Ujian Cinta, keyakinan dan masa depan.
Muhammad Fahri dan Anindya Iskandar .
“Tuhan mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Tapi kita di pertemukan lebih cepat sebelum keadaan berubah, tidak ada yang salah, tapi memang keadaannya yang belum tepat”
Semua orang berhak merasakan cinta, dan jangan pernah menyalakan cinta karena memang kodrat manusia untuk mencintai dan dicintai. Tapi mungkin cara kita dalam mencintai yang salah.
👌Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekaguman Jihan pada seorang Fahri
Masih di meja makan . Setelah makan malam Fahri membantu Sinta untuk membereskan sisa sisa makanan.
“Nenek istirahat saja, biar aku yang beresin.” Ucap Fahri
Nenek nya meninggalkan mereka bertiga di meja makan. Jihan yang menaruh kekaguman pada seorang Fahri terus menatap Fahri.
“Lelaki yang baik, bahkan dia tidak merasa malu mengerjakan pekerjaan perempuan.” Batin Jihan.
Fahri yang tak sadar bahwa sedang diperhatikan oleh Jihan terus mengerjakan pekerjaan nya.
“Dek kakak beresin aja ya, ntar kamu yang bawa ke dapur buat di cuci.”
Jihan terus memperhatikan Fahri, sementara Sinta yang melihat tatapan Jihan ke Fahri menjadi khawatir.
“Astaga sepertinya Jihan menyukai kakak kU, dia belum tau aja kalo kakak sudah punya Nindy.” Batin nya.
“Dek kamu mau sholat berjamaah bareng kakak?? Atau sendiri sendiri??.” Tanya Fahri.
“Aku dan Jihan sholat bareng kakak deh.”
“Kalo gitu kalian ambil wudhu dan siap siap ya.”
“Iya Fahri.” Jawab Jihan.
Mereka bergegas mengambil wudhu dan menuju ke Musholla rumah untuk sholat berjamaah .
Lantunan ayat yang dibacakan Fahri membuat Jihan semakin kagum padanya. Setelah sholat Jihan menunjukkan kekagumannya pada Fahri.
“Fahri suara kamu bagus banget, makasih ya udah mau jadi imam sholat aku.” Ucap Jihan.
Sinta yang melihat mereka tak mau pusing, akhirnya dia pamit untuk ke dapur mencuci piring.
“Kak, Jihan aku ke dapur duluan ya.”
“Tunggu aku sin, aku ikut bantu kamu.” Ucap Jihan
Fahri hanya tersenyum kepada Jihan dan Sinta. Lalu ia mengambil AL Quran dan membaca nya.
Sinta dan Jihan yang sedang mencuci piring di dapur mendengar suara bacaan Quran dari Fahri. Jihan tampak senyum senyum sendiri dan terus terus memuji Fahri dalam hati.
Karena mengkhayal dengan tidak sengaja Jihan menjatuhkan gelas yang dia pegang.
Prakkk!!!
Suara gelas jatuh di dapur.
fahri menghentikan bacaannya dan segera menuju dapur untuk memastikan ada apa di sana.
Di lantai sudah berserakan pecahan pecahan gelas yang di jatuhkan Jihan.
“Jihan hati hati dong.” Ucap Sinta sambil memungut pecahan gelas di lantai.
“Maaf sin, aku bikin kamu kaget ya??”
“Gak kok”
“Fahri berjalan dengan tergesa gesa tanpa melihat pecahan pecahan yang ada di lantai. Hampir saja dia menginjak pecahan itu , tapi untungnya Jihan langsung menghentikan langkah Fahri.
“Awas Fahri hati hati ada pecahan.” Teriak Jihan.
“Oh iya aku kira ada apaan, makasih Jihan , kalian baik baik saja kan??” Tanya Fahri.
“Gak apa apa kok Fahri.”
Sinta yang melihat kejadian itu hanya diam.
“Sepertinya Jihan benar benar suka sama kakak kU, dia bahkan sangat perhatian.” Batin Sinta.
“Sinta, Jihan biar aku aja yang beresin, kalian ke ruang keluarga aja, bahaya, ntar tangan kalian lecet.” Ucap Fahri dan segera mengambil sapu.
Jihan dan Sinta menurut dengan ap yang dikatakan Fahri, dan mereka segera menjauh dan menuju ke ruang keluarga.
Fahri membereskan pecahan pecahan dengan sangat hati hati.
“Kenapa Fahri??” Tanya nenek nya yang tiba tiba ada di belakang nya.
