NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.pertengkaran karena rasa egois.

Davka nyelonong masuk ke kamar yang di tempati Nayyara selama dua minggu lebih di vila ini, dia sampai kaget begitu membuka pintu dan tuan muda itu masuk ke dalam seakan-akan ini kamarnya sendiri.

"Mulai besok kamu bisa pindah ke apartemen yang sudah aku siapkan"

"Pindah?" Nayyara kaget namun Davka mengangguk mantap.

"Vila ini letaknya jauh dari apartemen ku, gak mungkin aku bisa sering ke sini, jadi besok bik Sumi akan menemani kamu tinggal di apartemen baru, yang sudah aku siapkan, tenang aja aku nggak akan lupa kewajibanku mencukupi kebutuhan istriku"

"Ah iya baiklah tuan muda" Nayyara setuju saja, toh dia memang sebagai istri harus patuh pada suaminya.

"Besok aku harus keluar kota, mungkin sampai Minggu depan aku baru bisa ke tempat kamu lagi" Davka bicara setelah duduk di pinggir ranjang, dia memang ada kerjaan ke luar kota selama tiga hari, tak mungkin juga jika Selvia sering dia tinggal menginap di tempat Nayyara.

Istri pertamanya itu bisa curiga jika dia punya simpanan wanita lain, pernikahan keduanya ini saja dia terpaksa melakukannya demi bisa punya anak, jadi mulai sekarang Davka harus pintar mengatur waktu, dia menatap Nayyara yang masih menunduk dan memainkan tangannya.

Lelaki itu tiba-tiba merogoh saku celananya dan meletakkan kartu ATM berwarna gold di meja nakas dengan logo sebuah bank ternama di negara ini. "Kartu ATM itu bisa kamu gunakan, aku sudah mengisi saldonya cukup banyak, pin nya 040426" Nayyara terkejut lalu menoleh pada lelaki itu.

"Ini untuk saya?" Kaget Nayyara.

"Hm iya~ anggap saja itu kewajiban ku untuk memberimu nafkah, kamu sekarang istriku jadi juga tanggung jawabku" Nayyara heran masih menatap tuan muda itu.

"Kalau mau di tempat baru nanti kamu bisa daftar kursus bidang apapun yang kamu suka dan beli semua kebutuhanmu, anggap saja aku ijinkan ikut kursus agar kamu tak bosan, lagipula gak selama dua puluh empat jam kamu harus melayani aku" Nayyara melihat kartu itu masih tak percaya, beberapa hari lalu padahal dia sudah menerima gaji pertama yang di kirim oleh Adrian, sesuai perjanjian kontrak mereka dan uangnya belum terpakai sama sekali.

"Jangan kuatir itu beda dari gaji sepuluh juta yang aku berikan rutin setiap bulan" Nayyara menghela nafas lega.

"Tuan muda yakin saya boleh daftar ikut kursus?" Tanyanya masih ragu.

"Iya boleh, mulai besok biar bibik bantu kamu berkemas, nanti bang Denny yang anterin kamu ke apartemen yang baru, setelah itu kamu bisa mulai cari tempat kursus yang bagus, jika uangnya kurang bilang saja pada ku, nomer ponselku sudah aku masukkan ke ponsel punya kamu" Davka berdiri dan menatap gadis itu.

"Aku tunggu di kamarku, mandilah dulu.....setelah tugasmu selesai kamu boleh balik ke kamarmu lagi" Nayyara mengangguk paham, malam ini dia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri lagi, setelah kemarin libur karena alasan masih sakit, dia yakin Davka takkan membiarkan dia libur terlalu lama, bagus juga sih agar dia segera bisa menyelesaikan tugasnya.

"Tuan muda apa boleh saya memohon sesuatu?" Davka yang sudah akan keluar dari kamar menoleh lagi. "Memohon apa?"

"Jika menyentuh saya nanti, tolong jangan memanggil nama Selvi lagi mungkin itu nama istri anda tapi rasanya saya tak nyaman jika di panggil seperti itu" Davka diam kaget, lalu langsung pergi dengan helaan nafas kasar, Nayyara memohon seperti itu apa salah.

*****

Tiga hari setelah Davka kembali dari luar kota, dia juga mendapat laporan dari Denny jika Nayyara sudah menempati apartemen barunya yang letaknya tak jauh dari gedung kantor PT Pakuwon group.

Hari sudah beranjak makin sore nyaris saja gelap hampir Maghrib, namun lelaki itu masih betah berenang di kolam renang mansion keluarga nya, sebenarnya sudah lewat dua hari ini Selvia alias istrinya tak mau membalas satupun chat permintaan maaf yang Davka kirim di aplikasi hijau, maupun SMS.

Sepertinya Davka hampir menyerah saja, apa benar Selvia sudah tak mau membangun rumah tangga bersamanya, dan memilih berpisah, sifat Selvia yang kekanak-kanakan dan kesal karena Kemarin Davka tinggal keluar kota tanpa sempat pamit, dan alhasil pagi kemarin mereka bertengkar hebat, karena perhatian Davka yang akhir-akhir ini berkurang pada istrinya, lalu Selvia yang menyalahkan lagi suaminya mandul, karena dia dapat tamu bulanan. 

