NovelToon NovelToon
My Secret Love

My Secret Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:207.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lilis Seryani Pasaribu

"Berhentilah berpikir terlalu tinggi. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu, " ~ Ardiofael Sato

"Aku bermimpi untuk menjadi istrimu dimasa depan, " ~ Keysia Holand

===

Sungguh hal yang sangat aneh bisa memiliki perasaan ini sejak lama. Maka sudah seharusnya sejak awal harus dihapus. Ketika harus menghapus perasaan, ada dua orang anak kecil yang hadir karna sebuah kesalahan.

Hal yang paling aneh, ketika tidak tau bersama siapa melakukannya sampai dua sikembar kecil mewarnai warna hitam itu jauh lebih terang.

===

Kopi itu pahat
Senja itu sempit
Rindu itu sakit

#RAS ❤

Salam dari Lis'R Story
💏💏💏



Ikutin keseruan Keysia Holand dan Ardiofael Sato dalam cerita my secret love

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilis Seryani Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjelasan

Pukul sebelas malam, Dio tiba dikediaman Keysia. Dia mengendong Queen dan memasuki rumah itu. Dia mendapati wanita itu dan Dominic masih terjaga. Dia menghela napas dan melanjutkan perjalanannya.

"Queen," suara Key tertahan kala Dio menajamkan pandangannya.

"Dia sudah tidur, dimana kamarnya." tanyanya dengan nada dingin.

"Diatas," Dio mengangguk dan berjalan mendahului Key.

Dominic menatap kesal kepada lelaki namun ada perasaan lega ketika mendapati Queen kembali dengan selamat. Rafa yang melihat Dominic mendekati anak kecil itu.

"Kamu tidak tidur?"

Anak itu menghela napas, tanpa menjawab dia berjalan menuju tangga dan meninggalkan Rafa sendiri diruang tamu.

"Cih, gak ada bedanya sama bapaknya. Hem, gua harap sih emang benar bapaknya," Rafa mendudukan dirinya disofa seraya memijat pelipisnya yang terasa sakit.

Dominic melihat kedalam kamar Queen, disana Dio dengan lembut mengelus kepala adiknya itu dengan lembut. Sementara Key berdiri duduk disudut tempat tidur milik Queen.

"Dia udah istirahat. Gua pulang," ujar Dio dingin

"Hem, makasih." Tak mendapat tanggapan Dio berjalan keluar dan mendapati Dominic yang melihatnya berjalan.

Dio menghela napas, lelaki itu berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Dominic. Dia mengelus kepala itu dengan lembut.

"Tidurlah. Hari ini pasti berat untukmu," Dominic megangguk dan berjalan menuju kamarnya.

"Dio..." panggil Keysia menghentikan langkah kaki Dio.

"Kenapa kamu baik sama aku?"

"Aku? Baik? Bukan, aku bukan baik samamu. Setelah kamu menyerah dengan perasaanmu padaku aku meyadarinya selama seminggu ini dan aku juga akan kembali kediriku yang dulu. Aku tidak akan peduli dengan perasaanmu lagi apabila itu akan muncul suatu saat. Dan aku melakukannya demi anak-anakku,"

"Mereka--"

"Mereka anakku. Aku kecewa banget sama kamu. Bahkan lelaki yang menidurimu pun tidak kamu ingat. Kamu lucu sampai membuat ku muak."

"Apa? Jadi kamu yang meniduriku?" tanya Keysia syok.

"Ck... Aku melakukannya bukan karna aku mau. Aku menolongmu dan kamu memaksaku melakukannya padamu."

Plak!!!

Keysia menampar Dio dengan begitu kuat, lelaki itu tersenyum miring dan mendapati Keysia yang sepertinya menyesal telah menampar Dio.

