NovelToon NovelToon
KAISAR HANTU

KAISAR HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.

Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.

Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menembus Tirai Keemasan

Kegelapan malam yang sangat pekat kembali menyelimuti wilayah Sekte Pedang Surgawi setelah hari yang dipenuhi oleh teror dan pertumpahan darah tanpa henti.

Angin malam berhembus membawa hawa dingin yang menusuk tulang, seolah alam semesta sendiri sedang berduka atas ribuan nyawa yang melayang hari ini.

Di dalam sebuah gua alami yang tersembunyi rapat di balik rimbunan semak berduri, Lin Ye masih duduk bersila dengan ketenangan yang menyerupai sebuah patung batu kuno.

Pancaran energi spiritual berwarna biru kelam terus berdenyut secara ritmis dari dalam tubuhnya, menandakan bahwa kultivasinya di puncak tahap ketujuh Alam Pengumpulan Qi telah benar-benar stabil.

Napasnya mengalir dengan sangat lambat namun bertenaga, menarik setiap tetes energi Yin murni yang tersisa di udara gua yang lembab tersebut.

Ia membuka kedua matanya perlahan, memancarkan seberkas cahaya dingin yang seketika menerangi kegelapan gua selama beberapa detik sebelum kembali meredup.

Pikirannya kini sepenuhnya terfokus pada misi mematikan yang baru saja diberikan oleh Sistem Pengendali Hantu di dalam lautan kesadarannya.

Menyusup ke dalam Puncak Awan Emas yang merupakan jantung pertahanan Sekte Pedang Surgawi bukanlah sebuah tugas yang bisa dilakukan dengan gegabah.

Tempat itu dijaga oleh puluhan formasi pembunuh tingkat tinggi dan diawasi secara ketat oleh para penatua pelataran dalam yang berada di Alam Pembentukan Inti.

Namun, Lin Ye memiliki sebuah kunci emas yang sangat berharga di dalam ruang penyimpanannya, yaitu plakat giok identitas milik Chu Yan.

Pemuda berjubah abu-abu itu membalikkan telapak tangannya dan sebuah plakat giok putih yang memancarkan pendaran cahaya suci langsung muncul di genggamannya.

Permukaan giok itu terasa sangat hangat dan dipenuhi oleh energi Yang yang sangat kuat, sangat bertolak belakang dengan aura kematian yang menyelimuti tubuh Lin Ye.

"Sistem, lakukan pemindaian menyeluruh terhadap plakat identitas keluarga Chu ini dan cari tahu apakah ada jebakan tersembunyi di dalamnya," perintah Lin Ye dengan penuh kehati-hatian.

Layar panel biru transparan langsung berkedip di depan pandangannya, memancarkan cahaya pemindaian ke arah plakat giok tersebut.

"Proses pemindaian sedang berlangsung, menganalisis struktur formasi internal dan jejak energi spiritual pada objek."

"Peringatan: Mendeteksi adanya Formasi Pelacak Garis Keturunan tingkat tinggi yang tertanam di bagian inti plakat giok ini."

"Formasi pelacak ini terhubung secara langsung dengan kesadaran Tetua Agung Chu Zhen dan akan memberikan lokasi pasti jika dialiri oleh energi yang salah."

Mendengar laporan dari sistem tersebut, ujung bibir Lin Ye langsung melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman sinis yang sangat merendahkan.

"Pria tua bangka itu benar-benar sangat protektif terhadap cucu kesayangannya hingga memasang pelacak jiwa di dalam plakat identitasnya," gumam Lin Ye dengan nada mengejek.

"Sistem, bisakah kau menghapus jejak pelacak garis keturunan itu tanpa merusak fungsi utama plakat ini sebagai kunci akses pelataran dalam?"

"Kalkulasi sistem mengonfirmasi bahwa penghapusan sebagian formasi sangat memungkinkan dengan menggunakan korosi energi Yin purba milik inang."

"Sistem akan memandu aliran energi inang untuk menghancurkan inti pelacak secara presisi tanpa memicu alarm formasi pertahanan sekte."

Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Lin Ye segera memusatkan energi hitam pekat di ujung jari telunjuknya dan menempelkannya ke atas permukaan plakat giok tersebut.

Kabut energi kematian itu menyusup masuk ke dalam struktur giok bagaikan ribuan jarum tipis yang mencari titik kelemahan dari formasi pelacak.

Lin Ye memejamkan matanya untuk menyatukan kesadarannya dengan panduan sistem, memotong setiap benang energi yang menghubungkan plakat itu dengan Chu Zhen.

Suara desisan halus terdengar dari dalam giok saat energi Yin purba membekukan dan menghancurkan jejak darah keluarga Chu yang tertanam di dalamnya.

Hanya dalam waktu kurang dari setengah batang dupa, proses modifikasi yang sangat rumit itu berhasil diselesaikan dengan sangat sempurna.

"Modifikasi selesai, Formasi Pelacak Garis Keturunan telah dimatikan secara permanen."

"Plakat giok ini kini berfungsi sebagai kunci akses absolut yang tidak akan meninggalkan jejak energi spiritual penggunanya sama sekali."

Lin Ye membuka matanya dan mengusap permukaan plakat giok yang kini terasa sedikit lebih dingin di tangannya dengan perasaan sangat puas.

Ia menyimpan kembali plakat itu ke dalam dadanya dan segera bangkit berdiri dari lantai batu, membiarkan jubah abu-abunya berkibar pelan.

Dengan satu lambaian tangannya, batu besar yang menutupi mulut gua langsung hancur menjadi serpihan debu dan membuka jalan keluar baginya.

Lin Ye melangkah keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung disambut oleh pemandangan malam yang dipenuhi oleh kepanikan luar biasa.

Dari atas bukit tempatnya berdiri, ia bisa melihat seluruh area pelataran luar Sekte Pedang Surgawi terang benderang oleh nyala ribuan obor.

Para murid tingkat rendah berlarian ke sana kemari bagaikan sekawanan semut yang sarangnya baru saja disiram dengan air mendidih.

Suara lonceng peringatan darurat masih terus berdentang tanpa henti, menciptakan simfoni keputusasaan yang sangat merdu di telinga Lin Ye.

Puluhan penatua pelataran luar terbang melayang di udara dengan pedang terhunus, mencoba mencari jejak pembunuh iblis yang sebenarnya sudah berencana untuk pergi.

"Teruslah mencari hantu di dalam kegelapan, karena mimpi buruk yang sesungguhnya akan segera menghampiri tempat suci kalian," bisik Lin Ye dengan mata yang berkilat tajam.

Pemuda itu segera mengaktifkan Seni Pergerakan Langkah Hantu Bayangan tingkat sempurna yang baru saja ia kuasai hari ini.

Tubuh fisiknya seketika bergetar dan memudar, berubah menjadi gumpalan kabut hitam transparan yang langsung menyatu dengan bayangan pepohonan di sekitarnya.

Ia melesat menyusuri lereng bukit dengan kecepatan yang tak kasat mata, melewati puluhan kelompok patroli murid sekte tanpa menimbulkan sedikit pun fluktuasi angin.

Bahkan ketika ia lewat tepat di belakang seorang penatua yang sedang berjaga, pria tua itu hanya menggigil pelan mengira ada angin malam yang dingin berhembus.

Kemampuan menyembunyikan hawa keberadaan dari Langkah Hantu Bayangan benar-benar berada di luar jangkauan pemahaman para kultivator lurus rendahan ini.

Tujuan Lin Ye saat ini bukanlah untuk membantai para murid rendahan itu lagi, melainkan sebuah dinding energi raksasa yang menjulang tinggi di kejauhan.

Dinding energi itu adalah Formasi Pemisah Langit dan Bumi, sebuah penghalang magis absolut yang memisahkan area pelataran luar dengan kemewahan pelataran dalam.

Penghalang itu berbentuk kubah cahaya keemasan yang berputar lambat, memancarkan tekanan pedang yang bisa menghancurkan tubuh kultivator tahap kesembilan hingga berkeping-keping.

