Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.
Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.
Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?
Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joko
Hukuman Fahri pada Putri tidak berhenti pada kerja paksa Romusha saja. Tapi diperpanjang dengan pemotongan uang saku selama seminggu. Alhasil Putri ngambek. Terjadilah perang dingin antara adik kakak ini. Selama seminggu Putri tak bertegur sapa dengan Fahri. Lelaki itu pun tak ambil pusing. Dia meladeni aksi mogok bicara sang adik.
Sore ini Putri baru pulang sekolah. Menjelang ujian akhir, beberapa guru mulai memberikan pelajaran tambahan. Putri masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan tubuhnya di kasur. Tangannya sibuk mengutak-atik ponselnya. Besok adalah hari ulang tahunnya yang ke-18, tapi sepertinya tak ada yang mengingatnya. Ayah dan bunda masih berada di Makassar, Farhan sedang sibuk kuliah dan bisnis kulinernya dengan Agam. Sedangkan Fahri, kakak sulungnya itu juga masih mengaktifkan mode mute.
Dengan malas Putri bangun dari tidurnya kemudian menuju kamar mandi. Hampir tiga puluh menit lamanya Putri berada di kamar mandi. Selain mandi, dia sibuk konser di sana. Sudah beberapa lagu berhasil dinyanyikannya. Mulai dari genre pop, rock, RnB sampai dangdut. Akhirnya Putri keluar, sambil bibirnya tak henti bernyanyi.
Sehabis berpakaian Putri turun ke bawah. Suasana rumah cukup sepi. Dia lalu menuju halaman belakang mencari keberadaan bi Juju atau Asih di kamarnya.
“Bi,” panggil Putri. Bi Juju yang sedang beristirahat di kamar langsung keluar begitu mendengar panggilan Putri.
“Ada apa non?”
“Kak Han kemana bi?”
“Kayanya lagi pergi sama den Agam. Kalau den Fahri...”
“Putri ngga nanyain kak Ri. Putri mau makan sekarang aja bi.”
“Boleh non.”
Bi Juju segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Putri. Gadis itu menunggu di ruang makan sambil bermain dengan ponselnya. Tak lama asisten rumah tangga itu sudah menyiapkan makanan di atas meja. Dengan cepat Putri menyantap makanannya. Setelah itu dia kembali ke kamarnya. Putri sengaja memajukan jadwal makan malamnya karena malas bertemu Fahri nanti.
Putri berguling-guling di kasur. Sungguh dia merasa bosan berada di dalam kamar. Ingin keluar tapi takut bertemu Fahri. Dia sudah bertekad akan terus mendiamkan kakaknya itu sampai dia sendiri yang menyerah dan menegurnya duluan.
Putri membuka aplikasi novel online di ponselnya. Sejenak dia memilih-milih judul novel yang ingin dibacanya. Lalu pilihannya pada novel bergenre romantis. Baru membaca tiga bab dia sudah mengantuk. Putri tertidur meneruskan cerita novelnya di alam mimpi dengan versinya sendiri.
🌹🌹🌹
Bunyi alarm membangunkan tidur nyenyak Putri. Dengan cepat tangannya menyambar ponsel lalu mematikan alarm. Dia bangun, mengucek-ngucek matanya sebentar, lalu berjalan ke kamar mandinya. Tak lama dia keluar untuk menunaikan ibadah shalat shubuh. Sehabis shalat, matanya tertuju pada sebuah kotak hadiah yang ada di meja belajarnya. Poppy mengambil kotak tersebut. Matanya berbinar saat melihat jam tangan incarannya ada di dalamnya. Putri membuka kartu ucapan yang berada di dalam kotak.
Happy Birthday My Lovely Sister.
Semoga panjang umur, bertambah rejeki, bertambah solehah, tambah cantik dan tambah sayang sama kakak. Tetaplah menjadi bintang di hati kakak.
Kak Han...
Senyum terbit di wajah cantiknya. Kakaknya yang satu ini memang tak pernah melupakan ulang tahunnya. Dia mencoba jam tangan warna silver tersebut.
Kak Han emang the best. Tahu aja apa yang aku mau.
Putri membuka pintu kamarnya kemudian menuju kamar Farhan. Baru saja akan mengetuk pintu ketika suara kakaknya terdengar dari arah belakangnya.
“Dek.”
Putri menoleh. Terlihat Farhan baru saja pulang dari masjid, tubuhnya masih terbalut baju koko, sarung dan kopeah. Dia mengajak Putri masuk ke kamarnya.
“Kak Han, makasih ya buat hadiahnya. Kok kakak tahu sih kalau Putri lagi pengen jam tangan itu.”
“Kamu ngga tahu ya kalau kak Han itu punya kemampuan membaca pikiran kaya profesor Xavier,” Farhan terkekeh.
“Dih, berasa X-Men kali,” Putri mencebikkan bibirnya.
“Kalau kamu bisa bermutasi pengen jadi siapa dek?”
“Pengen jadi mistique. Biar pas kak Ri keluar tanduknya Putri langsung berubah jadi ayah atau bunda. Kan ngga bakalan berani marahin Putri.”
“Hahaha.. ada-ada aja kamu dek. Kamu masih marah sama kak Ri?”
“Pokoknya sebelum kak Ri yang duluan negur, Putri bakalan terus mogok bicara!”
“Ya suka-suka kamu aja dek. Eh iya, malam ini kamu temenin kakak ya.”
“Kemana kak?”
“Temen kakak ulang tahun. Biar ngga kelihatan jomblo, kamu temenin kak Han ya.”
“Makanya buruan cari pacar kak, biar ngga jadi Joko.”
“Apaan tuh Joko?”
“Jomblo Istikomah hahahaha..”
“Dasar Putri gesrek, awas kamu ya.”
Putri berlari dari kamar kakaknya. Bisa bahaya kalau tertangkap. Bakal habis dia dikelitiki sampai ngompol. Tak sengaja Putri menabrak Fahri saat keluar kamar. Begitu melihat Fahri, Putri langsung membuang muka. Lalu buru-buru masuk ke kamarnya.
Ish kak Ri nyebelin. Jangankan ngasih kado, ngucapin selamat ulang tahun aja ngga. Kak Ri jahat, udah ngga sayang lagi sama Putri hiks.. hiks..
🌹🌹🌹
**Kira2 siapa yang duluan luluh hayo?
Please itu tanda jempol ditekan ya dan jangan lupa juga buat vote dan tinggalin komentar😘**