cerita ini mengisahkan kembali tentang Aisyah dan Ikhsan. Aisyah yang awal nya begitu di cintai oleh Ikhsan, Aisyah yang adalah segalanya dan impian Ikhsan. Karna sebuah kesalahpahaman membuat Ikhsan membenci Aisyah sampai ke tulang. untuk melampiasakan kebencian ini, Ikhsan menikahi Aisyah tapi bukan karna cinta melainkan benci.
hari - hari Aisyah berlangsung dengan banyak nya gangguan dari Ikhsan. mampukah Aisyah tetap mempertahankan rumah tangga nya? akan kah Ikhsan jatuh hati lagi pada Aisyah?
yuk ikuti kisah nya di Pernikahan Paksaan.
Di sarankan untuk membaca Novel 'Cinta yang Rumit' lebih dulu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Pekerjaan Baru 3
***
"Hadehhhh.. Biarpun playboy, asal ganteng nya kayak gitum gue rela deh, neglepas Gebetan gua yang berserakan." tambah Iriana melihat Foto Ikhsan di Restoran itu. Yah karna memang Restoran itu milik Ikhsan. "Eh menurut lo Syah. Presdir Ikhsan gimana orang nya? " tanya Iriana pada Aisyah yang sedari tadi diam.
"Menurut Aku dia itu sih kasar. Siapapun yang nikah sama dia, Aku ngerasa enggak akan bahagia" sahut Aisyah mengingat semua perlakuan Ikhsan pada nya sejak awal mereka menikah.
"Ehnnn aku juga setuju tuh kata Aisyah. Yah kaliii, Istri mana yang bahagia liat suami nya, noh gandengan sama cewek laen" sambar Anggi ikut gemes. Menatap Tv yang terpampang di sana.
"eh baru aja di omongin.. Orang nya udah muncul aja di Tv. Tapi girls... Lo pada enggak liat, betapa ganteng nya dia. Duh ngiler rahim gue" sahut Iriana menatap harap pada Ikhsan yang ada di layar kaca TV itu.
"Itu sih gue sepakat. Dia ganteng banget, ukh.. Bahan haluan yang nyata" sambung Anggi ikut menimpali.
"Udah belum ngehalu nya? Kita mesti balik ke Rumah sakit loh. Jam makan siang bentar lagi habis " lerai Aisyah mengacaukan lamunan Kedua Teman nya itu.
"Ahh.. Rese deh lo Syah. Baru aja mau mulai ngehalu. Udah di ganggu." Gerutu Iriana dengan malaa bangkit.
"nggi! Anggi! Woi Anggi! Sadar! Hulu mulu, makanya jangan jomblo" pekik Iriana mengagetkan Anggi yang masih melamun menatap berita Ikhsan di Tv sana.
"Ahhh, Rese nya kalian.. Aku lagi menikmati haluan nya" Gerutu Anggi ikut bangkit berdiri.
"Oh yah, ngomong - ngomong Presdir Ikhsan udah jarang banget yah mampir ke Rumah Sakit? Kenapa yah kira - kira? " ceeltuk Iriana saat mereka berjalan di Trotoar menuju Rumah Sakit.
"Lagi sibuk kali. Yah sibuk ngurisim bisnis plus Madu nya lah" sahut Anggi terkekeh.
"Presdir Ikhsan sering ke Rumah Sakit ini? " tanya Aisyah.
"loh? Elo enggak tau Syah? Ini kan Rumah sakit milik Presdir Ikhsan. Yah jelas lah dia pernah ke sini. Yang ngelola sih Pak Fades. Mereka Kan temen" sahut Iriana.
Aisyah kembali ingat saat Andrew mengatakan bahwa ini adalah Rumah sakit milik Ikhsan.
Aisyah menggeleng kepala pelan. Tidak biasany dia mudah lupa. Mungkin itu sesuatu yang menyangkut tentang Ikhsan, membuat Gadis manis itu tak ingin mengingat nya.
