NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 21

Setelah perjalanan yang begitu menakutkan akhirnya Aryan dan Aluna pun tiba di mansion Wijaya.

Setibanya di teras rumah, Aryan memarkirkan mobilnya asal-asalan. Dia tidak langsung membawa mobilnya menuju parkiran.

Dengan perasaan yang membara, dia membuka pintu mobilnya dengan kasar. Lalu memutar mengelilingi mobilnya hingga sampai di sisi Aluna. Dan membuka pintunya dengan kasar, lalu menarik tubuh Aluna begitu kuat hingga membuat pergelangan tangannya memerah.

Brak!

"Akhh!" pekik Aluna saat tubuhnya didorong kuat oleh Aryan. Membuat luka di sekitar sikunya makin mengeluarkan darah segar.

Aryan berjongkok di hadapan Aluna dengan wajah kelelahan. "Aluna, aku tahu kau sangat marah denganku karena aku pernah mengatakan agar kau bersikap baik dengan Yeri. Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya di belakangku"

Aryan mencengkeram kuat dagu Aluna, hingga Aluna mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang menatapnya tajam.

"Aluna, aku tidak habis pikir denganmu aku pikir kau itu anaknya yang sangat baik-baik, tapi kau ternyata cukup buruk juga ya" kekeh Aryan. Lalu mendekatkan wajahnya di sisi telinga Aluna dan berucap begitu dinginnya

"dengar, Aluna. Aku ini masih suamimu. Jadi kau jangan coba-coba untuk bermain di belakangku, atau!"

"atau kau akan tahu akibatnya karena sudah berurusan dengan Aryan Wijaya, Aluna" tekan Aryan lalu menghempaskan tubuh Aluna begitu saja.

Baru akan melangkah pergi, tiba-tiba langkah Aryan terhenti seketika. Melihat ada ceceran darah segar di atas lantai putih itu

Aryan mengernyitkan dahinya darah siapa ini?

Aryan masih belum menyadari kalau darah itu adalah darah Aluna. Hingga suara isakan lirih terdengar, mengalihkan pandangannya ke arah Aluna yang sedang menangis.

"hiks... hiks.... shhh"

Aryan melihat Aluna menangis. awalnya Aryan tidak ingin memperdulikan hal itu dan ingin segera beranjak dari sana.

Tapi mata tajam Aryan tidak sengaja melihat ceceran darah tadi itu......

ternyata berasal dari Aluna. Aryan memperjelas penglihatannya, takut-takut dia salah lihat.

Tapi makin lama diusap-usap matanya, ternyata dia tidak salah lihat. Itu memang benar darah Aluna. Yang saat ini sedang berusaha untuk menghentikan darah itu agar tidak terus-menerus keluar dari sikunya.

Karena Aluna yang terus-terusan menangis sesenggukan, Aryan pun yang tidak tega melihat hal itu tidak punya pilihan lain selain mengobati luka Aluna.

"ayo sini, biar aku obatin" ucap Aryan gugup. Lalu menarik lengan Aluna pelan menuju ke arah sofa.

Aluna menatap ke arah Aryan dengan wajah kebingungan. ada apa ini? tadi dia marah-marah kepadaku, tapi sekarang kenapa malah dia ingin mengobati lukaku? ya agaknya seperti itulah suara hati Aluna

"kau tunggu di sini. Biar aku mengambilkan kotak P3K" ucap Aryan. Lalu berlalu dari sana menuju ruangannya untuk mengambil kotak P3K

Aluna melirik ke arah sikunya yang berdarah. Sesekali dia meniup lukanya yang terasa agak perih.

Hingga tanpa sadar, ternyata Aryan sudah datang lebih dulu dan duduk di sampingnya.

"sini, tanganmu biar aku obati"

Aluna pun mengarahkan sikunya ke arah Aryan. Dan Aryan pun mulai melakukan rutinitas pengobatannya

Aryan mengambil beberapa kapas, lalu mengusap-usap perlahan di sekitar luka itu pakai antiseptik. hingga terdengar sedikit suara desisan dari Aluna.

