" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Tak ada yang berani menyapa pria bangsawan berkedudukan tinggi itu saat melihat nya turun dari tangga mansion keluarga Lennox,wajah tak bersahabat nya cukup menandakan ada perang kecil yang baru saja tercipta antara dirinya dan nona muda rumah itu,terlebih mereka jelas mendengar sempat ada suara teriakan dari Meera,itu artinya pembicaraan mereka berakhir tidak baik.
Begitupun dengan Cecilia yang juga memilih diam saat melihat pangeran Rafael melewati ruang tamu,ia hanya menunduk hormat, begitupun dengan para pelayan.
Setelah kepergian Rafael,dengan cepat Cecilia menaiki tangga menuju kamar sahabatnya,ia tau pasti Meera sedang kesal atau mungkin marah sehingga berani meneriaki Rafael dengan begitu kerasnya tadi.
" Meera....are you okay Babe?" tanya Cecilia lembut saat ia sudah berada di dalam kamar Meera, Cecilia melihat Meera masih membungkus dirinya dengan selimut.
" Aku benci kakak pangeran,aku benci dia Cecilia" racau Meera tanpa membuka selimutnya.
Cecilia menggeleng,ada senyuman namun ada rasa iba dan khawatir juga melihat sahabatnya, hubungan mereka entah seperti apa, Cecilia yang sudah beberapa kali berpacaran dengan saja tak dapat menyimpulkan seperti apa perasaan pangeran pada Meera,ia tak bisa menyimpulkan seperti apa hubungan mereka,selain perjodohan antar orang tua.
Sikap Rafael melindungi dan memperlakukan Meera layak nya seorang kakak laki-laki menjaga adiknya,namun dibalik semua itu terkadang terlihat sikap posesif Rafael yang terlalu berlebihan, terlebih saat seperti tadi,ia melihat apa yang bisa Rafael lakukan pada Meera,bukan perilakuan seorang kakak laki-laki terhadap adiknya.
" Kalau kamu benci ya lupakan aja dia,gampang kan" Cecilia berusaha menciptakan suasana yang lebih santai.
" Ga bisa Cecil" Meera menyibak selimut nya,duduk dengan cepat, wajahnya cemberut dan di penuhi air mata, Cecilia sampai mengulum senyum melihat bibir sahabat nya yang terlihat sedikit bengkak dan ia tau apa penyebabnya.
" kamu nangis sampai bengkak gitu bibirnya?" tanya Cecilia bersandiwara.
Dengan cepat Meera meraba dan mengusap bibirnya,seakan menghilangkan jejak sesuatu di sana.
" Kak El itu,tadi dia cium aku" aku Meera pelan, suaranya begitu lirih,sampai hampir tak terdengar oleh Cecilia.
" A-apa...? Ci-cium kamu? Pangeran Rafael cium kamu Meera?" Cecilia berekpresi terkejut dengan pengakuan sahabat nya,dalam hati ia tertawa geli, melihat wajah memerah sahabat nya.
" Hust...jangan kuat-kuat bicara nya" Meera meletakkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri, mengingatkan agar Cecilia mengecilkan volume nya.
" Oh.. Ok.. sorry -sorry aku beneran shock " angguk Cecilia patuh.
" Jahat banget kan dia ,curi ciuman pertama ku, padahal kan itu untuk suami ku nanti kalau aku sudah menikah,atau untuk orang yang ku cintai dan mencintaiku" omel Meera kembali dengan wajah cemberutnya.
" Kan kamu mencintai pangeran, kenapa harus marah" bingung Cecilia.
" Tapikan dia ga mencintai aku Cecilia,dia itu sukanya sama si Camelia itu" Rajuk Meera.
Cecilia tersenyum kaku,ia mendekat dan memeluk sahabatnya, percintaan nya memang rumit,tapi menurut Cecilia percintaan sahabatnya itu lebih rumit lagi.
****
Sejak hari dimana Rafael mencuri ciuman pertama Meera, hingga beberapa bulan telah terlewati,pria itu terlihat semakin menghindar,bahkan Rafael lebih sering berada di luar negeri untuk urusan bisnisnya, bahkan Rafael sangat jarang membalas pesan-pesan yang Meera kirimkan padanya melalui aplikasi WhatsApp.
