JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep 20
"dimana alena..?" tanya tuan arlan pada para pelayan yang sedang berada di ruang tamu dengan tugasnya masing masing.
"selamat siang tuan, nona alena sedang berada di kamarnya bersama nyonya maria"
"baiklah..."
tak lama romi datang bersama calon tunangannya, mereka juga tergesa gesa memasuki rumah.
tanpa bertanya lagi, romi langsung menuju ke lantai 2 kamar alena.
"princess.. apa yang terjadi hmm, kenapa kau sampai terluka" arlen langsung mengambil duduk di samping alena yanh sedang tertidur akibat obat bius dari dokter.
"biarkan dia istirahat pa, dia masih syok" ucap maria
"apa yang terjad, kenapa bisa begini" tanya arlen pada maria.
"nanti kau tanyakan pada tia, aku belum tau apapun" ucap maria
"baiklah..., jaga alena, tia ikut aku keruang kerja" perintah arlan.
"baik om"
"mama... bagaimana alen?" romi masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.
meta hanya menggelengkan kepalanya melihat kehawatiran romi pada sang adik.
"dia hanya syok saja dan luka ringan, tidak perlu cemas seperti itu" maria mengusap punggung romi.
"aku tidak ingin kehilangan lagi ma, aku hanya punya kalian" romi memeluk maria.
"sudah sudah... apa kau tidak malu menangis di depan calo tunanganmu sendiri"
"tidak apa apa tante..." ucap meta
"dimana papa?" tanya romi
"papamu sedang berbicara pada tia di ruangannya" jawab maria
"aku akan menyusul papa, sayang kau disini saja bersama mama" kata romi mencium kening meta
"iya sayang"
maria tersenyum melihat keharmonisan hubungan romi dan meta, ia bersyukur romi menemukan gadis sebaik meta.
"duduklah disini meta,"
"iya tante.." sahut meta
"besok adalah hari pertunangan kalian, tante harap semua berjalan lancar nak, romi sangatlah mencintaimu"
"amin tante, aku juga mencintai romi, aku beruntung bisa dicintai pria sebaik dia tante" ucap meta.
di dalam ruangan kerja, arlan menanyakan kejadian yang menimpa alena, tia tentu saja tau karna dia ada di dalam mobil dan melihat alena berteriak.
"aku tidak tau motor itu berada om, setauku alena sudah memperhatikan jalan ,tapi saat sudah melewati jalan raya, motor itu datanh dan hampir mencelakai alena, aku langsung keluar mobil untuk melihat alena, untungnya bodyguard dengan cepat menarik alena hingga tidak tertabrak motor itu" ucap tia bercerita.
"informasi yang aku dapat dari mata mataku, putriku sedang di intai seseorang, ada yang tidak suka dan merasa iri pada putriku, apa kau mengenal yona agastara?"
"agastara? bukankah itu nama keluarga julian om?"
"ya kau benar, tapi mereka tidak ada hubungan darah sama sekali, hanya terpikat nama keluarga saja"
"aku dan alena mengenal yona, tapi kami tidak akrab, kami bertemu saat di berlibur di villa agastara, dia memang kurang suka pada kami om" ucap tia
"nyawa putriku dalam bahaya, wanita itu menyewa seseorang untu membunuh alena" kata arlan.
"maksud papa apa? siapa yang ingin membunuh adikku" romi tiba tiba masuk ke dalam ruang kerja dan mendengar ucapan arlan.
"duduklah dulu, tidak sopan masuk ruang kerja papa dengan seperti itu" tegas arlan.
"maafkan aku pa" romi langsung mengambil duduk di sebelah papanya.
"maaf om, tapi bagaimana om tau jika yona yang melakukan ini semua?" tanya tia, ia merasa tidak percaya bahwa wanita itu sampai berniat membunuh alena dengan cara seperti ini
"jangan meragukan papaku tia, apapun yang menyangkut keluarga kami, papaku akan tau, kekuasaan agastara tidak sebanding dengan kekuasaan mahesa. mereka tidak apa apa bagi kami" romi sedikit menyombongkan diri.
