Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 kembali ke kota
Bi Rina datang membawa bebek yang sudah bersih dan di potong menjadi delapan potongan, karena bebeknya besar jadi di presto dan di masukan bumbu yang sudah di siapkan oleh bi Rahayu , nanti tinggal di goreng bikin sambel dan di makan sama lalapan timun dan daun kemangi
Sore Bi Rina pulang dulu sama pak khoirul katanya mau mandi dan sholat dulu nanti ke sini mau makan bebek goreng katanya,aku membantu bi Rahayu, dia mengoreng bebeknya aku siapkan lalapan mentimun dan daun kemangi sama mama suruh tambah goreng tempe dan di dapur masih punya serundeng.
Selesai sholat magrib aku membantu. bi Rahayu sama mama, siapkan semuanya bebek goreng dan tempe goreng, serundeng sambel ijo, lalap daun kemangi dan timun, perpaduan yang sangat enak, bi Rina datang bersama suaminya sehingga kami makan berenam, gurihnya bebek goreng dan sambal ijo rasanya sangat enak crunchy di luar dan lumer di mulut, pokoknya enak banget.
Selesai makan bi Rina cuci piring dia nggak mau aku bantu karena cuma sedikit, kami berkumpul di gudang karena kekenyangan, pak Samsul tetap saja kerja dia mengemas kopi yang sudah di oven, ke dalam kemasan plastik yang ada, kemudian di timbang setengah kiloan, ya itu tadi yang mengerjakan bi Rina nanti kalau sudah selesai di sealer.
Aku ikut membantu mereka, kami bekerja empat orang pak Samsul memasukan dalam plastik kemasan, aku menimbang, bi Rina menutup dengan Sealer, mas Arya dan mama menghitung dan mengepak berdasarkan permintaan besok tinggal kirim ke alamat dan pak Khoirul Bagaian menata.
Bi Rahayu datang membawa kopi panas dan pisang goreng buat camilan kami bekerja, biasanya dia juga ikut bekerja kalau permintaan banyak ada beberapa karyawan di minta lembur tapi mama membatasi Sampai pukul sembilan saja, nggak boleh sampai terlau malam biar bisa jaga kesehatan.
Kami selasai kerja sekitar pukul sembilan kurang jadi kami masih berkumpul minum kopi dan makan pisang goreng dan sebagian merokok.
Kami bercanda karena panen akan segera habis jadi kita menghitung stok kopi, terutama yang grade A dan menyiapkan kopi yang akan di fermentasi.
Kalau kopi fermentasi itu hanya orang tertentu yang beli karena harga nya mahal, kalau yang kopi lanang dan kopi jamu buat wanita, biasannya di produksi sesudah selesai panen atau kalau ada permintaan.
Kami kerja lembur karena mama akan mengantarkan aku dan mas Arya ke kota, jadi semua orderan akan di kirim terakhir hari Jum'at. Mama akan mengantar kami bersama pak Samsul jadi rumah di titipkan bi Rina, pak Khoirul dan bi Rahayu.
Hari Rabu dan Kamis kami kerja keras ada yang mensortir dan menjemur kopi juga kakao, pak Khoirul, pak Samsul mengoven sedangkan bi Rina mengemas kopi yang grade B dan c biasanya di ambil tengkulak datang kesini, untuk di oper ke toko toko yang jual kopi bubuk dan di jual eceran.
Aku selalu membantu, kalau selesai panen karyawan nya hanya sedikit biasanya yang memasak bi Rahayu dan yang belanja bi Rina kadang ambil sayur di kebun nanti akan ada yang jualan aneka bahan lauk kesini kadang kita beli ke produsennya langsung seperti bebek kemarin
Aku sudah packing baju yang akan ku bawa ke kota dan aku siapkan beberapa pakaian kerja dari sini, di sana ada juga sih pakaian kerja ku dan laptop ku ada di kos, nggak aku bawa waktu ke sini, besok pagi kita berangkat kata mama biar mampir ke kos dulu mengambil barangku, dan barang mas Arya
Malam ini nggak bisa tidur kerena besok akan pulang ke kota. Mas Arya masih di gudang ya ngurusi kakao nya, katanya pak Khoirul yang akan setor ke pabrik coklat, sedangkan aku di kamar sendri.
" Belum tidur sayang nunggu mas ya cup" kata dia sambil mengecup pipiku
" Sudah packing nya jangan lupa lingerie nya di bawa,nanti kita di sana kita aktif main sepak bola jadi adek pakai baju yang kayak jaring itu untuk menahan gol yang Abang ciptakan" kata dia sambil terkekeh
" Bang adek nggak bisa tidur, rasanya berat mau pulang ke kota aku betah di sini udara sejuk, rumahnya luas dan tidak polusi seperti di kota" kata ku
" Tapi kita harus tetap di kota sayang,Abang baru saja merintis kafe, kamu juga mulai kerja di tempat pak Dimas" kata mas Arya
" Iya mas aku ngerti kok, aku akan ikut di mana suami berada, aku nggak kuat kalau jauh dari kamu sayang, aku sudah jatuh cinta sama kamu dan aku ingin punya anak dari kamu sayang cup" kataku sambil mencium pipinya
" bilang saja kalau minta jatah sayang Abang kasih kok" jawab dia
" Ih Abang, di sini abang mengambil keperawananku dan kita sudah menyatu sebangi suami istri bang, adek suka kamar ini penuh kenangan dengan kita" kata ku
Bang Arya sudah di atasku dan menciumi aku, Dia memberikan nafkah batin, aku bahagia banget walaupun dapat suami dadakan tapi mertuaku baik, suamiku pengertian banget, dia minta bercinta minta model apa juga aku turuti dan aku memanjakan nya
" Satu ronde saja dek besok kita menempuh perjalanan panjang biar nggak loyo" kata mas Arya
Akupun setuju saja apa maunya dia, aku berterima kasih mas Arya dan mamanya menerima aku dengan baik.
Selasai bercinta kami tidur pelukan seperti biasa aku suka di peluk dia dengan mencium dada bidang nya.
Pagi kami bangun lebih pagi aku segara mandi besar dan mencuci selimut dan seprey aku masukan ke mesin cuci ku cuci sendiri saja malu kalau di cucikan bi Rahayu.
Bi Rahayu memasak buat sarapan aku bersiap, pak Samsul ikut dia membantu mengemudi, jadi kami berangkat berempat ada mama, pak Samsul, aku dan mas Arya.
Pak Samsul menyiapkan mobil Alphard mama. Mas Arya memasukan bawaan kami berupa koperku dan baju dia juga baju gantinya mama.
Selesai sarapan kami berangkat ya sekitar jam tujuh pak Samsul yang mengemudi, mas Arya duduk di sebelahnya, aku duduk sama mama di kursi tengah.
Kami berhenti di warung makan ayam bakar wong Solo ya kami makan ayam bakar, rasa gurih dan manis rasa khas enak di mulut,.
Kami berempat makan dengan lahap yang traktir mama, kurang enak apalagi sudah di antar di traktir makan enak, mama memang baik, dia sangat sayang sama anak lelakinya dan juga aku jadi menantu kesayangan.
Selesai makan kami beristirahat sebentar, mas Arya merokok bersama dengan pak Samsul, aku menunggu bersama mama dan duduk di depan rumah makan.
Kami lanjut perjalanan ganti mas Arya yang mengemudikan aku sama mama tetap saja di belakang perut kenyang aku ketiduran.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