NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Rahasia Darah dan Benang yang Terikat

​"Kau pikir kau bisa melangkah keluar dari pintu ini begitu saja, Dallas?! Jika kau dan ibumu yang pelayan murahan itu berani pergi, besok pagi aku akan memastikan Danila membusuk di dalam penjara atas kasus pembunuhan Delara!"

​Langkah kaki Dallas terhenti seketika di ambang pintu keluar aula Grand Ballroom. Suara parau Fernando yang bergaung penuh kebencian itu bagaikan hantaman gada tak kasat mata yang menghantam telak jantungnya. Seluruh tubuh Dallas menegang, cengkeraman tangannya pada pinggang Bellamy mengeras ekstrem hingga jemarinya bergetar.

​Bellamy bisa merasakan perubahan drastis dari pria di sampingnya. Aura dingin dan tangguh yang tadi Dallas pancarkan mendadak runtuh, digantikan oleh hawa mencekam yang sarat akan trauma masa lalu.

​Javier yang masih terduduk di atas panggung menoleh dengan mata membelalak. "Papa... apa maksud Papa? Ibu Delara... meninggal karena wanita itu?!"

​Fernando melangkah maju dengan napas memburu, menunjuk Dallas dengan telunjuknya yang gemetar. "Benar, Javier! Ibumu, Delara, meninggal karena ditabrak oleh mobil yang dikendarai oleh Danila! Aku masih menyimpan semua bukti otentik, rekaman CCTV, dan laporan kepolisian yang sengaja kutahan selama belasan tahun ini hanya untuk memastikan jalang itu tetap berada di bawah kakiku!"

​Di bawah panggung, Dallas berbalik perlahan. Sepasang matanya menggelap, dipenuhi kilat kemarahan yang bercampur dengan rasa tertekan yang amat sangat. "Kau berbohong, Fernando... Ibuku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu!"

​"Aku tidak berbohong, anak haram!" Fernando tertawa sumbang, sebuah tawa penuh dendam kesumat. "Tanyakan pada ibumu sendiri kenapa dia sudi kunikahi dan bertahan kupukul setiap hari! Itu karena dia ketakutan! Dia rela menyerahkan tubuhnya dan membiarkanmu disiksa hanya agar rahasia pembunuhan ini tidak terbongkar!"

​"Cukup, Fernando!" raung Dallas, suaranya naik satu oktav, menembus batas kesabarannya. Luka cambukan di punggungnya mendadak terasa seribu kali lebih perih seiring dengan dadanya yang sesak karena teringat tangisan ibunya selama belasan tahun ini.

​"Kau ingin tahu yang sebenarnya, Dallas?" Fernando menyeringai iblis, menatap Dallas dengan pandangan puas karena berhasil mengunci kembali mangsanya. "Danila tidak pernah mencintaiku. Bahkan saat aku menikahinya, dia masih menangis memanggil nama Diego Costa, ayah kandungmu yang miskin itu! Aku terpaksa mengikatnya dengan kasus ini. Setiap sabetan pecutan yang kuberikan pada kalian berdua adalah bentuk pelampiasanku atas kematian Delara!"

​Tubuh Dallas limbung satu langkah ke belakang. Kenyataan bahwa ibunya mengorbankan seluruh sisa hidup dan harga dirinya di bawah siksaan Fernando demi melindunginya, dan fakta tentang ayah kandungnya, Diego Costa, membuat pertahanan mental Dallas retak. Ia mengepalkan tinjunya hingga darah hampir menetes dari sela-sela kuku jarinya.

​Di tengah keputusasaan dan tekanan mental yang kembali mengurung Dallas, sebuah tangan halus namun terasa begitu kokoh mendadak menggenggam jemari kokoh pria itu.

​Bellamy maju, berdiri tepat di depan tubuh Dallas, memblokade pandangan kejam Fernando dari suaminya. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata Dallas yang mulai goyah, lalu mengusap rahang tegas pria itu dengan lembut.

