NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Indigo

Kembar Tiga Indigo

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Misteri / Horor / Indigo / Eksplorasi-misteri dan gaib / Mata Batin / Anak Kembar / Hantu / Roh Supernatural
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: othor_si_tomboi

WARNING 📢📢

Dan karena ini lanjutan dari karya di akun sebelah.

Banyaknya keganjilan dari kematian sang ibu, membuat Araxi, Alexa, dan Alex berusaha keras untuk mengungkap segalanya. Selain itu, kemampuan yang diwariskan dari sang ibu membuat mereka bertiga bertemu dan membantu para arwah-arwah gentayangan yang datang.

Araxi si gadis tomboi yang terlihat maskulin mampu membaca pikiran orang lain dan tentunya dia juga dapat melihat makhluk tak kasat mata.

Alexa si gadis pendiam ini masih agak takut bila bertemu dengan para makhluk tak kasat mata, namun diamnya sang gadis tersebut ternyata dapat melihat kejadian yang akan mendatang.

Alex si bungsu yang dingin nan datar tersebut memilik sejuta misteri yang tak seperti ke dua saudara kembarnya. Namun ia juga dapat melihat makhluk tak kasat mata.

Dengan di bantu Albert dan Angel yang berupa arwah pernasaran mereka bertiga pun melewati banyak rintangan dan tantangan dalam hal berhubungan dengan makhluk tak kasat mata.

Ikuti petualangan mereka yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Ada Yang Bisa Menyalahi Takdir Yang Sudah Di Gariskan

Setelah Albert datang menemuinya saat melakukan panggilan yang ia lakukan pada sang kakak tersebut. Dengan cepat kemudian ia menarik tangan sang kakak untuk mengajaknya mengobrol di tempat yang sulit di jangkau oleh manusia.

Yang mana tempat tersebut tak pernah di gunakan, ia sengaja memilih sebuah gudang yang tak pernah terpakai. Untuk mengajak sang kakak berbicara dengannya di tempat tersebut.

“Hai Angel,” sapa Albert. Begitu mereka sampai di gudang tersebut, Albert pun membuka obrolan dengan penuh tanda tanya di benaknya. “Ada apa kamu memanggil kakak Angel?” tanya Albert dengan raut wajah yang terlihat serius.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu kak,” jawab Angel. “Ini mengenai Siska.” Sahutnya dengan sorot mata yang memanas.

Albert pun terkejut setelah melihat sorotan mata yang memanas keluar di diri sang adik tercinta. Pancaran dari sorotan Angel menandakan, bahwa sang adik tercinta tengah berusaha meluapkan rasa amarah yang tiba-tiba datang menemuinya.

“Hai Angel ada apa denganmu?” tanya Albert. “Tahan amarahmu itu Angel, ingat kamu akan menghilang jika tak terkendali seperti ini.”

Mendengar nada khawatir dari sang kakak, membuat Angel berusaha mengendalikan sebagian sesuatu yang sejak tadi menahan untuk tak meledak. Yang mana hal tersebut bisa membuatnya hilang tak berbekas.

Setelah berhasil mengendalikan sebagian sesuatu yang ada dalam dirinya. Angel pun berusaha untuk tak terlalu mengeluarkan apa yang seharusnya di larang sejak ia dan sang kakak bertahan hidup sebagai arwah penasaran yang mati selama ratusan tahun.

“Kak,” panggil Angel. “Ini kabar buruk. Entah mengapa perasaanku menjadi tak tenang dengan keadaan Siska dengan bayi kembar yang ada di dalam kandungan Siska itu yang membuatku merasa sedikit tak karuan,” sahut Angel dengan sendu.

Entah mengapa baik Angel mau pun sang kakak, tak dapat mencegah sesuatu yang mengganjal dalam pikiran mereka. Semua yang melihat lihat pertanda, bahwa mereka sendiri tak dapat berbuat banyak hal untuk keluarga Siska.

“Angel,” panggil Albert. “Bukan aku sudah pernah memperingatkanmu! Bahwa apa yang telah terjadi pada Siska dengan suaminya itu, sudah menjadi garis takdir mereka,” ucap Albert dengan serius.

“Tapi kak ...”

“Tapi apa?” sela Albert dengan gemas adiknya ini ...

Begitu melihat sang adik yang masih mengelak dari semua yang di katakan olehnya. “Apa kamu menggunakan kekuatanmu itu, untuk melihat kejadian yang tak seharusnya kamu lakukan?” todong Albert.

“Maaf kak aku terpaksa menggunakannya, dan aku sangat tak tega dengan mereka,” ucap Angel dengan sendu serta yang di maksud mereka oleh Angel ialah kejadian yang menimpa Siska beserta suaminya tersebut.

