NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. I'm Suspicious

BEBERAPA HARI KEMUDIAN ....

H-1 HARI PERTUNANGAN.

Seluruh keluarga besar Rangga telah tiba di Indonesia, termasuk Keyza dan suaminya. Keluarga Bianka pun telah tiba di rumah kedua kakek dan neneknya. Gara tak mengerti, kenapa semuanya terasa begitu cepat. Gara ingin membatalkan pertunangannya. Tapi, bagaimana dengan nasib dan kehidupan ia selanjutnya?

Aku akan punya anak sebentar lagi. Aku harus membiayai dia dengan segala kemampuanku. Kalau aku membatalkan pertunangan ini, mungkinkah aku akan mendapatkan perusahaan? Aku pasti dibuang oleh Ayah, dan aku tak akan mendapatkan apa-apa. Aku begini, karena aku ingin anakku tetap kuberi uang nantinya. Maafkan aku, calon bayiku. Bukan maksudku tak ingin memperjuangkan mu, tapi ini adalah kesalahan besar. Keluargaku pasti tak akan memaafkan aku. Maafkan aku juga, Hila. Hatiku sungguh kacau. Tapi, Bianka juga tak salah. Ia tak mungkin aku tinggalkan begitu saja. Aarrgghhh, aku pusing sekali.

Gara hanya bisa merenung terdiam memikirkan keadaan yang sesungguhnya. Ia ingin memiliki Hila dan bayinya, tapi ia juga ingin memiliki perusahaan. Karena ia tak mungkin, membiayai anaknya tanpa uang. Pilihan yang sulit dan tak bisa Gara putuskan begitu saja.

"Kenapa lu, Gar?" tanya Andra.

"Gak apa-apa, eh by the way, selamat ya, atas kelahiran baby girl elu. Maaf, gue belum bisa kasih kado nih." Gara tersenyum getir.

"Gak apa-apa, Gar. Gue tahu, lo sibuk menyiapkan acara lo." Andra menepuk pundak Andra.

"Ndra ... gimana rasanya nemenin Nisha melahirkan?" tanya Gara tiba-tiba. Entah mengapa, Gara ingin tahu hal tersebut.

"Denger ya, Gar ... ini pengalaman pertama bagi gue, melihat istri gue melahirkan buah hati yang selama ini gue tunggu-tunggu. Sungguh, hati gue terenyuh, gue sakit banget lihat Nisha kesakitan. Gue bisa merasakan rasa sakitnya, Gar. Disitu gue nangis, gue ngerasa, perjuangan Nisha untuk menyelamatkan anak gue, benar-benar besar. Gue merasa, Nisha itu malaikat. Dia rela hamil dan membawa janin gue sampai sembilan bulan, dia rela, kesulitan makan dan berkurangnya kenikmatan apapun, dia rela dan ikhlas, demi anak gue. Gue nangis Gar, ketika lihat Nisha berjuang antara hidup dan mati, untuk melahirkan anak gue," Andra bercerita.

DEG, hati Gara ikut terbesit mendengar ucapan Andra.

"Terus, terus? Gue pengen denger cerita lu, Ndra," ucap Gara.

"Iya, Nisha kewalahan, Nisha gak kuat ngelahirin bayi gue. Dia nangis, keringat dingin, dia benar-benar menjerit kesakitan. Dan gue hanya bisa diam, gua gak bisa apa-apa selain bantu doa dan megangin tangan dia. Ada kalanya gue cium keningnya, gue ingin dia nyaman dan tetap rileks, karena gue ada di sampingnya, gue nemenin dia, dan gue ikut merasakan gimana sakitnya. Itu saja sudah memberikan banyak energi positif untuk istri gue. Dia merasa nyaman dan tenang karena gue selalu di sisinya. Hingga dia pun semangat lagi, dan berusaha keras untuk melahirkan bayi gue dengan sehat dan selamat. Benar-benar perjuangan seorang wanita yang tak ada bandingannya, Gar ... gue salut sama Nisha, gue janji, gue gak akan khianati dia, karena gue tahu, betapa cintanya dia sama gue, karena itulah dia rela melahirkan bayi gue walau sesakit apapun." Andra menjelaskan sambil berkaca-kaca.

DEG, Gara merasa tertampar bolak-balik mendengar penjelasan Andra. Dimana Andra sebagai seorang suami, benar-benar menjadi suami siaga untuk Nisha, menemani Nisha untuk melahirkan dan bertemu buah hati mereka. Gara pun merenung, bagaimana dengan ia dan bayinya? Mungkinkah Gara bisa menemani bayinya lahir? Mungkinkah Gara bisa menemani dan menguatkan Hila, ketika Hila akan melahirkan?

Andra ... sebegitu bahagianya kah kau menemani istrimu melahirkan? Kenapa jadi aku yang sedih. Aku merasa bodoh, aku tak mengerti, kenapa aku sebodoh ini? Aku merasa malu pada Hila. Hila hamil, aku bahkan tak tahu, mungkin saja, Hila pun mengalami kesulitan dalam masa kehamilannya. Dan bodohnya aku, aku tak ada di sampingnya. Aku tak tahu, bagaimana ia bertahan dan kuat. Aku harus bagaimana sekarang? Apalagi, sebentar lagi Hila akan melahirkan. Mendengar cerita Andra, aku jadi tak tega membiarkan Hila sendirian. Tapi, apa aku bisa bersamanya? Aku bingung, apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku batalkan saja pertunangan ini? Tapi ... bagaimana dengan nasib perusahaanku? Batin Gara yang terlihat begitu terpuruk.

"Gar, kenapa lu?" Andra mengagetkan lamunan Gara.

"Ah i-ya, Ndra ... enggak, kok. Gue gak apa-apa. Selamat sekali lagi ya, elu beruntung punya istri dan anak. Lengkap sudah kehidupan lu, Ndra." Gara tersenyum pada Andra.

"Thanks, Gar. Lu juga sebentar lagi pasti merasakannya. Happy engagement, and welcome new Direktur of Lexus Corporindo." Andra menyemangati Gara.

(Selamat tunangan, dan selamat datang direktur baru Lexus Corporindo.)

"Thank's Ndra ..." hanya itu yang bisa Gara ucapkan. Padahal, didalam hatinya berkemelut penuh kebimbangan dan keraguan.

...❤❤❤...

Siang ini, Keyza dan suaminya telah selesai mengadakan pertemuan dengan teman masa sekolahnya dulu. Mereka pun memutuskan untuk segera pulang. Didalam perjalanan, Keyza melupakan sesuatu, bahwa ia harus membeli kado untuk acara pertunangan Gara esok hari.

"Mas Dion, aku lupa, aku belum membelikan hadiah pertunangan untuk Gara dan calon istrinya. Aku begitu sibuk mengurus hari jadi pengangkatan Gara, aku sampai lupa bahwa esok mereka akan tunangan," ucap Keyza.

"Kamu ingin membelikan apa untuk mereka? Beli saja, mumpung ini masih siang, tapi aku lelah, aku ingin istirahat saja, kamu sama Bagas saja, ya?" ucap Dion, suami Keyza.

"Baiklah, aku mengerti, Mas. Kamu pasti lelah, kamu jaga Vinka saja di rumah Om Davian. Biar aku yang pergi bersama Bagas. Kamu tak ada kegiatan apapun kan, Gas?" tanya Keyza.

"Enggak ada, Bu. Kebetulan, saya juga ada sesuatu yang akan dibeli sesuai perintah Pak Gara. Kebetulan saja, nanti beli bareng Ibu aja." Ujar Bagas.

"Baiklah, antar dulu suamiku pulang, Bagas." Ujar Keyza.

Satu jam kemudian, Keyza dan Bagas telah sampai di sebuh tempat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Keyza memilihkan kalung dan cincin berlian, untuk hadiah pertunangan adiknya. Keyza pun membelikan tas branded yang harganya lumayan mahal untuk Bianka.

