NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Latihan Suami Istri

Sepuluh hari.

Bagi orang biasa, sepuluh hari adalah waktu yang sangat singkat, hanya cukup untuk beristirahat dan bermalas malasan.

Tapi bagi Arya Langit dan Sekar Embun di Puncak Embun, sepuluh hari itu terasa seperti sepuluh tahun di dalam neraka latihan yang penuh dengan keringat, air mata, dan... ciuman sebagai hadiah.

Setelah mendapatkan peringatan merah darah dari Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi tentang rencana besar Sekte Darah Hitam untuk membangkitkan Leluhur Darah Hitam dengan Formasi Pengorbanan Darah Leluhur di dalam Kolam Teratai Suci sepuluh hari lagi, Arya dan Sekar Embun tidak lagi bersantai dan menikmati lautan bunga teratai es yang indah itu.

Mereka langsung masuk ke dalam mode latihan gila yang bahkan membuat Tetua Agung yang sudah hidup ratusan tahun pun akan terkejut melihatnya.

Pagi hari, sebelum matahari terbit, saat semua murid di puncak lain masih tertidur pulas, Arya sudah bangun dan duduk bersila di tengah kolam air panas yang kini sudah setengah membeku karena dia sengaja menggunakan Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4 untuk menarik semua hawa dingin di sekitar Puncak Embun ke dalam tubuhnya.

Di samping kolam, Sekar Embun dengan gaun latihan putihnya yang sudah basah oleh keringat dan embun pagi berdiri dengan pedang biru esnya, menatap Arya dengan tatapan dingin dan tegas, sama sekali tidak ada lagi rasa malu malu istri baru seperti kemarin pagi.

"Alam Jiwa Kesatria tingkat enam dengan Tubuh Meridian Naga Langit tingkat empat masih belum cukup! Leluhur Darah Hitam yang akan mereka bangkitkan itu menurut sistem setidaknya Alam Kaisar Langit tingkat satu! Bahkan jika hanya sepuluh persen kekuatannya yang bangkit, itu sudah setara dengan Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak! Dengan kekuatan kita sekarang, bahkan teknik kombinasi kita yang setara dengan Alam Raja Langit tingkat enam pun masih belum cukup untuk melukainya! Kamu harus naik minimal ke Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan dalam sepuluh hari ini! Mengerti!"

Suara Sekar Embun yang dingin itu menggema di seluruh Puncak Embun yang masih diselimuti kabut pagi.

Arya yang duduk di tengah kolam yang hampir membeku itu menggertakkan giginya menahan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsumnya itu. Rasa dingin itu bukan dingin biasa, tapi dingin dari Es Abadi sepuluh ribu tahun yang sengaja dikumpulkan Sekar Embun untuk melatih ketahanan tubuh dan meridian Arya.

"Mengerti, istriku! Eh, Guru!" jawab Arya dengan gigi yang bergemeletuk karena kedinginan.

"Jangan panggil istriku saat latihan! Panggil Guru! Dan jangan bermalas malasan! Tarik lebih banyak hawa dingin lagi! Jika kamu tidak bisa menahan dingin ini, bagaimana kamu bisa menahan darah kotor dari Formasi Pengorbanan Darah Leluhur nanti yang bisa membusukkan jiwa seseorang hanya dengan menyentuhnya!" bentak Sekar Embun dengan tegas, tapi di dalam hatinya dia merasa sedikit kasihan melihat wajah Arya yang memucat karena kedinginan.

Tapi dia tahu, rasa kasihan sekarang hanya akan membunuh Arya nanti di dalam Kolam Teratai Suci.

Di dalam tubuh Arya, Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4 meraung dengan keras melawan hawa dingin yang masuk ke dalam meridiannya. Darah naga emas di dalam tubuhnya yang panas dan suci bertarung melawan es abadi yang dingin dan murni, menciptakan sebuah siklus pertarungan yang menyakitkan tapi juga membuat meridian Arya menjadi semakin lebar dan semakin kuat dengan kecepatan yang luar biasa.