Davka saja belum sempat mendatangi Nayyara lagi sejak seminggu lalu karena banyak masalah di rumah tangganya, dia juga malas ke apartemen karena pikirannya suntuk.

Lelaki itu baru saja keluar dari air kolam, masih bertelanjang dada dengan tubuh putih nya yang kekar atletis dan ABS perutnya yang berotot seperti roti sobek, lengannya yang kekar menambah poin plusnya, dia berjalan menuju kursi putih kayu di pinggir kolam renang lalu menyambar bathrobe putih, kemudian dia duduk di kursi itu dan menggosok rambut basah nya.

Sejak dua jam lalu Davka berada di rumah orang tuanya, dia langsung menuju kolam renang untuk menghabiskan waktunya di tempat ini, sampai bibirnya membiru karena kedinginan dan mata nya merah karena terlalu lama berenang.

"Dav, Kamu di sini toh nak?" Davka menoleh karena panggilan sang ibu yang menghampiri lelaki itu meletakkan sepiring roti bakar isi daging yang di bawanya, dan segelas jus jeruk.

"Makanlah dulu roti nya, kamu berenang hampir dua jam, sampai wajahmu kedinginan dan pucat begitu?"

"Nggak apa-apa kok, aku hanya kedinginan saja mom" Davka mengeringkan rambut hitamnya lagi.

"Mommy dari mana? tadi saat aku sampai sini bik Wina bilang mommy sedang pergi?"

"Ah iya mommy belanja ke supermaket tadi, oh iya, kamu tau gak tadi mommy di tolong sama mbak cantik yang bantu membawakan belanjaan mommy sampai ke mobil, untung saja tak ada yang rusak buah-buahan dan sayuran belanjaan mommy"

"Memang nya mommy kenapa?" Davka bertanya sambil lalu.

"Ah tadi mommy hampir di tabrak motor setelah keluar dari supermarket, untung saja ada yang menolong mommy"

"Lho kok bisa begitu, apa pak Tejo nggak membantu mommy membawakan barang belanjaan? Kenapa nggak ajak Dino aja biar bisa bantuin mommy?"

"Aish, pak Tejo juga kesulitan membantu membawa belanjaan mommy ke mobil, Dino tadi ikut Daddy kamu menemani dia main golf, kasihan pak Tejo" Davka geleng-geleng kesal dan kuatir.

"Lain kali kalau mau belanja lagi, mommy ajak bang Denny juga agar aman, tau gitu aku nambah pengàwal aja, biar Daniel aku suruh balik sini, jadi pengawalnya Mommy, pak Tejo sudah tua gak bisa jadi sendirian jagain mommy"

"Iya Dav, tapi syukurlah tadi ada yang bantuin mommy, mbak itu baik sekali, mana sopan, masih muda, cantik lagi....ah seandainya saja nih menantu mommy cantik, sopan, dan baik seperti mbak tadi itu" Davka menggeleng kesal lagi, ketika paham pasti yang dia maksud ibunya itu seorang gadis.

"Mbak tadi masih muda lho, cantik juga, pokoknya pasti dia masuk tipemu deh, mungkin aja dia masih kuliah atau sudah kerja, sayangnya mommy lupa minta nomer teleponnya tadi"

"Ih buat apa mommy minta nomernya, memangnya mommy naksir sama mbak itu? Ada-ada saja mommy ini"

"Ish siapa tahu saja mbak itu bisa mommy jadikan menantu ku nantinya" Mata Davka melotot, saat dengan antusias ibunya bicara tadi, dia jadi makin kesal.

"Aku itu sudah menikah, buat apa mommy cari menantu lagi!" Ketus Davka yang dibalas tawa ibunya meski anaknya cemberut.

"Ah iya maaf, coba saja mommy masih punya dua anak lelaki pasti bisa mommy jodohkan dengan adikmu, sayangnya Evan pergi saat masih kecil, dia malah gak mau bersama kita lagi hiks~" Bu Melinda mulai menangis ketika ingat anak lelaki keduanya.

"Mommy jangan mulai lagi deh, setiap bahas Evan pasti mommy jadi sedih, sudah ada aku dan Irene kan? Kami juga anak-anak mommy"

"Iya Dav, maafin mommy, ah jadi kangen adek mu, dia Kuliah di Bandung tapi kenapa pelit telepon mommy"  Davka terkekeh lalu mengusap lembut bahu ibunya. "Dia sibuk mungkin, lagipula hampir skripsi kan?"

Bu Melinda mengangguk lalu tersenyum, di sini dia hanya punya satu anak laki-laki sekarang, hanya Davka harapan mereka untuk mengurus perusahaan kelak.

1
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
Ananda Boy
lanjut ka😍😍
Vedyta
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!