NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Diamnya Askara dan Bencana Kebahagiaan

​Ruang rapat utama Pradipta Group terasa sedingin ruang membeku. Sepuluh jajaran direksi dan manajer senior duduk tegak dengan punggung kaku, menahan napas. Tak ada satu pun dari mereka yang berani mengeluarkan suara, bahkan sekadar berdeham.

​Di ujung meja, Askara duduk bersandarkan kursi eksekutifnya. Tatapannya lurus menatap layar proyektor yang menampilkan grafik investasi, namun pikirannya melayang jauh ke kantor Ruella Creative.

​Matanya berkali-kali melirik ponsel di atas meja yang masih belum bergetar.

​Kenapa Bimo belum ngabarin juga? batin Askara gelisah.

​Dada Askara bergemuruh hebat. Rasa takut yang belum pernah ia rasakan sebelumnya perlahan menggerogoti logika. Ia panik. Bagaimana kalau Sagara yang muda, ceria, dan pandai bersilat lidah itu berhasil meluluhkan hati Nadira? Nadira itu polos—terlalu mudah percaya pada laki-laki yang memberi perhatian manis. Trauma masa lalu Nadira dengan pria-pria hidung belang selalu berawal dari hal kecil seperti ini. Askara cemas setengah mati jika Sagara ternyata hanya pria penipu lain yang akan memecahkan hati Nadira untuk kesekian kalinya.

​"P-Pak Askara?" tegur salah satu manajer dengan suara gemetar. "Untuk draf investasi di proyek Singapura... apakah bisa kita setujui?"

​Askara tidak menjawab. Matanya mendadak tertuju pada layar ponsel yang menyala. Sebuah pesan masuk dari Bimo.

​Tok! Tok!

​Pintu ruang rapat terbuka sedikit. Bimo—asisten pribadinya—masuk dengan langkah cepat dan menunduk segan. Ia berjalan mendekati Askara, lalu membungkuk dan membisikkan sesuatu tepat di telinga bosnya.

​"Pak, data latar belakang Sagara Alberga sudah keluar," bisik Bimo pelan.

​"Bicarain sekarang," perintah Askara dingin, tanpa memedulikan puluhan pasang mata bawahannya yang menonton.

​"Sagara Alberga... ternyata adik kandung dari Rebecca, Pak," bisik Bimo lagi.

​Alis Askara bertaut tajam. "Rebecca? Rebecca kating kita waktu kuliah dulu?"

​"Benar, Pak. Wanita yang dulu sempat mengejar-ngejar Pak Askara dan jadi saingan sengit Bu Nadira di kampus," jelas Bimo. "Tapi untuk profil Sagara sendiri... semuanya bersih, Pak. Pendidikan lulusan cumlaude, riwayat organisasi bagus, tidak ada catatan kriminal atau kelakuan buruk. Dia murni anak baik-baik."

​Askara mengepalkan tangannya di bawah meja. Adik Rebecca? Kenapa tiba-tiba dia magang di kantor Nadira?

​"Rapat ditunda sampai besok pagi," potong Askara berdiri tiba-tiba dari kursinya, menyambar jas dan kunci mobilnya. "Bimo, rapihin berkasnya."

​"Baik, Pak!"

...****************...

​Sementara itu, suasana di kantor Ruella Creative justru berbanding balik seratus delapan puluh derajat. Ruangan divisi kreatif dipenuhi gelak tawa renyah para karyawan.

​Sagara berdiri di tengah ruangan sambil memperagakan gaya berjalan salah satu klien mereka yang super kaku, membuat Nadira yang duduk di kursi kerjanya tertawa sampai memegang perut.

​"Gara! Udah, udah! Sakit perut gue ketawa terus!" seru Nadira sambil mengusap sudut matanya yang berair karena tertawa.

​"Lah, saya jujur kok, Mbak Nad!" kata Gara sambil tersenyum lebar, memamerkan lesung pipinya. "Lagian Mbak Nad kalau tertawa gitu makin manis, dapet bonus pahala saya bikin atasan bahagia."

