NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA

Angga berdiri kaku di depan pintu ruang kerja Pak Arya. Napasnya berat, dadanya sesak. Memikirkan tumpukan pekerjaan pagi ini saja sudah cukup membuat perutnya mual, apalagi dipadu dengan sisa mabuk semalam yang masih menyengat di pelipis.

​Dengan sisa keberaniannya, Angga mengetuk pintu dan melangkah masuk. Di balik meja kerjanya yang megah, Pak Arya sedang duduk membelakangi pintu, menatap deretan pencakar langit Jakarta.

​"Maaf atas keterlambatan saya, Pak" bisik Angga seraya menunduk.

Pak Arya memutar kursinya dan matanya berkilat tajam. Tanpa basa-basi, ia berdiri dan mendekati Angga.

"Kita akan kedatangan calon investor besar dari Amerika dua bulan lagi. Ini kesempatan emas perusahaan. Persiapkan semuanya dengan sempurna"

​"Siap, Pak" sahut Angga sigap.

​Tok! Tok!

​Pintu ruangan terbuka. Seorang wanita muda berparas jelita dan berpenampilan seksi melangkah masuk membawa secangkir kopi. Tanpa canggung, ia duduk di sebelah Pak Arya di sofa kulit, menyalakan sebatang rokok lalu menyodorkannya ke bibir sang atasan. Pak Arya menyesapnya dengan santai, meniupkan asap pekat ke udara.

​Aroma tembakau yang menusuk membuat kepala Angga kian berdenyut hebat. Keringat dingin mulai membendung di tengkuknya.

​"Bagaimana perkembangan Indah?" tanya Pak Arya tiba-tiba di balik kepulan asap.

​Angga berusaha menguasai diri.

"Saya masih mengevaluasi kinerjanya untuk bulan ini, Pak"

Pak Arya terkekeh sinis. "Omong kosong, Indah tetap di timmu. Tidak ada evaluasi lagi. Saya ingin kalian berdua memimpin penyambutan investor baru ini"

​Angga membisu, ia tahu betul kapasitas Indah yang serba tidak becus dan selama ini selalu "dicuci" kekacauannya oleh Lulu.

Namun di hadapan Pak Arya yang jelas-jelas pasang badan untuk Indah, membantah sama saja dengan bunuh diri karier.

​"Siapkan dokumen rapat dengan seluruh divisi empat jam lagi. Jangan terlambat. Kamu bisa pergi" usir Pak Arya dingin.

​Sementara itu di area cubicle, suasana tak kalah tegang. Vika sedang sibuk merapikan meja kerja saat menatap Lulu dengan cemas.

​"Lu, hari ini perasaan aku enggak enak banget. Pak Angga aneh banget pagi ini. Kamu hati-hati, ya" bisik Vika.

​"Masa sih? Pak Angga kan enggak punya riwayat darah tinggi,l" seloroh Lulu mencoba mencairkan suasana, walau hatinya sendiri ketar-ketir.

​"Aku serius, Lu! Semenjak ada si itu, Pak Angga jadi gampang marah. Lucu ya, kerjaan enggak becus, tapi Pak Arya selalu membela dia" sindir Vika seraya melirik ke arah meja Indah yang kosong.

​"Husst, enggak baik berprasangka buruk pagi-pagi" tegur Lulu lembut.

​Tiba-tiba seorang rekan kerja menyela.

"Vika! Kamu dicari Pak Angga di ruangannya. Sekarang!"

​Vika seketika merinding membayangkan omelan berjilid-jilid sang manajer.

"Doakan aku selamat, Lu!" rintihnya pasrah sebelum berlari kecil.

​Di dalam ruangannya, Angga menghempaskan tubuh ke kursi kebesarannya. Perutnya berbunyi nyaring, memprotes rasa lapar yang belum terobati sejak semalam. Ia memejamkan mata, namun bayangan semalam kembali menghantuinya.

​Sosok wanita di trotoar itu... dan kata-kata Siska. Anna benar-benar sudah kembali.

​Dada Angga bergemuruh ketakutan sekaligus rindu yang menyiksa. Demi menekan rasa pusing dan mualnya, ia memesan sarapan melalui aplikasi online.

