NovelToon NovelToon
Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: picisan imut

(Follow Instagram aku: @Picisan_Imut94)

'Innalillahi...' satu kata yang mungkin pas untuk Nuha ucapkan ketika mendengar kabar sang senior guru ngaji killer yang selalu membuatnya dongkol dengan segala titahnya, tiba-tiba saja melamar.

ya... Faqih Al Malik, adalah sosok pria yang mungkin paling wajib di hindarinya, demi menyelamatkan diri dari tingkah Bosinya itu (bikin emosi). pria diam namun tengil itu yang Nuha tahu. namun siapa sangka, dia malah mengkhitbah-nya. dan bahkan acara pernikahan hanya berselang beberapa hari saja, sesuai keinginan dia dan sang Abi pastinya.

kalian perlu tahu, seorang senior killer itu adalah pria yang harus kau taati setiap titahnya.
sementara seorang suami adalah aturan hidup paling benar yang perlu kau iyakan dan kau hormati segala keputusannya.


dan ketika senior guru killer merangkap sekaligus menjadi suami mu. kelar hidup mu!!!

bagaimana kehidupan Nuha saat menjalani hari-harinya sebagai istri sang Hafizh 30 juz itu?

baca saja .... hehehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kembalinya orang tua A' Faqih.

Sementara di tempat lain Zahra dan ibunya baru saja tiba, keduanya hendak mengolah makanan bersama tadinya. Namun akibat pertemuannya dengan Faqih dan Nuha, membuat perasaan Zahra jadi berubah.

"Teteh kenapa?" Tanya Ummi Siti, yang merasa bingung dengan sikap Zahra yang murung itu.

"Tidak apa-apa kok Ummi, emmm Zahra mau masuk dulu ya. Kepala Zahra agak pening. Dek kamu bantu Ummi ya." Ucap Zahra pada adik perempuannya si Hanifah itu.

"Siap teh," jawab Hani. Zahra pun tersenyum lalu melangkah masuk. Sementara Ummi Siti geleng-geleng kepala, sepertinya dia tahu kalau anak perempuannya itu masih sedikit belum menerima kabar pernikahan Faqih dengan putri bungsu ustadz Irsyad itu. Benar-benar cinta yang rumit, begitu lah wanita yang hanya bisa menunggu tanpa mampu untuk mengutarakan.

Kenapa Ummi Siti bisa tahu kalau Zahra mengagumi Faqih, semua sebab Zahra yang gemar sekali membuat makanan lalu mengirimnya ke rumah Teh Hasna. Hal itu juga yang membuatnya dekat dengan Teh Hasna.

Beliau sempat mengingatkan Zahra bahwa perbuatannya itu sangat tidak baik, apalagi seorang wanita muslimah. Hampir setiap akhir pekan menghampiri rumah Faqih hanya untuk menyerahkan masakan buatannya.

Namun memang teh Hasna senang jika Zahra datang ia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, terlebih-lebih saat Teh Hasna sendiri lah yang mengundangnya datang.

–––––

Di dalam kamar itu.

Zahra duduk di atas kursi panjang di dekat jendela kamarnya. Menekuk sedikit kedua kakinya serta memeluknya. Pandangannya pun tertuju pada ranting-ranting pohon yang bergoyang akibat terhempas angin.

"Ya Allah, berikanlah keikhlasan hati ku untuk melepas dia dalam benak ku. Dia sudah beristri sekarang." Zahra mengusap air matanya. Sungguh tersayat rasanya, bagaimana tidak Faqih yang ia harapkan bisa menjadi imamnya malah justru memilih wanita lain.

'Umma, tidak baik berucap calon menantu pada wanita yang belum tentu akan menjadi menantu mu. Zahra itu tidak lebih dari sebatas adik dalam pandangan ku.' kata-kata Faqih yang tak sengaja ia dengar dua tahun yang lalu membuatnya tersadar jika Faqih memang tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya.

Walaupun sudah berusaha keras dia mencari perhatian Faqih. Jangankan untuk membalas perasaannya, setiap kali Zahra di undang datang oleh ibunya pun Faqih lebih memilih untuk pergi.

Seperti pada Ramadhan tahun kemarin, dia di undang sendirian untuk buka puasa di rumah Faqih oleh Umma Hasna.

Namun alih-alih bisa berbuka satu meja dengan Faqih, pria itu malah memutuskan untuk tidak pulang dan berbuka di rumah Tafiz sendirian.

Sikap menghindar Faqih terhadapnya sangat terlihat, namun kegigihan hati Zahra seolah tidak pernah gentar untuk tetap mendapatkan cinta dari Faqih.