“Sudahlah kamu seharusnya bisa memahami, apa yang kamu lakukan itu mencoba menentang garis takdir yang di tuju untuk kita. Mau tak mau kamu dan aku harus menerima konsekuensi yang bakalan terjadi pada nanti.”

Ujar Albert seraya memberi peringatan pada sang adik. Apa yang di lakukan olehnya itu, pasti akan berdampak pada keberadaan Siska.

“Bahkan aku sendiri pun sepertimu, apa yang terjadi pada Siska. Kamu dan aku tak bisa menentangnya, dan juga aku sudah pernah memberitahumu. Bahwa nanti kamu dan aku yang melindungi mereka,” sambung Albert dengan tegas.

“Maafkan aku kak,” ucap Angel dengan sendu. “Apa kakak sudah mengetahui siapa yang berusaha melenyapkan Siska dengan bayinya?” tanya Angel dengan raut wajah yang sulit di artikan.

“Tidak!” jawab Albert singkat dan padat. “Memangnya kenapa? Apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu?” tanya balik Albert dengan berusaha menyembunyikan sesuatu yang telah lihat memanglah benar ada adanya yang di katakan oleh sang adik tercinta.

“Begini kak,” sahut Angel sembari menjeda. “Setelah aku keluar dari ruangan suami Siska. Di kantor ini ada seorang wanita yang mempunyai aura yang buruk kak,” ujarnya sambil menjelaskan semuanya yang telah ia curi dengar dari wanita tersebut.

“Wanita yang beraura buruk ya!” beo Albert sembari melamunkan sesuatu yang menjadi pertanda buruk di benaknya.

Seperti yang Albert duga. Entah mengapa apa yang ia lihat dalam bayangan itu seperti menjadi pertanda buruk yang akan terjadi pada Siska, namun hingga saat ini Albert lebih memilih diam daripada ikut campur dalam urusan tentang takdir yang telah di gariskan oleh Siska.

Meski pun begitu seperti sebelumnya, bahwa sampai waktunya tiba ia akan tetap selalu melindungi amanah yang telah di emban untuknya dengan sang adik tercinta.

“Lalu apa yang telah kamu dengar dari wanita yang kamu maksud itu Angel?” tanya Albert dengan serius.

“Aku tak dapat mendengar lebih banyak pembicaraan wanita itu kak,” jawab Angel. “Akan tetapi aku sedikit mendengar, kalau wanita itu ingin melenyapkan seorang dukun. Aku sendiri pun tak tahu siapa dukun yang di bicarakan oleh wanita itu.”

Sedangkan Albert hanya terdiam membisu setelah mendengar semua yang di katakan oleh sang adik tercinta.

Seakan-akan wanita yang di maksud oleh adiknya itu, terhubung langsung dengan kejadian yang terlintas melalui pikirannya tersebut.

“Angel!” panggil Albert dengan raut wajah yang sulit di artikan. “Sebaiknya kamu persiapkan dirimu sekarang. Bila kemungkinan nanti akan terjadi sesuatu pada Siska dan suaminya, kamu dan aku sudah siap melakukannya tanpa di minta oleh siapa pun. Bisa kamu lakukan itu?”

Setelah selesai memberi perintah sang adik, dengan terpaksa Albert pun harus pergi ke suatu tempat untuk memastikan semua yang telah ia curi dengar dari adiknya itu.

Kemudian baik Angel maupun sang Albert menghilang tanpa berkedip.

Terutama sang kakak tercinta diam-diam mulai mendatangi seorang dukun yang tengah menantikan kedatangan suruhannya yang telah ia perintahkan untuk menyampaikan pesan yang memang di tuju kan untuk putranya tersebut.

Sampailah Albert di tempat rumah sederhana yang di huni oleh seorang dukun tersebut, yang tengah menunggu kabar dari suruhannya itu.

Namun tak di sangka oleh sang dukun tersebut, bukannya suruhan darinya yang datang menyampaikan pesan untuk putranya.

Akan tetapi yang datang menemuinya, ialah seorang arwah penasaran yang masih bergentayangan selama ratusan tahun.

“Apa yang membuatmu kembali singgah di gubuk reyot milikku?” tanya sang dukun pada Albert Van Derk Wijk tanpa bersapa.

“Aku hanya ingin bertanya padamu! Apakah wanita itu yang ingin melenyapkan Siska?” jawab Albert sembari bertanya balik.

“Kau benar,” ucap dukun itu sambil menghela nafas panjang. “Dia sudah lama datang kemari untuk meminta bantuan padaku. Sejak dia ingin di pasang susuk pelet untuk memikat pesona para pria, hingga sampai dia meminta bantuanku untuk melenyapkan suaminya. Namun aku tak pernah melakukan hal itu pada suaminya.”

