Tiga persahabatan Laras, Clarisa dan Maria telah menikah dengan pasangan masing - masing hingga di karuniai anak - anak yang tampan dan cantik.
Alviana anak dari pasangan Alvonso dan Laras seorang sekretaris menjalin hubungan dengan bosnya bernama Arlan seorang pria CEO dan tanpa di ketahui oleh Alviana ternyata CEO tersebut ternyata seorang ketua mafia yang sangat kejam tidak segan membunuh orang yang berkhianat selain itu ternyata pria tersebut musuh bebuyutan kakaknya Alvonso. Akankah hubungan berlanjut ke jenjang pernikahan atau kandas di tengah jalan?
Ada juga Liani seorang sekretaris bekerja di kantor Harlan, seringnya bertemu merekapun saling jatuh cinta walau jarak usia terlampau jauh tapi tidak diperdulikan oleh mereka berdua.
Akankah hubungan Liani dan Harlan sampai ke jenjang pernikahan atau kandas di jalan? ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Permusuhan Alvonso Dengan Arlan
brak
Arlan menggebrak meja dengan keras sambil menatap gadis itu dengan tajam membuat teman - temannya terkejut dan takut pasalnya Arlan ponakan kepala sekolah.
" Apa maksudmu aku tidak ikhlas hah?" bentak Arlan
" Akukan hanya bertanya kalau bos kita Alvonso ikhlas dan murah senyum kalau bos Arlan apakah sama?" tanya gadis itu tanpa takut karena gadis itu papanya seorang CEO.
" Terserah aku ingin senyum atau tidak itu terserah aku bukan urusanmu." bentak Arlan lagi.
" Aku juga terserah aku juga donk." ucap gadis itu tidak mau kalah.
" Kau.." ucap Arlan menampar gadis itu tapi ketika tangannya di angkat ada seseorang yang menahan tangannya membuat Arlan kesal dan melihat siapa yang berani menahan tangannya.
" Kita semua lahir dari rahim seorang ibu tanpa ada ibu kita tidak mungkin terlahir dalam dunia ini, dia seorang gadis dan jika kelak sudah besar diapun akan menjadi seorang ibu, jadi hargailah wanita jangan dilukai." ucap Alvonso.
Alvonso yang tadi diam saja mendengarkan perdebatan mereka tapi karena melihat Arlan hendak menampar gadis itu terpaksa menahan tangan Arlan.
" Itu bukan urusanmu, kenapa kamu ikut campur." ucap Arlan geram
" Memang bukan urusanku tapi jika aku melihat ada seorang pria menyakiti wanita maka itu akan menjadi urusanku." ucap Alvonso tegas.
" Kau..." ucap pan terpotong karena guru sudah datang.
Murid - murid yang melihat gurunya datang langsung cepat - cepat duduk di tempat masing - masing.
( " Baik Al, kamu yang mulai permusuhan ini akan kubalas kau nanti." batin Arlan geram ).
Murid - murid serius mengikuti pelajaran hingga tidak terasa pelajaranpun sudah usai, semua murid pulang ke rumah masing - masing.
Alvonso ke luar kelas dan menunggu adiknya Alvian di depan kelas kemudian merekapun pulang bersama. Arlan hanya memperhatikan mereka hingga mereka tidak tampak.
Arlan malas pulang karena orangtuanya jarang di rumah tapi karena badannya lelah Arlanpun pulang ke rumahnya.
Sampai di mansin milik orangtuanya Arlan keluar dari garasi mobil dan masuk ke dalam mansion.
Seorang kepala pelayan datang menyambutnya.
" Mommy dan Daddy apakah sudah pulang dari luar negri?" tanya Arlan sambil berjalan ke kamarnya di lantai 3.
" Maaf tuan muda, nyonya besar dan tuan besar belum pulang katanya seminggu lagi baru pulang." ucap kepala pelayan.
" Hahhh... bosan setiap hari mommy dan daddy selalu pergi ketemu paling 1 jam setelah itu pergi lagi, sangat menyebalkan." gerutu Arlan."
" Tuan besar dan nyonya besar kan bekerja keras supaya tuan muda berkecukupan apa yang diinginkan dapat dibeli dengan mudah." ucap kepala pelayan menghibur tuan mudanya"
" Tapikan aku juga butuh kasih sayang mereka? apakah tidak ada kerinduan mereka padaku hanya sibuk dan sibuk terus menerus sungguh sangat menyebalkan." gerutu Arlan
" Yang sabar ya tuan muda semoga keinginan tuan muda dapat terkabul." ucap kepala pelayan.
" Hmmmm... " ucap Arlan
Kini Arlan sudah sampai di kamarnya dan langsung mandi agar menenangkan pikiran yang sangat kacau dan marah.
xxxx
Di tempat lain tampak seorang anak kecil tampan dan imut berumur 6 tahun tinggal bersama paman dan bibinya yang selalu sibuk dengan bisnisnya.