Setiap kali es abadi itu hampir membekukan darah naganya, darah naganya akan meledak dengan panas yang membakar es itu, dan setiap kali darah naganya membakar es itu, es baru yang lebih dingin akan masuk dan membekukannya lagi.

Siklus penghancuran dan pembangunan kembali inilah yang membuat Tubuh Meridian Naga Langit naik dengan sangat cepat.

Siang hari, setelah latihan ketahanan tubuh di dalam kolam es selesai, giliran latihan teknik kombinasi suami istri.

Di tengah lautan bunga teratai es yang berguguran, Arya dan Sekar Embun berdiri berhadapan dengan jarak sepuluh meter.

"Tarik napas, satukan jiwa kita melalui Tanda Istri Kaisar, jangan melawan, biarkan jiwaku masuk ke dalam jiwamu dan jiwamu masuk ke dalam jiwaku," kata Sekar Embun dengan suara yang sedikit lebih lembut, wajahnya sedikit memerah karena kata kata itu terdengar sangat intim.

Arya mengangguk dan menutup matanya. Tanda emas dengan corak teratai es di dahinya berkilauan pelan, dan tanda biru es dengan corak sisik naga emas di dahi Sekar Embun juga berkilauan dengan cahaya yang sama.

Melalui Tanda Istri Kaisar itu, jiwa mereka berdua yang sudah terikat sejak sesi penyatuan jiwa malam itu kembali menyatu.

Arya bisa merasakan semua perasaan Sekar Embun, rasa khawatirnya, rasa cintanya, rasa malunya, bahkan rasa cemburunya pada Luna yang masih dia sembunyikan.

Sekar Embun juga bisa merasakan semua perasaan Arya, rasa tekadnya untuk melindungi semua orang, rasa tanggung jawabnya yang besar, dan rasa cintanya yang tulus padanya dan juga pada Luna yang mulai tumbuh.

Penyatuan jiwa itu membuat mereka berdua bisa bergerak seperti satu orang dengan dua tubuh.

"Pedang Naga Es Penghancur Dunia!"

Mereka berdua berteriak bersamaan dengan suara yang harmonis.

Arya mengayunkan pedang es emasnya ke depan, Sekar Embun mengayunkan pedang biru esnya ke depan, dua pedang itu menebas ke arah yang sama dengan gerakan yang persis sama, seperti bayangan cermin.

BOOM!

Dari dua tebasan itu, sebuah bayangan naga es raksasa sepanjang seratus meter yang seluruh tubuhnya terbuat dari es biru bening dengan sisik emas di punggungnya dan sayap teratai es di punggungnya muncul dan mengaum dengan keras hingga membuat seluruh Puncak Embun bergetar.

Bayangan naga es itu menabrak gunung es kecil di ujung Puncak Embun yang tingginya hampir lima puluh meter.

LEDAKAN DAHSYAT!

Gunung es kecil yang sudah membeku selama ribuan tahun itu hancur berkeping keping menjadi hujan es yang indah yang turun seperti hujan berlian di atas lautan bunga teratai es.

Teknik kombinasi tingkat awal saja sudah memiliki kekuatan setara dengan Alam Raja Langit tingkat enam! Jika mencapai tingkat sempurna, kekuatannya bisa mencapai Alam Raja Langit tingkat delapan!

Tapi setelah mengeluarkan satu jurus itu, Arya dan Sekar Embun langsung terduduk lemas di atas tanah karena kehabisan energi. Penyatuan jiwa dan teknik kombinasi itu menghabiskan hampir sembilan puluh persen energi mereka berdua.

"Baru... baru tingkat awal saja sudah menghabiskan semua energi kita... Jika di dalam Kolam Teratai Suci nanti kita harus menggunakannya lebih dari satu kali, kita akan mati kehabisan energi sebelum sempat melawan Leluhur Darah Hitam..." kata Sekar Embun dengan napas terengah, keringat membasahi dahinya.

