NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Tak lama kemudian, saat Aruna sedang membalik lembaran sebuah buku silsilah keluarga bangsawan besar, jari lentiknya terhenti di satu nama yang tertulis jelas Keluarga Lancaster.

"Eh..." gumamnya pelan, namun isi pikirannya bergema kuat, [Bukankah keluarga yang mulia ini akan hancur lebur dua tahun lagi? Kepala keluarganya akan dituduh pengkhianat yang kejam padahal tak bersalah sedikit pun... semua itu rencana licik yang disusun rapi oleh Duke Harold! Sungguh menyedihkan nasib mereka yang tak berdosa itu.]

Di sudut ruangan, Adrian yang pura-pura membaca seketika menajamkan pendengarannya.

Aruna kembali melanjutkan bacanya, pikirannya terus berputar mencari keterkaitan. [Syukurlah keluarga Ashcroft tidak ikut terseret ke dalam bencana mengerikan itu... meski jika dipikirkan kembali, sebenarnya karena saat itu kekayaan keluarga kita sudah habis dicurinya, sehingga tak ada lagi yang bisa dibantu, bukan?]

Adrian mengembuskan napas pelan yang berat. Setiap kali suara itu terdengar, selalu berisi hal-hal yang belum terjadi, seolah gadis itu memegang cermin ajaib yang bisa menembus batas waktu masa depan. Tak mungkin semua itu hanya kebetulan belaka.

"Kau tampak begitu serius memikirkan sesuatu yang dalam," ucapnya memecah kesunyian.

Aruna sedikit terlonjak kaget. "Ah... hanya... aku penasaran saja," jawabnya sambil segera menutup buku itu perlahan.

"Apa yang membuatmu penasaran?" tanyanya tak melepaskan tatapan.

Aruna tersenyum tenang namun penuh keyakinan. "Aku sedang berpikir bagaimana caranya menjadi seorang yang bijaksana dan bisa menjadi pendukung yang baik bagi kepala keluarga ini."

Kali ini Adrian benar-benar terkejut tak menyangka. "Kau memikirkan hal setinggi itu?"

"Iya," jawabnya mantap, sementara dalam hati ia melengkapi, [Karena jika keluarga Ashcroft tetap kokoh kuat dan tak tergoyahkan, maka peluangku untuk selamat dan hidup bahagia pun akan semakin besar seratus kali lipat.]

Adrian menatap wajah itu cukup lama, menelusuri setiap sorot mata yang jernih dan tulus.

Saat Aruna kembali menunduk tenggelam dalam baris tulisan yang bermanfaat, Adrian diam-diam mengepalkan tangannya erat di sisi tubuh.

Di sudut sanubarinya yang paling dalam, lahirlah sebuah dugaan yang terdengar mustahil namun tak bisa ia tolak begitu saja.

'Apakah wanita yang berdiri di hadapanku ini masihlah Evelyne yang sama seperti dulu?'

***

Menjelang malam yang sunyi, cahaya lampu minyak berkelap-kelip lembut di ruang kerja Duke yang sakral. Di sana, Arthur, Helena, Adrian, dan Cedric berkumpul bersama dalam keheningan yang penuh makna. Adrian menceritakan segala hal yang ia saksikan dengan mata kepala sendiri hari itu dengan rinci dan jujur.

"Dia sungguh berubah luar biasa," ucapnya mengakhiri cerita. "Bahkan kini ia lebih memilih menemani buku-buku berilmu daripada menghabiskan waktu berjam-jam berdandan dan mengagumi cermin."

Duchess Helena mengangguk perlahan dengan wajah lembut yang penuh rasa syukur. "Aku pun merasakannya dengan jelas, perubahan itu terasa begitu nyata dan membawa ketenangan bagi kita semua."

Sementara itu, Cedric yang sedari tadi diam menyimak akhirnya membuka suaranya dengan tenang dan bijaksana. "Menurut pendapatku... Lady Evelyne tetaplah Evelyne yang kita kenal," ucapnya pelan namun tegas. "Namun... ada sesuatu yang hebat telah menyadarkan jiwanya, mengubah cara pandangnya menjadi jauh lebih dewasa dan cerdas."

Duke Arthur menatap nyala api yang menari indah di dalam perapian batu. "Kita tak perlu memaksanya untuk menjelaskan segala hal yang sulit diucapkan," ucapnya bijaksana. "Selama perubahan itu membawa kebaikan, kedamaian, dan kekuatan bagi keluarga besar kita, cukup kita awasi dan bimbing dengan kasih sayang."

Ketiganya menyetujui kata-kata itu dengan anggukan setuju yang bulat. Namun tak ada satu pun yang menyadari di balik celah pintu kayu yang tertutup rapat, seorang pelayan yang baru bekerja beberapa waktu berdiri kaku bagaikan patung yang membatu. Tanpa sengaja, ia menangkap sebagian besar percakapan rahasia itu.

Wajah pemuda itu menegang penuh ketegangan yang berbahaya. Dengan langkah cepat namun tak bersuara, ia berbalik dan melarikan diri keluar dari lorong itu, seolah takut ketahuan menguping. Di sudut gelap halaman belakang yang sepi, ia segera mengeluarkan seekor burung merpati putih yang dilatih khusus.

"Terbanglah... sampaikan pesan ini kepada Duke Harold," bisiknya pelan namun penuh ancaman tersembunyi. "Keluarga Ashcroft tampaknya menyembunyikan sebuah rahasia yang luar biasa besar, sesuatu yang tak boleh dilewatkan oleh tuannya."

Burung kecil itu mengepakkan sayapnya, melesat membelah kegelapan malam yang dingin menuju tujuan yang jauh.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!