Aryan meniup-niup luka itu agar tidak perih lagi. Lalu setelah itu Aryan menempelkan salep luka "Akhh! Sakit"

"tahan dulu, sebentar lagi" setelah itu Aryan membalut luka itu menggunakan perban agar tidak terkena air sama sekali.

"sudah selesai" ujar Aryan, sambil membersihkan kembali obat-obatan yang dia buka tadi dari kotak P3K.

Sejenak keadaan menjadi hening di antara keduanya. Tidak ada yang memulai berbicara sedikitpun. Hanya suara detak jam yang terus berputar.

1 menit

2 menit

3 menit

Sampai 10 menit kemudian, masih tidak ada siapapun yang memulai pembicaraan.

hingga.........

"terima kasih, mas. Karena sudah mau mengobati lukaku" ucap Aluna lirih.

Aryan menghela napas panjang. "siapa pria tadi, Aluna?" tanya Aryan tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.

Aluna menatap wajah tegas suaminya. Lalu mulai menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya tadi. Mulai dari penolakan sang kakak, hingga sampai kejadian dia bisa bertemu dengan pria itu

Aryan mendengar seksama semua cerita Aluna tanpa terlewati satu kata pun dari mulut Aluna.

"Dan itu sebabnya bajuku jadi basah gini. Dan luka ini juga tidak disengaja olehnya" Aluna memandang lukanya yang diperban oleh Aryan.

Aryan menghela napas beratnya untuk kesekian kalinya. Seharusnya dia tidak langsung beranggapan tentang Aluna yang berselingkuh di belakangnya

Dan semua ini juga bukanlah kesalahan Aluna. Dia tidak tahu apa-apa tentang perjodohan ini. Dan tidak tahu juga maksud dari perjodohan ini apa, kalau dirinya saja sudah menikah lalu menjadikannya istri keduanya.

Dia tidak bisa mengatakannya yang sebenarnya pada Aluna. Karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk itu semua

Akan ada waktunya Aryan akan mengatakan yang sebenarnya kepada Aluna. Tapi bukan sekarang. Karena sekarang bukanlah waktu yang tepat.

"maafkan aku, Aluna"

Mendengar suaminya meminta maaf kepadanya, Aluna langsung menatap wajah tegas suaminya dengan pandangan heran dan bingung.

"maafkan aku, Aluna. Seharusnya aku-"

"mas,~" Aluna Memegang kedua sisi pipi Aryan dengan senyuman manisnya

"mas, kamu nggak salah kok. Jadi nggak perlu minta maaf atas kejadian ini. di sini aku juga salah. Seharusnya aku nggak lari-larian tadi di tengah jalan, tapi aku malah dengan bodohnya melakukan itu"

"coba saja aku nggak ngelakuin hal itu pasti ini semua nggak akan terjadi mas"

"jadi mas nggak perlu minta maaf tentang ini" Aluna mengelus pelan surai rambut hitam Aryan dengan penuh kelembutan.

Mendengar suara lembut istrinya, hati Aryan mendadak menjadi tenang. Dengan kesadaran penuh, Aryan langsung memeluk tubuh Aluna dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di dada Aluna.

Melihat tingkah manja suaminya, Aluna terkekeh kecil. Katanya dia hanya mencintai yeri saja, lalu ini apa? Sungguh, Aryan sekarang sangat menggemaskan

"mas kamu-"

"Aluna apa bisa kita tidur seperti ini saja, rasanya aku sangat nyaman dengan posisi ini sekarang" ucap Aryan memejamkan kedua matanya sembari menyadarkan kepalanya di dada Aluna.

Aluna hanya bisa pasrah sekarang. Jujur saja dia juga agak mengantuk, dan tidak mampu hanya untuk sekedar beranjak menuju kamarnya sekarang.

Akhirnya Aluna pun memilih untuk tertidur di sofa saja dengan Aryan yang juga tertidur di dalam pelukannya.

Berharap saja semoga esok pagi hari nanti. Tidak ada kejadian-kejadian aneh setelah melihat pasangan ini tertidur bersama sembari berpelukan mesra ini

Ya berharap saja hehehe

Maaf kalo gak nyambung dan typo bertebaran 😁 jangan lupa di like sama komen ya❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!