NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Vroom!

Sebuah taksi bandara melaju membelah jalan raya Kota Linzhou yang kini terlihat jauh lebih bersih dan tertata rapi.

Di kursi belakang taksi tersebut, Li Na menutup hidungnya dengan selembar tisu mahal sambil menatap jijik ke luar jendela.

"Kota pedesaan ini benar-benar berdebu, aku tidak mengerti mengapa ada orang kaya yang mau membuang uang di tempat kumuh seperti ini," keluh Li Na dengan nada manja.

Wang Hao yang duduk di sebelahnya hanya tersenyum meremehkan sambil merapikan dasi sutra mahalnya.

"Orang udik yang tiba-tiba kaya biasanya tidak punya selera yang bagus, Sayang," jawab Wang Hao dengan sangat angkuh.

"Mereka hanya butuh sedikit pujian dari orang kota seperti kita untuk menyerahkan seluruh harta mereka dengan sukarela."

Ciiiit!

Taksi itu akhirnya berhenti tepat di depan gedung pencakar langit megah yang menjadi markas besar Linzhou Corp.

Mata Li Na dan Wang Hao seketika terbelalak lebar saat mereka melangkah turun dari mobil.

Bangunan di depan mereka sama sekali tidak terlihat seperti kantor perusahaan lokal di kota kecil.

Kaca pintar berwarna hitam elegan memantulkan cahaya matahari pagi, sementara puluhan petugas keamanan berseragam taktis berjaga di setiap sudut dengan postur tegap.

"G-gedung ini... bahkan lebih mewah dari gedung pusat bisnis di Beijing," gagap Wang Hao yang mulai merasakan sedikit intimidasi.

Li Na segera menggandeng lengan Wang Hao dengan erat, matanya berbinar penuh keserakahan melihat simbol kekayaan absolut di depannya.

"Sayang, pastikan kau meminta investasi dua puluh miliar sekalian, konglomerat ini pasti punya uang tak berseri," bisik Li Na antusias.

Mereka berdua berjalan memasuki lobi utama dengan dagu terangkat tinggi, berusaha mempertahankan aura elit dari ibu kota.

Tap! Tap! Tap!

Suara ketukan sepatu hak tinggi Li Na menggema di lantai lobi yang terbuat dari marmer impor tanpa cela.

Mereka langsung berjalan menuju meja resepsionis, mengabaikan antrean beberapa pengusaha lokal yang sedang duduk di ruang tunggu.

"Permisi, saya Direktur Wang Hao dari SkyTech Beijing, saya punya jadwal pertemuan penting dengan Tuan Yao pagi ini," ucap Wang Hao tanpa senyum.

Resepsionis wanita yang cantik itu menatap layar komputernya sejenak lalu mengangguk sopan.

"Tuan Wang Hao dan Nona Li Na, silakan masuk ke lift VIP di sebelah kanan, Nona Shen Yue sudah menunggu Anda di lantai puncak," arahkan resepsionis tersebut.

Wang Hao mendengus bangga, merasa statusnya sebagai orang ibu kota memang pantas mendapatkan jalur khusus tanpa perlu mengantre.

Mereka melangkah masuk ke dalam lift kaca transparan yang melesat naik dengan kecepatan tinggi tanpa suara.

Ting!

Pintu lift terbuka di lantai puncak, menyuguhkan pemandangan seluruh Kota Linzhou dari ketinggian yang menakjubkan.

Shen Yue sudah berdiri di depan pintu ruang rapat VIP, mengenakan setelan jas kerja abu-abu yang membuatnya terlihat sangat profesional dan mematikan.

"Selamat datang di Linzhou Corp, silakan masuk, Direktur Utama kami sudah menunggu di dalam," sapa Shen Yue dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Wang Hao mengangguk angkuh dan melangkah masuk ke dalam ruangan luas tersebut, diikuti oleh Li Na yang terus mengedarkan pandangan kagum.

Ruangan itu sangat luas, dengan meja panjang dari kayu mahoni utuh dan layar presentasi raksasa di salah satu dindingnya.

