NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BATAS TIPIS KEPUTUSASAAN

​Langkah kaki manusia milik Arkan dan Sky di fajar Hari ke-12 menembus batas terdalam Sektor Liar Utara, sebuah wilayah kelam yang dikenal sebagai Zona Ekstrem. Di sini, langit sepenuhnya tertutup oleh kabut hitam spiritual yang pekat, dan suhu udara anomali anjlok secara tidak masuk akal hingga menyentuh angka minus 35°C. Kompas perak kuno dari kotak hadiah kuil kemarin menuntun mereka masuk ke dalam sebuah celah gua es vertikal yang sangat curam.

​Namun, begitu mereka melompat turun sejauh 20 meter ke dasar gua, keheningan yang mencekam langsung menyergap saraf motorik mereka.

​KREK... SREEEKK...

​Suara gesekan benda tajam di atas dinding es bergema dari segala arah. Arkan secara instan memicu Lightning Reflex miliknya, namun sebelum otaknya sempat memproses arah datangnya ancaman, seulas benang es magnetik raksasa setebal lengan manusia melesat dari kegelapan langit-langit gua, mengikat tubuh manusia Sky dalam sekejap mata.

​"Arkan—!" Sky berteriak, namun suaranya langsung terputus saat tubuhnya ditarik paksa ke atas, menghantam langit-langit gua es.

​SHIIIIII—!!!!!

​Dari balik kegelapan kabut hitam, sesosok monster berwujud laba-laba raksasa dengan delapan kaki berupa tombak es runcing sepanjang 6 meter melangkah turun. Tubuh bagian atasnya menyerupai siluet wanita tanpa wajah yang terbuat dari kristal es abadi. Sepasang matanya yang berjumlah delapan bersinar merah pekat, memancarkan tekanan spiritual yang begitu masif hingga membuat lantai gua es di bawah kaki Arkan retak parah.

​Lencana digital di dada Arkan berkedip merah secara gila-gilaan sebelum akhirnya memunculkan status musuh dengan kaku:

​[ TARGET PURBA: RATU ARACHNE ES ]

​Level: [ LEVEL 40 ]

​Atribut: Es / Jiwa

​Level 40. Lebih dari dua kali lipat peringkat level Volt saat ini. Ini bukan lagi sekadar monster elite, melainkan Bos Wilayah tingkat bencana yang seharusnya hanya dihadapi oleh pasukan militer elite bersenjata lengkap. Peluang menang mereka secara matematis berada di bawah angka 1%.

​"Jangan sentuh dia, keparat!" Arkan meraung, memeras seluruh 70% resonansi petir putihnya hingga ke tingkat maksimal.

​Tubuh manusianya melesat laksana garis kilat, menghantamkan tinju frekuensi tinggi ke arah salah satu kaki tombak Ratu Arachne Es. Namun, perbedaan level yang terlampau jauh membuat pertahanan chitin milik Bos Level 40 itu setebal dinding benteng baja.

​BLAM!

​Pukulan petir putih Arkan bahkan tidak menggores kulit Ratu Arachne. Sebaliknya, kibasan satu kaki laba-laba tersebut menghantam telak dada Arkan, melontarkan tubuh manusianya sejauh 15 meter hingga menghantam dinding gletser dengan keras.

​UHUK!

​Arkan memuntahkan seteguk darah segar, tulang rusuk manusianya retak parah, dan sirkulasi bio-elektrik di dalam sarafnya mendadak kacau balau. Volt melompat keluar secara mandiri di Level 18, melolong marah dan melepaskan seluruh sisa energi Thunderbolt Shredder miliknya untuk memutuskan benang es yang mengikat Sky. Sky terjatuh ke tanah dengan napas terengah-engah, saku jiwa manusianya terguncang hebat akibat tekanan aura jiwa sang ratu laba-laba.

​SHIIIING!

​Ratu Arachne Es tidak memberikan waktu bagi mereka untuk bernapas. Delapan kaki tombaknya meluncur ke bawah secara serempak laksana hujan pasak baja, mengincar posisi Arkan dan Sky yang sudah tidak berdaya di atas tanah es.

​Volt Level 18 mengambil keputusan nekat. Dengan kesetiaan mutlak sebagai mitra pertama, serigala raksasa itu melemparkan tubuh fisiknya ke depan, bertindak sebagai perisai hidup untuk menahan gempuran pasak es tersebut.

​CRASH! CRASH! CRACH!

​Tiga pasak es raksasa menembus tubuh spiritual Volt secara brutal. Lolongan kesakitan yang sangat memilukan dari Volt menggema di dalam gua, darah listrik berwarna biru keputihan menyembur keluar, membasahi wajah Arkan yang terbaring di bawahnya. Inti jiwa Volt retak parah di ambang batas kematian, perlahan-lahan meredup menuju kepunahan eksistensi.

​"Volt... JANGAN—!!!!" Arkan berteriak dengan urat-urat di leher manusianya yang menonjol tegang.

​Melihat mitra pertamanya sekarat demi melindunginya, melintasi batas keputusasaan murni dengan peluang hidup yang hampir nol, emosi dan amarah di dalam sanubari Arkan meledak melampaui batas kemanusiaannya. Kubus logam hitam di dalam saku jiwanya mendadak berputar gila-gilaan, mengeluarkan resonansi panas yang sangat ekstrem. Sisa-sisa energi dari Mata Air Esensial Purba yang mengendap di dalam jaringan sumsum tulangnya terpompa paksa masuk ke dalam katup saku jiwa Volt.

​KRAKKKKKK—BOOOOOOOM—!!!!!

