Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Restaurant Pusat Kota
Hallo teman-teman, ketemu lagi dengan author setelah beberapa hari ini.
Selamat membaca🤗🤗
Suasana Restaurant yang tidak begitu ramai. Anya masih memantau Alexa dari meja sebelah bersama dengan Zionathan. Tatapan Anya tidak lepas dari gadis yang sedang bersama dengan empat orang pria tampan.
"Anya! Kamu lihat apaan sih? Serius banget." Tanya Zionathan bingung. Dari tadi Anya diam namun, tatapannya sangat serius. Sesekali ia menggumam.
"Kakak! Apa kamu mau balas dendam pada Alexa?" tanyanya tiba-tiba.
Tanpa berpikir panjang, Zionathan pun langsung menjawab. "Tentu saja, aku ingin melihat gadis itu hancur. Dengan begitu kita bisa menguasai harta keluarga Zayn. Tapi, bagaimana caranya?". Tanya Zionathan lagi. tatapannya kali ini tertuju pada wanita yang sedang duduk di depannya.
Anya tersenyum. "Kakak! Lihat lah. Disana ada Alexa!" ucap Anya kepada Zionathan.
Tanpa berkata-kata, Zionathan langsung menoleh. Ia melihat Alexa bersama dengan empat pria. Namun, Zionathan langsung kaget ketakutan saat pandangannya tertuju pada Gideon. Ia langsung menoleh pada Anya dan menutup wajahnya dengan buku menu makanan yang ada di depannya.
"Itu kan Gideon, Tuan Muda Kedua Serikat Bleiz. Kita pergi saja dari sini. Tuan Muda Kedua itu kan lagi mencari kita. Kalau dia tahu kita disini, pasti dia akan membunuh kita. Anya, kita pergi saja sekarang." Zionathan panik ketakutan, ia hendak berjongkok di bawa meja restauran itu. Namun, Anya menariknya.
"Kakak! Apa yang kamu lakukan? Kamu takut? Aku tidak takut pada mereka." jelas Anya. Namun raut wajahnya tidak bisa di sembunyikan.
"Lalu apa yang mau kamu lakukan?" tanya Zionathan terbata-bata.
Sementara itu dari kejauhan, Alexa sedang berada di gendongan Damian. Alexa sudah tidak sadarkan diri.
"Kakak, biar aku saja yang bawa adik pulang. Tadi dia sendiri yang mau di antar pulang sama aku. Kenapa kakak yang bawa dia?" ketus Gideon pada Damian.
Damian menatap Adiknya itu dengan wajah datar dan dingin. "Kamu mau manfaatin situasi ini ya?" ucap Damian singkat. Ia langsung membawa Alexa pergi. Gideon dan Leonard pun ikut di belakangnya. Sementara Austin, ia hanya berdiri diam melihat kepergian Alexa di bawa oleh Kakak-kakaknya.
Damian berjalan tepat di samping meja dimana Anya dan Zionathan duduk. Anya dan Zionathan yang melihat itu langsung menyembunyikan wajah mereka. Mereka takut ketahuan.
Setelah Damian dan saudara-saudara pergi dari restaurant itu, Anya pun menjelaskan rencananya kepada Zionathan.
"Kakak! Kakak mau merebut kembali Perusahaan Grup Zayn kan?" tanya Anya dengan tatapan serius.
Zionathan menunduk. Ia memikirkan sesuatu. Zionathan mengangkat pandangannya, matanya tertuju pada wanita yang sedang duduk di depannya dan tersenyum.
"Iya, pasti kita akan merebutnya dari gadis sialan itu." Zionathan memasang wajah datar. Ada kebencian di wajah pria itu.
Anya kembali tersenyum, sudut bibirnya terangkat naik. "Kalau begitu, kakak harus tidurin Alexa. Dengan begitu ke empat pria tadi akan jijik padanya. Dan tidak akan adalah lagi yang melindungi gadis jalang itu." Alexa tersenyum licik.
Zionathan yang mendengar itu langsung tercengang dan membulatkan matanya kaget dengan rencana adik angkatnya itu.
"Apa? Aku tidak mau, Alexa itu adikku. Mana mungkin aku menidurinya. Aku tidak mau!" Ucap Zionathan. Meskipun ia tidak menyukai Alexa, tetapi ia tidak akan mungkin melakukan hal sekonyol itu. Apalagi pada adik kandungnya sendiri.
"Kakak! Aku tidak menyuruh mu untuk menidurinya betulan. Aku hanya ingin kamu pura2 tidur di dekatnya saja dan robek pakaiannya. Dengan begitu, pria yang selalu melindunginya itu pasti akan ilfil padanya. Pada gadis yang sudah tidak suci lagi." jelas Anya dengan tatapan sinis.