“Ini nek, tadi Jihan sama Sinta memecahkan gelas , tapi aku udah beresin kok.”
“Anak yang baik.”
Nenek nya kembali ke kamar untuk istirahat, sementara Fahri menuju ruang keluarga untuk menemui Jihan dan Sinta.
“Udah beres kak??” Tanya Sinta
“Udah, kalian hati hati kalo kerja ya.” Ucap Fahri menasihati mereka berdua.
“Makasih Fahri.” Ucap Jihan dengan senyum tulus nya.
Fahri kemudian mengambil remot dan menyalakan TV .
“Oh iya , kamu kenapa ambil sastra Fahri?” Tanya Jihan
“Aku mau jadi penulis, aku sangat suka tulisan tulisan para ahli dan aku juga mau seperti mereka.”
“Aku dengar dengar kamu lulusan terbaik sastra di kampus mu kemarin ri ??.”
“Iya sih itu benar tapi aku gak pintar pintar amat kok.” Ucap Fahri merendah.
“Wah kamu memang luar biasa, sudah suara Ny bagus, baik hati, pintar lagi, pasti istri kamu kelak sangat beruntung mendapatkan mu.” Ucap Jihan memuji Fahri secara gamblang.
“Ah biasa aja Jihan. Kamu sendiri kenapa pilih Australia buat lanjut s2??.”
“Aku sangat suka dengan negara itu, penduduk nya tidak pusing dengan orang lain, di sana orang orang acuh terhadap orang lain tapi tidak melupakan budaya tolong menolong.”
“Wah pemikiran kita sama ya.” ucap Fahri menghargai pemikiran Jihan.
Sinta yang melihat keakraban Kakak nya dan Jihan menjadi khawatir. Kalo sahabatnya tau bisa ribet. “Aduh kak Fahri kok nge respon Jihan sih, ntar jatuh cinta lagi”. Batin nya
1 jam berlalu , mereka sudah banyak ngobrol mengenai perjalanan mereka. Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam. Fahri pamit ke Jihan dan Sinta untuk beristirahat.
“Aku istirahat duluan ya, besok kan kita mau kursus.” Ucap Fahri.
“Oh iya, selesai kursus jadi kan jalan jalan nya.”
“Oh iya jadi dong.” Ucap Sinta
Fahri hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan mereka berdua.
“Sin kakak kamu udah punya pacar gak??” Tanya Jihan
“Kenapa Jihan??” Tanya Sinta balik
“Nggak apa apa kok, aku istirahat juga ya, see you sin.”
“Oke Jihan”
Mereka akhirnya menuju kamar masing masing untuk beristirahat. Sementara di kamar nenek Fahri . Mama Fahri sedang telponan dengan neneknya membicarakan mengenai Fahri dan Jihan. Tampak Ny mereka berdua punya rencana .
Di kamar Fahri, Fahri mengirim pesan kepada Nindy.
”sayang udah tidur??”
“Belum yang, aku nungguin kamu.” Balas Nindy
“Kamu mau di nyanyi in gak sebelum tidur??”
“Boleh sayang”
Fahri kemudian mengirim vn suara dan menyanyikan lagu Nina bobok.”
“Nindy yang mendengar nyanyian Fahri mengirim ulang vn ketawa sangat kencang dan berterima kasih karena Fahri sudah menyempatkan waktu buat nya di tengah tengah kesibukannya .
“Oh iya sayang, besok setelah kursus aku mau jalan jalan di Jogja bareng Sinta.”
“O iyaa gak apa apa sayang, kamu baik baik ya. Sampe in salam KU ke Sinta.”
“Iya sayang selamat tidur. Moga mimpi indah.
Fahri mematikan hp nya dan menyuruh Nindy untuk tidur. Tapi matanya belum bisa tertidur. Ia sangat rindu dengan mama, papa nya.
Fahri menelpon mama dan papa nya tapi tampaknya mereka sudah tidur, pasalnya telepon Fahri tidak di angkat.
“Ah sudahlah, besok aja baru kU telepon, sepertinya mereka sudah tidur.”
Fahri kemudian membaca doa sebelum tidur dan seperti biasa meniup tangannya lalu menyapukan ke seluruh badannya guna menjauhkan dari hal hal yang tidak di inginkan dan agar di jaga sama Allah dalam tidur nya.
Fahri memejamkan matanya dan akhirnya tertidur dengan pulas.
MAKASIH YANG SUDAH BACA, JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE DAN VOTE YA, makasih
semangat selalu
salam dari This is Our Love
yuuk mampir di karyaku author
Salam manis dari Bunda Merry Hanya Milik Kami