​"Pinter banget ya lo ngambil hati bos!" sahut Odelia yang melintas membawa berkas, walau matanya tetap melirik jam dinding dengan cemas. Aduh, Nadira... lo belum tahu aja pawang lo lagi mode pembunuh di luar sana, batin Odelia gelisah.

...****************...

​Pukul lima sore lewat sedikit. SUV hitam Askara sudah terparkir rapi di bawah pohon rindang depan kantor Nadira.

​Nadira melangkah keluar kantor dengan wajah yang masih berbinar ceria. Namun, begitu mendekati mobil dan melihat Askara berdiri bersandar di pintu tanpa senyuman hangat seperti biasanya, binar bahagia di wajah Nadira perlahan surut.

​Askara membukakan pintu penumpang tanpa bersuara.

​"Makasih, Ka," gumam Nadira canggung, lalu masuk ke dalam mobil.

​Askara memutar melangkah ke kursi pengemudi, menyalakan mesin, dan langsung melajukan mobil membelah jalanan Jakarta yang mulai padat. Sepanjang sepuluh menit pertama, hening menguasai kabin. Tidak ada tawaran membeli martabak favorit, tidak ada omelan soal lecet kaki, tidak ada godaan nakal. Askara hanya diam, tatapannya lurus dan datar menatap jalanan.

​Nadira mengerutkan dahi, merasa risih dengan keheningan yang asing ini. Ia menoleh memandangi profil samping wajah Askara yang mengeras.

​"Lo... kenapa sih, Ka? Diam aja dari tadi," pancing Nadira pelan. "Cemburu ya lo?"

​Askara menoleh sekilas, menatap Nadira dengan mata cokelat gelapnya yang dalam. Suaranya terdengar sangat tenang, namun tegas.

​"Iya. Gue cemburu," jawab Askara singkat dan lantang.

​Nadira tertegun sejenak, tak menyangka Askara akan mengaku terang-terangan tanpa candaan. "Y-ya gak usah langsung ngegas gitu ngomongnya..."

​"Gue emang selalu cemburu sama siapa aja yang ada di dekat lo, Nad. Apalagi cowok," tambah Askara datar, lalu kembali fokus menatap kaca depan.

​Nadira menelan ludahnya canggung. Biasanya, kalau Askara cemburu, pria itu akan menjahilinya, membelikan cokelat, atau mengomelinya panjang lebar sampai Nadira kesal. Tapi kali ini, Askara benar-benar berbeda. Pria itu berubah pasif dan sangat dingin.

​Mencoba mencairkan suasana yang makin mencekik, Nadira berdeham kecil dan mulai bercerita.

​"Ka... lo tahu gak? Tadi di kantor lucu banget deh," ujar Nadira dengan nada yang diusahakan seceria mungkin. "Anak magang yang tadi siang itu, si Gara, ternyata jahil banget! Masa dia meragakan gaya jalannya Pak Wibowo pas lagi presentasi? Satu kantor sampai heboh ketawa-ketawa, gue juga sampai sakit perut!"

​Nadira tertawa kecil di akhir ceritanya, berharap Askara menanggapi atau minimal menyindirnya seperti biasa.

​Namun, Askara hanya merespons tipis. "Oh ya?"

​Hanya dua kata. Datar. Tanpa emosi.

​Tawa di bibir Nadira terhenti seketika. Hatinya mendadak berdesir aneh. Ada rasa tak nyaman dan ganjal yang sangat besar menghantam dadanya melihat tanggapan cuek Askara.

​"Kok respons lo cuma 'oh ya' doang sih, Ka?" tanyak Nadira dengan suara yang mulai pelan.

​"Terus gue harus merespons gimana, Nad?" Askara balik bertanya tanpa menoleh, suaranya teratur pelan namun menusuk. "Gue harus ikut ketawa mendengarkan lo membanggakan cowok lain di depan gue?"

​Nadira bungkam seribu bahasa. Lidahnya mendadak terasa kelu. Tatapan dingin dan sikap tak bersahabat dari sahabatnya ini terasa jauh lebih menakutkan daripada omelan atau ciuman paksa Askara kemarin. Rasa bersalah yang tak beralasan perlahan-lahan mulai menjalar dan menguasai dada Nadira.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!