NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Hari pertama mereka.

Arka membuka pintu depan apartemen sejak mereka pacaran dua Minggu lalu tempat ini menyimpan banyak kenangan mereka.

Apartemen ini terlihat sudah rapi lagi, padahal saat mereka pergi kemarin sore kondisinya masih berantakan, Arka langsung masuk duluan melepas sepatunya dan jasnya, juga membantu Nayyara melepas sepatu high heels yang dia kenakan, tadi Arka memang memberikan Jaket nya pada Nayyara yang masih pakai kebaya putih saat acara akad nikah mereka tadi.

"Capek sayang?"

"Lumayan mas, ahh dari pagi berdiri sampai pegel kaki ku" Nayyara tersenyum, Arka angsung mencium bibir gadis itu setelah menyandarkan Nayyara di sofa ruang tamu apartemen mewah ini.

ciuman mereka penuh kerinduàn dan gairah saat ini, yang membuat Nayyara juga dengan senang hati membalasnya, dià meremas rambut Arka yang sedang memeluk juga pinggang ramping nya.

"Hah~ mas aku sesak nafas" Arka terpaksa melepas pagutàn mereka dia tak mau Nayyara mati kehabisan nàfas, Arka lalu membàwa Nayyara yang masih memeluk lehernya masuk kedalam kamar utama di apartemen ini, kedua hidung mereka bergesekan seperti bisa menyalurkan cinta yang besar, lengan Nayyara masih memeluk erat dengan bibir mereka yang masih saling berperang.

"Nayyara Syafira, mulai saat ini kamu adalah istriku, dalam suka dan duka aku janji akan selalu mencintaimu dan menjagamu selama nya" Bisik Arka dengan yakin membelai wajah mulus Nayyara yang màsih memeluk lehernya

"Iya, mas Arkanendra sayang, aku juga mencintaimu mas,...." Nayyara tersenyum lebar, lalu mereka berciuman lagi berjalan hingga ke pintu kamar, tanpa melepaskan pagutan bibir mereka.

Tiba di dekat ranjang Arka melepas kebaya tipis putih yang Nayyara pakai, dan membuang semua kain itu di lantai, dia juga melepaskan kemeja dan celana hitamnya, wajah tampannya berkeringat seperti menahan nafsu.

Arka dan Nayyara yang sekarang tak memakai apa-apa saling memeluk erat, Nayyara membalas pagutan bibir Arka yang makin panas dan brutal seperti ingin menuntut lebih, dia juga beralih mencecap pada leher Nayyara memberikan banyak gigitan dan sedotan intens hingga jejak merah itu di mana-mana.

"Ahhhh mas...." Nayyara mendesàh kencang, meremasi rambut Arka yang terus memanjakan gundukannya, dia sampai melengkungkan tubuhnya saking nikmatnya. "Panggil aku lagi sayang..." Arka meremas dan memainkan ptg coklat itu dengan menggebu-gebu, dia menciumi juga wàjah Nayyara penuh sayang.

Mereka berbaring di kasur besar king size dengan tumpukan bantal mahal yang rapi dan selimut dari sutera yang lembut. Arka berada di atas tubuh Nayyara menjelajahi seluruh tubuh istrinya dengan intens. 

"Ahh enak mass" Bisik Nayyara dengan nakal pada Arka, dia menjilati rahang tegas pria itu, hingga jakunnya, Arka memejam menikmati itu, dia menarik pinggang Nayyara hingga menempel pada tubuh kekarnya.

"Kamu terlalu mencintai aku ya?" Jumawanya sambil menciumi pipi Nayyara hinggà bibir dan berakhir menggigit telinganya hingga gadis itu mendesah dan merem melek. "Ahh geli mas aah....." Desahnya keras memejam dengan meremas rambut Arka karena dia makin belingsatan, Arka masih hapal tubuh bagian mana saja yang pàling peka oleh sentuhan.

"Mas~ ahh berhenti aku nggak tà han lagi" Arka tersenyum lalu membàwa kalo Nayyara menjepit pinggang kekarnya, dia terlihat sudah pasrah sajà tak protes apapun. "Ssshhh ahhhh......" Desahnya saat miliknya di hisap Arka lagi. "Mendesah yang keras sayang" Bisiknya dengan semangat menciumi Nayyara dengan menggebu-gebu 

"Ini lebih besar daripada dulu, kamu seksi bànget sayang" Arka meremasi lembut bergantian dengan adil py dara itu.

Nayyara terkekeh namun Arka balas nyengir saking malunya. "Kamu bisa bikin aku ketagihan banget eum" Nayyara membelai rambut Arka yang mulai sibuk lagi memberikan kenikmatan.

"Ouh~ se dot lebih keràs, mas, uh geli" Nayyara menggeliat keras memeluk kepala Arka yang sibuk bermain di py dra nya.

"Uhhhh..... lebih cepat nusuknya, geli aah" Jari Arka dengan terampil memanjakan istrinya, dia menatap wajah cantik Nayyara yang tengah menikmati, Arka tersenyum Karenà Nayyara sampai mengerang 

"Stop~ aku mau pi pis ahh mas" Nayyara mengerang panjang ketika Arka makin cepat mengocok jarinya sampai makin basah kuyup, dia makin menggila tak peduli Nayyara makin menjerit-jerit dengan ekspresi bergairah hebat.