"Jangan, kamu dekati aku dan anak aku," geram Keysia

"Kamu gak ada hak. Mereka anak-anak aku,"

"Aku punya hak, aku ibu mereka dan aku yang mengandung dan melahirkan mereka. Sementara kamu? Apa yang kamu lakukan? Hah?" Bentak Key

"Kamu gak tau apa yang aku lakukan. Kamu yang memilih untuk berjuang sendiri. Kalo kamu  tau bagaimana aku mencari jejakmu selama empat tahun ini, kamu pikir aku orang gila setelah menikmati lalu membuangnya? Itu, karna aku tau mereka anak aku makanya aku berusaha membujukmu untuk menikah denganku, semua ini karna anak aku bukan karna aku memiliki perasaan padamu."

Keysia terkejut mendengar apa yang dia dengar, ternyata Dio sama sekali tak memiliki perasaan padanya. Apa? Apa dia terlalu membanggakan dirinya? Dio tampak marah saat mengatakan itu semua, dan dengan bodohnya dia megakui kalo dia memimpikan dirinya sebagai istri Dio beberapa saat yang lalu. Ternyata ungkapan yang di lontarkan hanya mempermalukan dirinya sendiri.

"Berhentilah berpikir terlalu tinggi. Dari dulu sampai detik ini aku tidak pernah memiliki rasa apapun padamu." ketus Dio

"Lan-lantas kenapa kamu menolongku seperti yang kamu katakan tadi?" Keysia berharap ada celah rasa suka Dio padanya walaupun itu satu menit waktu menolongnya.

"Aku menolongmu bukannya sudah jelas? Mark si breng*ek itu selalu iri padaku dan berpikir jauh tentang hubunganku dan kamu. Ya, tentu saja aku gak ingin kamu rusak karna aku," jawab Dio enteng

"Tapi pada akhirnya aku rusak karna mu juga." kata Key dengan suara pelan

"Hem... itu memang benar. Tapi itu lebih baik karna aku akan selalu bertanggung jawab. Jika, Mark yang melakukan maka kamu sudah akan dibuang dan tidak akan mencarimu. Mungkin, jika dia tau kamu mengandung anaknya kamu akan dibunuh olehnya."

"Dan, kamu harus tau." Dio berjalan mendekat kepada Key, "Yang merusak diri kamu adalah kamu sendiri. Kamu yang memaksaku melakukannya, bukan karna aku mau." bisiknya

Suara itu bagaikan pisau yang menancap sampai ke ulu hati. Keysia benar-benar tidak menyangka ternyata Dio memiliki sifat *devil * yang menyeramkan.

"Baiklah, aku sudah mengatakannya semua. Rasanya sangat lega ketika mengatakan ini. Kalu begitu nona Keysia, aku pamit"

"Tunggu," Dio berbalik ketika mendengar suara wanita itu, "Jangan bilang waktu dipesta James kamu pura-pura tidak mengenalku karna ingin aku menyerah padamu."

"Catch... tebakanmu benar. Karna kamu sangat merepotkan, sama ketika kita masih kecil." Air mata sudah penuh dipelupuk mata dan tanpa diminta air mata itu jatuh membasahi pipi Keysia.

"Aku pergi." pamit Dio

"Ehm, aku lupa. Untuk soal anak-anak biar lebih percaya aku akan bawakan hasi tes DNA nya besok padamu. Kamu gak usah takut, aku gak akan mengambil mereka darimu. Tapi, kamu tidak memiliki hak untuk menghentikan aku untuk bertemu mereka. Dan lagi, segera katakan pada mereka kalau aku memang daddy mereka." Usai mengatakan demikian, Dio berjalan menuruni tangga.

*Kenapa kamu harus menangis? Bukankah, kamu meginginkan hal ini terjadi? *

Dio membatin, namun ia mencoba bertahan dengan pendiriannya. Rafa yang melihat Dio turun mengikuti lelaki itu keluar dari kediaman Keysia. Dia tak sempat berpamit pada wanita itu karna Dio sudah buru-buru keluar dari rumah.

