NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Jejak yang Dicari & Rencana yang Tersusun

Pagi itu, langkah Cynthia melangkah keluar dari rumah lebih awal dari biasanya. Udara pagi terasa sejuk menyapa wajahnya, namun hatinya terasa jauh lebih berat daripada angin yang berhembus. Setiap pagi ia berangkat ke kantor — ia tidak tinggal diam di rumah, tidak hanya duduk menunggu dan mengurus urusan di tempat tinggal mereka. Ia memiliki pekerjaan, ia memiliki kehidupan, dan ia bertekad memperjuangkan haknya sendiri. Setiap hari ia menuju gedung tinggi tempat ia bekerja sebagai staf di perusahaan milik Aldy Reynaldi, pria yang selama ini setia menemaninya, pria yang mempercayainya, dan pria yang sungguh-sungguh mencintainya.

Di antara tumpukan berkas, suara ketikan papan ketik, dan hiruk-pikuk rekan kerja yang sibuk, Cynthia menyembunyikan kegelisahan yang tak pernah benar-benar hilang. Siapa dirinya sebenarnya? Dari mana asalnya? Mengapa hidupnya terasa begitu kabur, seakan ia tidak pernah benar-benar milik tempat mana pun? Rumah yang seharusnya menjadi miliknya, kasih sayang yang seharusnya menjadi haknya, bahkan identitas yang seharusnya melekat padanya — semuanya terasa direbut, diambil, lalu diakui sebagai milik orang lain. Dan orang itu adalah Karen — adik yang selama ini ia anggap saudara, yang ia lindungi, yang ia sayangi, namun ternyata justru menjadi orang yang mengambil segalanya darinya.

Saat jam istirahat tiba, Cynthia menyusuri lorong yang ia hafal betul menuju ruangan di ujung koridor. Pintu itu tertutup, namun ia mengetuk pelan, dan suara dari dalam menyambutnya dengan lembut.

"Masuk."

Cynthia melangkah masuk. Ruangan itu luas, tertata rapi, penuh berkas dan buku-buku tebal. Dan di sana, di balik meja besar yang terbuat dari kayu jati, duduk sosok yang selalu menjadi tempat bernaungnya — Aldy Reynaldi. Tidak ada rekan kerja lain di ruangan itu, tidak ada siapa pun selain mereka berdua. Maka Cynthia memanggilnya begitu saja, lembut, akrab, tanpa rasa sungkan sedikit pun.

"Aldy..." panggilnya pelan.

Aloy mendongak seketika, wajahnya yang tadinya serius seketika berubah lembut begitu melihat wanita yang dicintainya berdiri di ambang pintu. Ia meletakkan pena di tangannya, lalu mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatapnya dengan pandangan yang penuh kelembutan dan perhatian.

"Cynthiaku sayang..." ucapnya lembut. "Ada apa? Kau terlihat begitu lelah, seakan beban dunia ada di pundakmu."

Cynthia melangkah mendekat, lalu duduk di kursi di hadapan pria itu. Ia menunduk sejenak, menarik napas panjang, berusaha menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Ketika ia akhirnya mengangkat wajahnya, matanya berkaca-kaca, penuh kerinduan sekaligus kepedihan yang mendalam.

"Aldy... aku butuh bantuanmu," ucapnya pelan, suaranya bergetar. "Bukan soal pekerjaan. Bukan soal apa pun yang ada di meja ini. Tapi soal diriku. Soal siapa aku sebenarnya. Kalung yang kau temukan itu belum cukup. Orang bisa saja berkata itu hanya benda yang hilang, yang bisa jatuh ke tangan siapa saja. Aku butuh sesuatu yang lebih kuat, sesuatu yang tidak bisa dibantah."

Ia menatap mata pria itu dengan tajam namun penuh harap, melanjutkan ucapannya.

"Aku ingin kau dapatkan bukti-bukti lain yang lebih kongkrit selain kalung tersebut. Setelah bukti lain selain kalung sudah kau dapatkan dengan caramu sendiri, lalu aku ingin kau sendiri yang berbicara dengan Bapak kandungku, Bapak Hutapea, supaya meyakinkan beliau bahwa aku adalah anak kandung mereka berdua, bukan si Karen tersebut, sambil menunjukkan bukti lain yang sudah kau dapatkan tersebut."

