NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:993
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Malam terakhir sebelum lonceng pernikahan resmi dibunyikan tiba dengan atmosfer yang jauh dari kata tenang. Langit Jakarta di awal Juni ini tampak pekat, tertutup oleh lapisan awan tipis yang menyembunyikan pendar bintang, menyisakan hawa dingin yang perlahan merayap masuk menembus celah-celah kaca griya tawang. Besok pagi, seluruh sorotan kamera di negeri ini akan mengunci pergerakan mereka. Besok pagi, selembar kertas legalitas akan resmi mengubah hidup mereka selamanya.

Di dalam kamarnya yang luas di sayap kanan, Alyssa tidak bisa tidur.

Kasur berukuran yang empuk dengan seprai satin mewah itu terasa seperti tumpukan duri yang menolak memberikan ketenangan pada warasnya. Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan draf naskah wawancara humas, kilatan lampu kamera dari sesi foto tadi siang, hingga wajah kuyu ayahnya berputar-putar seperti kaset rusak yang memuakkan.

Dengan napas yang berembus berat, Alyssa menyibak selimutnya. Ia bangkit berdiri, mengenakan jubah tidur sutra panjang berwarna putih tulang, lalu melangkah menuju pintu kaca. Begitu pintu digeser, angin malam yang menusuk kulit langsung menyambutnya di atas balkon kamar.

Alyssa mencengkeram pagar pembatas balkon yang dingin, memandangi lanskap langit malam kota metropolitan yang dipenuhi kerlip lampu gedung pencakar langit. Untuk pertama kalinya dalam hidup, seorang Alyssa Carissa Pradipta yang selalu penuh perhitungan, cerdas, dan taktis, merasa masa depannya begitu buram dan tidak pasti.

Semua rencana hidup yang telah ia susun dengan rapi sejak masa kuliah menjadi arsitek finansial independen, membangun bisnisnya sendiri, hidup bebas tanpa kekangan telah runtuh total dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Besok, ia akan menyandang nama Maheswara di belakang namanya. Sebuah nama yang penuh dengan darah, intrik, dan perebutan kekuasaan yang mematikan.

"Apakah aku akan bisa bertahan di dalam neraka ini?" bisik Alyssa lirih pada kegelapan malam, suaranya tersapu angin. Sifat beraninya tidak hilang, namun malam ini, di bawah bayang-bayang janji suci fiktif esok hari, kerapuhan itu akhirnya menuntut ruang untuk bernapas.

...****************...

Sementara itu, di belahan lain dari griya tawang yang luas itu tepatnya di ruang kerja pribadi sayap kiri Alvaro Regantara Maheswara juga terjaga.

Ruangan itu hanya diterangi oleh pendar lampu meja kerja yang temaram dan layar monitor yang menampilkan pergerakan saham Maheswara Group yang stabil di zona hijau. Alvaro duduk menyandar di kursi kulitnya, memutar-mutar gelas kristal berisi wiski dengan es batu yang perlahan mencair. Di hadapannya, sebuah map dokumen lawas yang sudah agak menguning tergeletak terbuka.

Di luar, Alvaro adalah batu karang yang kokoh, pria 28 tahun yang tidak memiliki celah emosi untuk diserang. Namun malam ini, di tengah kesunyian malam sebelum pernikahan kontraknya, benteng pertahanan itu mendadak digedor oleh bayangan masa lalu yang mulai menghantuinya kembali.

Manik mata elangnya menatap kosong pada lembaran foto lama di dalam map foto dirinya beberapa tahun lalu bersama seorang wanita bergaun merah yang tersenyum manis ke arah kamera. Vanessa Hartono.

Kenangan tentang bagaimana pengkhianatan Vanessa di masa lalu yang nyaris menghancurkan posisinya di Maheswara Group kembali berputar, membakar ulu hatinya dengan rasa muak yang pekat. Pengkhianatan itulah yang membentuk Alvaro menjadi monster korporasi seperti sekarang; seorang predator yang bersumpah tidak akan pernah lagi memercayai air mata atau senyuman seorang wanita.

Alvaro meneguk wiskinya hingga tandas dalam sekali teukan, membiarkan cairan alkohol yang membakar tenggorokannya meredakan gejolak di dadanya. Ia menutup map lawas itu dengan sentakan kasar, lalu melemparnya ke dalam laci meja terdalam dan menguncinya rapat-rapat.

Ia melirik ke arah pintu ruang kerjanya, memikirkan sosok Alyssa yang berada di sayap kanan bangunan ini. Bagi Alvaro, pernikahan besok murni sebuah benteng pertahanan baru untuk menghalau serangan Arsen dan mengamankan takhtanya. Alyssa hanyalah bidak catur yang kebetulan memiliki keberanian yang merepotkan.

"Pernikahan ini tidak akan mengubah apa pun," gumam Alvaro dingin, suaranya bariton merendah, seolah sedang menegaskan doktrin itu pada dirinya sendiri. "Dia hanya transaksi, tidak lebih."

