NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Hati

Reinkarnasi Hati

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Setelah bertahun-tahun menanti buah hati, badai besar menghancurkan rumah tangga Lani.
Ia diceraikan oleh suaminya, Alex, yang berselingkuh dengan sahabat karib Lani sendiri.
Di tengah usaha menyembuhkan luka hati dan bangkit dari keterpurukan, takdir mempertemukan Lani dengan Afrain—pria berjiwa bebas yang merupakan mantan suami dari kakak Alex.
Sama-sama membawa trauma masa lalu, pertemuan tak sengaja itu perlahan berubah menjadi ikatan emosional yang dalam.
Afrain menjadi tempat bersandar yang memahami kepedihan Lani, dan benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan baru ini berada di lingkaran keluarga yang rumit dan penuh kecanggungan.
Di hadapan restu yang dipertanyakan dan bayang-bayang masa lalu yang saling berkaitan, akankah Lani berhasil melepaskan diri dari jerat trauma dan menemukan kebahagiaan sejatinya bersama Afrain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Tujuh jam perjalanan yang melelahkan namun terasa begitu manis akhirnya berlalu, dan burung besi yang mereka tumpangi mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Haneda, Jepang.

Udara sejuk khas Negeri Sakura langsung menyambut kedatangan sepasang suami istri baru tersebut.

Afrain menggandeng erat tangan Lani, memastikan istrinya tidak terpisah di tengah keramaian bandara yang padat.

Setelah menyelesaikan urusan imigrasi dan mengambil koper-koper mereka, Afrain mengajak istrinya untuk pergi ke sebuah hotel bintang lima yang terletak di kawasan eksklusif Tokyo, tempat di mana ia sudah memesan sebuah penthouse suite dengan pemandangan langsung ke arah Tokyo Tower.

Sebuah mobil sedan mewah yang dikendarai oleh supir jemputan khusus dari hotel sudah menunggu mereka di lobby kedatangan.

Sepanjang perjalanan menuju hotel, Lani tak henti-hentinya menatap keluar jendela dengan mata berbinar-binar, mengagumi keindahan lampu-lampu kota Tokyo di malam hari.

Sesampainya di kamar hotel, kemewahan langsung terpampang nyata.

Ranjang king-size yang bertabur kelopak bunga mawar merah menyambut mereka.

Afrain berjalan mendekati Lani dari belakang, lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang ramping sang istri. Ia mengecup sekilas bahu Lani dengan lembut.

"Malam ini kita harus istirahat dulu ya, Sayang," bisik Afrain dengan suara beratnya yang menenangkan.

"Kita bersihkan badan dulu, setelah itu langsung tidur. Karena besok, aku akan mengajakmu jalan-jalan seharian penuh ke tempat-tempat paling indah di kota ini."

Lani membalikkan tubuhnya di dalam dekapan Afrain, menatap wajah tampan suaminya dengan senyum tulus yang terpancar dari bibirnya.

Rasa lelah akibat penerbangan panjang seolah menguap begitu saja melihat perhatian yang begitu besar dari pria di hadapannya ini.

"Iya, Mas. Terima kasih banyak ya," jawab Lani lembut sambil mengalungkan tangannya di leher Afrain, siap menikmati malam pertama mereka di Jepang dengan penuh kehangatan, jauh dari segala bayang-bayang masa lalu yang buruk.

Keesokan paginya di tempat lain, atmosfer di rumah Alex kembali memanas seperti biasa.

Pertengkaran pagi hari antara Alex dan Mira pecah karena Mira masih saja keras kepala tidak mau membelikan atau membuatkan sarapan untuk suaminya.

Alih-alih mengalah, Mira justru membalas setiap bentakan Alex dengan sindiran tajam tentang dompetnya yang kering.

Karena sudah tidak tahan menahan lapar dan emosi, Alex menyambar kunci motornya dengan kasar.

Ia melajukan motornya membelah jalanan pagi menuju ke rumah Ibu Narti, ibunya sendiri, untuk meminta sarapan gratis.

Sesampainya di rumah sang ibu, Alex langsung melangkah ke arah dapur.

Di sana, ia melihat ibunya yang bertubuh paruh baya sedang berdiri di depan wajan, menggoreng tahu untuk menu sarapan hari itu.

"Tahu lagi, Bu?" tanya Alex dengan nada mengeluh dan wajah berlipat, merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja.

Ibu Narti menoleh, lalu menganggukkan

kepalanya dengan senyum getir.

Ia menaruh tahu yang baru matang ke atas piring kecil. "Ibu cuma punya ini, Lex. Kamu kan belum kasih uang bulanan ke Ibu semenjak kamu menikah siri dengan Mira.Tabungan Ibu sudah menipis," ucap Ibunya pelan, terselubung sindiran yang cukup menohok.

