NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boleh Bekerja Kembali

Langkah Seruni perlahan mundur, ketika suaminya terus berjalan ke arahnya. Menyudutkannya di pintu kamar yang tertutup. Seruni memejamkan mata saat tangan Raifan terangkat, membayangkan jika laki-laki itu akan menamparnya dengan keras. Namun, bukan tamparan yang Seruni dapatkan, tapi sebuah cengkraman di dagu, tidak begitu keras, tapi cukup membuatnya terkejut dan kembali membuka matanya.

Tatapan suaminya begitu dingin, menatap lekat Seruni yang begitu ketakutan. Seruni hanya bisa menundukan wajahnya, takut jika harus menatap suaminya.

"Kau pergi ke sebuah Restoran, dan tidak bilang apa-apa padaku, lalu ponselmu tidak aktif. Apa maksudmu? Ingin kabur dariku?"

Suara itu rendah, namun penuh penekanan. Membuat Seruni yang mendengarnya sampai merasa merinding. Saat cengkraman Raifan di dagunya semakin kencang, membuat Seruni meringis pelan.

"Tatap aku!" tekannya, dia menatap Seruni dengan dingin. "Kau sudah melanggar peraturan yang aku berikan. Memang seharusnya aku tidak pernah mengizinkanmu keluar meski hanya bertemu temanmu!"

Seruni mulai panik , bukan hanya ketakutan saja yang sekarang dia rasakan. Tapi juga panik, sementara Seruni masih berusaha untuk membuat Raifan mengizinkannya kembali ke dalam dunia model. Tapi, sekarang suaminya sudah sangat marah dan bisa saja semua rencana Seruni akan gagal total.

"Mas, aku hanya pergi untuk makan saja di Restoran dan mengobrol tentang..."

"Tentang apa?"

Sial, Seruni hampir saja salah bicara pada suaminya. Tapi, tidak ada kesempatan lain selain sekarang untuk berbicara dengan suaminya.

"Aku ingin kembali bekerja, Mas"

Seruni memejamkan mata setelah dia berhasil mengatakan satu kalimat itu. Meski sebenarnya cukup mengejutkan juga karena dia berani mengungkapkannya.

"Apa kau bilang?! Ingin bekerja lagi? Menjadi model? Berfoto di depan pria yang memotretmu? Iya?! Haha... Kau pikir aku akan mengizinkanmu?"

Seruni tahu jawabannya akan seperti ini, maka mungkin Raifan mau mengizinkannya. Tapi sudah tidak ada kesempatan lagi, dan Seruni ingin terbebas dari sangkar pernikahan suaminya ini.

"Jika tidak kamu tidak mau menceraikan aku, izinkan aku tetap bekerja"

Raifan menatap Seruni dengan tajam, sorot matanya menyala menunjukan kemarahan. "Haha.. Itu bukan pilihan Seruni. Siapa juga yang membuatmu berani membuat pilihan padaku?"

"Mas, tolong kali ini biarkan aku kembali pada duniaku. Sudah cukup selama dua tahun ini aku hanya menjadi burung dalam sangkar pernikahanmu. Sekarang biarkan aku kembali dengan duniaku!"

Brak... Raifan meninju pintu kamar tepat di samping wajah Seruni. Membuat istrinya itu langsung memejamkan mata takut, kepalan tangan itu ada di samping wajahnya sekarang. Masih beruntung tidak mengenai wajahnya.

"Jangan harap kau bisa kembali bekerja!"

"Kalau begitu, ceraikan aku sekarang"

Srak... Raifan menarik kasar tangan Seruni, mendorongnya jatuh ke atas sofa. Lalu dia mengukung tubuh istrinya itu, menatapnya tajam. Seruni sudah ingin melepaskan diri, tapi tangannya terkunci oleh tangan suaminya.

"Sudah pernah ku bilang, kau tidak akan pernah bisa lepas dariku!"

Seruni menatap Raifan dengan mata berkaca-kaca, mulai tidak bisa menahan lagi. Seruni benar-benar tidak mengerti dengan suaminya ini. Apa yang sebenarnya dia inginkan.