Dua manusia di bawah satu atap yang sama, terpisah oleh sekat koridor yang panjang, melewatkan malam terakhir mereka dalam kegelisahan yang serupa namun dengan alasan yang berbeda. Jam dinding digital terus berdetak konstan, memangkas jarak menuju fajar, di mana takdir baru yang penuh dengan kepura-puraan dan permusuhan mutlak telah siap mengunci hidup mereka dalam sebuah ikatan suci yang paling bernoda.

...****************...

Alyssa mengeratkan jubah tidur sutranya saat angin malam berembus lebih kencang, menerbangkan beberapa helai rambutnya yang terurai bebas. Dari ketinggian lantai teratas ini, mobil-mobil di jalanan protokol Jakarta tampak seperti semut dengan lampu-lampu kecil yang bergerak lambat. Kota ini tidak pernah tidur, sama seperti pikirannya yang terus berputar mencari celah keselamatan.

Ia mengeluarkan ponsel pintarnya, menatap layar yang bersih dari notifikasi. Tiga puluh hari adalah waktu yang sangat singkat dalam dunia bisnis, namun berada di dalam sangkar emas ini bersama Alvaro membuat setiap detiknya terasa seperti siksaan tanpa akhir.

"Lys? Kamu belum tidur?" sebuah pesan teks masuk dari Clarissa, seolah sahabatnya itu memiliki radar batin bahwa Alyssa sedang terjaga di tengah malam buta.

Alyssa mengetik balasan dengan cepat. Tidak bisa. Kepalaku terlalu penuh. Bagaimana perkembangan dari tokomu? Apakah ada pergerakan mencurigakan lagi dari IP Arsen?

Sejauh ini tenang. Sepertinya mereka menahan diri karena besok adalah hari besar kalian. Media-media besar sudah mengunci slot siaran langsung sejak subuh nanti. Fokus saja pada pernikahanmu besok, Lys. Jangan sampai kurang tidur, wajah kuyu di depan kamera bisa jadi santapan empuk para kritikus mode dan saham, balas Clarissa, mencoba menyisipkan sedikit gurauan di tengah situasi yang tegang.

Alyssa mengembuskan napas pendek, lalu menghapus pesan itu. "Wajah kuyu..." gumamnya sinis. Ia bahkan tidak peduli bagaimana penampilannya besok, yang ia pedulikan hanyalah bagaimana ia bisa melewati prosesi sakral fiktif itu tanpa perlu muntah karena kemuakan yang mendalam.

...****************...

Di sayap kiri griya tawang, Alvaro bangkit dari kursi kerjanya. Langkah kakinya yang tenang membawanya berjalan mendekati dinding kaca setinggi langit-langit yang membatasi ruang kerjanya dengan lanskap luar kota. Sisa-sisa rasa hangat dari wiski yang ia teguk tadi perlahan menguap, digantikan oleh hawa dingin ruangan yang menusuk.

Bayangan masa lalu tentang Vanessa mungkin sudah ia kunci kembali di dalam laci terdalam, namun ada satu hal lain yang malam ini terus mengusik naluri predatornya.

Alyssa Pradipta.

Wanita itu berbeda dari semua wanita yang pernah dikirim oleh para kolega bisnis atau yang sengaja mendekatinya demi harta Maheswara. Alyssa memiliki sepasang mata jeli yang selalu memancarkan perlawanan sengit, sebuah tatapan yang menegaskan bahwa ia tidak akan pernah bisa dijinakkan hanya dengan kemewahan fiktif. Keberanian Alyssa yang taktis dan cerdas justru menjadi variabel yang paling tidak bisa diprediksi oleh Alvaro di dalam papan catur bisnisnya kali ini.

Alvaro meraba saku celana kainnya, mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil berwarna biru dongker. Di dalamnya terbaring sebuah cincin platinum bermata berlian soliter potong zamrud yang sangat langka. Cincin pernikahan yang besok harus ia sematkan di jari manis Alyssa di hadapan ratusan pasang mata dan lensa kamera.

Bagi Alvaro, cincin itu tak lebih dari sekadar simbol kepemilikan aset yang sah. Sebuah segel hukum yang akan mengunci Alyssa agar tetap berada di dalam radius pengawasannya sampai semua badai korporasi ini mereda.

"Jangan buat kesalahan besok, Alyssa," desis Alvaro pelan, matanya menyipit tajam menatap pantulan dirinya sendiri di kaca yang gelap. "Karena sekali kamu melangkah masuk ke altar pernikahan itu, tidak akan ada jalan kembali."

Malam kian larut, merayap menuju pukul tiga dini hari. Kegelisahan di kedua sayap griya tawang itu perlahan mulai mengendap, digantikan oleh kesunyian yang mencekam. Baik Alvaro maupun Alyssa akhirnya kembali ke ranjang masing-masing, membiarkan tubuh mereka beristirahat secara paksa demi menghadapi fajar yang akan segera menyingsing. Jam-jam terakhir kebebasan mereka telah habis terkikis oleh waktu, bersiap menyongsong pagi hari di mana takdir fiktif yang megah namun mematikan telah menunggu untuk diresmikan.

...****************...

