Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.
Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?
Yuk di baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 - Kembali Kekantor
Keesokan pagi nya.
Kinanti sudah berada di kantor dan membersihkan ruangan Vano,ia datang lebih pagi dari yang lain agar ia bisa menyelesaikan lebih cepat sebelum pria itu datang.
"Selamat pagi pak."Sapa Kinanti pada Andre yang baru tiba di kantor.
Andre berjalan menghampiri Kinanti. "Kinanti,kemarin kamu tidak masuk,kamu kemana?." Tanya Andre.
"Iya pak,saya ada wawancara untuk dapatkan beasiswa gratis untuk kuliah."Ucap Sasha.
"Oh,lalu bagaimana hasil nya?."Tanya Andre lagi.
"Belum tahu pak,Minggu depan baru di kasi tahu,tapi kata pemimpin kampus,dia bilang jangan terlalu berharap karena banyak juga yang mengikuti ini,jadi saya agak sedikit putus asa."Balas Kinanti.
"Di kampus mana?." Tanya Andre lagi.
"Di Fajar Universitas,kampus nya menurutku juga terlalu mewah,mungkin dari segi penampilan kampus itu saya nyakin tak akan menerima saya."Balas Kinanti menghela nafas dengan berat.
"Eh pak,maaf ya pak,saya jadi curhat."Ucap Kinanti menyengir.
"Tidak masalah,kamu jangan putus asa Kinanti,saya percaya kamu pasti bisa kuliah di sana." Ucap Andre menyemangati Kinanti,Kinanti pun tersenyum.
Andre lalu kembali ke ruangan nya yang tepat di depan ruangan Vano,dinding dengan kaca membuat Kinanti bisa melihat Andre karena pintu ruangan Vano masih terbuka.
"Pak Andre tu baik banget sih orang nya,tutur kata nya lembut,meski dia kemarin mengingatkan ku karena kesalahan ku,tapi dia menyampaikan nya dengan hati - hati. tidak seperti pak Vano yang Bicara nya sangat sombong."Ucap Kinanti di dalam hati nya.
Saat Vano sampai di ruangan nya,ruangan nya tampak sudah rapih dan bersih seperti biasa nya,ia berfikir kalau Sofi yang membersihkan nya lagi.
Tok
Tok
Tok
"Masuk."Ucap Vano membuka lembaran berkas yang ada di tangan nya.
"Permisi pak,Ini teh bapak."Ucap Kinanti dan menaruh di atas meja kerja Vano.
Vano yang mendengar suara itu,mengangkat kepala nya dan melihat Kinanti kini berdiri di samping nya. pria itu menatap nya tanpa berkedip dengan wajah datar nya tanpa ekspresi.
"Saya permisi dulu pak."Ucap Kinanti.
"Tunggu!." Vano menghenti kan langkah Kinanti. Kinanti membuang nafas berat sebelum ia membalikkan tubuh nya.
"Iya pak."
"Saya tidak mau minum teh hari ini,buatkan Kopi susu untuk ku."Ucap Vano.
"Baik Pak. teh nya saya bawa lagi."Balas Kinanti dan Vano mengangguk.
Kinanti pun berjalan keluar kantor tanpa mengatakan apa pun,ingin ia menggerutu kesal,namun ia ingat kata Andre yang mengingatkan nya untuk mengurangi kata - kata yang tak perlu untuk di katakan.
Saat melewati lorong,Kinanti berpapasan dengan Andre. Kinanti mengangguk menghormati Andre.
"Kinanti."
"Itu teh nya kenapa?." tanya Andre dan lekas Kinanti menoleh.
"Kata Pak Vano dia mau kopi susu saja pak."Balas Kinanti.
"Oh,kalau begitu itu buat saya saja."Ucap Andre dan Kinanti tersenyum mengangguk.
Mendekati Andre yang sudah melewati nya,memberikan segelas teh hangat itu untuk Andre.
"Terima kasih."Ucap Andre.
"Sama - sama pak,saya permisi dulu."Ucap Kinanti dan Andre mengangguk sembari kembali melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan nya.
"Kin,buat siapa?." Tanya Sofi.
"Pak Vano." jawab Kinanti.
"Loh Teh tadi mana?." Tanya Sofi lagi.
"Pak Vano mau kopi susu,teh nya di ambil sama Pak Andre."Balas Kinanti.
"Oh gitu."Balas Sofi.
"Eh Kin,tahu gak kemarin...."
"Aku duluan ya sof,nanti sambung lagi ngobrol nya,nanti pak Vano nunggu kelamaan."Ucap Kinanti dan Sofi pun mengiyakan.
Kinanti berjalan untuk kembali ke ruangan Vano,mengetuk pintu sebelum ia membuka nya,namun saat ia masuk,ia melihat Vano sedang bersama kekasih nya.
Tampak Fira duduk di pegangan kursi Vano,mereka tampak begitu duduk sangat dekat. Kinanti pun jadi tidak enak melihat pemandangan seperti itu.
"Maaf pak,ini kopi pesanan bapak."Ucap Kinanti.
"Iya,taruh saja."Balas Vano.
"Permisi pak."Kata Kinanti lagi.
"Eh Kamu."Panggil Fira dan kembali menghenti kan langkah.
"Iya Bu." Kinanti membalikan tubuh nya.
"bikin kan aku teh hangat,jangan terlalu manis."Ucap Fira dan Kinanti mengangguk.
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek