NovelToon NovelToon
Shattered

Shattered

Status: tamat
Genre:Misteri / Detektif / Eksplorasi-detektif / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Mata-mata/Agen / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:486.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: WaterBlue

Hallo ini novel pertamaku,selamat membaca☺️

Muaz Edmon Bark sosok pria tampan yang merupakan mantan narapidana karena terjerat kasus pembunuhan lima tahun yang lalu. Walaupun ia sudah bebas namun,segelintir orang masih menganggapnya sebagai pembunuh.

Sampai ia bertemu dengan Hazel Blaire,si gadis pengacara yang membuka kasusnya kembali. Bahkan gadis itu nekat membuatnya terjerat dalam pernikahan tiga bulan. Gadis yang memiliki kehidupan rumit itu banyak menemukan bukti-bukti diluar dari berkas kasus milik Muaz. Membuat mereka bekerja sama mencari teka teki didalamnya.

Akankah mereka menemukan bukti yang sebenarnya dalam kasus itu? apakah setelah menyelesaikan kasus itu mereka akan berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WaterBlue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Hazel sekali lagi menendang 'masa depan' pria yang menarik rambutnya tadi.

"shiit" umpat pria tadi tertunduk sakit,sementara Hazel berlari kearah Delia.

"haiis sepatu hak tinggi ini menggangguku!!" gerutu Hazel langsung melepaskan sepatu hak tingginya dan melempar asal.

"Del!kamu baik baik saja kan?" tanya Hazel sambil melepaskan tali yang mengikat pergelangan tangan Delia.

"aku baik baik saja Zel" lirih Delia,ia pun melirik kearah Muaz yang masih mencengkram rambut Marsya.

"Hazel hentikan suamimu!!. aku tidak tau apa selanjutnya yang dia lakukan,apalagi polisi lagi perjalanan kesini!" panik Delia menunjuk Muaz. Hazel langsung berjalan kearah Muaz.

"Muaz hentikan!!" cegah Hazel menarik tangan Muaz. Marsya pun langsung tersungkur dilantai.

"Marsya,kau sudah melakukan kejahatan besar,bersiaplah masuk penjara" ucap Hazel dingin sambil merangkul suaminya.

"hahahaha,kau?! memenjarakan ku?! emangnya kau bisa,bukti aku melakukan kejahatan saja tidak ada" ledek Marsya sembari bangkit dari tempatnya

"dan kau pria tampan! aku akan membuatmu berlutut di depanku lihat saja!!" geramnya menatap tajam kearah Muaz.

Tak lama kemudian,polisi datang masuk kedalam ruangan itu. aparat keamanan pun langsung membengkam semua bawahan Marsya begitupun Marsya.

Marsya terus memberontak "sial! lepaskan aku!! kalian tau siapa aku!! hah?! berani sekali kalian sampah!!!" serunya terus memberontak

Hazel hanya melihatnya,ia pun teringat jika ada seseorang lagi yang bersekongkol dengan Marsya. Hazel langsung mengajak Muaz berjalan menuju kamar yang berada diujung ruangan itu.

Ketika didobrak kuat,mereka tidak menemukan siapa pun disana. Hazel berdecak kesal

siapa dia?!

***

Daren berhasil lolos keluar dari ruangan pesta Marsya.

"wanita bodoh!!" gerutunya kesal sambil menendang kuat ban mobilnya. ia berdiri tidak jauh dari tempat pesta itu.

"tuan,sebaiknya kita pulang sekarang" ucap sekretarisnya pelan

"tidak! antarkan aku ke klub!" titah Daren sambil melonggarkan dasinya, sekretarisnya pun langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang dituju tuannya.

tetapi,ditengah perjalanan,mereka dihadang oleh beberapa orang berbadan besar. diantara orang besar itu,ada seorang wanita cantik berjalan anggun menuju mobil Daren.

"siapa dia?"

"tidak tau tuan"

"wanita cantik" gumam Daren menatap lekat wanita yang menghadang mobilnya. wanita yang tak lain adalah Beyza.