Lin Ye tiba di depan sebuah gerbang raksasa yang terbuat dari perunggu spiritual, yang merupakan satu-satunya jalan masuk resmi menembus penghalang tersebut.

Di depan gerbang perunggu itu, duduk bersila dua orang penatua berambut putih yang memancarkan aura mengerikan dari puncak Alam Pembentukan Inti.

Kedua penatua penjaga gerbang itu menutup mata mereka, namun kesadaran spiritual mereka terus memindai setiap jengkal area di sekitar gerbang dengan sangat ketat.

Mereka telah menerima perintah langsung dari Pemimpin Sekte untuk membunuh siapa pun yang mencoba mendekati gerbang pelataran dalam tanpa izin yang sah.

Lin Ye menghentikan langkahnya sekitar lima puluh meter dari posisi kedua penatua tersebut, bersembunyi dengan sempurna di dalam bayangan sebuah patung singa batu raksasa.

Meskipun ia memiliki plakat akses, berjalan terang-terangan melewati dua penatua tingkat tinggi itu adalah sebuah tindakan yang sangat berisiko tinggi.

Ia harus memanfaatkan plakat giok itu untuk membuka celah pada formasi di titik buta tanpa harus berhadapan langsung dengan para penjaga gerbang.

Lin Ye mulai bergerak menyusuri tepi penghalang keemasan itu, menjauhi area gerbang utama menuju ke sebuah dinding tebing terjal yang menempel langsung dengan kubah energi.

Tempat ini sama sekali tidak dijaga oleh manusia karena dinding tebingnya sangat licin dan tekanan dari formasi di titik ini dikenal paling mematikan.

Lin Ye mengeluarkan plakat giok Chu Yan dari balik jubahnya dan mengalirkan sedikit energi Yin murni ke dalamnya untuk mengaktifkan fungsi kuncinya.

Plakat giok itu langsung memancarkan cahaya putih yang sangat lembut, beresonansi dengan energi keemasan dari Formasi Pemisah Langit dan Bumi di hadapannya.

Sebuah keajaiban langsung terjadi di depan mata Lin Ye saat cahaya dari plakat itu menyentuh permukaan kubah energi raksasa tersebut.

Gelombang pedang keemasan yang tadinya sangat buas seketika menjadi tenang dan perlahan menyingkir ke sisi kiri dan kanan, menciptakan sebuah celah kecil seukuran tubuh manusia.

Celah itu tidak memancarkan fluktuasi energi atau suara peringatan sedikit pun, membuat para penatua di gerbang utama sama sekali tidak menyadari adanya penyusupan.

Tanpa ragu sedikit pun, Lin Ye melangkah masuk ke dalam celah tersebut dan seketika itu juga kubah energi kembali menutup rapat di belakang punggungnya.

Saat ia menjejakkan kakinya di atas tanah pelataran dalam, sebuah sensasi yang sangat luar biasa langsung menghantam seluruh indera di tubuhnya.

Kepadatan energi spiritual di udara pelataran dalam ini setidaknya sepuluh kali lipat lebih murni dan tebal dibandingkan dengan udara kotor di pelataran luar.

Udara di sini bahkan membentuk kabut tipis berwarna putih mutiara yang terus berputar mengelilingi pepohonan spiritual dan bangunan giok yang megah.

Bagi kultivator aliran lurus, tempat ini adalah surga kultivasi yang bisa membuat kekuatan mereka meningkat dengan pesat setiap harinya.

Namun bagi Lin Ye yang mengolah energi kematian, energi Yang yang sangat murni ini terasa sedikit menyengat kulitnya bagaikan jutaan semut yang menggigit.

"Lingkungan yang sangat menjijikkan, baunya penuh dengan kemunafikan dan kesombongan para manusia rendahan," gumam Lin Ye dengan ekspresi jijik.

1
rizky r
cerita menarik, balas dendam hantu
Lamia Dante
manarik
Lamia Dante
bagus ceritanya menarik, tidak berbelit belit, ayo balas demdam
Kalong Super
💪💪🤭
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🥛
Lucy Sandy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!