NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Dinzy dan Luca benar-benar menjadwalkan hari ini untuk bepergian bersama. Setelah memilih beberapa tempat sebagai opsi, mereka memutuskan untuk pergi ke pantai.

 

Perjalanan mereka cukup jauh untuk sampai ke pantai tersebut. Luca harus membawa dua sopir untuk bepergian, karena ia tidak ingin membuat sopir kelelahan apalagi mengancam jiwanya dan Dinzy.

 

"Maaf ya Din hari ini kita perginya ramai-ramai"

"Gak apa-apa Pak Luca, ini seru hehehe"

 

Luca dan Dinzy telat sampai di pantai tujuan, mata mereka di manjakan oleh pemandangan pantai tersebut.

 

Pasir berwarna putih, air laut yang biru, bahkan pegunungan terlihat jelas.

 

Luca membawa Dinzy duduk, lalu memesan minuman yang ada disana. Sambil melepas penat dan lelahselama beberapa jam dijalan, dan mengisi tenaga untuk berjalan menyusuri pantai sambil menunggu matahari terbenam.

 

"Pak Luca pernah kesini sebelumnya?"

"Gak Din. Ini pertama kalinya untuk saya"

 

Dinzy mengangguk perlahan, dengan tetap memperhatikan pantai yang ada di hadapannya. Pemandangan yang tidak bisa ia liat setiap harinya.

 

"Kamu suka?"

"Iya Pak, indah sekali"

"Di kota kita hanya bisa lihat kemacetan"

"Dan suara klakson"

 

"Saya suka pantai, tapi saya tidak pernah punya waktu untuk ke pantai. terakhir kali saya ke pantai, mungkin tiga tahun yang lalu" ucap Luca

 

"Kenapa Pak Luca ke pantai?"

"Kata orang, ketika kita merasa stres, pantai bisa membantu untuk membuat kita menjadi lebih rileks"

"Oh begitu"

 

"Permisi Pak, Bu untuk makanannya dan minumannya"

 

"Oh silahkan" ucap Luca

 

Setelah menyajikan makanan, pelayan tersebut meninggalkan Dinzy dan Luca. Keduanya juga terlihat menikmati makanan,dan minuman tersebut.

 

Matari mulai terbenam, Luca mengajak Dinzy berjalan menuju pantai. Tangan Luca menggenggam tangan Dinzy, bukan menghindar atau menolak, Dinzy justru semakin erat menggenggam tangan tersebut.

 

"Mataharinya mulai terbenam Pak"

"Iya Din, indah ya"

"Iya Pak"

 

Dinzy masih menatap matahari tersebut, sementara Luca justru menghadap ke arah Dinzy dan memperhatikan Dinzy dengan seksama.

 

"Pak" Panggil Dinzy

 

"Iya?"

"Mataharinya disana"

"saya bisa lihat matahari setiap hari, tapi saya gak bisa lihat kamu setiap hari"

 

Dinzy tersenyum menatap kearah Luca, sementara Luca tanpa ekspresi dengan tatapan yang sangat dalam ia menatap Dinzy

 

Suasana pantai semakin redup, matahari benar-benar tenggelam di ufuk barat. Tangan Luca meraih pinggang Dinzy, yang membuat Dinzy menoleh kearah Luca.

 

Sebuah ciuman yang tidak pernah terbayang di dalam benak Dinzy. Luca masih tetap mencium bibir Dinzy dengan lembut, hingga akhirnya Dinzy membalas ciuman tersebut.

 

Dinzy melepas perlahan ciumannya, tubuh mereka sangat dekat, bahkan hangat nafas Luca bisa Dinzy rasakan.

 

Tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka, Luca menarik Dinzy kedalam pelukannya. Tubuh pria itu memeluk erat tubuh Dinzy, hanya terdengar suara ombak dan detak jantung Luca.

 

Dinzy tidak mengerti dengan situasi ini, tapi ia juga tidak menolak. Dia membiarkan semuanya begitu saja.

 

"Dinzy"

"Iya Pak"

"Saya tidak ingin membuang waktu saya dan tentunya saya juga tidak ingin membuang waktu kamu"

 

"Maksud Pak Luca?"

"Sejak awal saya tahu kamu, saya tertarik dengan kamu. Saya mendekati kamu bukan tanpa tujuan..."

 

DEG!

 

"Mungkin menurut kamu ini terlalu cepat, karena kamu juga masih sangat muda. Tapi saya mendekati kamu karena saya ingin menikahi kamu"

 

"M-MENIKAH?"

 

"Iya. Saya ingin memiliki hubungan yang jelas bersama kamu. Kamu mau menikah dengan saya?"

"S-saya..."

"Iya atau tidak?"

 

"IYA"

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!