NovelToon NovelToon
Tahta Senja Untuk Aira

Tahta Senja Untuk Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Terlahir kembali usai tewas disiksa, Aira bertekad membalas dendam pada Azka dan keluarganya. Ia bangkit merebut tahta, menggagalkan pengkhianatan, dan membuka hati untuk paman Azka, Rizky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: UMPAN BALIK

Ruang kerja Azka di sudut lantai dua kediaman Gunawan terasa bagaikan ruang intrik yang sangat dingin dan mematikan. Di atas meja kayu jati yang megah, beberapa lembar dokumen perjanjian bisnis, berkas sirkulasi modal, serta susunan hak waris klan Gunawan terhampar secara berantakan. Di balik meja itu, Azka duduk bersandar dengan senyum culas yang kian mekar. Amarah dan rasa malu yang membakar dadanya beberapa jam lalu kini telah bertransformasi total menjadi sebuah rencana licik yang teramat busuk.

"Jika Paman Rizky berpikir dia bisa merebut Aira dariku begitu saja hanya karena dia calon pewaris utama, dia salah besar," gumam Azka sembari memutar-mutar pena emas di jemarinya dengan ketukan lambat yang mengintimidasi. Matanya menyipit, memancarkan kilatan dendam yang makin pekat. "Aira adalah satu-satunya celah dan kelemahan paman yang paling rapuh saat ini. Dan aku akan memanfaatkannya sampai hancur tanpa sisa."

Pintu ruang kerja yang berat mendadak terbuka tanpa adanya ketukan. Rani melangkah masuk dengan raut wajah cemberut, bibir melengkung ke bawah, dan kelopak mata yang masih dibasahi air mata buaya. Ia berjalan mendekat dengan langkah semelempai, lalu tanpa ragu duduk di pangkuan Azka. Jemari lentiknya melingkar di leher pria itu, menyandarkan kepalanya di dada Azka sembari menghembuskan napas memelas yang sangat dibuat-buat.

"Mas... kamu tega sekali membentakku di depan Om dan Tante di bawah tadi," rengek Rani, memainkan kerah kemeja Azka untuk memancing simpati. "Aku ini sangat mencintaimu, Mas. Tapi kenapa sepertinya posisi Aira makin kuat di rumah ini? Aku takut kalau pamanmu yang gila itu benar-benar merebut seluruh harta klan Gunawan dan kita dibuang ke jalanan tanpa punya apa-apa..."

Azka terkekeh pelan, tawa dingin yang membuat bulu kuduk bergidik. Tangannya terangkat mengusap rambut terurai Rani dengan lembut, meski tatapan matanya sama sekali tidak terfokus pada wanita di pangkuannya itu, melainkan menatap kosong ke arah dinding dengan pikiran yang penuh obsesi kotor.

"Tenang saja, Sayang. Semua yang kamu lihat tadi hanya permainan sementara," bisik Azka tepat di samping telinga Rani, suaranya dipenuhi keyakinan semu. "Paman Rizky memang memegang kendali atas mayoritas saham dan aset utama klan saat ini. Tapi dia punya satu cacat moral yang sangat besar: dia terobsesi pada Aira. Pria tua itu gila karena Aira."

Rani menegakkan tubuhnya, menatap Azka dengan kening berkerut dalam dan kelopak mata yang membelalak. "Maksud Mas apa?"

"Aku akan mengurung Aira di rumah ini. Aku akan memperketat pengawasan padanya, menyita kebebasannya, dan berpura-pura menjadi suami yang sangat posesif di hadapan publik," jelas Azka dengan kilatan mata penuh kejahatan yang teramat pekat. "Semakin aku menekan dan menyiksa Aira secara mental, semakin Paman Rizky akan terpancing dan bertindak gegabah tanpa berpikir panjang. Begitu paman melakukan satu saja kesalahan besar—seperti tindakan asusila atau nekat membawa lari istri sah keponakannya sendiri—aku akan langsung menyebarkan skandal itu ke seluruh dewan komisaris dan media!"

