NovelToon NovelToon
Marcella & Olivia

Marcella & Olivia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Pihak Ketiga
Popularitas:249
Nilai: 5
Nama Author: Denny Ramdhani

Lima tahun menjalin hubungan dengan Marcella, hidup Doni terasa begitu tenang. Marcella adalah definisi wanita ideal. Cantik, cerdas, anggun, dan penuh perhatian. Doni yakin masa depannya sudah terkunci pada wanita itu. Namun, keyakinan tersebut mendadak goyah saat suatu hari dia bertamu ke rumah kekasihnya itu, dan bertemu dengan adik kandungnya.

Olivia namanya. Sifatnya bertolak belakang dengan sang kakak. Enerjik, meletup-letup, dan sporty. Pertemuan pertama disambung dengan pertukaran pesan sampai tengah malam menyalakan percikan rasa yang salah di hati Doni. Muncul kedekatan rahasia yang melahirkan dilema: bertahan demi cinta yang telah dijalin lama, atau hanyut oleh debaran baru yang lebih memicu adrenalin.

Terjebak dalam rasa bersalah, Doni melarikan diri dengan menumpahkan seluruh kegelisahan dan rahasianya menjadi sebuah cerita fiksi di NovelToon. Ironisnya, novel itu justru viral dan ikut dibaca oleh kedua saudari itu. Di antara dua rasa, siapakah yang akan terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denny Ramdhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Pesona Berbahaya

“Kak Cella! Aku menang lagi! Lolos ke final”, teriak Olivia riang meluapkan kegembiraannya karena berhasil membawa timnya melaju ke babak final. Dia melompat-lompat kegirangan lalu menyambut pelukan sang kakak yang memang sudah dari tadi merentangkan kedua tangannya bersiap untuk memberikan pelukan pemberi selamat.

“Selamat, Liv! Kakak juga ikut seneng”, ucap Marcella bangga saat wajah mereka mendekat dalam pelukan. “Tapi, Liv…” Marcella melepas pelukannya. Ekspresi terkejut tampak jelas di wajah Olivia bertanya-tanya apa yang akan dibahas kakaknya. “Kamu, kan sudah sering menang. Masa masih happy terus sih tiap menang. Kirain udah biasa aja”, goda Marcella sambil menertawakan ekspresi kaget Olivia yang dia rasa sangat lucu. Marcella tertawa lepas merasa berhasil menjahili adiknya.

“Oh… Ya, nggak gitu dong, Kak. Namanya menang, ya pasti happy, lah! Kata pelatih Oliv, anggaplah setiap pertandingan itu sebagai final. Jadi, setiap pertandingan kita kerahkan semua tenaga kita sampai maksimal. Makanya, mau menang berapa kali pun, rasanya puas dan bahagia banget!”, ucap Olivia dengan nada cukup puitis tapi tetap terdengar seperti bercanda.

“Tapi kok, kamu tadi kayak kaget gitu, lucu banget”, tawa Marcella masih belum reda sedari tadi. Bahkan semakin pecah saat mendengar ‘kata-kata mutiara’ yang menurut dia tidak cocok keluar dari mulut adik kesayangannya itu. Marcella tidak sadar. Selagi dia asyik tertawa, tatapan mata Olivia yang tajam sempat mengunci mata Doni selama beberapa detik, seolah sedang mengirimkan sinyal rahasia yang hanya dimengerti oleh mereka berdua. Waktu terasa berhenti sejenak kala mereka saling menatap satu sama lain.

“Oh iya, Liv. Kenalin, ini Doni. Sengaja aku ajakin dia buat nonton kamu, sekalian kenalan secara resmi untuk pertama kalinya. Kalian kan belum pernah ketemu”, sela Marcella riang tanpa rasa curiga sedikitpun, memecah keheningan sesaat di antara mereka. “Don, ini Olivia. Adikku yang sering aku ceritain, yang kamu lihat banyak pialanya di rumah. Nah, ini yang punya”, ucap Marcella membanggakan adiknya. Dia menarik lengan Doni agar berdiri lebih dekat. “Kemarin, kan kamu cuma ngintip doang pas di GOR. Pas di rumah juga, si Oliv tidur seharian di kamarnya, nggak pernah keluar kamar. Nah, sekarang mumpung orangnya udah di depan mata, salaman dulu dong.”

“Pertama kali kenalan katanya?”, batin Doni menjerit. Jika Marcella tahu bahwa Doni sudah pernah mengobrol panjang lebar dengan Olivia di ruang tamu rumahnya, dan bahkan menyimpan tumbler gadis ini di dalam tasnya, Marcella pasti tidak akan seceria ini.

Doni hanya bisa menelan ludah. Dia merasakan jantungnya berdegup gila-gilaan. Dia terpaksa mengulurkan tangannya, berpura-pura menjadi orang asing yang baru pertama kali berkenalan dengan adik pacarnya sendiri.