Aloy mendengarkan setiap kata dengan saksama, tak mengalihkan pandangannya sedetik pun dari wajah wanita di hadapannya. Ketika Cynthia selesai berbicara, ia mengangguk mantap, seakan janji itu sudah terukir di hatinya.

"Tenanglah, Cynthiaku sayang," ucapnya tegas namun lembut. "Aku tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian. Aku akan mencari bukti-bukti yang lebih nyata, lebih meyakinkan — catatan kelahiran, dokumen lama, saksi, apa pun yang tersisa. Setelah semuanya terkumpul, aku akan menghadap Bapak Hutapea sendiri. Aku akan menunjukkan semuanya, aku akan meyakinkan beliau, dan kebenaran akan terungkap. Kau tidak akan sendirian dalam hal ini. Aku berjanji."

Kata-kata itu menenangkan hatinya sedikit, namun beban di pundaknya belum hilang. Ia mengangguk pelan, lalu berdiri hendak kembali ke mejanya. Saat melangkah keluar, kebetulan beberapa rekan kerja berpapasan di depan pintu ruangan itu. Cynthia segera mengubah nada suaranya, menyapa dengan sopan sebagaimana bawahan menyapa atasannya.

"Terima kasih, Pak Aldy," ucapnya pelan, agar terdengar pantas di telinga siapa pun yang lewat.

Aloy tersenyum paham, mengangguk pelan. "Sama-sama. Kembalilah bekerja, nanti kita bicara lagi."

Cynthia melangkah pergi, kembali ke tempat kerjanya, menyembunyikan rasa syukur yang bercampur haru di dalam dadanya. Setiap langkahnya terasa lebih mantap, namun ia tahu perjalanan ini masih panjang.

Sore harinya, saat matahari mulai condong ke barat, Cynthia pulang ke rumah. Suasana di dalamnya terasa hening, namun ketenangan itu hanyalah topeng. Karen sedang beristirahat di kamar, dan Yb pulang lebih awal dari biasanya. Ketika Cynthia melangkah masuk ke ruang tengah, hanya ada mereka berdua sendirian. Yb segera mendekat, menatapnya lekat-lekat, lalu menggenggam kedua tangannya erat.

"Sayangku..." panggilnya lembut, suaranya penuh kelembutan yang hanya ditujukan untuknya. "Kau sudah pulang. Sejak tadi aku menunggumu. Aku merindukanmu."

Cynthia tersentuh, tersenyum tipis yang menyembunyikan seribu perasaan di baliknya. "Aku juga merindukanmu. Tapi kita harus berhati-hati. Karen bisa saja mendengar."

"Biarkan saja," bisik Yb, mendekatkan wajahnya hingga napas mereka bersentuhan. "Aku tak peduli lagi. Kau adalah wanita yang kucintai, satu-satunya yang benar-benar aku miliki di hati ini. Dan tak ada yang bisa mengubah itu." Ia mencium punggung tangan Cynthia perlahan. "Semakin dekat hari itu, semakin aku takut kehilanganmu. Tetaplah di sisiku, Sayangku. Jangan tinggalkan aku."

"Aku di sini," jawab Cynthia pelan, meski di lubuk hatinya ada keraguan yang tak kunjung hilang. "Aku belum pergi ke mana pun."

Namun di balik kelembutan itu, di balik pelukan hangat itu, rencana lain mulai terbentuk di benak Cynthia. Ia tahu Karen tak akan diam begitu saja. Ia tahu kemarahan adiknya akan meledak hebat saat kebenaran terungkap. Dan karena itulah, ia menyusun langkah yang menyakitkan namun terasa perlu — ia tidak bisa membiarkan Karen terus-terusan saja menjadi pihak yang terlihat benar.

Rencana itu mulai berjalan. Besok sorenya setelah pulang kerja Cynthia mengirim pesan kepada Yb — mengajaknya bertemu di sebuah kafe yang berada di dalam salah satu hotel ternama di pusat kota, mengatakan ada hal penting yang ingin dibicarakan berdua saja, tanpa gangguan, tanpa diketahui siapa pun. Yb tanpa ragu menyetujuinya.

