NovelToon NovelToon
Anak Genius: Papaku Keren

Anak Genius: Papaku Keren

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Anak Genius / Tamat
Popularitas:305.9k
Nilai: 5
Nama Author: mutoharoh

Dian yang lagi sakit hati setelah mengetahui pacarnya berselingkuh dengan teman baiknya akhirnya pergi ke bar untuk mabuk - mabukan, setelah mabuk Dian memesan kamar hotel tapi Dian malah salah masuk kamar, Dian masuk ke kamar seorang CEO muda yang sangat tampan.

CEO yang sulit didekati oleh para wanita tapi malah jatuh cinta kepada Dian saat pertama kali melihatnya.

APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutoharoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikerjain Anak - anaknya

Daffa mendengar suara Feby yang sedang berbicara sama Dian kemudian Daffa langsung membuka pintu rumahnya lagi.

"Ngomong apa barusan kamu feb ? Aku kan udah bilang tadi siang di kantor, jangan bikin Dian salah paham lagi ." kata Daffa.

"Kenapa Dian harus salah paham, emangnya Dian siapanya kamu ." kata Feby.

"Udah kalian berdua lanjutin aja ngobrolnya, maaf aku udah ganggu ." kata Dian Sambil menutup pintu rumahnya.

"Dian buka pintunya Dian ." kata Daffa sambil menggedor - gedor Pintu rumah Dian.

"Udah jangan di gedor - gedor lagi Fa pintunya, percuma Dian juga tidak bakalan bukain lagi ." kata Feby.

"Ini semua gara - gara kamu ." kata Daffa.

"Ada apa ini fa, siapa wanita ini ? apa dia pacar kamu ." kata Fadil yang tiba - tiba datang dan langsung menghampiri Daffa dan Feby.

"Dil, mending kamu bantu aku urus wanita ini biar pergi dari sini ." kata Daffa.

"Emang wanita ini siapa fa ? tanya Fadil.

Tapi Daffa tidak menjawabnya, Daffa langsung masuk kedalam rumahnya dan langsung mengunci pintu rumahnya.

Kemudian Fadil langsung melihat ke arah Feby.

"Siapa nama kamu ? tanya Fadil.

"ngapain kamu pake nanya - nanya nama aku segala, emang kamu naksir sama aku ." kata Feby.

"Emang kamu tadi tidak dengar Daffa ngomong kalau aku disuruh ngurus kamu supaya kamu pergi dari sini ." kata Fadil.

"Aku juga mau pergi dari sini kok sekarang ." kata Feby sambil berjalan keluar dari apartemen Daffa.

Ternyata Fadil mengikuti Feby berjalan dari belakang.

"ngapain kamu malah mengikuti aku jalan ." kata Feby.

"Aku boleh nanya sama kamu enggak ." kata Fadil.

kemudian Feby langsung menghentikan Jalannya.

"Emang kamu mau nanya apa sama aku, sedangkan kita juga tidak saling kenal ." kata Feby.

"Ada hubungan apa kamu sama Daffa ? tanya Feby.

"Kamu sendiri ada hubungan apa sama Daffa dan Dian ." kata Feby.

"Aku temen mereka ." kata Fadil.

"Oh ." jawab Feby.

"Kalau kamu siapa nya Daffa ." kata Fadil.

"Aku model di perusahaan Daffa, masa kamu tidak tau siapa aku, aku itu artis terkenal sering muncul di TV ." kata Feby.

"Masa ." kata Fadil sambil ketawa.

"Apa jangan - jangan kamu tidak punya TV Dirumah makanya tidak tau siapa aku ." kata Feby.

Kemudian Fadil langsung ketawa.

"Ayo mampir ke restoran ku, biar aku telaktir kamu makan ." kata Fadil.

"Dimana Restoran kamu ." kata Feby.

"Itu ." kata Fadil sambil menunjuk restorannya.

"Ternyata dekat juga yah dari apartemen Daffa, boleh dah kebetulan aku juga lapar ." kata Feby.

Kemudian Fadil dan Feby langsung berjalan dan masuk ke restoran, dan langsung memesan makanan sambil mengobrol.

