kecuali kau sendiri, dan kau memberikan delapan digit angka kepadaku. Tapi, kau memberi sumpah kepadaku, untuk tidak memberikannya kepada siapapun bahkan kau sendiri, karena kau pelupa. Aku boleh membukanya setelah kita menikah, karena di dalamnya ada hadiah pernikahan kita yang akan kau siapkan"
Jantung Steiner berdegup kencang, ia seperti tersambar petir ketika Luigi menyinggung brankas hitam yang berada di kediamannya. Steiner melonjak hingga bangkit berdiri. Mata Steiner terbelalak.
"Apa?! Kau? Lui-- Siapa kau, Lui?!" tanya Steiner dengan panik.
"Steiner, tenanglah kau amnesia! Maaf seharusnya aku pelan pelan bercerita" Luigi berusaha menenangkan Steiner yang terlihat panik dan menegang dengan menyentuh pipinya. Nafas Steiner tidak beraturan menatap Luigi dengan heran.
"Luigi!" Steinerpun sontak memeluk Luigi dengan erat. Sementara Luigi kebingungan dengan sikap Steiner.
"Peluk aku Lui! Sebentar saja, biarkan aku tenang! Karena aku-- takut" Luigi mengernyitkan alisnya dengan membalas pelukan Steiner. Hatinya mulai bertanya tanya, separah apakah kecelakaan yang menimpa Steiner lima hari yang lalu.
Wanita gila ini.. Dia tidak mungkin mengetahui tentang brankas hitam keluarga Volkgaard, ini tidak mungkin.. Mommy harus tau mengenai hal ini.. Lui bukan hanya sekedar penggemar yang mencaritahu idolanya di internet.. Luigi mengetahui lebih dari itu..
-
-
-
Behind The Story : In The Kitchen
Sebelumnya..
Setelah menerima pesanan dari Steiner dan Luigi, Milky pergi ke dapur. Milky tahu, ia sedang di ikuti. Sesosok bayangan yang selalu menjaga Luigi.
"Aku tahu kau mengikutiku! Katakan apa maumu dan pergilah! Aku tidak mau ikut campur! Aku bisa berkomunikasi dengan arwah!" ujar Milky setelah tiba di dapur. Tidak ada suara apapun, suasana tetap hening.
"Aku memasang penangkal arwah atau roh jahat di setiap sudut rumah ini. Kau bisa memasukinya. Itu hebat. Tapi saat gadis itu duduk di sudut ruangan itu kau tidak bisa mendekatinya! Hah! Itu penangkal roh dari Mesir dan ada air suci dari pegunungan Sion disana! Kau tidak bisa mendekatinya! Aku tau kelemahanmu!" ujar Milky memberanikan diri walaupun dalam hatinya ia merasa takut.
Hahahaha... Itu bukan kelemahanku..
Suara itu membuat Milky meremang, suara yang begitu dingin dan menyayat, ada kesedihan mendalam di suara itu yang membuat Milky Bar tertarik untuk mengorek keinginannya.
"Jadi kau laki laki. Apa yang kau inginkan"
Aku mau kau memberikan kartu namamu pada gadis itu.. Dia bernama Luigi Santana Foster.. Kau harus menolongnya.. Suatu hari nanti..
"Baik, lalu apalagi? Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau berwujud laki laki yang berada di hadapannya? Seperti apa wujud aslimu?"
Kau tidak boleh tahu siapa aku.. Dan Luigi tidak boleh tahu aku mengikutinya..
"Apa kau kerabatnya? Apa kau leluhur Luigi?"
Bukan urusanmu!!
"Baiklah baiklah tenanglah! Aku- Aku akan menolongmu. Ceritakan. Aku sambil bekerja atau laki laki tidak sabaran yang bersama gadis itu akan marah! Orang bila lapar selalu marah" Ujar Milky bersikap normal sambil mengambil beberapa potong kentang dan olahan daging asap lalu memanggangnya. Suara itu terdengar marah dan ada kengerian di hati Milky karena arwah itu bisa berpengaruh pada semua penangkalnya.
Gadis itu mengikatku..
Suara itu seakan bergema dan memenuhi dapurnya, suara itu berputar putar, terkadang menjauh, terkadang sangat dekat, membuat Cenayang Milky bergetar hatinya.
"Bagaimana bisa? Dia bukan cenayang" ujarnya sambil membuka laci yang berisi beberapa pisau lalu ia menyiapkan bahan bahan untuk cocktail
Dia mengikatku! Dia pemilik Abu Mozeka! Kau harus menolongnya...
"Apa?! Itu tidak mungkin! Hanya ada bubuk Mozeka! Bukan Abu Mozeka!"
Bodohh! Untuk apa aku ada disini, kalau hanya sekedar bubuk! Dia memiliki Abu Mozeka..
Suara itu terdengar marah, Milky berdebar debar ketika semua peralatan di dapurnya bergetar. Milky mencoba menenangkan hatinya dan mengumpulkan keberaniannya untuk tetap berkomunikasi dengan baik pada sosok yang tak berwujud itu.
"Jika tidak ada hubungan yang terikat, maka Abu Mozeka tidak bisa digunakan! Kau pasti memiliki keterikatan dengan Luigi"
Bukan urusanmu! Tugasmu menolongnya dan menyingkirkan Abu Mozeka dari tangannya karena itu sangat berbahaya..
"Ckk, susah sekali permintaanmu! Sepertinya kau arwah yang menipunya! Kau menyerupai laki laki itu! Kau memanfaatkan gadis polos itu!" ujar Milky sambil meracik cocktail dengan waspada.
Diammm!! Sekali lagi kau bertanya siapa aku-- Aku akan membunuhmu Milky Bar!!
Seketika laci yang terdapat pisau di dalamnya terbuka dan pisau pisau itu melayang ke arah leher Milky dengan jarak satu jengkal. Milky menengang dan membulatkan matanya, karena pisau itu siap menikamnya hanya dengan satu kedipan mata.
"Baiklah.. Baiklah.. Baiklah.. Aku tidak akan mencari tahu siapa dirimu! Aku akan menolong gadis itu!" ujar Milky mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
Cepat selesaikan pekerjaanmu dan aku akan menceritakan apa yang terjadi.. Kembalilah secepatnya dan jangan mengatakan apapun tentang apa yang Luigi hadapi.. Aku ada, karena Luigi mempercayai bahwa aku adalah Nyata..
"Baiklah! Aku akan membantumu!"
Pisau itu seketika luruh ke lantai berserakan, dengan cepat Milky menyelesaikan pekerjaannya lalu dengan nampan di tangannya Milky siap mengantar pesanan Steiner dan Luigi.
-
-
-
Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangku yaa Reader Tersayang.
Biar aku semangat nulis lagu disela - sela waktu jadwal kuliahku yang padat. Terima kasih Reader tersayang 😘😘🥰🥰💕💐
-