Sementara Keysia berjalan ke kamar dengan pikiran kosong dan memasuki kamar mandi yang berada didalam kamar dan menangis sejad-jadinya didalam sana. Rasa sakit hati, kecewa semua menjadi satu. Dia memuaskan segalanya degan menangis disana.

"Kenapa... kenapa bareng satu menitpun kamu tak menyukai ku. Kenapa hanya aku yang menyukai lelaki sepertimu?" teriaknya.

.

.

.

Didalam mobil suasanaya begitu mencekam, bahkan aura yang Dio keluarkan sangat kuat membuat orang berpikir kembali untuk mengajak lelaki itu berbicara. Tapi, bukan Rafa namanya kalopun dia tau konsekuensinya ketika dia sudah memiliki pertanyaan maka akan dia utarakan begtiu sajaa

"Apa yang terjadi?" tanyanya

"Banyak." Jawab Dio singkat

"Coba jelaskan!"

"Diamlah! Kemudikan dengan baik jangan banyak bicara." ucap Dio sambil memejamkan matanya

"Dimana Nat?" tanya Dio tiba-tiba teringat dengan adik bungsunya.

Tak ada jawaban dari Rafa, lelaki itu hanya fokus pada jalanan membuat Dio memukul kepalanya.

"Kenapa denganmu?" Tanya Rafa emosi

"Nat dimana? Kenapa kamu diam?"

"Bukannya tadi kamu yang memintaku diam." ejek Rafa

"Jangan banyak bicara. Jawab saja apa yang aku tanyakan,"

Rafa mendengus kesal, "Sudah diapartemen. Tadi Arley mengantarkannya." Dio mengangguk dan kembali memejamkan matanya.

Menyebalkan. Kenapa bisa kamu memimpin perusahaan dengan sikap arogan dan dingin begini. Haruskah aku melapor pada papa.

"Berhenti memikirkan yang aneh-aneh," Rafa merinding mendengar Dio, apa lelaki ini bisa membaca pikiran bagitu pikirnya.

"Gua bisa baca pikiran lo," ejek Dio

Rafa semakin merinding mendengar jawaban Dio barusan. Sepertinya benar, Kokonya memiliki kekuatan membaca pikiran. Maka Rafa tidak akan memikirkan hal duniawi di depan Dio, itu akan sangat memalukan.

Lis'R Story

1
Tulip
terlalu lama tidak peka dg perasaan kamu dio
Tulip
mkanya Dulu jgn sok dingin pura2 nolak key padahal cinta, nyesekkan ditolak key
Tulip
nah hamidun lagi si key
Tulip
terlalu bnyak rahasia kamu dio. rasain
Tulip
kl gak mau cemburu makanya peka jadi org, ini malah lbih perhatian sm angel
Tulip
tuan egois masih mau tinggi jg egomu
Tulip
Dio terlalu gengsi mengakui perasaannya makan tu gengsi ditinggal nikah baru tau rasanya
Tulip
udah key gak usah deket sm leon aja pasti dio akan ketar ketir nanti
Tulip
Dio ngaca dong ngomong kay keras kepala, dirimu lebih dr ity
Dewi Sari
thor plisee bikin key hgn sprt itu terlihat banget merendah diri..bikin key kuat tegas dan ga cengeng...gregetaan aqu liat key gitu iihh
re
Next
my nov
masih ada bonus part nya Thor..?? aku masih nungguin..
LisR Story: terimakasih ya kak, tapi udah end kak. bingung melanjut hehehe
total 1 replies
Virgonia Gusepa
ini masih lanjut ga thor...kok lama banget update nya
LisR Story: selesai kk. Terimakasih
total 1 replies
re
Anak dajal hehe
Mardiana Okto
semangat Thor kami masih setia menunggu kelanjutan ceritanya
re
Hehe malah ngambek key nya di hari pengantem
Mamanya Riski Dan Ismail
thorr lanjut nya jgn lama2
re
Akhirnya sah
re
Dio takut anak hehe
LisR Story: iyr kak biar gk macam macam lagi kr emaknya haha
total 2 replies
re
Imut anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!