Mendengar ucapan ibunya, Alex merasa tersentil. Dengan helaan napas berat, ia merogoh kantong celananya, mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu, lalu meletakkannya di atas meja dapur.

"Ini, Bu, ada uang sedikit. Nanti tolong Ibu belikan ikan lele ya buat makan siang dan sore," pinta Alex, memesan menu kesukaannya.

Kemudian ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu luang untuk bersiap-siap.

"Nanti sore aku ke sini lagi ya, Bu. Aku berangkat dulu sekarang."

Ibu Narti hanya menatap uang lima puluh ribu itu dengan helaan napas panjang, sementara Alex berbalik pergi meninggalkan rumah ibunya demi menghindari obrolan yang lebih panjang tentang masalah keuangannya.

Mau lanjut ke bagian petualangan bulan madu Afrain dan Lani di Tokyo, atau mau melihat nasib Mira yang ditinggal sendirian di rumah?

Sesampainya di kantor, atmosfer langsung terasa tidak biasa bagi Alex.

Beberapa rekan kerjanya menatapnya dengan pandangan berbisik-bisik, persis seperti yang ia alami di lobby perusahaan Afrain kemarin.

Belum sempat ia menaruh tasnya di kubikel, sebuah panggilan masuk ke telepon mejanya.

"Alex, ke ruangan saya sekarang," suara Pak Firman terdengar dingin dari seberang telepon.

Dengan perasaan waswas yang mulai menjalar, Alex melangkah menuju ruang kerja sang atasan.

Begitu pintu diketuk dan ia melangkah masuk, wajah Pak Firman sudah tampak mengeras menahan amarah yang begitu besar.

"Duduk," ucap Pak Firman singkat tanpa basa-basi.

Alex menelan ludahnya berat, lalu menarik kursi di depan meja atasannya.

"Ada apa, Pak?" tanya Alex, mencoba bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

"Ada apa? Kamu tanya ada apa?!" bentak Pak Firman, suaranya seketika meninggi.

BRAK!

Pak Firman melempar sebuah tablet pintar ke atas meja, memutar video rekaman CCTV di perusahaan Afrain yang sudah viral dan menyebar luas di kalangan para pengusaha sejak kemarin sore.

Di dalam video itu, terlihat jelas aksi anarkis Alex dan Sisil yang berteriak-teriak layaknya orang tidak berpendidikan di lobby dan ruang kerja CEO Wijaya Group.

"Afrain mengambil istriku, Pak!" bela Alex dengan nada tidak terima, mencoba mencari pembenaran atas aksinya yang memalukan itu.

Pak Firman mendengus remeh, menatap Alex dengan pandangan penuh kekecewaan.

"Istri? Apa kamu lupa kalau kamu sudah menjatuhkan talak kepada Lani dan memilih Mira? Seluruh kantor ini juga tahu bagaimana kamu mencampakkan Lani dulu!"

"Saya mau rujuk, Pak. Saya mau Lani kembali," kilah Alex dengan ego yang masih membumbung tinggi.

"Alex, jadi lelaki jangan egois!" potong Pak Firman dengan tegas, memukul meja kerjanya sekali lagi.

"Kamu pikir dunia ini berputar di sekeliling kamu saja?! Kamu yang membuangnya, dan sekarang setelah dia bahagia dengan pria yang jauh lebih mapan, kamu bertingkah seperti orang gila dan mempermalukan dirimu sendiri!"

Pak Firman mengembuskan napas panjang, mencoba meredam emosinya sebelum kembali menatap Alex dengan tatapan final yang tidak bisa diganggu gugat.

"Dan maaf karena sudah seperti ini. Hubungan kerja sama bisnis kita dengan beberapa kolega bisa terancam kalau saya mempertahankan karyawan yang bermasalah hukum dengan Wijaya Group. Saya tidak mau mengorbankan perusahaan saya hanya karena ulah konyol kamu di luar sana. Jadi, terpaksa hari ini aku harus memecatmu. Sekarang, pergi ke bagian personalia dan ambil sisa gajimu," tegas Pak Firman.

Mendengar keputusan itu, bumi yang dipijak Alex rasanya runtuh seketika.

Mulutnya ternganga, tangannya bergetar, dan seluruh tubuhnya mendadak lemas.

Dalam waktu singkat, ia tidak hanya kehilangan Lani, melainkan juga kehilangan satu-satunya sumber penghasilan yang menopang hidupnya.

1
merry yuliana
makasih ceritanya kak 💪💪💪😍🙏
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
yulia nisma
masih nyimak thor kayaknya ceritanya bagus 👍😍
Ame Joh
aku mampir thor, sepertinya seru.
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
falea sezi
cwek nya menye oon😒
falea sezi
🤣🤣 mampuss buang istri baik dpet istri boross bodoh
Dew666
😍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭🪭
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!