Beyza yang merasa risih dengan gaun yang dipakainya,sesekali menggerutu kesal karena selalu menginjak ujung gaunnya itu. bukan tipikal Beyza memakai gaun. tetapi,demi adik dan adik iparnya itu,ia pun terpaksa mengikuti pesta Marsya.

"sialan pria mata keranjang ini menatapku sampai melotot gitu" gerutu Beyza pelan,ia pun menjentikkan tangannya keatas seolah memberi kode kepada bawahannya untuk memaksa Daren keluar dari mobil.

dengan cepat empat pria besar tadi mengeluarkan Daren secara paksa dan tersungkur didepan Beyza.

"arrgh,kau siapa?!" sarkasnya menatap tajam wanita yang sempat ia kagumi tadi,tetapi ia sekarang harus menelan saliva saat mengetahui wanita itu bukanlah wanita yang sembarangan.

"cih,kau tidak perlu tau aku siapa" ucap Beyza sambil membuka bungkus permennya lalu diemut.

"bawa dia ketempat seharusnya!!" titah Beyza pada anak buahnya. mereka pun langsung membawa Daren kedalam mobil.

Entah berapa banyak nama binatang yang disebut Daren saat memberontak lepas dari cengkraman anak buah Beyza. tetapi,tidak ada satupun yang bisa dilakukannya,bahkan sekretarisnya yang tidak berguna itu hanya diam pasrah dibawa oleh anak buah wanita yang menyekapnya ini.

Beyza hanya melirik sekilas sambil tersenyum miring "kau termasuk salah satu tersangka malam itu tuan Daren" ucap Beyza membuat Daren berhenti memberontak.

"apa aku benar??" Beyza berjalan menghampiri Daren,menatap dingin kearah pria yang ikut bersekongkol membunuh ayahnya.

"kau yang menyimpan bukti pisau itu kan dibawah meja belajarku??" tanya Beyza lagi

Daren menyerngit bingung seolah tidak mengerti apa yang dibicarakan Beyza.

tunggu,dia bilang pisau?! sial berarti dia..gumam Daren mendongak menatap Beyza.

"apa kau menyadari sesuatu tuan?" Beyza langsung menekan dagu Daren kuat

"walaupun aku perempuan aku bisa mematahkan gigi rapimu ini lhoo" ledeknya langsung menampar keras pipi Daren.

plaak. tamparan keras yang terasa ngilu terdengar. Daren meringis kesakitan menahan pipinya yang habis ditampar kuat oleh Beyza.

Daren mengumpat kesal menatap tajam kearah Beyza "kau akan ku balas nanti lebih dari ini!!" geramnya

Beyza acuh tak acuh,ia pun melangkah menuju mobilnya sambil mengemut permen dalam mulutnya.

"jangan biarkan dia bebas,mengerti?!" titahnya langsung jawab anggukan oleh anak buahnya.

Beyza berjalan masuk kedalam mobilnya,mengibas rambut panjang yang tergerai. ia pun langsung membuat rambutnya cepol,melirik kearah kaca spion.

sudah kuduga,ada seseorang yang belum tertangkap. senyum seringai Beyza langsung menancap gas keluar dari daerah itu. sementara orang yang terciduk Beyza hanya menatap datar kearah kakaknya yang sudah disekap masuk kedalam mobil. orang yang terciduk tidak menyadari jika Beyza melihatnya.

"ckckck kau bodoh sekali kak" umpatnya pelan sembunyi dibalik pohon. Iram langsung tersenyum miring.

"tapi bagus juga,dengan begitu aku bisa bebas melakukan rencanaku" bangganya lalu meninggalkan tempat itu.

***

Mereka hanya diam sibuk dengan pikiran masing masing. Hazel melirik sekilas kearah suaminya yang tengah fokus mengendarai mobil,lalu ia melirik kearah Delia yang melihat kearah luar jendela mobil.

Tak terasa sudah sampai saja dirumah Delia. Hazel langsung mengantar Delia kedalam kamar.

"terimakasih Zel" ucap Delia tulus

Hazel langsung memeluk Delia "untung kamu baik baik saja,itu yang terpenting buatku Del..nah kalau ada apa apa cerita,jangan dipendam sendiri. kita ini manusia bukan malaikat" ucap Hazel mempererat pelukannya.