Sedih,kecewa,sudah pasti Meera rasakan,namun rindu nya lebih besar dari semua itu,ia yang terbiasa bisa langsung memeluk pria tampan itu saat merindukan nya,kini hanya bisa memeluk angin seraya menatap bintang di langit malam.
Sejak sore Meera berusaha untuk fokus pada buku-buku yang ia baca,ia harus belajar walaupun sedikit,besok pagi hari pertama ia dan teman-teman akan mengikuti ujian semester genap, yang artinya ujian penentuan kenaikan kelas sebelas.
" Dari tadi mama perhatikan kamu seperti tidak fokus belajarnya,ada apa Hem? Kamu sedang ada masalah sayang? Ceritakan pada mama" nyonya Vanessa menghampiri putri kesayangannya seraya membawakan segelas susu coklat panas.
Meera tak menyadari kedatangan sang mama yang sebenarnya sudah sejak beberapa menit lalu berdiri di depan pintu kamar nya, memperhatikan nya yang terlihat tak menyadari kedatangan orang lain di kamar nya, padahal itu bukan kebiasaan Meera.
Mendengar pertanyaan mama nya, Meera tersenyum tipis seraya menggeleng " ga ada ma,anak sekolah seperti ku memang nya ada masalah apa selain tentang pelajaran ma,aku cuma sedikit sulit memahami pelajaran nya saja" jawab Meera berbohong.
walaupun tak percaya,nyonya Vanessa tetap mengangguk mengiyakan,tangan nya mengusap lembut puncak kepala sang putri" kalau kamu merasa kesulitan,jangan terlalu di paksakan sayang,mama atau papa tidak pernah menuntut kamu untuk selalu mendapatkan nilai yang sempurna, asalkan tidak buruk saja itu sudah cukup bagi kami" .
Ya, kepintaran dan prestasi yang Meera dapatkan bukan karena paksaan dari kedua orang tuanya,itu murni karena memang gadis itu yang memiliki otak cerdas dan pintar dan itu salah satu kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tuanya.
" Kerjakan saja semuanya semampu mu,jangan terlalu di paksakan, OK " nasehat nyonya Vanessa lembut.
Meera mengangguk patuh, wajahnya mendongak menatap wajah cantik sang mama yang tengah tersenyum padanya.
" Mama tinggal ya,jangan lupa susu nya langsung di minum selagi hangat,dan jangan tidur terlalu larut,tidak baik untuk kesehatan tubuh " .
" Ia ma, sebentar lagi Meera minum susunya dan langsung tidur" jawab Meera patuh.
nyonya Vanessa meninggalkan kamar sang putri, setelah pintu kamar nya kembali tertutup,barulah Meera menghembuskan nafasnya lega, bagaimana tidak berdebar,ia tadi bukan benar-benar belajar,tapi asyik melukis sketsa wajah pangeran Rafael pada lembaran buku nya yang kosong.
Akhirnya Meera memutuskan untuk tidur setelah menghabiskan susu kesukaan nya.
***
Di lain tempat.
Crak...
Bugh...
Plak...
" Pria bodoh, ternyata kau lebih memilih mati daripada mengatakan siapa yang mengirim mu" umpat Rafael bengis.
Dor....
Terakhir suara pelan pistol yang dilengkapi alat peredam suara terdengar.
" Bereskan semuanya,jangan sampai ada jejak yang tersisa" tanpa merasa bersalah atau iba, seorang pria yang di negara nya begitu di agungkan dan di hormati,dengan tenang menghabisi nyawa orang lain yang mengusik nya, menganggu bisnis nya.
" Baik tuan" jawab seorang pria berbadan besar,ia menatap punggung Rafael yang berjalan meninggalkan tempat itu,pria yang bekerja padanya itu belum pernah melihat wajah asli bos nya, Rafael selalu menutup wajahnya menggunakan topeng setiap kali datang ke markas mereka.
Yang mereka tau hanyalah, mereka bekerja untuk seorang pengusaha kaya raya dengan bayaran tertinggi, mereka adalah sekelompok gengster terkemuka di negara itu,dan Rafael membiayai segala yang mereka butuhkan,kerja sama merasa melalui orang kepercayaan Rafael yang berada di negara tersebut.
eeh katanya tidak cintaa
tpi koq cemburuuu🤣🤣🤭🤭🤭
dia hanya rubah yang licik
apakah kamu penggemar rahasia
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
ngelunjak ya
minta di geprek kau
dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭
ish is tak patut
tak patut
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