Jarum jam dinding digital di ruang tengah berkedip pelan, menunjukkan pukul empat subuh. Kegelapan malam mulai menipis di ufuk timur, digantikan oleh semburat warna kelabu keunguan yang menandakan datangnya fajar.

Ketukan keras namun teratur di pintu depan griya tawang memutus keheningan total pagi itu. Rendra melangkah masuk terlebih dahulu, diikuti oleh rombongan tim penata rias, penata busana, dan pengawal internal Maheswara yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak daripada hari sebelumnya. Atmosfer militeristik yang dibungkus kemewahan instan langsung memenuhi seluruh ruangan.

Di sayap kanan, Alyssa sudah terbangun sebelum pelayan sempat mengetuk pintunya. Ia berdiri di kamar mandi, membasuh wajahnya dengan air dingin berkali-kali untuk mengusir sisa kegelisahan malam tadi. Ketika ia menatap cermin, sepasang matanya tampak lelah, namun binar berani dan taktis di dalamnya justru menyala lebih terang. Topeng pertahanannya harus dipasang sekarang juga.

Pintu kamarnya terbuka, dan tim penata rias langsung bergerak dengan efisiensi tinggi tanpa suara. Kulit pucat Alyssa dipoles dengan kosmetik terbaik, menyembunyikan fakta bahwa ia hampir tidak tidur semalaman. Rambut panjangnya mulai ditata, sementara gaun pengantin sutra putih gading yang megah itu sudah dikeluarkan dari pembungkusnya, siap dipasangkan ke tubuhnya.

Sementara itu, di sayap kiri, Alvaro sudah menyelesaikan persiapannya sendiri. Pria berumur 28 tahun itu berdiri di depan cermin ruang kerjanya, mengancingkan rompi tuksedo hitamnya dengan gerakan yang presisi dan mantap. Wajahnya sekaku patung marmer, tanpa ada riak kegugupan sedikit pun yang biasa dirasakan oleh seorang calon pengantin pria pada umumnya.

Rendra mengetuk pintu ruang kerja Alvaro, lalu melangkah masuk setelah mendapat anggukan.

"Tuan Muda, seluruh area Katedral dan hotel tempat resepsi sudah disterilisasi oleh tim keamanan internal. Barikade media dipasang seratus meter dari gerbang utama sesuai instruksi Anda," lapor Rendra dengan nada rendah yang profesional. "Arsen Maheswara dan Tuan Besar Mahendra juga dikabarkan sudah bergerak menuju lokasi."

Alvaro mengambil jam tangan mewah berlapis platinum miliknya, memasangnya di pergelangan tangan kiri dengan tenang. "Bagaimana dengan wanita itu? Apakah dia sudah siap?"

"Nyonya Alyssa sedang dalam tahap akhir penyelesaian gaun, Tuan Muda," jawab Rendra.

Alvaro menipiskan bibirnya, menatap pantulan dirinya yang tampak sempurna dan mengintimidasi. "Bagus. Pastikan dokumen asli perjanjian kita sudah dipindahkan ke brankas utama Menara Maheswara sebelum resepsi selesai nanti sore. Jangan tinggalkan jejak apa pun di sini."

"Dimengerti, Tuan Muda."

Alvaro melangkah keluar dari ruang kerjanya, berjalan menuju ruang tengah tempat Alyssa baru saja keluar dari kamarnya.

Detik itu juga, langkah kaki Alvaro sempat tertahan selama satu ketukan. Di seberang ruangan, Alyssa berdiri dengan gaun pengantin sutra putih gading yang menjuntai indah, bertahtakan mutiara yang berkilau lembut diterpa cahaya lampu fajar. Kerudung pengantin transparan berbahan brokat halus menutupi sebagian wajah cantiknya, memberikan kesan mistis sekaligus anggun yang luar biasa. Alyssa tampak seperti mahakarya yang sempurna, kontras dengan kilat mata penuh kebencian dan perlawanan yang ia layangkan langsung ke arah Alvaro.

Alvaro menguasai dirinya dengan cepat, mengikis jarak di antara mereka dengan langkah tegapnya yang berwibawa. Aura dinginnya yang pekat berbenturan langsung dengan keteguhan Alyssa di tengah ruangan.

"Pertunjukan kita sudah siap dimulai, Nyonya Alvaro," desis Alvaro dengan suara baritonnya yang menekan, menyodorkan lengan kirinya yang kaku untuk digandeng. "Pasang senyuman terbaikmu. Di luar sana, seluruh dunia sedang bersiap menonton bagaimana kita mengunci takdir ini."

Alyssa menatap lengan itu, menarik napas dalam-dalam untuk mengunci rapat sisa harga dirinya yang bergolak di dalam dada. Dengan gerakan lambat yang anggun, ia menyandarkan jemarinya yang dingin di atas lengan Alvaro, menerima tantangan perang dingin yang kini resmi memasuki medan pertempuran yang sesungguhnya. Pintu lift privat terbuka di hadapan mereka, mengakhiri malam persiapan yang mencekam dan mengantar mereka langsung menuju altar pernikahan yang penuh kepura-puraan.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!