Delia merasa terharu ia pun membalas pelukan erat Hazel.

"terimakasih selalu ada untukku disaat suka maupun duka" ujarnya pelan tersenyum tipis pada Hazel. Hazel pun ikut tersenyum tipis.

"ya sudah masuklah sekarang,kau harus mengunci pintumu okee" peringatan Hazel menatap serius kearah Delia. Delia mengangguk mengerti,lalu melambaikan tangannya pada Hazel begitupun juga dengan Hazel.

"udah?" tanya Muaz saat Hazel sudah masuk kedalam mobilnya. Hazel mengangguk pelan lalu membuka kaca menghirup udara dimalam hari.

"hmm Az" panggil Hazel melirik kearahnya

"apa??" tanya Muaz menoleh sekilas kearah Hazel.

"waktu pernikahan kita berakhir bulan besok pas hari sidang" lirihnya seolah olah tidak ingin masuk kedalam rumah tangga yang tak habis masalah ujung ujungnya.

"aku tau, lalu?" tanya Muaz berusaha memahami maksud Hazel.

Hazel ragu menanyakan hal yang membuatnya penasaran. ia kini diatara keputusan yang akan diambil Muaz. jika Muaz memilih bercerai setelah sidang besok,ia pun ikhlas mencoba menerima,tetapi jika Muaz mempertahankan pernikahannya mungkin sangat bagus bagi mereka.

"hmm apa kau akan tetap mempertahan pernikahan ini atau bercerai?" tanya Hazel pelan.

Muaz langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan,ia pun langsung keluar menghirup udara segar. lalu menatap Hazel yang kebetulan sedang membuka kaca mobil.

"kau sudah berani masuk kedalam hidupku,aku tidak akan membiarkanmu keluar dari zona hidupku" ucap Muaz dingin.

Hazel terkejut refleks menutup mulutnya menatap Muaz tak percaya. walaupun terkenal abstrud,Hazel tau maksud dari kata kata itu

apakah Muaz dia...??

~

~

~

nb :

sorry direvisi lagi,soalnya kemarin aku ngetiknya sambil ngantuk 😂

~like,comment,and favourite yaa thanks guys 😊

1
Erni Fitriana28
start baca
duoNaNa
sebagus ini ga ada komen???
duoNaNa
lama2 rumah tahanannya di sewa negoro 😅
duoNaNa
ya ampun...cm nutup mulut aj? peluk kek...🤦
duoNaNa
membikin degdegan
duoNaNa
maraton baca...tiap bab ga ada yang membosankan. goodjob thor
duoNaNa
kejadian ap haz? kok ga diceritakan?
duoNaNa
ikut kaget aku 😅😅
anna
Luar biasa
Fiza Chelsea
hadir thor
Adama Askara
nah loh 😆
Yani Tarmizi: aku suka ceritanya .lanjut ya
total 1 replies
Adama Askara
kayaknya mantap nih ceritanya 👍
Lenina
agak2 susah yaa mengikuti alurnya .harus mikir ni pembaca maksudnya pembicaraan apa, dimana?..agak loncat2..walaupun nanti dijelaskan..tapi enggak asik kalau bingung diawal..gaya bawain ceritanya bikin bingung akoohh..
Lenina
sarkas tuh maksudnya apa sih?
Lenina
waahhh..ceritanya belibet gini yaakk..bener2 benang kusut
Arik Kristinawati
satu kata utk muaz n hazel goblok di piara
Arik Kristinawati
kok peneran utamanya pria kurang canggih ya.....kok semua2 byk pmeran figuran yg brtindak....ini crita sbnarnya intinya apa sapa yg sbgai plaku utama....bingung...kesannya Muaz tu hya utuk kiri kanan gak jelas.....
Juliana Vicky Vicky
anak pembunuh rupanya😡
Triani
Terimskasih Author bagus ceritanya ❤🙏
_water_blue2: makasih banyak kak🥰
total 1 replies
Dewi Kania
seru
_water_blue2: terimakasih kak 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!