​Ledakan energi spiritual gabungan yang teramat dahsyat memecah kesunyian gua es. Gelombang listrik putih yang sangat pekat melesat ke atas, mementalkan tubuh Ratu Arachne Es sejauh beberapa meter. Di tengah kepulan asap ozon, lencana digital Arkan yang sempat retak kembali menyala, memperbarui status Volt yang dipaksa menembus batas mutlaknya:

​[ REAKSI AMBANG BATAS HIDUP DAN MATI TERDETEKSI ]

[ STATUS ASTRA: VOLT ]

​Level: [ LEVEL 20 ]

​Atribut: Petir Murni

​[ PERINGATAN: ASTRA MITRA TELAH MENYENTUH LEVEL 20 ]

[ GERBANG SAKU JIWA KEDUA RESMI TERBUKA ]

​DUB! DUB! DUB!

​Arkan mencengkeram dadanya secara paksa. Dia bisa merasakan sebuah ruang hampa udara baru berukuran raksasa termaterialisasi secara paksa di sebelah saku jiwa pertamanya. Ruang itu membutuhkan pasokan energi spiritual yang sangat besar, menguras sisa-sisa tenaga hidup Arkan hingga titik darah terakhir.

​Dari dalam kubus logam hitam yang terbelah di dalam saku jiwa kedua tersebut, sesosok entitas purba yang telah tertidur selama jutaan tahun akhirnya membuka sepasang matanya yang berwarna kuning pekat.

​CROAAAK!

​Sebuah suara lengkingan amfibi yang sangat berat dan sarat akan wibawa air purba menggema kuat. Dari dalam saku jiwa kedua Arkan, melompat keluar sesosok makhluk beraliran amfibi berwujud Katak Raksasa berukuran kompak setinggi 1,5 meter. Kulitnya berwarna biru safir yang sangat pekat dan berpender indah, dengan pola-pola garis air purba hitam di sepanjang punggungnya. Sepasang kaki belakangnya yang kekar dilapisi oleh sirkulasi arus air bertekanan tinggi yang konstan.

​Lencana digital Arkan menampilkan status kaku untuk mitra keduanya:

​[ STATUS ASTRA: KROAK ]

​Level: [ LEVEL 1 ]

​Atribut: Air Purba

​Meskipun baru menyentuh Level 1, kehadiran Kroak langsung mengubah atmosfer gua es. Air purba yang diproduksi dari pori-pori kulit amfibinya memiliki tingkat konduktivitas listrik yang sangat mutlak.

​Ratu Arachne Es Level 40 yang merasakan ancaman baru langsung melesat maju, mengayunkan dua tombak es depannya untuk memenggal kepala Katak Biru tersebut.

​"Kroak... gunakan manipulasi air ke seluruh lantai gua! Volt, bersiap untuk konduksi makro!" Arkan memberi perintah dengan sisa kesadarannya yang mulai memudar.

​CROAAAK!

​Kroak menghentakkan kedua kaki amfibinya ke tanah es. Dalam sekejap mata, sebuah gelombang air murni bertekanan tinggi menyembur keluar dari bawah tubuhnya, membanjiri seluruh permukaan lantai gua es sedalam 10 sentimeter, membasahi tubuh raksasa Ratu Arachne Es sepenuhnya.

​Di saat yang sama, Volt yang telah bangkit di Level 20 melepaskan seluruh sisa energi petir putihnya langsung ke atas permukaan air purba milik Kroak.

​BZZZZZZZZZZZZZZZZT—KRA-BOOOOOOOM—!!!!!

​Sinergi takdir antara Air Purba dan Petir Putih Ilahi menciptakan reaksi berantai konduksi listrik makro berskala gila. Karena air milik Kroak bertindak sebagai konduktor mutlak tanpa hambatan, miliaran voltase listrik putih milik Volt merambat 5 kali lebih cepat dan langsung menembus masuk ke dalam organ internal Ratu Arachne Es lewat celah chitin-nya yang basah.

​SHIIIIIIIIII—!!!!!

​Ratu laba-laba Level 40 itu menjerit histeris saat seluruh organ dalamnya hangus terbakar oleh sengatan petir dari dalam tubuhnya sendiri. Sistem saraf jiwanya lumpuh total akibat konduksi air amfibi Kroak. Tubuh raksasa Ratu Arachne bergetar hebat sebelum akhirnya meledak hancur menjadi jutaan kepingan es mati, menyisakan sebuah kristal inti es berukuran besar yang jatuh tergeletak di atas tanah.

​Pertempuran 1% harapan hidup itu selesai dengan pembalikan keadaan yang teramat brutal.

​Arkan jatuh berlutut di atas tanah air yang basah, napasnya terputus-putus dengan saku jiwa ganda yang kini kosong melompong. Namun, sepasang matanya menatap lurus ke arah Kroak yang kini berjalan mendekat dengan langkah amfibinya yang tenang, lalu mendudukkan tubuh birunya di samping Volt Level 20 yang sedang berbaring memulihkan diri.

​Sky merangkak mendekat, menatap Katak Biru berpendar safir itu dengan tatapan mata abu-abu yang dipenuhi rasa tidak percaya yang amat sangat. "Saku jiwa kedua... Astra amfibi elemen air purba. Arkan... kamu benar-benar seorang monster yang melampaui segala hukum alam dunia ini."

​Arkan menyunggingkan sebuah senyuman dingin yang sangat puas, perlahan menyentuh kepala halus Kroak mitra keduanya. Batas tipis keputusasaan di fajar Hari ke-12 telah berhasil mereka lalui dengan bayaran lahirnya badai baru yang jauh lebih mengerikan.

Dengan Volt di Level 20 dan Kroak yang siap memulai jalur leveling-nya, sinergi antara petir putih, angin hampa, dan air amfibi purba ini siap untuk menyapu bersih dan menghancurkan tatanan hukum dunia Astra mana pun di masa depan yang baru.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!