Seorang kepala pelayan diberi kepercayaan untuk mengurus anak kecil tersebut. Kepala pelayan membelikan sepasang kelinci untuk dijadikan hewan peliharaan untuk mengusir kesepiannya karena anak itu tidak mempunyai saudara ataupun teman.
Paman dan bibinya mengadopsi anak kakaknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dan mereka tidak dikaruniai anak dikarenakan suaminya mandul.
Anak tampan itu bermain bersama sepasang kelinci sambil menggambar sepasang kelinci tersebut, sampai salah satu dari kelincinya membuang kotorannya di kertas yang hampir selesai di gambar.
" Dasar kelinci nakal kamu harus mendapat hukuman." ucap anak itu kemudian kelinci tersebut di tangkap kemudian dicekiknya.
Kelinci itupun kejang - kejang kemudian mati mengenaskan.
" Paman, huhuhuhu.... kelincinya mati." tangis histeris anak kecil itu.
Kepala pelayan yang di panggil paman itu berlari karena anak majikannya menangis histeris.
" Kenapa tuan muda?" tanya kepala pelayan.
" Paman huhuhuhu... kelincinya mati paman huhuhuhu..." tangis anak kecil itu.
Paman itu terkejut mendengarnya kemudian menoleh ke samping tampak kelinci mati.
" Kenapa bisamati?" tanya kepala pelayan.
" Aku tidak tahu paman pas lagi gambar kelinci itu mati paman huhuhuhu." tangis anak kecil itu.
" Kok aneh ya? paman sudah membelikan kelinci yang ke 6 kali sepertinya tuan muda ganti binatang yang lain ya?" pinta kepala pelayan.
" Tidak mau paman aku maunya kelinci paman, kelinci itu imut seperti aku paman jadi aku hanya ingin kelinci." ucap anak kecil itu.
" Baiklah nanti paman belikan lagi kelincinya, sekarang jangan nangis ya?." pinta kepala pelayan.
" Baik paman, tapi janji belikan lagi ya paman." ucap anak kecil itu.
" Baik paman janji, sekarang mandi sudah sore." pinta kepala pelayan.
" Baik paman." ucap anak kecil itu.
Anak kecilpun mandi sambil bersenandung karena akan dibelikan kelinci yang tadi mati dicekiknya. Anak itu tidak mengerti perbuatannya baginya jika ada yang nakal maka akan di cekiknya.
xxxx
Alvonso dan Alvian pulang ke mansion milik orangtuanya. Pulang sekolah mereka langsung mandi karena badannya sangat gerah dan lengket.
Selesai mandi Alvonso dan Alvian turun ke bawah melihat mommynya sedang memasak. Mereka berdua duduk di meja makan sambil menunggu mommy selesai memasak.
Tidak berapa lama Daddy Alvonso datang habis pulang kerja, Daddy Alvonso langsung ke kamar mandi karena perutnya sangat lapar.
Kini mereka semua berkumpul di meja makan setelah berdoa merekapun makan bersama tanpa suara.
Selesai makan merekapun berkumpul di ruang keluarga.
" Mom, Dad masak Kak Al masih kecil sudah pacaran?" ucap Alvian usil
" What??" teriak Mommy Laras dan Daddy Alvonso.
" Alvian bohong Mom, Dad?" ucap Alvonso
" Benar mom, masak pacarnya ada 6, kan itu perbuatan buruk ya mom?" ucap Alvian usil.
" Kamu tahu darimana Alvian?" tanya Mommy Laras.
" Alvian melihat Kak Al makan di kantin terus mereka di traktir berarti Kak Al pacaran kan Mom?" tanya Alvian
" Benar begitu Al??" tanya Mommy dan Daddy bersamaan.
" Benar Mom dan Dad tapi mereka hanya temanku kok bukan pacar." bantah Alvonso sambil menendang adiknya yang kebetulan berada di sampingnya.
" Tuh Mom, kak Al nakal masak Alvian di tendang." adu Alvian sambil berlari dan pindah duduknya di samping mommy Laras.
" Alvonso!!" seru Mommy Laras
" Habis Alvian ngeselin mom, tadi gini di sekolah Alvonso ada kuis kalau menang dapat duit dari wali kelas terus Alvonso menang juara 1 dan dapat duit Rp. 300,000 terus teman - teman Alvonso minta traktir di kantin ya sudah Alvonso traktir deh." terang Alvonso
" Tapi kenapa 6 orang teman - temanmu yang lainnya mana?" tanya mommy Laras.
" Yang juara ke dua traktir di cafe jadi hampir semuanya ikut mereka, Alvonso salah ngga mom? kata mommy jadi orang harus saling berbagi dan jangan pelit." ucap Alvonso.
" Alvonso tidak salah, mommy bangga padamu sayang dan kamu Alvian ikuti seperti kakakmu harus saling berbagi." ucap Laras menasehati anaknya dengan lembut.
" Baik mom." ucap Alvian patuh.