Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
Dengan suasana canggung di rasakan Gavin dan Cherly duduk berdampingan depan Eli. Eli menatap tajam pada mereka berdua di meja makan. dengan suasana tiba-tiba saja jadi hening.
"Kamu tahu Gavin ini tuhh... sudah malam.. kenapa kesini malam-malam pula!? ". Tanya Eli dengan kedua tangan melipat di bawah dadanya dengan duduk santai.
" Maaf.. kalau mengganggu.. , kalau gitu aku pulang dulu deh... kurang enggak enak juga". Ucap Gavin pamit pada Cherly di sampingnya.
Cherly hanya gegep bingung tidak tahu harus mengatakan apa, selain hanya menggangukkan kepalanya.
Gavin bangkit melangkah jalan pergi. Eli hanya menatap sinis rasa kesal dan kecewa masih terasa ada di hati Eli mengingat masalalu itu.
Dengan suasana yang begitu tidak mengenakan Cherly membuka bungkusan makanan pemberian dari Gavin di meja. ia mengeluarkan makanan seperti setik, sosis bakar dan ayam chicken
Dari tadi Eli hanya duduk santai menatap datar melihat Cherly yang sedang mengeluarkan makanan di meja.
"Boleh aku bertanya?? ".
" Hmm! "
"Apa kamu serius dengan Gavin. Laki-laki seperti dia! ? "
"Untuk apa kamu menayangkan itu. Lebih baik makan saja". Jawab Cherly sambil mengambil sendok makan
Eli hanya menggeleng kepala heran dengan perasaan rasa kesal, ia bangkit melangkah jalan pergi begitu saja.
Cherly yang melihat itu pun sedih murung ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
*****
*****
*****
*Di kantor *
Eli berhadapan dengan bosnya membahas masalah uang 7 miliar dengan suasana hati yang gegep canggung namun harus diselesaikan tidak ingin kepikiran terus menerus hingga sulit untuk bisa tidur.
"Kenapa kamu ingin mengembalikan! itu memang hak mu, saya tidak keberatan dengan itu". Ujarnya
" Saya tahu Bos... hanya saja, gara-gara uang itu hidup saya tidak bisa tenang ".
" Jadi... kamu benar-benar mengembalikan uang!? ".
" Iya, Saya mau uang dengan cara kerja keringat. maaf Bos".
"Huffttt. baiklah saya tidak bisa memaksa mu"
"Terimakasih Bos". Eli membungkuk menghormati berbalik melangkah jalan keluar.
Eli melangkah jalan di lorong kantor dengan perasaan lega walaupun disisi lain terasa sedih kehilangan uang yang ia ingin kan sudah tidak ada lagi. Eli memilih hidup dengan tenang ketimbang harus terbayang di hantui rasa bersalah, Namun sekilas teringat dengan mantan istri bosnya, waktu di club kemarin. Eli berhenti sejenak melihat kedepan dengan ekpresi terkejut.
"Lah... ?? " Betapa tidak disangka baru saja teringat dengan wanita itu kini mantan istri bosnya datang ke kantor melangkah jalan masuk.
Eli panik melihat kiri dan kanan untuk bersembunyi, bergegas melangkah ke kanan sembunyi di tembok balik lorong.
"Maaf nona.. anda tidak boleh masuk tanpa izin lebih dulu". Ujar seorang karyawan mencegahnya.
" Saya tidak peduli.. minggir ". Tegasnya tetap berjalan masuk
" Waduh cewek itu cukup galak juga.. ya ampun... jadi masalah ini. mungkin ini yang di maksudkan Cherly. atau lebih dari ini... haduh... sial. sial. kenapa jadi begini ". Guma Eli merasa cemas setelah melihat mantan istri bosnya baru saja lewat untuk menemui ruang kantor bosnya. Eli melangkah jalan pergi dengan berhati-hati.
Sampai di ruang kantor duduk di kursi depan komputer. Dengan perasaan was-was kedatangan mantan istri bosnya, membuat Eli cemas sesuatu.
"Hufft... oke. tenang... tenang rileks... " Eli berkata sambil tarik nafas
Eli pun mulai berkerja dengan komputernya sambil mengarahkan mosnya.