"Aku belum mengenal calon tunangan Gara, jadi aku belikan sesuai seleraku saja. Suka atau tidak, semoga saja dia akan menyukainya." Ucap Keyza sambil melihat kado yang akan ia berikan.

"Tas itu cantik sekali, Bu. Calon tunangan Pak Gara pasti menyukainya. Ibu memang pintar memilih." Bagas mengacungkan jempolnya.

"Oh iya, Gas ... tadi, kamu bilang mau beli apa?" Keyza teringat ucapan Bagas di mobil.

"Ih, i-itu, anu Bu ... sebenarnya, Pak Gara meminta saya membelikan beberapa set pakaian bayi dan perlengkapan bayi baru lahir. Lengkap dengan baju dan accesoriesnya. Saya sedikit bingung, pacar saja gak punya, tapi Pak Gara meminta saya untuk membelikannya. Bahkan, kartu kredit Pak Gara pun saya yang memegang. Apa Ibu mau bantu saya untuk memilihkannya?" tanya Bagas.

Deg. Keyza yang mendengar penjelasan Bagas pun begitu kaget dan curiga. Kenapa Gara harus membeli perlengkapan bayi.

Kenapa Gara menyuruh Bagas membelikan perlengkapan bayi? Apa Bianka hamil? Kenapa Gara memerintahkan Bagas sekretarisku untuk membeli semua itu? Batin Keyza.

"Hah? Perlengkapan bayi? Kenapa Gara menyuruhmu membeli semua itu? Apa Bianka calon tunangannya itu hamil? Iya?" Keyza sedikit kesal.

"Bu-bukan, Bu. Bukan untuk calon tunangannya Pak Gara. Ta-tapi, itu, tapi untuk ..." ucapan Bagas sedikit gagap dan terbata-bata.

"Untuk siapa, Bagas? Bicara yang bener!" Keyza berbicara dengan nada tinggi.

"Itu, Bu ... untuk, cleaning service kita, Hila ... yang dulu Ibu tolong, dan sekarang dekat dengan saya," jawab Bagas gugup.

"Apa? Untuk Hila? Kenapa Gara ingin membelikan perlengkapan bayi untuk Hila? Memangnya mereka saling kenal? Memang aku tahu, Hila sebentar lagi akan melahirkan, bukan? Dan Hila pun tengah cuti hamil, kan? Sejak kapan Gara mengenal Hila?" Keyza jadi bertanya-tanya.

"Saya kurang tahu, Bu. Saya hanya diperintahkan oleh Pak Gara. Jadi, apa Ibu mau membantu saya membelikannya?" tanya Bagas polos.

Keyza berpikir, "Baiklah, ayo kita belikan semua perlengkapan bayi. Setelah ini, aku juga ingin ikut ke rumah Hila, untuk mengantarkan semuanya. Dan aku ingin tahu, apa hubungan Gara dan Hila, kenapa Gara harus membelikan perlengkapan bayi untuk Hila?"

"Baik, Bu. Terima kasih, Ibu telah mau membantu saya. Mungkin, karena Pak Gara kasihan kali Bu, sama Hila ... jadi, Pak Gara berbaik hati membelikan semua untuk Hila."

"Menurutku, tidak begitu, Bagas. Gara bukan tipe lelaki yang peduli pada orang asing. Kecuali, jika mereka berdua saling mengenal. Ayo, kita beli semuanya, dan datang ke rumah Hila." Ucap Keyza yang kini mulai curiga.

*Bersambung*

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA SEMUANYA...❤

Yang masih ada Vote nya, Vote juga cerita ini. Yang banyak poinnya, kasih juga hadiahnya untuk cerita ini kalau kalian suka hehehe

I love you, guys 🥰😘

1
kalea rizuky
g rela jalang Bianca dpet gata
kalea rizuky
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
kalea rizuky
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!