Arya yang juga terengah itu mengangguk. Dia membuka layar sistem di kepalanya.

[Poin Takdir: 6200]

[Tubuh Meridian Naga Langit: Tingkat 4, 10% menuju tingkat 5]

[Kultivasi: Alam Jiwa Kesatria tingkat 6, 80% menuju tingkat 7]

6200 Poin Takdir! Itu adalah jumlah yang sangat besar, cukup untuk membeli banyak barang bagus di Toko Sistem untuk membantu mereka berlatih lebih cepat.

"Aku punya cara untuk membuat kita bisa menggunakan teknik kombinasi itu lebih dari satu kali," kata Arya tiba tiba dengan mata berbinar setelah melihat isi Toko Sistem.

Dia membuka Toko Sistem dan mencari barang yang sudah lama dia incar.

[Pil Naga Es Yin Yang: Pil tingkat Raja yang dibuat dari esensi naga dan es abadi, bisa membuat dua orang yang memiliki atribut berlawanan bisa berbagi energi tanpa hambatan selama satu bulan. Harga: 2000 Poin Takdir]

[Buah Pencerahan Pedang: Buah langka yang bisa membuat seseorang memahami teknik pedang apa pun hingga tingkat sempurna dalam satu malam. Harga: 1500 Poin Takdir]

[Formasi Pengumpul Roh Naga: Formasi tingkat Raja yang bisa mengumpulkan energi roh naga di sekitar dan mempercepat kultivasi pemilik Tubuh Meridian Naga Langit hingga sepuluh kali lipat selama sepuluh hari. Harga: 2000 Poin Takdir]

Tanpa ragu, Arya langsung membeli ketiga barang itu sekaligus.

[DING! Pembelian berhasil! Pil Naga Es Yin Yang x1, Buah Pencerahan Pedang x1, Formasi Pengumpul Roh Naga x1!]

[Poin Takdir tersisa: 700!]

Melihat Poin Takdirnya yang tadinya 6200 langsung berkurang menjadi 700 dalam sekejap, Arya sedikit sakit hati, tapi dia tahu ini adalah investasi yang harus dia lakukan untuk bertahan hidup sepuluh hari lagi.

Dia mengeluarkan Pil Naga Es Yin Yang yang berwarna setengah emas dan setengah biru es itu dan memberikannya kepada Sekar Embun.

"Sekar, makan pil ini. Pil ini akan membuat energi kita bisa saling berbagi. Nanti saat kita menggunakan teknik kombinasi, kita bisa menggunakan energi dari dua orang, jadi tidak akan cepat habis. Dan buah ini, makan juga, ini akan membuatmu memahami Teknik Pedang Embun Beku tingkat sempurna yang kemarin masih belum sempurna."

Sekar Embun menatap pil dan buah yang diberikan Arya itu dengan mata terkejut. Sebagai mantan pemilik Tubuh Meridian Embun Beku yang sudah membaca banyak kitab obat, dia bisa merasakan bahwa pil dan buah itu adalah barang tingkat Raja yang bahkan di Istana Teratai Suci pun tidak ada! Satu pil tingkat Raja saja bisa membuat seluruh Kekaisaran Langit Biru berperang memperebutkannya!

"Dari... dari mana kamu mendapatkan barang seberharga ini? Pil tingkat Raja! Bahkan Pemimpin Perguruan pun tidak punya!" tanya Sekar Embun dengan tidak percaya.

Arya tersenyum misterius. "Rahasia suami. Nanti malam akan kuberitahu di tempat tidur, istriku."

Wajah Sekar Embun langsung memerah lagi mendengar kata di tempat tidur itu, tapi dia tidak membantah, hanya mengambil pil dan buah itu dan memakannya dengan patuh.