"Bukannya wanita masa lalumu sudah kembali, kenapa sekarang masih mempertahankan aku? Bukannya dia yang kamu cintai, Mas?"

Raifan kembali mencengkram dagu Seruni lebih keras dari sebelumnya. Tatapannya begitu tajam. "Jangan pernah membahas cinta denganku! Bahkan sejak kau memilih setuju dengan pernikahan ini di saat aku jelas menentangnya, sudah tidak perlu membahas cinta lagi denganku! Paham?!"

Seruni meringis pelan, air matanya menetes. Sekarang dia paham, kenapa sejak awal Raifan menjadikan pernikahan ini sebagai sangkar bagi Seruni. Karena dia yang sudah menyetujui perjodohan di saat Raifan ingin menolaknya.

"Kalau begitu, ceraikan saja aku Mas"

"Tidak ada kata cerai diantara kita!"

Raifan menarik baju Seruni dengan kasar hingga terbuka, beberapa kancing baju sampai terlepas dari tempatnya. Raifan langsung menciumi tubuh Seruni tanpa ampun, memberikan beberapa gigitan yang meninggalkan bekas kemerahan. Seruni hanya diam, tangannya ingin mendorong, tapi sudah di kunci erat oleh Raifan. Air mata terus mengalir dari sudut matanya.

Hiks... Saat suara isakan terdengar, Raifan tersadar atas apa yang sedang dia lakukan. Dia bangkit dari atas tubuh Seruni, menatap istrinya yang menangis terisak. Raifan menghembuskan napas kasar, dia menutup kembali baju Seruni yang sudah terbuka, meski tidak sepenuhnya tertutup.

"Mandilah, dan segera tidur"

Raifan berbalik dan berjalan keluar kamar, dia mengusap wajah kasar setelah melihat wajah Seruni yang menangis dan menatapnya takut.

Sementara Seruni hanya diam, masih memeluk dirinya sendiri karena rasa takut saat melihat Raifan yang seperti tadi. Lalu, dia menatap punggung suaminya yang menghilang di balik pintu yang tertutup.

"Sebenarnya apa yang kamu inginkan Mas? Kenapa seperti ini padaku, kamu membuatku bingung"

Seruni berdiri dan berjalan ke ruang ganti, memilih untuk berendam sejenak di kamar mandi. Menenangkan pikirannya yang benar-benar kacau setelah apa yang terjadi.

"Bagaimana bisa aku kembali menjadi model, ketika Mas Rai benar-benar tidak mengizinkan"

Selesai mandi, Seruni mendapatkan telepon dari sahabatnya, Selvia. "Iya Sel?"

"Kamu sudah bicara sama suamimu? Apa dia mengizinkan?"

"Mana mungkin Mas Rai mengizinkan, bahkan untuk keluar rumah bertemu kamu saja, aku harus izin dan tetap di pantau GPS"

Terdengar suara hembusan napas dari seberang sana, mungkin Selvia juga ikut merasa lelah saat mendengar cerita Seruni.

"Run, kamu tidak berniat mengajukan perceraian sendiri saja? Jangan menunggu dia menandatangani"

"Kamu pikir jika seperti itu, dia tidak akan membatalkan? Mas Rai orang yang bisa melakukan apapun, Sel"

"Iya juga. Terus kamu bagaimana? Apa tidak akan menerima tawaran Mas Riko?"

"Entahlah"

Bahkan untuk memikirkan hal itu saja, sudah membuat Seruni takut dengan hal yang akan terjadi. Kemarahan Raifan bukan main-main, Seruni tidak sanggup membantahnya.

"Run, kenapa kamu tidak pulang ke rumah orang tua kamu. Minta mereka membantumu lepas dari suamimu"

Seruni diam, tersenyum miris saat mendengar ucapan Selvia barusan. Orang tuanya? Bahkan mereka seperti senang saat Seruni menikah dan di bawa keluar dari rumah itu. Seolah-olah Seruni adalah beban bagi mereka.

"Seruni!"

Panggilan itu membuat Seruni langsung terperanjat kaget, menoleh ke arah pintu ruang ganti yang masih tertutup. Suara suaminya tiba-tiba membuatnya sangat takut.