"Siapa nama kamu tadi kita belum kenalan, nama aku Fadil ." kata Fadil sambil mengulurkan tangannya ke Feby.

"Feby ." kata Feby sambil bersalaman sama Fadil.

"Sebenarnya kamu sama Daffa ada hubungan apa ? tanya Fadil.

"Enggak ada hubungan apa - apa cuma aku memang sudah lama suka sama Daffa ." kata Feby.

"Berarti pas kalau gitu ." kata Fadil.

"Maksud kamu apa ? tanya Feby.

"Aku juga suka sama Dian tapi belum berhasil mendapatkan nya ." kata Fadil.

"Kalau gitu kamu mau bekerja sama dengan aku tidak ." kata Feby.

"Kerja sama buat apa ." kata Fadil.

"kerja sama buat memisahkan Dian Dan Daffa biar mereka tidak bisa bersatu dengan begitu aku bisa mendapatkan Daffa dan kamu bisa bersama dian, gimana mau enggak ." kata Feby.

"Lumayan menarik sih ." kata Fadil.

"Jadi kamu mau bekerja sama dengan aku ." kata Feby.

"Oke ." Kata Fadil.

"Berarti sekarang kita menjadi teman yah ." kata Feby.

kemudian Fadil langsung Menganggukkan Kepalanya.

Keesokan paginya terlihat Daffa yang sedang mengetok pintu rumah Dian, tidak lama kemudian Dian datang membukakan pintu untuk Daffa.

"Mau ngapain lagi kamu kesini ." kata Dian.

"kamu masih marah sama aku gara - gara masalah Feby semalam ." kata Daffa.

"Enggak, ngapain aku harus marah emang apa hubungannya kamu sama aku ." kata Dian.

Ternyata Dani Dan Deni dari tadi memperhatikan mamah dan papahnya yang lagi mengobrol di depan pintu rumahnya.

"Kapan sih papah dan mamah kita enggak berantem Setiap ketemu ." kata Dani.

"Iya yah perasaan mereka berdua tidak pernah akur ." kata Deni.

"Kayaknya kita harus cepat cari cara supaya mereka cepat bersatu dan tidak berantem lagi setiap kali ketemu ." kata Dani.

"kalau kita pengin cepat - cepat lihat mamah dan papah bersatu, kita harus memikirkan cara agar Om Fadil Jauhin mamah dan Tante Feby Jauhin papah ." kata Deni.

"Tapi gimana caranya ." kata Dani.

"Tenang pasti nanti aku akan memikirkan caranya ." kata Deni.

"Oke ." kata Dani.

Kemudian Dani Dan Deni langsung menghampiri mamah dan papahnya yang sedang mengobrol.

"Pah, mah kalian lagi ngapain ." kata Dani.

Daffa dan Dian kemudian langsung melihat ke arah anaknya.

"Anak - anak ." kata Daffa sambil tersenyum.

"Kita berdua mau berangkat sekolah dulu ." kata Deni.

"Iya Deni, Dani hati - hati yah dijalan pak Udin nya udah ada kan di depan ." kata Dian.

Deni langsung Menganggukkan Kepalanya.

"Tapi sebelum kita berangkat sekolah, kita pengin lihat mamah dan papah Baikan dulu ." kata Dani.

"Emang mamah dan papah kenapa ? kita enggak berantem kok ya kan Fa ." kata Dian.

"Iya, papah dan mamah enggak sedang berantem kok anak - anak ." kata Daffa sambil tersenyum ke anak - anaknya.

"Bener ???? tanya Deni.

"Bener ." kata Dian dan Daffa secara barengan.

"Kalau gitu kita berdua pengin lihat mamah dan papah berpelukan sebagai tanda kalau kalian memang tidak sedang berantem ." kata Dani.

"APA ????????? Dian dan Daffa kaget setelah mendengar permintaan anaknya.

"Kalau kalian berdua tidak mau berarti kalian berdua memang lagi berantem ." kata Deni.

Kemudian Daffa langsung merapatkan badannya ke badan Dian.