"Ayo sayang keluarin jangan di tahan" Senyum Arka terus menàtap wajah cantik istrinya yang tengah menikmati saat ini. "Ahhhhh mas kamu nakal~ aku ouh~" Nayyara mengerang keras, saat meledak tak karuan.

"Aku masukkan ya?" Nayyara manggut-manggut dengan wajah bersemu karena Arka menempelkan keperkasaannya pada pahanya, Arka lalu membebaskan miliknya yang sudah segar.

***

Euh ngh..." Suara lenguhan terdengar dari bibir seorang pria yang tadi lelap berselancar dalam alam mimpi, dan tergopoh bangun saat menyadari dia tidur pulas setelah malam panjangnya bersama Nayyara.

"Astaga tadi aku ketiduran, jam berapa ini?" Arka melirik jam di meja Nakas, dan melihat dari jendela kamar langit di luar sana hampir saja terang, pria tampan itu duduk di ranjang, mengusap wajah dan rambutnya lalu menoleh ke sisi kiri ranjang, di mana Nayyara di sebelahnya dengan nyaman masih terlelap, lelah setelah percintaan panas mereka semalam yang entah berapa kali, sampai Arka malas menghitungnya karena saking senang dan bahagianya bisa menikahi Nayyara, akhirnya gadis itu benar-benar jadi miliknya.

Arka memeriksa ponselnya, di layar banyak sekali panggilan telepon dari timnya, dan juga dari Marcus yang masih cuti, dengan lincah jarinya memeriksa dan membalas pesan di ponselnya dari beberapa rekannya.

"Pak Arka kamu di mana? Apa tak bisa kesini. Semua tim berkumpul malam ini di kantor kejaksaan" Itu adalah pesan chat dari Marcus yang juga pasti menghubungi dia sejak tadi, namun tak di respon karena Arka memakai nada silent di ponselnya.

"Aku mencintaimu sayang, tidur yang nyenyak" Pria itu membenahi selimut putih yang di pakai Nayyara dan mengusap rambut gadis itu, Nayyara yang masih lelap tak terusik, meskipun Arka juga mencium bibirnya dan melumatnya lumayan lama.

"Ckck jika tidur kamu selalu seperti pingsan saja" Pria itu tersenyum mencium lagi bibir Nayyara ,meskipun gadis itu melenguh pelan tapi tetap saja lelap.

"Aku pergi dulu Nay, maaf aku harus segera menyelesaikan tugas ini, doakan aku agar bisa melakukan tugasku dengan lancar" Lelaki itu mencium lagi dahi mulus gadis itu, dan segera beringsut turun dari ranjang memakai kemeja nya dan atribut yang lain, lalu berjalan keluar dari kamar tadi.

*

*

Kantor kejaksaan Agung, Jakarta 

Arkanendra sampai di kantor kejaksaan satu jam kemudian, setelah meninggalkan Nayyar yang baru dia nikahi kemarin dan istrinya itu masih terlelap di apartemen, dan meninggalkan pesan untuk istri-nya, di meja Nakas di bawah bunga mawar Pink.

"Pak Arka, kamu darimana saja? Tadi kepala kejaksaan mendadak memanggil Tim kita meeting, dan memberikan instruksi soal kasus ini"AKBP syarif menyodorkan paper bag dan menunggu Arka membaca kertas itu.

"Di mana pak Rangga? Apa benar benar tak ada tersangka lain selain pak Denis ini? Aku masih sangsi soal ini"

"Beliau masih menemui kepala kejaksaan, ah rasanya kasus ini sungguh sulit"

"Meskipun tersangka tetap mengelak, tapi jika dia tak memiliki bukti apapun itu akan sulit" Yusuf ikut bicara membereskan file kerjanya bersiap ke ruangannya.

"Bang, apa kamu akan pulang?"

"Eum, istriku akan mengamuk jika aku lembur lagi, hei sejak kemarin aku belum pulang, sampai besok pagi semua!"

Arka terkekeh saat rekannya Yusuf si jaksa nyentrik itu melakukan kiss bye. Yusuf memang seniornya yang berpembawaan easy going santai, meski di situasi sulit seperti ini.

"Aku akan pulang juga setelah ini, setelah istirahat mungkin otakku akan segar lagi dan bisa berpikir jernih" Marcus menggeleng resah, sepertinya posisi tersangka makin sulit karena dia tersangka tunggal dalam kasus ini, entah mengapa jaksa itu percaya dengan sangkalan pak Denis Kemarin soal pembelaannya jika dia tak bersalah.

1
Ananda Boy
next kak 😍
Vedyta: siap kak😍
total 1 replies
Ananda Boy
ketahuan istri kan 😭🤣
Ananda Boy
weess wes 😭😭
Ananda Boy
lhoo ternyata 🤭😄
Ananda Boy
ketinggalan 🤭
Ananda Boy
knp next
Ananda Boy
ini Henry yg tmen nya Dimas ka?
Vedyta: iya bener ka
total 1 replies
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
keren 👍
Ananda Boy
next kak
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰 buku ini bagus banget genre ini aku sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!