NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Dari Timur

Pendekar Pedang Dari Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ginza

Di dunia Murim yang dikuasai oleh sekte-sekte besar dan tipu daya, Mu Jin hanyalah seorang tukang kayu dari desa terpencil. Hidupnya berubah total ketika desanya dibantai dalam satu malam oleh pasukan yang tak dikenal.

Tanpa tenaga dalam dan tanpa latar belakang beladiri, Mu Jin memulai perjalanan panjang ke utara. Di tengah perjalanan, dia berhadapan dengan kenyataan kejam dunia Murim: orang kuat menindas yang lemah, keadilan hanyalah topeng, dan dendam adalah satu-satunya hal yang membuatnya terus melangkah.

Sementara itu, di Puncak Awan Putih, Lu Chen, sosok yang dipuja sebagai pelindung keadilan, menggerakkan pengaruhnya di balik layar. Di utara, pemberontakan perlahan menguat di bawah pimpinan Lin Yu, anak haram yang ditolak oleh dunianya sendiri.

Di antara salju, darah, dan konspirasi, seorang tukang kayu biasa terus berjalan. Tanpa mengetahui apakah dia akan menjadi pahlawan, monster, atau hanya satu lagi mayat di jalanan Murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Langkah kaki Zhao Kang dan Du Kang bergema kaku di tangga batu yang membelah kegelapan menuju dasar dungeon. Bau tembaga, cuka panas, dan daging busuk makin menyengat indra penciuman saat mereka tiba di depan jeruji besi tebal.

Pencahayaan di dalam sel sangat minim. Hanya pendar redup lilin lemak manusia yang hampir mati yang tersisa.

Di tengah ruangan, Mu Jin masih tergantung kaku pada empat rantai besi hitam. Tubuhnya tak lagi meneteskan darah segar. Luka-luka bekas pembedahan dan gigitan larva kemarin telah menutup penuh, meninggalkan jaringan kulit keabu-abuan yang berserat kasar bagai batu cadas. Urat-urat hijau kebiruan berdenyut lambat di bawah permukaan dadanya, memompa darah yang kini telah tercemar oleh racun pekat.

Zhao Kang melangkah mendekat hingga terpisah satu jengkal dari tubuh Mu Jin. Pelindung Kiri Sekte Racun Jiwa itu merogoh sebuah jarum perak panjang dari balik lengan bajunya, lalu menghantamkannya lurus ke ulu hati Mu Jin—titik di mana Cacing Darah Murni ditanamkan kemarin.

TING!

Bunyi berdenting halus terdengar nyaring. Jarum perak yang biasanya dengan mudah menembus pelat besi tipis itu mendadak bengkok di permukaannya. Daging dada Mu Jin hanya memar tipis, memancarkan getaran kaku yang memantulkan serangan fisik tersebut.

“Luar biasa…” bisik Zhao Kang, matanya yang biasa dingin kini melebar oleh rasa takjub. “Kulitnya telah mengeras hingga setara dengan Armor Besi Murni, namun tidak ada aliran qi pertahanan yang bekerja. Ini murni kerapatan jaringan otot dan tulang yang bermutasi.”

“Sudah kubilang, bukan?” Du Kang terkekeh gila dari belakang, tangannya yang terbalut perban gemetar gembira. “Dia adalah wadah yang diciptakan khusus untuk neraka ini!”

Zhao Kang tidak menjawab. Dia menggunakan jarum perak lainnya untuk menekan titik saraf leher Mu Jin, memaksanya mendongak secara kasar. “Buka matamu, Cacing.”

Perlahan, kelopak mata Mu Jin yang terbalut kerak darah kering terbuka.

Tidak ada jeritan kesakitan. Tidak ada tatapan memohon belas kasihan. Dan tidak ada lagi pendar kemanusiaan yang tersisa. Pupil mata Mu Jin telah berubah menjadi hitam pekat tanpa batas, menyerupai dasar sumur tua yang mati dan kelam. Tatapan itu begitu dingin dan hampa, hingga Zhao Kang yang telah puluhan tahun membantai manusia mendadak merasakan desakan hawa dingin merayap naik menelusuri tulang belakangnya.

Itu bukan mata seorang tahanan yang hancur oleh siksaan. Itu adalah mata seekor binatang buas yang tertidur di balik reruntuhan.

“Tatapan yang menarik…” desis Zhao Kang sambil menarik jarum peraknya kembali, berusaha menutupi getaran tipis di ujung jarinya. “Tapi sejauh mana kewarasannya bertahan? Apakah dia masih mengenali dirinya sendiri?”

“Kewarasannya sudah habis sejak hari pertama, Pelindung Zhao!” potong Du Kang cepat. “Yang tersisa di dalam sana hanyalah insting bertaraf paling dasar. Besok, aku akan memasukkan Bisa Kobra Mahkota Hitam lurus ke dalam sumsum tulang belakangnya. Kita akan melihat apakah tulangnya sanggup berubah menjadi besi racun!”

Zhao Kang menatap Mu Jin sekali lagi sebelum berbalik membelakangi jeruji besi.

“Lakukan,” perintah Zhao Kang datar. “Sekte akan menyediakan ramuan herbal langka apa pun yang kau butuhkan. Jika manusia ini sanggup bertahan hingga eksperimen tahap akhir, kita akan melepaskannya lurus ke Puncak Awan Putih sebagai senjata pemuas dendam kita.”

Kedua iblis dari Sekte Racun Jiwa itu melangkah pergi, membiarkan pintu besi dungeon tertutup rapat dengan dentuman keras yang bergema panjang.

Dalam kegelapan yang kembali pekat, rantai besi hitam yang mengikat pergelangan tangan kiri Mu Jin mendadak bergetar tipis. Jari-jari kasarnya yang membeku perlahan bergerak, mencengkeram udara kosong dalam keheningan yang mematikan.

1
Ginza
bantu retting teman-teman
SilentNovels
saling support tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!