Seketika itu juga, raut cemberut di wajah Rani lenyap tanpa bekas, berganti dengan senyum licik yang mendadak mengembang lebar. Ia menyengir puas saat menyadari jebakan Batman yang sedang disiapkan Azka.

"Dengan begitu... nama baik dan integritas Paman Rizky akan hancur total!" seru Rani dengan mata berbinar penuh kebusukan. "Dewan komisaris klan pasti akan mencabut hak waris utamanya karena skandal moral yang sangat menjijikkan ini!"

"Tepat sekali," jawab Azka bangga, meremas pinggang Rani dengan tawa penuh kemenangan. "Dan saat pilar utama kekuasaan paman runtuh, seluruh aset klan Gunawan akan secara otomatis jatuh ke tanganku sebagai pewaris tunggal yang tersisa. Lalu Aira... wanita sombong yang sudah berani menginjak harga diriku itu akan kubuang ke tempat sampah tanpa mendapat sepeser pun harta!"

Sementara itu, di balik pintu kamar utama yang terkunci rapat dari dalam, atmosfer yang tercipta terasa jauh dari kata mencekam.

Aira berdiri anggun di dekat jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah taman belakang kediaman Gunawan yang diterangi lampu temaram. Paman Rizky berdiri tepat di belakangnya, menyelimuti tubuh Aira dari belakang dengan kehangatan, perlindungan mutlak, dan rasa aman yang tak tergoyahkan oleh ancaman apa pun.

"Azka dan ayahnya pasti sedang menyusun rencana jahat di bawah sana," bisik Aira tenang, menyandarkan kepala cantiknya ke dada tegap Rizky. "Pria lemah dan penakut seperti Azka biasanya akan menggunakan cara-cara paling kotor saat posisinya terasa makin terdesak."

Rizky terkekeh rendah, suara beratnya bergetar lembut tepat di dada yang menempel rapat pada punggung mulus Aira. Jemari besarnya yang perkasa mengelus lembut jemari lentik Aira yang masih mengenakan cincin pernikahan lelucon tersebut, lalu perlahan meremasnya erat.

"Biarkan mereka menyusun ribuan rencana, Aira," sahut Rizky dengan nada meremehkan yang amat dingin dan mematikan. "Serigala tidak pernah peduli dengan rencana atau strategi yang disusun oleh sekelompok domba. Apapun yang dicoba oleh Azka dan ayahnya besok, itu hanya akan mempercepat proses kehancuran mereka sendiri sampai tak tersisa."

Rizky memutar tubuh Aira perlahan agar wanita itu menghadapnya secara penuh. Ditatapnya dalam-dalam wajah cantik yang memancarkan keberanian luar biasa itu. Tidak ada sedikit pun raut ketakutan atau kepanikan di mata indah Aira—hanya ada kobaran ambisi dan dendam yang bergelora sangat indah.

"Besok malam ada jamuan makan malam rahasia bersama jajaran direksi utama dan dewan komisaris klan Gunawan," ucap Rizky sembari jemarinya merapikan helaian rambut yang menutupi dahi mulus Aira. "Azka berencana memamerkan proyek terbarunya di sana untuk mengamankan posisi serta kepercayaan para tetua."

Aira menyunggingkan senyum tipis nan tajam yang penuh intrik. "Dan Paman ingin aku hadir di sana untuk menghancurkan panggung kecil yang sudah dia siapkan?"

"Tentu saja," bisik Rizky, lalu menunduk untuk mendaratkan kecupan hangat yang sangat dalam di kening Aira. "Aku ingin kamu berdiri paling depan di sampingku saat aku mencabut seluruh tanah dari bawah kaki keponakanku sendiri. Mari kita tunjukkan pada mereka semua... siapa Nyonya Gunawan yang sebenarnya."

1
Airin
kokop terus uncle
Airin
wadaw dikokop juga🤭
Yasa
suka banget sama fl yang Badas gini.
Senja_Puan: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!