​Pintu ruangannya diketuk. Vika masuk membawakan berkas kepuasan pelanggan yang diminta. Beruntung, laporan kali ini menunjukkan peningkatan pesat hingga Angga sempat melempar pujian tipis yang membuat Vika bernapas lega luar biasa.

​"Bagus. Pertahankan" ujar Angga datar. Saat Vika hendak berbalik memegang gagang pintu, Angga memanggilnya kembali.

"Vika"

Vika membeku. Ia berbalik perlahan dengan senyum canggung. "Y-ya, Pak? Ada laporan lain yang kurang?"

Angga menatap Vika sejenak, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. "Tolong panggilkan Lulu ke ruanganku. Sekarang"

Kening Vika berkerut halus, rasa heran memuncak di benaknya. Nggak biasanya Pak Angga manggil Lulu lewat aku, biasanya langsung interkom atau panggil sendiri.

​"Lulu, Pak? Baik, Pak... Ada berkas laporan yang harus diproses Lulu sekarang?" pancing Vika polos, berusaha mencari tahu.

​Angga tidak menjawab pertanyaan itu. Tatapannya menajam datar dan memberi gestur bahwa Vika tak perlu banyak bertanya.

"Cukup panggilkan dia. Katakan saya menunggunya"

​"B-baik, Pak! Segera saya sampaikan ke Lulu" sahut Vika cepat-cepat, lalu bergegas keluar sebelum atmosfer dingin di ruangan itu makin menghimpitnya.

Sementara itu, y​Lulu menarik napas dalam-dalam di depan pintu bernuansa kayu jati tersebut. Hatinya berdegup kencang. Setelah insiden "usap pipi" di koridor tadi pagi, bertemu berdua saja dengan Pak Angga adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan.

​Tok! Tok!

​"Masuk"

​Lulu melangkah canggung. Angga berdiri tegap di balik mejanya dengan kedua tangan terlipat di dada. Matanya menatap Lulu intens.

​"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" cicit Lulu, menundukkan kepala dalam-dalam.

​"Tolong ambilkan pesanan sarapan saya di lobi kantor," perintah Angga dengan suara beratnya.

​"Baik, Pak"

​Lulu berbalik cepat, merasa lega tugasnya sangat sederhana. Namun, baru dua langkah ia mengayunkan kaki, suara Angga kembali menghentikannya.

​"Kamu sudah sarapan?"

​Lulu membeku. Ia menoleh perlahan.

​Angga menatap lurus ke dalam manik mata Lulu. Raut wajah manajer killer itu tampak sedikit melunak, menyisakan jejak kelelahan yang samar.

​"Kalau belum... sarapanlah denganku. Di sini. Di ruangan ini"

1
-Thiea-
kenapa wanita itu bisa sampai dibunuh? Apa yang menjadi dasar dari tindakannya itu kira-kira?"
ginevra
astaga!!! tokoh utamanya meninggal dari episode pertama.
Myz Pena: penasaran kan.. ?? 🤭
total 1 replies
ginevra
ada apa ini? awal udah disuguhi adegan bekap membekap.
sinnox
Hayoloh lulu🫢
Myz Pena: Lulu OTW kerja keras 💪
total 1 replies
Wawan
Salam kenal untuk Lulu 💪✍️
Wawan
Waow /Toasted/
Myz Pena: ini karya pertama ku,, mohon selalu dukungannya ya... dan mari kita saling mendukung 🥹❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
ciber ara
makin suka sama ceritanya
semangat thor
Myz Pena: mohon dukungannya ya,, jalan ceritanya akan tetap mendebarkan hanya saya menyesuaikan bab2 sebelumnya karena terlalu panjang..terimah kasih sudah memberi banyk dukungan 🥹❤️❤️
total 2 replies
Anisa Nur Afifah
haii kak mampir lagi nih aku, semangat yaa . jngan lup mampir lagi di novelku🥰
Myz Pena: siap 🤩🤩
total 2 replies
Myz Pena
terimah kasih 😍❤️❤️❤️
Anisa Nur Afifah
seruu banget kaa, aku balik lagiii nih🥰
ciber ara
lnjut💪
Myz Pena: siap, updatenya setiap hari ya.. 😍
total 1 replies
Nisaicha
wah menarik kak ada visualnya juga 😍
jadi penasaran nih lanjut baca..
Myz Pena: di tunggu ya... updatenya tiap hari 😍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakkk
Myz Pena: terimah,, kasih ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!