“Hah? Cuma ngintip doang? Aku jelas-jelas lihat dia duduk di tribun nonton aku main sampai pertandingan selesai. Kita juga sempet ngobrol bentar sebelum Kak Cella nelpon”, batin Olivia heran sampai membuat alisnya bertaut. “Kok, dia bohong ke Kak Cella?”

Rasa heran itu dengan cepat berubah menjadi kecurigaan. Olivia menatap uluran tangan Doni. Sudut bibirnya terangkat tipis, nyaris tak kentara, sebelum akhirnya menyambut jabatan tangan Doni. “Olivia, Kak”, ucapnya singkat. Kulit tangannya yang hangat dan sedikit kapalan khas atlet basket menyentuh telapak tangan Doni yang mendadak dingin karena gugup.

“D-Doni”, jawab Doni kaku, buru-buru menarik tangannya kembali seolah baru saja terkena sengatan listrik.

“Makasih, ya udah dateng, Kak Doni”, sambung Olivia ramah. Kalimat itu meluncur dari bibirnya dengan nada datar yang teramat formal. Tatapan matanya kembali mengunci mata Doni selama beberapa detik, sebelum akhirnya dia memalingkan wajahnya ke Marcella.

Doni hanya bisa mengangguk kaku, tenggorokannya mendadak kering bagaikan gurun pasir.

Beruntung, Marcella tidak menyadari keanehan itu. Dengan antusias, dia langsung menyampaikan rencananya yang sudah tertahan sejak mereka berpelukan tadi.

“Jadi gini, Liv. Karena kamu udah menang, gimana kalau kita makan bareng di luar? Sekalian ngerayain pertemuan kita bertiga untuk pertama kalinya. Jarang-jarang, kan, kita ngumpul bertiga gini. Tenang aja, aku yang traktir!” Marcella menepuk bahu adiknya dengan gemas.

“Wah, boleh banget, Kak! Kebetulan, perut aku udah keroncongan banget nih, dari tadi”, jawab Olivia senang.

“Ya udah, kamu ganti baju dulu, sana! Aku tunggu di mobil, ya”, Marcella mulai melambaikan tangannya kepada Olivia yang sudah mengambil handuk kecil dan beberapa perlengkapan miliknya untuk dia bawa ke ruang ganti.

“Siap, Kak! Aku mau cuci muka dulu bentar di ruang ganti”, jawab Olivia mengangguk. Sebelum berbalik, mata tajam Olivia sekali lagi melirik ke arah Doni, memberikan tatapan curiga yang membuat bulu kuduk Doni menegang.

Di perjalanan menuju parkiran, Doni masih memikirkan arti tatapan Olivia saat mereka bertemu di pinggir lapangan dan sebelum dia pamit pergi ke ruang ganti barusan. “Don, kamu nanti mau makan berat apa cuma mau ngopi doang?”, tanya Marcella memecah keheningan. Doni bergeming. Dia tampaknya tak mendengarkan pertanyaan kekasihnya itu. Beruntung ponsel Marcella tiba-tiba berbunyi menandakan ada pesan WhatsApp yang masuk dari teman kampusnya. Marcella akhirnya membalas pesan itu dan tak menyadari raut wajah Doni yang seperti memikirkan tugas matematika yang rumit.

“Cardigan-ku mana ya, Don? Kamu lihat, nggak?” tanya Marcella sedikit panik. Sudah sepuluh menit dia mencari barang itu di mobilnya. Gadis perfeksionis ini merasa kalau kaus kasual yang dia pakai untuk menonton pertandingan basket tidak pas untuk dipakai makan malam, walaupun hanya di kafe. Dia setidaknya butuh cardigan untuk melengkapi penampilannya.

Doni hanya tertegun. Sepertinya dia masih saja memikirkan arti tatapan Olivia tadi. Dia bahkan mungkin tidak mendengar kepanikan Marcella sejak tadi. “Ah, ini dia!” Marcella akhirnya menemukan cardigan itu, tanpa sempat diperdulikan oleh Doni.

Tak berapa lama, Olivia pun datang menyusul. Dia sebenarnya hanya menyeka keringat, mencuci muka, dan melapisi jersey basketnya yang masih lembab dengan jaket hoodie tim sekolahnya. Rambutnya pun masih agak basah terikat. Namun, aroma wangi sabun yang samar bercampur dengan keringat sisa energi pertandingan tadi nampaknya sukses membangunkan Doni dari lamunannya. Visual sederhana dari gadis SMA anggota tim basket itu kembali memicu adrenalin Doni. Jantungnya berdebar begitu kencang bagaikan genderang perang yang ditabuh cepat. Senyuman merekah dari adik kelaparan yang begitu bahagia karena akan ditraktir makanan oleh sang kakak itu perlahan menular ke siapapun yang melihatnya, termasuk Doni yang tatapannya sudah membeku sedari tadi.

“Yuk, Kak!”, ajak Olivia ceria.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!