"Yeee, baru aja di gosipin.. Eh orang nya udah muncul" celetuk Anggi, tatkala ia melihat seorang supir membuka kan pintu untuk Ikhsan yang baru keluar. Aisyah mengenali supir itu, dia adalah Andrew.
"Wewww. Enggak sendiri girls, noh liat ada cewek yang keluar dari mobil itu juga. Aishhh.. Cek cek dasar Orang Kaya. " Sambung Iriana membesarkan matanya untuk melihat pertunjukan itu secara langsung.
"Itu cewek yang kita liat di berita kan? " tanya Aisyah lagi.
"Iyah iyah. Itu Artis baru Angela. Kan mereka berdua lagi di gosipin dekat " Sambung Iriana yang masih melotot menatap nya.
Gosip itu terlalu menggoda, membuat Iriana dan Anggi sahut - sahutan. Menukar informasi gosip yang mereka tau.
"Udah woi! Orang nya udah masuk! Yuk kita masuk, dari pada kita kena semprot" ajak Aisyah menarik kedua tangan teman nya ini.
***
"Eh, Ikhsan? Ngapain? " tanya Fades terkesiap dari kursinya. Mendapati Ikhsan masuk begitu saja ke ruangan nya tanpa permisi, apa lagi menegtuk pintu.
"Aku mau ngomong sama kamu" sahut Ikhsan menatap Dafar Fades.
"Tuan muda Fades. Apa kabar? " sapa Angela yang ada di sebelah Ikhsan.
"Eh? Angela juga ikut? Kenapa? " tanya Fades kikuk.
"Eh begini Tuan Fades. Saya ingin berkonsultasi dengan Ahli gizi di sini. Saya ingin mengideal kan berat badan saya. Apa ada Dokter yang cocok dengan saya di sini? " tanya Angela dengan nada manja nya.
"Oh, Ada sih. Dokter Martin namanya. Dia ahli Gizi nomor satu di sini. Nanti akan saya perkenal kan kamu sama dia"
"Terima kasih Tuan Fades. "
"Oh yah, Nona Angela ke sini di antar Presdir Ikhsan? " tanya Fades dengan tatapan penuh selidik.
"Oh enggak sih.. Kita cuma kebetulan ketemu. Presdir Ikhsan sedang mau ke sini, jadi saya ikut"
"Oh Gitu. Aku kira Gosip yang beredar di Tv itu bener. Yah udah, Mia! Antar kan Nona Angela ke ruangan Dokter Martin yah" pinta Fades.
Mia, yah nama suster itu yang segera membawa Angela menuju ruangan Dokter Martin.
"Tumben ke sini? Mau liat istri kerja? Ngomong - ngomong, pantasan aja kau gak pernah ke Club lagi. Binik nya secantik itu"
"Awas, mata mu bisa aku butakan" pekik Ikhsan dingin. Ia sudah duduk di Sofa saat Fades dan Angela berbicara.
"Santai bro.. Kejem Amat. Oh yah, dia masih makan siang kali, soal nya ini jam makan siang"
"Dia dapat jabatan apa? Dokter VIP kan? " Tebak Ikhsan. Yah Ikhsan ingat Aisyah adalah salah satu Dokter VIP termuda di Rumah Sakit sebelum nya, tempat ia bekerja.
"Aku sih udah nawarin dia jadi Dokter VIP. Dianya nolak, malah minta Dokter Umum Biasa"
"Apa?! " pekik Ikhsan tak menyangka dengan jawaban Fades ini.
***
Silah tinggal jejak yah. Hehe
secantik apa Aisyah..😂😂😂
rupanya Ari.
lebih mengerikan
selamat ikhsan bakal jadi bpk
cinta seperti coklat....mengalahkan segalanya😀😀😀
mungkin hanya ada di novel 😀😀😀
ikhsan melakukan itu biar bisa bersama Aisyah.😂😂😂
semakin seruuuu
yg misahkan kita hanya koma atau kuburan.