Zionathan terdiam, ia masih memikirkan rencana Anya. "Apa kamu yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Zionathan ragu-ragu.
Anya memegang kedua tangan Zionathan. Ia meyakinkan pria itu. Ia tersenyum pada kakak angkatnya itu. "Kakak! Kamu sayang kan sama Anya? Kamu cinta kan?" Tanya Anya sambil menatap dalam-dalam Zionathan yang duduk diam di depannya.
Zionathan mengangkat pandangannya. seketika suasana menjadi hening. Tatapan mata Zionathan mengandung arti yang tidak bisa ia jelaskan. Saat ini, ia sudah sangat jatuh hati pada adik angkatnya itu.
"Anya, aku sangat mencintaimu. Aku akan melakukan rencana ini. Aku akan merebut itu kembali untuk mu, sayang." jelas Zionathan, ia tersenyum manis kepada Anya.
Anya yang mendengar jawaban dari Zionathan, langsung tersenyum bahagia. "Kakak! kalau rencana ini berhasil, aku janji akan menikahimu." ucap Anya lagi.
Zionathan membulatkan matanya tidak percaya. Matanya berbinar. "Kamu.... Kamu serius?" tanya Zionathan dengan bahagia.
"Hmm." Anya mengangguk.
"Baik, aku akan melakukannya!" Zionathan tersenyum.
Di lain tempat, Damian sudah berada di sebuah hotel. Ia masuk ke dalam kamar hotel dengan membawa Alexa yang sudah tidak sadarkan diri. Gideon dan Leonard masih mengekor di belakangnya.
Damian meletakkan Alexa di atas kasur yang empuk itu. Tatapannya tertuju pada gadis cantik itu. Gideon yang melihat itu pun, hatinya semakin panas.
"Kakak, kamu manfaatin kesempatan ini ya pada adik?" ketus Gideon.
"Apa maksud mu? Kalau mau bikin ribut, lebih baik kamu pulang aja sana." Ucap Damian dengan tatapan tajam.
"Kakak... Kakak dengar sendiri kan, tadi adik bilang aku gantang. Jadi aku yang akan menemaninya disini." jelas Gideon.
Sementara Leonard, hanya berdiri diam di belakang kakak-kakaknya itu sambil menggelengkan kepala. "Kakak, aku pulang duluan. Ada urusan yang harus aku selesaikan." Leonard meninggalkan kamar itu.
Gideon menatap Damian, wajahnya datar dan dingin. Matanya tajam seperti elang. "Kakak! Baik, aku akan jujur sekarang. Aku sebenarnya sudah lama menyukai adik, sejak ia masih kecil. Jadi kakak mundur saja." jelas Gideon.
Damian tertawa kecil. Tatapannya sinis. "Aku lebih dulu suka sama Alexa dibanding kamu." ucap Damian. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Kalau begitu, kita bertaruh saja. Kalau kakak berhasil mengalahkanku, Adik akan jadi milikmu. Tapi kalau aku menang, Adik jadi milikku." jelas Gideon.
Tatapan tajam dari Damian kembali tertuju pada Adik laki-lakinya itu. "Gideon! Kamu pikir adik ini barang apa!" ketus Damian.
"Kakak, bilang saja kalau kamu tidak bisa melawanku." Ucap Gideon dengan nada meremehkan.
"Hahahah.... Ilmu bela dirimu itu saja kamu belajar dari aku. Mana bisa kamu kalahin aku." Damian tertawa mendengar ucapan adiknya itu.
Gideon masih tidak mau menyerah. "Kakak! Lihat lah. Kamu itu sudah berumur, kamu sudah tua. Tenagamu tidak seperti dulu lagi." jelas Gideon. ucapannya itu berhasil membuat Damian berdecak kesal.
"Baik, aku terima tantangan mu. Ayo sekarang kita keluar. Jangan ganggu adik istirahat." Ucap Damian. Mereka berdua pun meninggalkan kamar hotel itu.
Sementara di lorong hotel, Anya dan Zionathan sudah menunggu kepergian pria-pria yang bersama Alexa tadi. Anya menoleh pada Zionathan.
"Kakak! Ini saatnya. Kamu masuk sekarang, robek baju gadis sialan itu!" Perintah Anya, tampaknya ia sudah tidak sabar menjalankan rencananya itu.
Zionathan masih berpikir. "Apa kamu yakin, rencana ini akan berhasil?"
\*\*\*
*Terima kasih teman-teman, kalian sudah setia dengan ceritaku ini.🥰🤗*
*Jangan lupa ninggalin jejak ya🌹🤗*
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...