Ujar sang dukun tersebut dengan jujur.

Albert pun tak mengerti mengapa sang dukun tersebut membicarakan hal tersebut pada dirinya dengan tenang tanpa ada rasa takut sedikit pun di wajah dukun itu.

“Oh iya kau harus berhati-hati jika berhadapan dengannya!” kata dukun itu seraya memecah kesunyian di antara mereka.

“Apa yang kau maksud dengan perkataanmu itu?” tanya Albert.

“Maaf aku tak bisa menjelaskan lebih detail. Seharusnya kau yang hanya berupa arwah ini terlebih dahulu mengerti tentang kejadian yang akan di lakukan oleh wanita itu.”

Ungkap sang dukun tersebut dengan penuh tanda tanya.

“Bukankah kedatanganmu singgah di gubuk reyotku dengan maksud mengetahui wanita yang sedang berusaha melenyapkan bayi kembar tersebut. Apa aku salah menduga?” ungkap dukun tersebut yang membuat Albert terkejut bukan main.

Ia sendiri pun tak menyangka apa yang telah ia lihat di dalam pikirannya itu, pertanda bahwa hal tersebut kemungkinan akan segera tiba waktunya.

Namun ia tak habis berpikir mengapa harus Siska yang mengalami hal tersebut.

“Ini seperti bukan engkau yang berbicara,” tanya Albert. “Dan juga aku pun tak mengerti mengapa justru wanita itu mengincar kebahagiaan orang lain.”

“Kau mungkin memang benar bahwa wanita yang kau lihat itu memiliki dampak besar pada sebuah keluarga yang mati-matian kau jaga. Namun semua itu tak ada gunanya kembali, bahkan kau sendiri pun tak bisa ikut mencampuri apa yang sudah menjadi garis takdir keluarga itu bukan!”

Kata sang dukun tersebut dengan sorotan mata yang sendu.

“Lalu setelah ini apa yang harus aku lakukan. Mengingat aku sama sekali tak dapat membantunya,” sahut Albert dengan sorot mata yang mendingin.

“Kau tak perlu khawatirkan soal itu,” ucap dukun itu kembali.

“Maksud perkataanmu itu apa?” beo Albert dengan bertanya.

“Setelah aku berhasil menyembuhkan kaki dari suami wanita itu,” sahut dukun itu dengan jeda. “Semua susuk pelet yang tertanam di wajahnya otomatis hilang tak berbekas. Bahkan saat ia meminta bantuan pada dukun lain pun, sampai kapan pun tak akan pernah bisa menjerat bahkan untuk membuat orang lain jatuh hati padanya itu tak akan bisa terjerat. Termasuk saat ia akan mengacaukan keluarga yang akan dia kacaukan itu.”

“Jadi kau yang mengambil ...”

1
Nindita Larasaty
Udah bunuh aja tuh Marista si pelakor
Silvi Vicka Carolina
kok gak di santet aja marista nya ama dukunya
Heny Yulifitria
baca berulang kali gk ad bosen nya ...di tunggu kelanjutannya kok mlah berhnti di jalan...nanggung thor
INDRA
2hari baca dr bab 1 sampai bab terakhir q kira bener da tamat trnyata thor nya sibuk buat cerita yg lain mlh di cerita yg lain juga mandeg,sukses buat thor ttp semangat&jangan setengah" dlm berkarya
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Fuziie_aN
Luar biasa
Herlina Wati
Astaga gk ketemu ketemu thor ky sinetrin ikan terbang
Vina intan Pratiwi
baru kali ini bisa nge-like
dari pertama baca, like nya saya tekan2 tp gk bisa.
Positif heart
update thoooor
Andris Yuli Anto Poho
up lagi dong thorrr
⍣⃝𝐦𝐫.𝐚𝐮𝐥𝐢𝐚𝐧এ⑅⃝ⁿᶦⁿᵃ
loh bukan nya cuma diantar sama papa nya aja..ko tetiba mencium pipi kedua orang tua nya
Siti Munawaroh
cerita nya bagus tpi kurang serem menurut q
sukses selalu buat author
Tina
ribet banget sich thor..,jadi males mau bacanya 😓😓😓
Nanda Prameswary
kapan up lagi kak😭😭😭
Nanda Prameswary
lama banget thor nungguin ini🥺
Anonymous
Msa Raymond mati jg sih kan kshan 4 anaknya
Novita Asya
baru baca lagi... maaf thor ga pernah komen...
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
d dunia nyata ada gk ya orang kyk mayang.. klo ada bner" menakutkan lbih menakutkan dr mahluk astral
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
sesama mahluk astral lagi curhat ..
Fitri Kurnia Sari
lanjuttt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!