Hingga terdengar kabar pria itu menikahi Nuha, seolah membuatnya mengalami kekalahan yang teramat.

Bagaimana tidak, perjuangannya selama ini sangatlah sia-sia, karena bukannya mendekat, pria itu justru semakin jauh.

Bahkan dia Seolah terang-terangan mematahkan harapannya tanpa iba dengan cara menikahi gadis yang sangat dekat pula dengan keluarganya.

"Hiks... Kenapa Sebegini sakitnya, ketika aku mencintai mahluk ciptaan mu Ya Allah." Zahra semakin terisak di kamar itu sendirian.

Kini harapan itu sudah pupus seiring dengan ikrar yang terucap untuk Nuha. Dan tersisa sedikit asa, memohon kepada sang maha pemilik hati. semoga saja Tuhan memberikan pengganti yang lebih baik lagi dari Faqih.

***

Adzan ashar sudah berkumandang sedari tadi, kedua pasangan halal itu baru saja menyelesaikan sholat berjamaah di ruang sholat itu.

Hingga suara mini bus di luar terdengar. Iya, Umma dan Abi ke Sukabumi menggunakan jasa travel, karena mobil mereka di pakai Faqih Waktu itu.

Faqih menoleh sedikit seraya mengangkat kepalanya.

"Sepertinya Abi dan Umma sudah pulang." Tuturnya, "keluar yuk."

Nuha tersenyum lalu mengangguk. Setelah mendapatkan kecupan di kening keduanya membenahi alat sholat mereka, lalu beranjak.

Dan benar saja di luar Abi Rahmat dan Umma Hasna sudah kembali. Di peluklah orang tuanya satu persatu oleh Faqih. Nuha meraih tangan Abi Rahmat mengecup punggung tangannya.

"MashaAllah anak perempuan Abi." Tutur Abi Rahmat mengusap kepala sang menantu. Nuha tersenyum, lalu pandangannya tertuju pada sang ibu mertua yang sedang tersenyum tipis kepada Nuha.

"Umma, apa kabar?" Nuha meraih tangan Umma Hasna.

"Baik Alhamdulillah." Jawabnya, memeluk Nuha kemudian.

"Alhamdulillah kalian sudah sampai. Istirahat dulu saja Bi, Umma." Titah Faqih.

"Iya, Umma lelah sekali." Tuturnya yang langsung masuk ke dalam setelah mengucap salam.

"Aroma apa ini? Anak perempuan Abi masak ya?" Tanya Abi Rahmat, Faqih pun tersenyum.

"Iya, tapi sama A'a juga Bi." Jawab Nuha polos

"Ohhh... Hahaha. MashaAllah, tidak sabar menunggu berbuka ini. Ya sudah yuk masuk." Ajak Abi Rahmat halus. Beliau pun masuk lebih dulu setelah Nuha dan Faqih bergeser.

"Huuuuufff..." Nuha menghembuskan nafas panjang.

"Kenapa Neng?" Tanya Faqih.

"Deg...degan. padahal biasa bertemu Abi sama Ummanya A'a, tapi sekarang beda," jawab Nuha.

"Bedanya?"

"Ya beda saja... Kan orang tua suami Ku." Meraih tangan A' Faqih seraya menggoyangkannya lalu tersenyum lebar. Faqih pun terkekeh.

"Yang ada-ada saja kamu ini."

"Hehe, semoga Abi sama Umma suka masakan kita ya."

"Amiin. Pasti suka lah. Yuk masuk yuk, kita istirahat dulu sambil nunggu berbuka."

"Iya A..." Nuha tersenyum, Faqih pun menutup pintu rumah itu dan menggandeng Nuha membawa menuju kamarnya.

––––

Hingga waktu berbuka tiba...

Keluarga itu tengah menyantap masakan Faqih dan Nuha.

Dalam keheningan itu, Nuha justru malah menjadi tegang, terlebih saat mengamati ibu mertuanya yang sedari tadi tak bersuara.

Bahkan saat ini beliau terlihat seperti kurang berselera menyantap hidangan makan itu, namun beliau memilih diam saja.

Berbeda dengan A' Faqih yang terlihat lahap memakannya. Sehingga membuat Nuha senang.

Setelah selesai makan barulah Umma Hasna membuka suaranya. Sembari menyantap emping yang ia ambil dari dalam toples.

"Neng...?" Panggil Umma.

"Iya Umma?"

"Masaknya pakai santan kemasan ya?" Tanya Umma.

"Iya benar Umma."

