cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebelet nikah
" hahaha...oma lucu,anak orang kok di ajak pindah kesini,ya marah lah ibu dan ayah Arini" jawab Naura
" hmmm,,,,bagaimana kalau kita angkat Arini sebagai.."
" anak angkat papi" potong Naura
" ya...oma telat,,,memang Arini sudah seperti anak sendiri sama papi,iya kan pi?" kali ini dia bertanya pada Bagas
Bagas diam wajah nya memerah takut akan terjadi sesuatu
"kalau yang lain?" tanya oma
" maksud oma? pembantu gitu...!! oma jahat masa Arini harus bekerja di sini,tanpa jadi pembantu pun papi sudah sering belanjakan Arini,apa yang aku beli pasti papi beli juga untuk Arini" protes Naura
" bukan....bukan pembantu" ucap Oma
Rindu menghentikan suapan pudingnya dia mulai mengerti arah pembicaraan mamanya
" ma,,," tegur Rindu menatap tajam ingin minta penjelasan
" huf...." Bagas menarik nafas panjang
" setelah lulus kamu mau masuk kuliah dimana ra?" tanya Rindu mengalihkan pembicaraan
" belum tau tante,dimana Arini disitu aku" jawab Naura
" kok gitu?"
" ya...kita kan soulmate,jadi nggak bisa pisah gitu,iya kan Beb" tanya Naura
Arini hanya mengangguk dan tersenyum
" Ra....kamu yakin nggak mau papi kamu nikah lagi?" tanya oma mulai memancing Naura
" nggak lah oma,buat apa nikah lagi anak nya udah ada,sekarang udah malah ada Arini yang nambah,ada oma,ada tante rindu,ada Syifa jadi papi nggak bakal kesepian,udah nggak butuh nambah orang Lagi..kita udah rame oma nggak butuh orang baru" jawab Naura masih dengan mengunyah Pudingnya
" kalau orang lama" tanya oma lagi
" hmmm" Bagas berdehem
" Ma,mau tambah puding lagi?" tanya Rindu
" nggak,,mama takut kalau terlalu banyak makan manis" tolak Oma
" sepertinya sudah sore, aku mau antar Arini pulang dulu oma,takut ibunya marah kelamaan disini" ujar Naura berdiri
" ayo beb,aku antar..tadi kamu nggak izin nginap sih disini,ntar ibu marah lagi sama gue" lanjut Naura menatap Arini
Arini berdiri dan menyalami oma dan tante Rindu serta suaminya
" sayang nya,tante pulang dulu ya" ucap Arini mengecup pipi Syifa
Lalu berjalan kearah Bagas
" aku pulang dulu pih" ucapnya mencium punggung tangan Bagas hal itu tidak luput dari pandangan Oma dan Rindu
setelah Naura pergi mengantar kan Arini Rindu menarik tangan Oma
" maksud mama tadi apa nanya gitu sama Naura ma?" tanya Rindu
" bukan nya aku nggak tau maksud mama,mau coba jodohin Arini sama Bagas ya,udah lah ma nggak usah jodoh-jodoh in lagi ma,ntar kejadian lagi seperti dulu,kan kasihan kalau Arini masih mudah udah jadi janda" omel Rindu
" siapa yang mau jodoh kan,tanya sendiri tu sama Mas mu,orang dia udah pacaran sama Arini" ucap oma kesal
" apa" pekik Rindu
" yang bener Mas" tanya nya lagi yang memang jarang memanggil Bagas dengan sebutan mas karena jarak mereka tidak jauh,tidak sampai 1 tahun umur Bagas oma sudah mengandung Rindu
" eemmmmm" jawab Bagas
" kok bisa?" tanya Rindu penasaran
" ya bisa lah,kamu aja bisa menikah dengan Zyin,ganteng keturunan arab lagi,sedangkan kamu gak ada cantik-cantiknya" ejek Bagas
" enak aja kalau aku jelek nggak kan mau itu si Zyin sama aku,iya kan sayang?" tanya Rindu pada suaminya
" iya...iya" jawab Zyin takut Rindu merajuk
" Aneh aja kok bisa Arini suka sama kamu yang udah kepala mau kepala 4 ini" ujar Rindu
" itu tandanya Arini pintar bisa bedain mana yang bisa jamin kehidupan dia,aku masih ganteng,mapan lagi" ucap Bagas sombong
"mulai deh Narsis"
" Rin,, tolong bujuk in Naura buat terima Arini,aku udah nggak bisa nunggu lagi,keburu tua"
" Yah,,ngaku juga kan kalau sudah tua...usaha sendiri donk"
" kamu tau sendiri kan Naura itu keras kepala,susah untuk di bujuk...nanti Arini keburu diambik orang"
" kebelet banget mas,kalau memang jodoh nggak akan kemana kok,ntar aku coba bicara sama dia" ucap Rindu menenangkan hati Bagas
sukses selalu thor