Di kafe itu, mereka duduk berhadapan, mengobrol dengan hangat, penuh keakraban, sepasang kekasih yang merindukan satu sama lain. Cynthia tersenyum manis, menatapnya lekat-lekat, membuat Yb lupa segala beban yang membebani pikirannya. Saat minuman yang dipesan tiba, Cynthia mendorong gelas itu pelan ke arahnya. Yb meminumnya perlahan, tak menyadari bahwa di dalam minuman itu telah dicampurkan sesuatu yang akan mengubah segalanya.

Tak lama kemudian, efeknya mulai terasa. Kepala Yb terasa berputar, pandangannya kabur, tubuhnya terasa berat namun di saat yang sama terasa panas membara seperti ada hasrat nafsu yg ingin di lampiaskan ke lawan jenis terlebih lagi yang di lihat dia di depan nya adalah Cynthia, dan dia ingin melepaskan hasrat nafsu tersebut ke Cynthia orang yang paling di sayangi dan dia cintai. Cynthia segera menahannya, berpura-pura cemas.

"Kau tidak enak badan? Tunggu, aku akan memintakan kamar di hotel ini sebentar saja, kau istirahat dulu," ucapnya lembut.

Tanpa menunggu jawaban, ia bergegas ke resepsionis, memesan kamar, dan nama yang tertulis di buku tamu adalah Reza Oktovian — Yb. Semua seolah-olah atas kemauannya sendiri. Dengan kunci di tangan, ia menuntun Yb yang berjalan tertatih-tatih menuju kamar. Di kepala Yb yang setengah sadar, bayangan yang terlihat hanyalah wajah Cynthia. Ia tersenyum samar, merasa bahagia — sepertinya akhirnya Cynthia menerima dirinya. Namun kenyataannya, rencana Cynthia sama sekali bukan seperti itu.

Sesampainya di kamar, Cynthia menuntun Yb berbaring. "Istirahatlah, aku mau ke kamar mandi sebentar," ucapnya. Namun begitu pintu tertutup, ia segera menelpon seseorang — seorang perempuan lain — memintanya datang ke kamar itu. Setelah memastikan perempuan itu masuk, Cynthia keluar, menutup pintu pelan, dan bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, Karen menemuinya dengan wajah pucat. "Aku tahu di mana Yb. Selama ini aku memasang pelacak di ponselnya tanpa sepengetahuannya. Titik lokasinya ada di hotel itu. Temani aku ke sana, tolong."

Hati Cynthia berdebar — rencananya berjalan persis seperti yang ia rencanakan. "Baik... aku temani kau," jawabnya pelan.

Mereka berdua berangkat, menuju tempat di mana kebenaran yang tampak seperti kebohongan akan terungkap.

1
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
Dita Anggraini
"Sungguh karya yang luar biasa indah! Ceritanya menyentuh hati, penuh makna, dan setiap kata yang ditulis terasa begitu tulus. Tidak pernah membosankan, justru semakin dibaca semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah berkarya, tulisanmu sangat berharga! ⭐⭐⭐⭐⭐"
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥰⭐ Sungguh pujian yang membuat hatiku hangat! Aku selalu berusaha menulis dengan tulus dari lubuk hati terdalam. Dukungan Kakak membuatku makin semangat menjaga ceritanya tetap indah sampai bab terakhir! 💖✨
total 1 replies
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Setiap kalimatnya terasa begitu nyata, perih, dan tulus. 💔 Bagaimana bisa tujuh tahun pengabdian diabaikan begitu saja? Kalimat 'siapa yang akan memikirkan dan menjaga kebahagiaannya sendiri' — sungguh menghantam hati pembaca. Kakak menulis dengan begitu indah dan menyentuh. Semoga Cynthia akhirnya mendapatkan kebahagiaannya sendiri! Teruslah berkarya Kak! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih Kak! 🥰💖 Senang sekali ceritaku bisa terasa nyata di hatimu. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, dan pengabdian itu pantas dihargai sepenuhnya. Jangan lewatkan bab selanjutnya, kebenaran akan segera terungkap! Semangat Kak! ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!