​"Dallas, tatap aku," bisik Bellamy, suaranya terdengar sangat tenang, hangat, dan sarat akan otoritas pelindung. "Jangan dengarkan gonggongan anjing tua ini. Tarik napasmu, Sayang. Kau tidak sendirian lagi sekarang."

​Dallas menatap Bellamy, napasnya yang memburu berat perlahan mulai sedikit stabil saat merasakan kehangatan dari sentuhan gadis itu. "Bellamy... Ibuku..."

​"Aku tahu," Bellamy tersenyum tipis, sebuah senyuman cegil yang mendadak berubah menjadi sangat dewasa dan menenangkan. "Aku bersumpah demi namaku, aku akan mencari keadilan untuk ibumu. Kita akan membongkar semua busuknya manipulasi haram ini bersama-sama."

​Bellamy membalikkan tubuhnya perlahan, menghadap Fernando dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sedingin es kutub utara—tatapan murni milik Livana Minerva, sang putri mafia.

​"Tuan Fernando Enrique," ucap Bellamy, suaranya jernih bergaung di antara keheningan aula yang mencekam. "Kau pikir kau bisa menakut-nakuti suamiku dengan gertakan murahan dari kasus belasan tahun lalu? Jika kau memang punya bukti yang valid, kenapa kau tidak menyerahkannya ke polisi sejak dulu? Kenapa kau justru menahannya dan menjadikannya alat pemerasan?"

​"Kau tidak tahu apa-apa, jalang kecil!" bentak Fernando.

​"Aku tahu lebih banyak dari yang bisa kau bayangkan dalam otak tuamu itu," sahut Bellamy ketus. "Hukum di negara ini tidak bisa disetir oleh dendam pribadimu. Ayahku, James Guinevere, memiliki tim pengacara terbaik yang bisa membalikkan status kasus apa pun. Jadi, silakan laporkan besok pagi. Dan aku akan memastikan, kamulah yang akan masuk ke dalam sel atas dakwaan pemerasan dan kekerasan dalam rumah tangga terlebih dahulu!"

​James Guinevere yang sejak tadi mengamati dari belakang melangkah maju, berdiri di samping putrinya. Namun, fokus James saat ini mendadak teralih sepenuhnya bukan pada Fernando, melainkan pada nama yang baru saja diucapkan oleh pria tua itu.

​"Diego Costa...?" gumam James, suaranya sangat rendah hingga nyaris tak terdengar.

​Di dalam kepala James, jiwa Sylvester Minerva mendadak bergejolak hebat. Layar Sistem Novel di sudut matanya tiba-tiba berkedip-kedip merah dengan ritme yang kacau.

​[ Peringatan: Karakter Tersembunyi 'Diego Costa' Terdeteksi. Sinkronisasi Memori Dunia Nyata Mengalami Anomali. ]

​Diego Costa... Sialan, kenapa nama itu terasa begitu familier di telingaku? batin Sylvester memeras otaknya dengan keras. Rasa sakit yang luar biasa kembali berdenyut di pelipis James.

​Ingatan masa lalu Sylvester di dunia mafia Minerva mendadak terbuka satu per satu seperti benang merah yang ditarik paksa. Diego Costa bukan sekadar nama karakter figuran di dalam novel ini. Sylvester ingat betul, di kehidupan nyatanya sebelum ia terlempar ke dalam dunia buku ini, ia pernah memiliki seorang tangan kanan kepercayaan, seorang penembak jitu terbaik di ordonya yang bernama... Diego.

​Jangan-jangan... novel bersampul emas berinisial 'D' yang ada di meja kerjaku malam itu... D-nya adalah Diego?! sebuah konklusi gila mulai terbentuk di kepala James.

