NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Keesokan harinya, tepat pukul tiga sore... Sebuah mobil berhenti pelan di depan Hotel Grand Palace. Elena turun dengan tenang, mengenakan gaun sederhana berwarna putih yang membuatnya terlihat anggun namun tidak mencolok. Ia menatap sekeliling. Tidak ada siapa pun yang terlihat mencurigakan. Elena menarik napas dalam-dalam. "Baiklah." Ia melangkah masuk ke dalam hotel.

Begitu melewati pintu utama, seorang staf hotel segera menghampirinya dengan senyum sopan. "Nona Elena?"

Elena berhenti. "Ya, saya sendiri."

"Silakan ikut saya. Ada seseorang yang sudah menunggu Anda di ruangan itu."

Elena menatap wanita itu dengan curiga. "Siapa yang menungguku?"

"Beliau tidak menyebutkan namanya, Nona."

Elena tersenyum tipis, menyembunyikan kekhawatirannya. "Baik. Bawa saya ke sana."

Ia mengikuti staf itu menuju lift, berdiri diam sambil menatap pantulannya di dinding cermin. Tanpa Elena sadari, di lantai yang sama, seseorang sedang berdiri di balik tirai kaca, memperhatikan setiap gerak-geriknya. Pria itu mengangkat ponselnya ke telinga.

"Dia sudah datang."

Suara di seberang sana menjawab dingin, "Bagus. Pastikan tidak ada yang mengganggu rencana ini."

Pria itu tersenyum licik. "Tenang saja. Kali ini dia tidak akan bisa keluar begitu saja."

Sementara itu, pintu lift terbuka. Elena melangkah keluar menyusuri lorong menuju ruangan yang dimaksud. Pintu ruangan itu terbuka perlahan. Dan di dalamnya... Isabella sudah menunggunya.

Elena berhenti di ambang pintu, tatapan keduanya bertemu dalam keheningan yang menegangkan. Isabella tersenyum lebar, seakan sudah menunggu lama.

"Selamat datang, Elena."

Elena melangkah masuk perlahan, menutup pintu di belakangnya. "Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?"

Isabella berdiri perlahan dari kursinya, berjalan mendekat sedikit. "Aku hanya ingin memberitahumu satu hal penting... sebelum semuanya terlambat dan kau menyesal seumur hidup."

Elena menyilangkan tangan di depan dada, menatapnya tajam tanpa rasa takut. "Bicara. Apa yang ingin kau katakan?"

Isabella mengambil sebuah amplop cokelat dari atas meja, mengulurkannya ke arah Elena. "Kau yakin benar-benar ingin menikah dengan Sebastian Hale?"

Elena tersenyum mantap. "Sangat yakin."

"Kalau begitu... buka saja ini." Isabella menyodorkan amplop itu lebih dekat. "Dan pikirkan lagi jawabanmu."

Elena menerima amplop itu dengan tangan mantap. Namun sebelum membukanya, ia menatap Isabella lekat-lekat. "Kalau isinya hanya kebohongan yang kau karang sendiri, aku akan langsung pergi dan tidak akan pernah mempedulikanmu lagi."

Isabella tersenyum tipis, penuh keyakinan. "Buka saja."

Elena membuka amplop itu perlahan. Beberapa lembar dokumen jatuh ke tangannya. Matanya perlahan membelalak. Di halaman pertama tertera nama yang ia kenal baik — Sebastian Hale.

Dan di bagian bawah dokumen itu terdapat sebuah tanda tangan yang terlihat sangat mirip dengan milik tunangannya. Elena membaca kalimat yang tertera di sana dengan napas tertahan. Wajahnya perlahan berubah pucat.

"Pernikahan ini akan dibatalkan segera setelah tujuan yang telah disepakati tercapai."

Elena terdiam kaku di tempatnya, jantungnya berdegup kencang dan menyakitkan. Isabella memperhatikannya dengan puas. "Sekarang kau tahu kebenarannya, Elena."

Namun Isabella tidak tahu bahwa Elena tidak langsung percaya begitu saja. Di dalam hatinya, ada satu hal yang jauh lebih berarti daripada dokumen apa pun, Sebastian sudah berjanji kepadanya bahwa ia tidak akan pernah membatalkan pernikahan mereka.

Dan Elena bertekad dalam hati... bahwa ia tidak peduli dengan semua ini, intinya ia harus menikah dengan pria kaya raya itu!

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!