"Mau ngapain kamu jangan macam - macam ." kata Dian sambil berbisik ke Daffa.

"Emang kamu tidak lihat anak - anak lagi memperhatikan kita ." kata Daffa berbisik juga.

Daffa dan Dian langsung melihat ke arah anaknya dan tersenyum.

"Ayo buktikan kepada kita kalau kalian berdua memang lagi tidak berantem ." kata Deni.

Kemudian Daffa langsung merangkul Pundak Dian, Terlihat Dian yang sangat kaget tapi Dian tetap diam demi anak - anaknya yang pengin melihat orang tua nya tidak berantem.

"Nah gitu dong ." kata Deni sambil tersenyum.

"Kita berangkat sekolah dulu ." kata Dani.

Kemudian si kembar langsung berjalan keluar dari apartemen.

Daffa dan Dian kemudian saling bertatap-tatapan.

"Lepasin enggak tangan kamu dari situ ." kata Dian saat melihat Daffa yang terus merangkul pundaknya.

"Ini permintaan anak - anak jadi mana mungkin aku lepasin ." kata Daffa sambil tersenyum.

"Tapi anak - anak sudah pergi jadi kita tidak perlu berakting lagi ." kata Dian.

"Tapi aku beneran suka dan tidak masalah sama sekali ." kata Daffa.

"Dasar Otak mesum ." kata Dian.

Kemudian Daffa langsung melepaskan tangannya dari pundak Dian.

"Kamu tadi panggil aku apa nona ? tanya Daffa.

"Otak mesum ." kata Dian.

"Aku cuma merangkul pundak kamu dan kamu langsung memanggil aku otak mesum, enggak salah ." kata Daffa.

"Enggak ." kata Dian.

"Kalau gitu akan aku buktiin sekarang apa itu otak mesum yang sesungguhnya ." kata Daffa.

Kemudian Daffa Langsung mendorong Tubuh Dian ke tembok.

"Mau ngapain kamu ." kata Dian.

"Kamu Tebak sendiri aku mau ngapain ." kata Daffa sambil berbisik ke telinga Dian.

Kemudian Dian langsung mendorong Tubuh Daffa.

"Keluar Dari Sini sekarang ." kata Dian sambil mendorong tubuh Daffa keluar dari rumahnya dan Dian langsung menutup pintunya.

Terlihat Daffa yang malah ketawa setelah diusir Dian.

"Dian Dian tadi memanggilku otak mesum giliran aku ajak bercanda malah ketakutan ." Kata Daffa dalam hati.

Kemudian Daffa langsung keluar dari Apartemennya dan berjalan untuk pergi ke kantornya.

1
Yuni Martopo
Luar biasa
Omah Tien
cewe nya terlalu belagu
Omah Tien
ko iklan nya pjg benar
Diah Susanti
kayak upin ipin, beda cuma 5 menit aja
Mazree Gati
baru di sini ada ceo goblok
Mazree Gati
jijik namanya,, tolol semua
Mazree Gati
GOBLOK SEMUA
Jami: nga suka karkter s dian nga mikir udanpuya anak
total 1 replies
Witri Yanti
lanjut Thor
Witri Yanti
lanjut thor
tyas
hey dia merebut keperjakaan mu dan kau merebut keperawanan nya jadi impas.
anan
mampir k
Pa'tam
menarik
🎯™ Irma Suryani 🦊⃫⃟⃤ BM√
Kok ga ada lg lanjutanx thor?ayo dong dilanjutkan lg
Rini Antika
Aku mampir kak, Salken dr Antara Cinta dan Luka, smg berkenan mampir jg ke ceritaku..🙏
Nanik Rusmini
rasain deh Dian.....ketusuk nooo
niwi Agus
ceritanya gantung. tapi tulisannya lah end... ky mana sih.. aku bingging
Anonim
O
Win
Hadir kak😁

Mampir juga dong di novel aku

"Pernikahan impian"

Makasih
Aerik_chan
lanjut kak
Siti Nurjanah
lanjut kak kapan up lanjutan nya kak? q tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!