​"James! Kenapa kau diam saja?! Apa kau akan membiarkan putrimu bersanding dengan anak dari seorang pembunuh?!" teriakan Fernando membuyarkan lamunan James.

​James menyipitkan matanya, menatap Fernando dengan pandangan yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. Jiwa mafianya kini benar-benar telah bangkit sepenuhnya demi memecahkan teka-teki gila ini.

​"Fernando," James berucap, suaranya begitu berat dan dingin hingga mampu membungkam seluruh ruangan. "Mulai detik ini, urusan keluarga Enrique dan masa lalu Danila... resmi menjadi urusan pribadiku. Pengawal, bawa Tuan Muda Dallas dan Nona Bellamy keluar dari sini sekarang juga."

​"James! Kau tidak bisa melakukan ini!" raung Fernando saat belasan pengawal berbadan tegap langsung mengawal Dallas dan Bellamy berjalan melewati gerbang aula dengan aman.

​Di luar gedung, di bawah rintik hujan malam yang dingin, Dallas menggenggam erat tangan Bellamy di dalam mobil limusin yang bergerak membelah jalanan kota. Rasa tertekan di dadanya belum sepenuhnya hilang, namun keberadaan Bellamy di sampingnya membuat Dallas merasa memiliki jangkar untuk tetap bertahan.

​"Terima kasih... Bellamy," bisik Dallas serak, menatap cincin berlian hitam di jarinya.

​Bellamy bersandar di dada bidang Dallas, melingkarkan lengannya di leher pria itu dengan erat. "Sudah kubilang, bukan? Jangan pernah lepaskan aku, Dallas. Karena mulai malam ini, aku yang akan menjadi perisaimu untuk menghancurkan mereka semua."

1
Ariska Kamisa
Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu membaca novel ini. Cerita ini saya tulis dengan sepenuh hati, menghadirkan perjalanan penuh emosi, konflik, dan perkembangan karakter yang saya harap bisa meninggalkan kesan bagi para pembaca. Semoga kisah ini dapat menghibur dan membuat kalian ikut tertawa, menangis, serta jatuh cinta pada setiap tokohnya. Selamat membaca, dan jangan ragu berbagi pendapat kalian di kolom komentar. Dukungan kalian adalah semangat terbesar bagi saya untuk terus berkarya. ❤️
umie chaby_ba
ondel-ondel nih jahat bae ga kapok kapok lah .
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
owalah... sahabat Javier kagak ada yang bener nih... mengambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: iyah kasian javier yaa🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
syukurin lu....
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... dibuat semuanya bersangkutan,
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Diego costa lagi nih nambah..
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
nambah lagi aja nih nama dengan huruf depan D lagi.. Delara, Danila, Dallas siapa lagi hayo...
Ariska Kamisa: ayo siapa sebenarnya si D?🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
lucu sih ngelamar kok dua-duanya gitu,
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
bushet 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dew666
🔮
Ariska Kamisa: terimakasih love nya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
Ariska Kamisa: otw ngedraft nih kak...
total 1 replies
falea sezi
D apakah dallas🤭🤣
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭.. soalnya banyak yang nama depannya D nih... 🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kesel banget sama javier ini/Right Bah!/
Ariska Kamisa: sabar kak..🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah danila di nikahi hanya untuk di jadikan babu? panggilannya aja tuan..
Ariska Kamisa: betul sekali dibawah ancaman Fernando sih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan-jangan D itu Dallas.. siapa sih thor... aku jadi penasaran inisial D nya ini namanya banyakan yang D nih 🤣
Ariska Kamisa: siapa ya???..🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akan tiba nih malam yang ditunggu
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak
komentar dan like nya ♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
sebentar lagi riwayatmu hancur kau Lucifer..🤭🤣
Ariska Kamisa: bisa aja jadi Lucifer 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kasian banget Dallas...
Ariska Kamisa: tenang aja kka... 🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
jadi penasaran deh sumpah
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar ga penasaran 🤭🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!