Begitu pil dan buah itu masuk ke dalam perutnya, tubuh Sekar Embun langsung memancarkan cahaya biru es dan emas yang sangat terang, kultivasinya yang tadinya Alam Raja Langit tingkat tiga puncak langsung naik sedikit lagi dan hampir menyentuh tingkat empat, dan pemahamannya tentang Teknik Pedang Embun Beku yang tadinya masih ada sedikit kekurangan langsung menjadi sempurna tanpa cacat!

Di sisi lain, Arya juga mengeluarkan Formasi Pengumpul Roh Naga dan meletakkannya di tengah kolam.

Formasi itu begitu diaktifkan langsung membentuk sebuah lingkaran cahaya emas raksasa yang menutupi seluruh Puncak Embun, menarik semua energi roh naga yang tersembunyi di dalam pegunungan di sekitar Perguruan Langit Biru yang sudah tertidur selama ribuan tahun ke dalam Puncak Embun.

Energi roh naga yang sangat pekat dan sangat murni itu langsung masuk ke dalam tubuh Arya yang duduk di tengah formasi, membuat kultivasinya yang tadinya Alam Jiwa Kesatria tingkat enam 80% langsung naik dengan kecepatan yang gila.

Alam Jiwa Kesatria tingkat enam puncak!

Alam Jiwa Kesatria tingkat tujuh!

Alam Jiwa Kesatria tingkat tujuh puncak!

Baru setelah mencapai Alam Jiwa Kesatria tingkat tujuh puncak, kenaikan itu berhenti karena energi roh naga di sekitar sudah habis diserap.

Hanya dalam satu hari dengan bantuan formasi itu, Arya naik satu tingkat penuh!

Malam hari, setelah seharian berlatih dengan gila, Arya dan Sekar Embun duduk bersandar di tepi kolam air panas yang kini sudah penuh dengan kelopak bunga teratai es yang berguguran, menatap bulan purnama yang indah di langit sambil berpegangan tangan.

Tubuh mereka berdua lelah, tapi hati mereka bahagia dan penuh dengan harapan.

"Sepuluh hari lagi..." bisik Sekar Embun sambil bersandar di bahu Arya yang hangat. "Apakah kita akan menang, suamiku?"

Arya menatap bulan purnama di langit dan lautan bunga teratai es di bawahnya, lalu menatap wajah cantik istri pertamanya yang bersandar di bahunya itu, dia tersenyum dengan penuh percaya diri.

"Kita pasti akan menang, istriku. Karena kita bukan hanya berjuang untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk semua orang yang kita cintai. Dan lagi, kita punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh Leluhur Darah Hitam itu."

"Apa itu?" tanya Sekar Embun dengan penasaran.

"Cinta," jawab Arya dengan senyum jahil. "Leluhur Darah Hitam itu hidup dengan darah dan kebencian selama seribu tahun, tapi kita hidup dengan cinta. Dan cinta selalu menang melawan kebencian. Bukankah begitu, istriku?"

Sekar Embun yang mendengar jawaban cheesy itu wajahnya langsung memerah, tapi dia mengangguk dengan senyum bahagia dan memeluk lengan Arya dengan lebih erat.

Di kejauhan, di Puncak Tamu Kehormatan, Luna Maheswari yang juga sedang menatap bulan purnama yang sama dari jendela kamarnya, merasakan jantungnya berdegup kencang tanpa alasan, seolah ada ikatan tak terlihat yang menghubungkan dirinya dengan dua orang di Puncak Embun yang sedang berbahagia itu.

Dia menyentuh dadanya dan berbisik pelan, "Sepuluh hari lagi... aku juga akan berjuang bersama kalian... Arya... Kakak Senior Sekar..."

Sepuluh hari menuju neraka di dalam Kolam Teratai Suci itu semakin dekat, tapi di Puncak Embun yang penuh dengan lautan bunga teratai es itu, cinta dan harapan tumbuh jauh lebih cepat dari pada ketakutan akan neraka itu.

Dan cinta itulah yang akan menjadi senjata terkuat untuk melawan Leluhur Darah Hitam yang akan bangkit sepuluh hari lagi.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!