Berawal dari sebuah kemalangan yang menimpa anak kecil berumur tujuh tahun yang harus hidup sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ketika sebuah keberuntungan membuatnya datang ke panti asuhan dan melanjutkan pendidikan.
Ketika Arjuna yang dari umur tujuh tahun sudah menerima kepedihan dan bukan Kasih sayang berlimpah membuatnya menjadi sosok yang dingin dan disegani terutama para wanita.
Semuanya dimulai dari masa remaja Arjuna hingga menginjak masa dewasa. Dan sosok lain yang membuatnya berubah dari Arjuna biasa menjadi Arjuna yang memiliki segalanya.
Hingga perjalannya terus berlanjut dengan pertemuan tak terduga dan tragedi dalam setiap langkahnya menunjukan jati dirinya di depan publik.
Arjuna harus melewati beberapa hal untuk membuktikan dirinya pantas atau tidaknya sebagai seorang pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cucu Marcello
Juna kembali melewati stasiun kereta bawah tanah tapi, kali ini terasa sangat sepi entah kenapa dan juga Noe merasa kalo juna kemarin membuat masalah.
"Lo gak buat masalah lagikan?" Selidik Noe saat berjalan menuruni tangga.
"Sedikit masalah, lagian nanti juga selesai," ucapnya sangan santai. Noe menghela nafasnya.
Bukan hal biasa kemarin Juna memukul orang di toilet dan Noe langsung menghubungi anak buah Marcello untuk mengurusnya.
Sang kakek, Marcello hanya bisa menatap datar kedua anak remaja beranjak dewasa didepannya.
Helaan bafasnya lagi-lagi membuat Noe tak enak hati tapi, percayalah Noe lebih di sayang Marcello karena disiplin dan membawa dampak baik untuk Juna tapi, justru yang di pengaruhi hal posistif tak bisa peka terhadap situasinya.
"Ini masalah tentang gelandangan yang waktu itu kita berdua lewatin mereka itu bukan gelandangan, sebenarnya pengedar dan kebetulan aja gak sengaja dan buat sakit mata gue ancurin barangnya," jelas juna yang padahal itu sangat-sangat tidak perlu untuk Noe karena Noe lihat itu.
"Serah lo." Noe berjalan didepan Juna seketika tendangan mendadak menekan perut Noe sangat keras sampai terlempar membentur lantai setasiun.
"Haah.. lemah, Dia orangnya yang kau bilang membuatmu tersiksa." Seketika Juna membantu Noe berdiri.
Tanpa persiapan Noe di serang dan Noe barusan beberapa kali bisa bergerak refleks sepontan dan kali ini lebih cepat, Noe kaget.
"Haah.. dia bos.. Dia orangnya," ucap teman lelaki yang babak belur.
Yah.. Sama sekali tak bisa Juna percaya orang ini hanya bersandiwara dan tak kenal lelah mencari masalah.
"Tunggu apa lagi habisi anak laki-laki itu jika bisa bunuh sekalian temannya." Kata seorang lelaki dengan rambut pirang yang berganti warna lagi.
***
Marcello yang memasuki rumah dengan mobilnya merasa kalo suasana rumah sangat sepi.
"Dimana mereka?" Tanyanya pada pelayan, yang di dimaksud mereka adalah Juna dan Noe.
Pelayan menunduk.
"Aa..anu Tuan, Tuan muda dan Tuan Noe belum kembali kerumah sejak sejam yang lalu biasanya pukul delapan sampai rumah ini tidak ada dan Tuan muda tak mengabari apapun."
Marcello berbalik melihat asistennya yang membukuk dan berjalan pergi sepertinya tatapan mata Marcello sudah mengatakan semuanya.
Saat mereka mengeroyok mereka tak sadar jika mereka salah mengambil mangsa.
Saat Noe akan di tembak Juna sadar lebih dulu dan menendang kepala orang yanga ada didepannyaenarik Noe menjauh.
"Kau aman?"
"Iya." Nafas keduanya tersenggal lebih ngos-ngosan dari lari maraton sekecamatan.
Juna menatap nyalang semua orang itu dan sangat tak suka mereka membuat Noe dalam bahaya. Seketika akan menampar Juna dengan sudut pistol.
Saat itu juga tatapan anak buahnya mencit mengendur tindakannya. Arjuna yang merasa tak merasakan rasa sakit merasa aneh.
Menoleh kebelakang cepat dan apa yang ia lihat adalah anak buah kakeknya. Juna mendesah malas.
"Ayo pulang." ucap Juna pada Noe seketika dua anak buah dari orang sangar menatap Juna dengan tatapan patuh dan sekali anggukan itu membantu keduanya berjalan.
"Salah kalian mengganggunya." Kata lelaki badan besar wajah sangar itu.
"Kau.. kau dan kalian siapa, kenapa kalian membantu bocah berandalan itu? Hah!"
Seketika semuanya mundur dan semua anak buahnya lelaki badan besar wajah sangar itu tersenyum.
"Salahkan dirimu yang mengganggu Cucu Tuan Big Monster," ucapannya menekan nama panggilan Marcelo di dunia gelap.
Seakan terkena serangan jantung tiba-tiba mereka memundurkan langkahnya.
Tidak percaya sama sekali.
Seketika Lelaki sangar itu balas menghajar pria rambut pirang dan sela beberapa menit tangannya penuh darah.
"Bilang pada bagian tugas ini, Bakar gudang narkobanya." Seketika perintahnya di angguki.
bingung deh ..
Gio di bab sebelumnya d critakan mati krn membantu pamannya mc dr tembak menembak.. ga bisa di tolong lagi krn banyak peluru di punggungnya…dan Arjuna meneeima flashdisk dr Gio lewat Brahma. disaat berbarengan di rumah sakit.
dan ep sebelum itu, ibunya gio udah mati juga atas suruhan Romano di apartemen Gio, dan di buat seolah2 itu adalah perbuatan Arjuna.
eeeee bab sebelum ini , Gio dan ibunya di selamatin Arjuna? setelah Arjuna menerima foto2 mrk bersamaan dg kotak berisi bangkai tikus..
thor..
apa Gio , ibunya dan bapaknya (Arya) hidup kembali??
eeee… bingung yg baca thor
😏😕😏