"aku tau kak romi, tapi kita tidak boleh menuduh orang tanpa bukti" ucap tia lagi
"sudah sudah... mata mata om tidak bisa di ragukan tia, semua informasi sudah om dapatkan, nanti om sendiri yang akan datang ke kediaman agastara untuk memberikan pelajaran pada yona"
"aku ikut pa, aku ingin lihat seperti apa wajah wanita yang berani mengusik adikku"
"aku juga ikut om, aku ingin mengetahui alasan yona" ucap tia
"tidak perlu tia, cukup kau jaga alena saja ,biar aku dan romi yang datang kesana, kami tidak ingin melibatkanmu dalam masalah" ucap arlan.
"baiklah om... kalau begitu aku akan kembali ke kamar alena"
"silahkan.. terimakasih karna sudah mau menjaga alena kami" arlan tersenyum dengan orang kepercayaan putrinya itu.
"sudah tugas ku om, permisi kak romi, om arlan" pamit tia dan segera keluar dari ruangan itu.
***
yona yang mendapatkan kabar bahwa alena masih selamat merasa kesal, ia terus memaki nama alena, padahal alena tidak pernah mengusiknya, bahkan mereka baru bertemu, namun rasa iri dan tidak terima julian menyukai alena membuat yona melakukan hal ini.
"sialan... mereka benar benar tidak becus, hanya menghilangkan 1 nyawa saja tidak bisa, aku sudah membayar mahal mereka" teriak yona di dalam kamarnya.
"gak bisa... aku sudah sejauh ini, alena harus mati, harus" gumam yona dengan bertekad.
tok...tok..tok
"nona, nyonya memanggil anda untuk makan malam di bawah" ucap seorang pelayan di luar kamar yona.
ceklek...
"pergilah, nanti aku segera kesana, dasar pengganggu" ucap yona mendorong pelayan itu hingga hampir terjatuh.
"awhhh... maafkan saya nona, permisi"
sedangkan julian yang sedang makan malam bersama keluarganya merasa aneh dengan sikap sang papa, papanya terlihat diam dan sedan berfikir sesuatu.
helena memberi kode pada julian untuk bertanya pada suaminya, ada masalah apa sehingga pria paruh baya itu diam dan tidak makan sama sekali.
"papa kenapa?" tanya julian
"arlan mahesa ingin bertemu dengan keluarga kita semua" ucap papa julian dengan cemas.
"maksud papa apa? kenapa tuan mahesa ingin bertemu keluarga kita" tanya julian penasaran.
"apa terjadi sesuatu?" tanya helen
"yona membuat kesalahan fatal kali ini, dia melakukan pembunuhan berencana" kata papa julian dengan rahang yang sudah mengeras.
"astaga... bagaimana mungkin dia seberani itu mengusik keluarga mahesa" ucap helen menutup mulutnya karna terkejut.
"apa tuan mahesa baik baik saja pa? tapi kenapa yona melakukan itu pada tuan mahesa" lagi lagi julian merasa tidak percaya dengan apa yang papanya katakan.
"bukan pada tuan mahesa, tapi pada putri satu satunya arlan mahesa"
seketika julian menjantuhkan sendok makannya, helen pun semakin terkejut. tidak menyangka ponakannya bisa melakukan hal sekeji itu.
"alena.. lalu bagaimana alena pa, dia baik baik saja kan" julian terlihat sangat hawatir
"alena baik baik saja ,untuknya arlan memberikan alena pengawasan yang ketat, bodyguard tersembunyi keluarga mahesa membantunya, hingga hanya mengalami luka ringan" jelas papa julian
"dirumah sakit mana alena saat ini pa?" tanya helen.
"dia di rawat di rumah, tidak ingin ke rumah sakit"
julian bangkit dari tempat duduknya, dan mengepalkan tangannya kuat kuat.
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh