NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:373
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tugas baru

Malam semakin larut ketika kendaraan roda empat itu membelah jalanan kota yang mulai lengang. Tak butuh waktu lama, sedan mewah itu sudah terparkir di halaman sebuah rumah besar yang berdiri megah di kawasan elit. Pagar besi yang menjulang tinggi menutup otomatis di belakang mereka, memisahkan dunia luar yang bising dengan kemewahan yang sunyi.

"Ikuti aku," kata Mita singkat setelah turun dari mobil, suaranya terdengar jernih di bawah keheningan malam.

Bayu pun mulai melangkah, mengekor di belakang wanita yang kini telah resmi menjadi bos barunya. Mereka berjalan memasuki rumah itu melalui pintu ganda berbahan kayu jati solid. Begitu melintasi lobi utama, tentu saja Bayu langsung disuguhi pemandangan yang bagus khas kaum elit. Lampu gantung kristal yang berkilau, pilar-pilar kokoh, hingga lukisan seni bernilai tinggi menghiasi setiap sudut ruangan.

Namun... alih-alih merasa kagum atau syok seperti kebanyakan orang miskin yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat seperti ini, Bayu terlihat biasa saja. Tatapan matanya tetap tenang, wajahnya lempeng tanpa ekspresi berlebihan. Tentu saja Mita sedikit bingung melihat tingkah seorang mantan pelayan restoran ini.

Mita meliriknya dari sudut mata, merasa aneh karena pria muda di belakangnya sama sekali tidak mengabadikan momen atau terlihat minder dengan kemegahan rumahnya. Mita tidak tahu, bagi Bayu, kemewahan ini adalah pemandangan masa lalunya yang sudah sangat biasa.

Perjalanan mereka terus berlanjut menyusuri koridor dalam hingga sampai ke taman belakang yang luas. Di tepi kolam renang yang airnya berkilau memantulkan cahaya lampu taman, mereka duduk di bangku panjang yang nyaman. Angin malam berembus perlahan, membawa aroma segar dari air kolam.

"Mulai sekarang kamu jadi pelayan pribadi aku," kata Mita memulai percakapan secara formal, melipat kedua kakinya dengan anggun.

"Baik," kata Bayu singkat tanpa keraguan sedikit pun.

Mita menaikkan sebelah alisnya, merasa respons itu terlalu cepat.

"Kamu langsung setuju...? Enggak tanya gaji? Atau fasilitas yang akan kamu dapat?"

Bayu hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh ketenangan yang membuat auranya terlihat sangat dewasa.

"Buat apa aku tanya, toh Anda lebih paham," kata Bayu dengan nada santai.

"Anda tinggal sebut saja apa aturan Anda, lalu apa saja pekerjaan saya."

Mita tertegun sejenak sebelum akhirnya menyunggingkan senyum tipis.

"Hm... menarik," kata Mita.

Dia menopang dagunya, menatap Bayu lekat-lekat. "Kamu tahu... aku tidak mau ada penolakan dalam bentuk apa pun dari orang yang bekerja denganku." Bayu hanya mengangguk, tanda bahwa dia memahami aturan mutlak tersebut.

"Gaji kamu sepuluh juta per bulan," ucap Mita dengan nada datar, seolah nominal itu hanyalah angka kecil baginya.

Namun... kali ini mendengar kata 10 juta dari calon bosnya, tentu saja Bayu langsung tersenyum tulus di dalam hati.

Angka itu naik berkali-kali lipat dari upah mencuci piring atau pelayan hariannya yang menyedihkan.

Ini adalah modal awal yang sangat besar untuknya mulai merangkak naik mengumpulkan pundi-pundi uang demi membangun bisnisnya sendiri kelak.

"Untuk tempat tinggal... dan makan, di sini saja," kata Mita meneruskan fasilitas yang dia berikan. "Ada yang ditanyakan?"

Bayu menatap Mita dengan pandangan profesional. "Apa ada libur?" tanya Bayu.

"Enggak ada," jawab Mita cepat tanpa keraguan.

"Jumlah penghuni di sini?" tanya Bayu lagi untuk memastikan ruang geraknya.

"Dua sama kamu, kalau kamu mau," sahut Mita dengan nada santai yang misterius.

Bayu mengembuskan napas perlahan, lalu menyandarkan punggungnya.

"Tadi Anda bilang, Anda tidak mau penolakan. Jadi... rasanya sia-sia saja saya bertanya yang lain," kata Bayu dengan nada yang sedikit jenaka namun tetap sopan.

Mita tertawa kecil, suara tawa yang terdengar sangat merdu di tengah sunyinya taman belakang malam itu. "Selain cukup tampan, kamu juga lumayan menarik," kata Mita dengan senyumnya yang memikat, menatap pelayan pribadinya dengan binar mata yang berbeda dari sebelumnya.

"Cukup buat jadi pelayan Anda," balas Bayu dengan jawaban yang sangat aman untuk menjaga batasan profesional mereka. Dia kemudian melihat pakaian kasualnya yang mulai kusam. "Bolehkah aku pulang dulu buat berkemas?"

Mita berdiri dari duduknya, merapikan dress modisnya yang seksi. "Baik, ayo kita ke rumahmu sekarang," ucap Mita, bersiap mengantar pelayan pribadinya itu untuk mengambil barang-barang dari masa lalunya yang kelam menuju lembaran baru di rumah besar ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!