"Sel, sudah dulu ya. Mas Raifan memanggilku"

"Iya, iya"

Seruni keluar dari ruang ganti, menatap suaminya. "Iya Mas, ada apa?"

"Kau benar ingin kembali bekerja?"

Seruni diam sejenak, lalu dia mengangguk pelan.

"Kau boleh bekerja, tapi tidak dengan pakaian yang begitu terbuka dan tidak ada foto bersama laki-laki"

Seruni terdiam, masih terlalu mengejutkan dengan ucapan suaminya barusan.

Bersambung

Yang masih nabung bab pantatnya kelap kelip kayak lampu taman..

1
Mia Camelia
di tunggu Thor karya baru nya💪😄😍
MamDeyh
Ttp semangat Kak
Nurminah
bau2 simpanan dan perpelakoran libur dulu bikin naik darah
Aisyah Ranni
Bisa jadi ibunya Seruni menikah dengan Papanya krna perjodohan,si Papa td tetep gak cinta,makanya sm Seruni setengah hati, sedang kan dengan istri kedua yaitu selingkuhan ny sendiri mungkin CLBK jadi kebetulan ibu Seruni meninggal,si Papa bawa pulang si pelakor dan menikah, ditunggu flashback masa lalu ortu Seruni thor
Yani Suryani
ya ampun 😤, bagaimana ini 🤦
Yani Suryani
ohhh ternyata 🤔l😏
Yani Suryani
akhirnya
MamDeyh
Males lah kalo Seruni bego mau jadi donor 😒
Rarik Srihastuty
apa jangan2 seruni bukan anak kandungnya, kok sampai segitunya 🤔
Oma Gavin
heran bila ada ortu yg pilih kasih sama anaknya
Yani Suryani
mulut Raifan ini benar" ya
saat sama mawar juga ngomongnya ketus, bahkan kata"nya langsung aja bilang kasihan gitu kan bisa bilang karena kemanusiaan rasa empati gitu, memang setelannya gitu 🤦
sama mertua pun gak ada bedanya seperti orang lain
Yani Suryani
cepat sembuh ya mawar dan raihlah kebahagiaan mu, tetap semangat 🔥
walau tidak mudah kau pun juga mendoakan seruni dan Raifan bahagia, jadi kamu harus semangat untuk sembuh biar tidak menyia nyiakan bantuan Raifan 🔥🔥
Yani Suryani
semoga penyakit mawar sembuh dan dia juga mendapatkan kebahagiaannya sendiri walau tanpa Raifan, mungkin nanti ada laki" yg baik dan menerima mawar dengan kekurangannya
🌻
Oma Gavin
bikin Selina mati saja kak biar ayah nya merasakan kehilangan anak kesayangan nya
dika edsel
kamu berkata seperti itu krn mas rai udah bila tdk sama kamu.. lain cerita klo mas rai bilang masih cinta sama kamu..100pesen kamu masih ngebet kan?? ngomong2 sampe kpn kamu sakit sih...lama amat sembuhnya?? klo mati ya mati aja gitu loh..
Nurminah: HIv Atau Kanker
total 3 replies
Yani Suryani
terus semangat 🔥
Yani Suryani
nah gitu, sering komunikasi sama adikmu biar dapat pencerahan 😁
Yani Suryani
karena sudah terlanjur ya bicarakan baik baik apa lagi kondisi mawar juga memprihatinkan dan penyakit yg sudah setadium akhir, jangan sampai nanti penyesalan menghantui rumah tangga kalian,,,
bicarakan kembali tentang itu jika seruni ingin kamu berhenti maka kamu cari orang yg mau membantu mawar, tapi jika seruni mengijinkan maka terbukalah, atau biar seruni yg mengurus itu tanpa kamu , atau apalah yg terbaik, jadi pikirkan matang-matang dulu baru memutuskan tanpa emosi
Yani Suryani
dasar pencemburu akut 🤭
Nurminah
banyak ceo goblok ama kasian sama mantan
kalo aku kalau mantan kamu sekarat aja didepan kamu nggak usah sok2 an bantu cari orang lain aja apalagi sembunyi2 membantu hadeh nggak sudi siap2 dia kehilangan anak istri nya jangan pernah ada urusan sama mantan apapun bentuknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!