"Kurang sedep atuh neng, pakai kelapa parut saja lain kali. Ini masih kaya?" Umma Hasna melirik ke arah Abi Rahmat yang tengah menggelengkan kepalanya.

"Kaya apa Umma? Nanti coba Nuha perbaiki deh, maaf ya Umma." Tanya Nuha.

"tidak apa-apa neng... Ini saja sudah enak kok." Jawab Abi Rahmat sebelum di jawab lagi oleh istrinya.

Umma Hasna pun diam saja, dia lantas beranjak lalu meraih piring-piring kotor itu.

"Biar Nuha saja Umma." Nuha turut beranjak.

"Habiskan heula itu makan mu. Ini biar Umma saja." Jawabnya seraya berjalan menuju wastafel.

Faqih pun meraih tangan Nuha seraya tersenyum lalu menyuruh istrinya untuk duduk lagi.

Dan ketika hidangan itu habis, Abi Rahmat pun beranjak.

"Alhamdulillah, nikmatnya makanan hari ini. Besok masakin Abi lagi ya neng." Puji Abi Rahmat. Nuha pun tersenyum.

"Besok Umma saja yang masak Bi, kan Umma sudah di rumah. Lagian Nuha juga besok ke rumah Tafiz kan?"

Nuha Beru ingat bahwa besok sudah mulai mengajar lagi dia pun mendadak merasakan senang karena bisa bertemu anak-anak didiknya.

"Umma, sudahi cuci piringnya Abi mau minta di pijitin. Yuk ikut Abi." Ajak ustadz Rahmat yang melangkah lebih dulu.

"Haaaahhh.... Bakal kena ceramah kayanya." Gerutu Umma Hasna sangat lirih, yang sudah membaca dari ekspresi wajah suaminya, beliau pun berjalan masuk. "Tolong ya neng... Umma masuk dulu."

"Iya Umma." Gadis itu tersenyum ceria. Dia hanya belum menyadari sikap sedikit tidak sukanya Umma Hasna kepadanya. Dan menganggap hal itu hal biasa, karena memang Umma Hasna yang dia kenal seperti itu.

Faqih pun membelai lembut rambut Nuha. "Umma ku sayang sekali sama menantunya ya, sampai mau mengoreksi masakan mu."

"Hehehe, iya A' jadi senang." Jawab Nuha masih dengan ekspresi cerianya.

'mashaAllah sepertinya istri ku tidak merasa gimana-gimana Alhamdulillah kalau begitu lah.' batin Faqih merasa lega, padahal dia sempat khawatir Nuha akan tersinggung tadi.

Hingga mereka pun melanjutkan pekerjaan membereskan meja makan bersama-sama.

Bersambung....

1
Gafita Almas
Luar biasa
M. Namikaze
banyak kok, ngirit cucian gelas juga
M. Namikaze
Bayi : " Fitnah teroooos...!"
M. Namikaze
padahal dianya sendiri "Gus Harun Azmi"
Riani
Kecewa
Riani
Buruk
Riani
romantisnya.
Herlina Lina
😭😭
Herlina Lina
iya kah g boleh pake air hangat?sy baru tau
manusia biasa
aq bolak balik baca novel ini tapi tetep ajah mewek
Herlina Lina
knp g bilang aja si nuha?lw sakit bgtu berulang dan sakitny bs sampe g ketahan q rasa gpp kx suami qt tau krn dy berhak tau kondisi qt jgn lw udh parah baru ketauan suami dan malah bahayain bdn sendiri itu dzolim k diri sendiri jg jd lw bilang kn minimal bs periksa k klinik terdekat
Herlina Lina
.
Herlina Lina
part2 yg bikin nyesek
Herlina Lina
yg baca aja nyesek baca nya apa lg jd nuha coba😭
Herlina Lina
drama ikan terbang kah😁
Silfia magfiroh
Luar biasa
solihin 78
jangan putus harapan qori
Herlina Lina
ya Allah segini nya d terima faqih d keluarga rahma pdhl nuha ....😥
Herlina Lina
nah asik kluarga yg bgni si mnrt q santuy aja d bawa slow
walau rahma bkn anak ustadz or kiyai tersohor ttp beradap kx alhamdulillah
Herlina Lina
konflikny bs d bilang sepele tp bacany sambil nangis gini,,,krn ini perasaan yg akan d rasakan sm perempuan2 beristri tp mertuany mmpunyai perangai 11 12 umma hasna...ini bkn bicara soal ilmu atau keimanan tp lbh k adab
krn mertua kan sm halny dg ortu sendiri knp bs berperangai bgtu sm menantu sendiri,sdgkn dg org lain bermanis2 tutur bahasanya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!