Di ujung meja, sebuah kursi direktur dari kulit berwarna hitam pekat sedang membelakangi mereka, menghadap langsung ke arah jendela raksasa.

Wang Hao segera merapikan jasnya, memasang senyum paling palsu dan profesional yang ia miliki.

"Selamat pagi, Tuan Yao yang terhormat, suatu kehormatan besar bagi saya bisa berdiri di ruangan Anda yang luar biasa megah ini," sapa Wang Hao sambil sedikit membungkuk.

"Saya membawa proposal revolusioner dari ibu kota yang dijamin akan melipatgandakan aset Anda dalam waktu kurang dari setahun."

Li Na ikut menimpali dengan suara yang dibuat selembut dan semanja mungkin.

"Benar sekali, Tuan Yao, kami menempuh perjalanan jauh dari Beijing khusus untuk membagikan peluang emas ini kepada Anda," bujuk Li Na dengan senyum menggoda.

Hening sejenak.

Hanya terdengar suara ketukan jari yang berirama dari balik kursi direktur tersebut.

Tuk. Tuk. Tuk.

"Peluang emas?" terdengar suara tawa pelan yang sangat dingin dari pria yang duduk di kursi itu.

"Atau mungkin kau sedang mencari kantong darah baru karena perusahaan rintisanmu sedang sekarat akibat sistem yang cacat?"

Napas Wang Hao seketika terhenti mendadak.

Jantungnya berdegup kencang karena suara pria itu terdengar sangat familiar, sebuah suara yang dulu sering ia bentak dan ia hina setiap hari.

Srettt.

Kursi kulit raksasa itu berputar perlahan, memperlihatkan sosok pria yang sedari tadi mereka panggil dengan sebutan kehormatan.

Yao Wi duduk di sana dengan kaki menyilang santai, mengenakan setelan jas hitam pesanan khusus yang memancarkan aura dominasi mutlak.

Matanya menatap tajam ke arah dua manusia yang kini mematung dengan mulut terbuka lebar di depannya.

Prang!

Tas tangan bermerek tiruan milik Li Na jatuh ke lantai, memecahkan botol parfum di dalamnya hingga cairan wanginya menyebar di udara.

Wajah Li Na berubah sepucat mayat, seluruh tubuhnya bergetar hebat saat ia menatap wajah mantan pacar yang ia buang beberapa hari lalu.

"Y-Yao Wi? A-apa yang kau lakukan di sini?" jerit Li Na dengan suara melengking tak percaya.

Wang Hao yang juga terkejut setengah mati, langsung mengubah rasa takutnya menjadi amarah yang meledak.

"Dasar sampah gembel! Beraninya kau menyusup ke kantor bos besar dan duduk di kursi direktur utama?" bentak Wang Hao sambil menunjuk wajah Yao Wi.

"Keamanan! Nona Shen Yue, cepat panggil keamanan! Pria ini adalah mantan karyawan saya yang sakit jiwa!" teriak Wang Hao panik.

Brak!

Shen Yue membanting tumpukan map di atas meja dengan sangat keras, membuat Wang Hao dan Li Na terlonjak kaget.

"Tutup mulut kotor Anda berdua sebelum saya menyuruh penjaga merobeknya dari wajah Anda!" desis Shen Yue dengan tatapan membunuh.

"Pria yang sedang duduk di depan Anda ini adalah Tuan Yao Wi, pemilik sah tunggal dari seluruh Linzhou Corp dan aset senilai puluhan triliun di kota ini."

Duar!

Kata-kata Shen Yue menghantam kepala Wang Hao dan Li Na layaknya petir yang menyambar di siang bolong.

Wang Hao mundur terhuyung-huyung hingga punggungnya menabrak dinding kaca di belakangnya.

"T-tidak mungkin... ini pasti lelucon, dia hanyalah budak korporat miskin yang makan mi instan sisa setiap malam!" bantah Wang Hao dengan napas tersengal.

"Dia berhutang uang padaku! Dia tidak mungkin menjadi triliuner dalam waktu seminggu!"

Yao Wi bangkit berdiri secara perlahan, langkah kakinya terdengar sangat mengintimidasi di ruangan yang sunyi itu.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!