Kemudian beberapa jam, di siang hari
"huaaaaaa!! " Eli menggeliat tarik tangan ke atas kepala untuk meregangkan seluruh badan yang pegal.. terdengar lah suara tulang yang pegal.
selama 6 jam ini hanya duduk berkerja di komputer hingga terasa pegal-pegal. dua wanita karyawan berjalan lewat eli di samping, tidak sengaja mendengar obrolan mereka.
"Hey... tadi perempuan yang gagal nikah, katanya akan cari kemana pun perempuan yang hamil itu, mau minta nuntut atas kebohongan kehamilannya"..
" wahhh.. waduh... kalau kayak gitu... rumit dong urusannya, apa lagi dengan perempuan itu iya, masalahnya dia bukan orang biasa"
Eli yang mendengar sontak langsung terkejut gegep, dengan perasaan cemas apa mungkin mantan istri bosnya sudah tahu.
"Haduh... " Tanga kanan pegang kepala dengan ekpresi khawatir dengan siku tangan di atas meja.
Kemudian eli beranjak untuk istirahat makan siang, ia tidak mau terus menerus memikirkan orang lain sangat setres lama-lama.
* rumah sakit *
Semua para dokter magang dan pemimpin direktur duduk bersama di kursi merah melihat kedepan pangung dengan layar lebar membahas kanker otak stadium akhir, salah satu wanita tua berjas dokter menjelaskan pada mereka semua di depannya. Tampak Cherly duduk paling depan bersama para direktur di sampingnya.
"Beliau ini usia 59 tahun memiliki kanker akhir sulit untuk bisa sembuh hanya bisa meringankan sakitnya, nah kita akan melakukan operasi besar mengangkatan otak di kepalanya". Jelasnya
Seorang wanita muda berjas dokter muncul dari balik pintu paling belakang melangkah duduk, dan memperhatikan apa yang di jelaskan di depannya.
Lama mendengarkan penjelasan dari dokter di sana,
"Kanker!?.... sama saja hidup dan mati". Ucapnya. beranjak duduk dengan santai
" Oke... kita sambut pak direktur, Eliga. Untuk menjelaskan lebih rinciannya, silahkan ".Ucapnya menyambut seorang pria paruh baya di depannya yang sedang duduk samping Cherly
Eliga pun beranjak berdiri melangkah lalu berbalik melihat semua dokter magang
Semua orang tepuk tangan seruan seluruh dokter magang dengan senyum bahagia.
" Terimakasih ". Ucapnya senyum pada mereka semua. " Oke. kita sebagai dokter sebisa mungkin untuk bisa melakukan terbaik terhadap pasien yang kita tanganin. maka dari itu saya. sarankan melakukan operasi pebedahan di otak, agar bisa sembuh dari kanker tersebut "
Mendengar ucapan pria payu baya itu membuatnya sedikit heran
"Saya keberatan". Ucapnya ajukan tangan melangkah menuruni tangan
Eliga terkejut ada seorang wanita merasa keberatan keputusan yang ia buat.
" Kamu siapa, berani sekali?? ". sambil memperhatikan wanita muda itu dengan ekpresi kesal
" Ohh... namaku Selly, Usia 24 tahun dokter magang baru". Ucapnya memperkenalkan dirinya sambil melangkah naik ke atas panggung
"Masih muda rupanya"
"Hemmm! Anda tau tindakan anda membuat seorang pasien gampang mati dengan mudah. dia usia 59 tahun. sudah tua senja seperti anda".ucapnya berdiri di depan
Seketika semua orang terkejut perkataan Selly melontarkan dengan nada pedas.
" Waah.. berani sekali dia". Jawab Eliga kesal melihat Selly di atas panggungnya.
"Apa kamu bilang. berani sekali kamu berkata seperti ini, dimana sopan santun mu itu".Ucap wanita tua di samping Selly
" ohhh.. sopan santun.. begini, anda terlalu tua untuk melakukan operasi, sebaiknya tidur di rumah istirahat lah yang banyak ". Lantang Selly dengan ekpresi datar
Eliga seketika terguncang kaget
" Kamu...!! ". Eliga sangat marah dan kesal
Cherly yang hanya duduk manis menyaksikan dan menyimak mereka hanya terdiam terseyum tipis miring.
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