Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 21
Sudah Kayla duga Kalau Adrian sudah pulang dari kantornya melihat mobil yang dipakai Adrian tadi pagi sudah terparkir rapih digarasi.
"Yuk sayang kita masuk.. " Kayla menggandeng Miya ke dalam rumah.
Keduanya pun masuk ke rumah. Di ruang tengah sudah ada Adrian yang menanti mereka pulang.
"Papa... " Miya menghambur ke Adrian. Gadis kecil itu memeluk Papanya penuh kerinduan padahal hanya selang beberapa jam mereka tidak bertemu dan Adrian balas memeluknya.
"Anak Papa kemana aja hari ini?" Tanya Adrian memperlihatkan dua sudut bibirnya terangkat ke atas.
'Huhhh.. Kalau saja lawan bicaranya aku. Jangankan senyum malah di beri muka temboknya, syukur-syukur tidak pakai omelan.' Dongkol Kayla dalam hatinya.
"Papa Miya bawain cake warna-warni buat Papa loh..! Miya yang buatin." Miya melepas pelukannya pada Adrian lantas menunjukkan dan memberikan rainbow cake yang dibawanya.
Adrian pun menerima dan membuka wadah isi rainbow cake tersebut.
"Papa kok yakinnya ini buatan Mama, ya. ." Ucapnya sambil melirik Kayla sekilas.
"Iya iya Mama yang buat, tapi kan Miya ikut bantuin Papa."
"Tadi bilangnya buatan Miya.. " Adrian menjawil hidung Miya kemudian mengambil satu potongan kecil rainbow cake dan memakannya.
"Jangan habisin Papa.. Ini punya Miya." Tiba-tiba Miya menarik cake-nya dari hadapan Adrian.
"Katanya tadi buat Papa?" Tanya Adrian kecewa.
"Buat Papa cicipin sedikit, sisahnya buat Miya simpan buat Miya makan besok. Soalnya kata Mama, Miya gak boleh makannya sekarang karena bisa bikin gigi Miya ada lobangnya." Jelas Miya sebelum berlalu ke dapur meminta Bi ina menyimpannya di kulkas setelah sebelumnya dia melakukan hal yang sama dengan yang apa dilakukannya pada Adrian kepada Bi Ina.
Sementara itu di ruang tengah Adrian telah kembali memasang muka datarnya.
"Kau kemari..!" Perintah Adrian pada Kayla.
Karena merasa pergerakan Kayla lama. Adrian berdiri, mendekat dan menarik Kayla kepelukannya.
Sontak saja hal itu membuat Kayla kaget tapi tidak menolak pelukan Adrian meskipun tidak membalas pelukannya.
"Lama..! Selain manja ternyata kau lelet juga, Dasar kura-kura!"
'Setelah mengejekku dengan panggilan anak manja sekarang kura-kura, besoknya apaan? Mana lagi peluknya belum dilepas- lepas. Haisss, kalau ditolak ngomel tapi kalau dibiarkan makin seenaknya ke aku.' Dumel Kayla dalam hatinya.
Adrian menatap intens pada wajah Kayla tepatnya pada matanya.
'Kamu kok semakin hari semakin cantik Key? Bibir kamu yang cemberut bikin aku jadi gemes pengen gigit lagi!' Batin Adrian.
"Bosok kamu mau kemana lagi biar tidak kebosanan hm.. ?" Adrian melonggarkan pelukannya seraya salah satu tangannya membenarkan anak rambut Kayla.
Kayla diam tak tahu harus menjawab apa, mendadak otaknya lemot dan jantungnya masih setia berdebar kencang. Kayla yakin kalau Adrian dapat mendengar debaran jantungnya itu.
Cupp,
Tidak dapat ditahan lagi, Adrian mengecup lama dan bergantian di kedua pipi Kayla.
Kayla melotot meminta penjelasan.
"Pipi kamu merah." Ucap Adrian tanpa dosa.
"Kalau pipiku merah kenapa? Memangnya Mas boleh seenaknya menciumnya.."
"Ternyata kamu bawel juga. Sepertinya aku harus berusaha keras."
"Maksud Mas apa sih?" Sarkas Kayla.
Adrian tampak berpikir sejenak. "Kalau kau tidak terima pipimu yang aku cium, kau boleh balas mencium pipiku."
Tanpa berpikir panjang Kayla tanpa sadar berjinjit dan mencium Adrian.
'Oh tidak!!' Kayla meringis dalam hatinya.
Adrian menatap tajam Kayla. "Mulai besok kamu kerja ikut aku ke perusahaan!" Jelasnya sebelum mengiring Kayla sedikit paksa ke kamar.
Adrian menyeringai nakal, "Dan tadi aku ngomongnya apa? Kamu boleh balas menciumku di pipi bukan dibibir."
Kayla tadinya memang berniat akan membalas mengigit pipi Adrian bukan menciumnya. Tapi karena tidak dapat menjangkau pipinya walau sudah berjinjit, ditambah pergerakan dari Adrian membuat Kayla yang berjinjit goyah dan tanpa sengaja malah mencium bahkan mengigit bibir Adrian.
BRAKKK.
Adrin menutup dan mengunci pintu kamarnya kasar kemudian mendorong Kayla jatuh ke atas ranjang.
"Sepertinya aku harus memberimu sedikit hukuman!" Ucap Adrian menyeramkan dan terdengar seperti peringatan bahaya bagi Kayla.
•••
**TO BE CONTINUED
26-02-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.
Mohon dukungan vote-nya juga ya**..😊