Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Batas yang Hancur dan Kekuatan yang Tak Terduga
Setelah menghadapi serigala dan membantu menyembuhkan Ular Tanah Perunggu, kelompok mereka berencana untuk segera kembali. Namun baru saja mereka berjalan beberapa ratus langkah, tanah tiba-tiba bergetar hebat!
Getaran itu datang dari arah paling dalam Hutan Dalam — tempat yang dianggap sebagai batas aman, dikelilingi oleh formasi pelindung yang dibangun oleh para tetua bertahun-tahun lalu.
"Apa ini? Getarannya lebih kuat dari sebelumnya!" seru Su Ling sambil berpegangan pada batang pohon agar tidak terjatuh.
Di kejauhan, mereka melihat sinar cahaya berwarna merah tua menyembur tinggi ke langit, disertai suara gemuruh keras seolah langit dan bumi akan terbelah. Udara tiba-tiba menjadi panas dan penuh tekanan yang membuat sulit bernapas.
Tanpa membuang waktu, mereka berlari menuju sumber suara — dan pemandangan yang mereka lihat membuat darah mereka terasa membeku.
Formasi pelindung yang seharusnya kokoh itu sudah retak-retak besar, bahkan sebagian hancur total! Di celah-celah retakan itu, terlihat asap hitam tebal yang keluar, membawa aroma busuk dan tekanan energi yang menakutkan.
Di depan formasi, puluhan murid dari kedua sekte tergeletak di tanah — ada yang terluka parah, ada yang pingsan, dan para tetua yang datang lebih dulu berusaha menahan sesuatu dari balik celah itu dengan wajah tegang dan pucat.
"Formasi pelindungnya hancur! Makhluk yang disegel di dalamnya mulai bangkit!" seru Tetua Chang dengan suara berat.
Dari balik celah yang semakin melebar, sesosok bayangan besar perlahan muncul. Tubuhnya setinggi sepuluh meter, ditutupi sisik hitam mengkilap, cakarnya tajam seperti pedang, dan matanya memancarkan cahaya merah menyala. Ini adalah Makhluk Kuno Berbisa — makhluk yang hidup ribuan tahun lalu, disegel karena kekuatannya yang luar biasa dan sifatnya yang merusak.
Begitu ia muncul, gelombang energi yang kuat menyebar ke segala arah. Batu-batu beterbangan, pohon-pohon tumbang, dan banyak murid yang masih berdiri langsung terlempar terpental.
"Hentikan dia! Tapi hati-hati — kulitnya sangat keras dan racunnya bisa melumpuhkan kekuatan kultivasi!" teriak Tetua Agung Mo Feng sambil melepaskan serangan, tapi serangan itu hanya memantul di tubuh makhluk itu tanpa menimbulkan luka sedikit pun.
Mu Chen melihat sekelilingnya — banyak orang terluka, para tetua kesulitan, dan makhluk itu perlahan melangkah keluar dengan niat menghancurkan apa saja yang ada di depannya.
Di dalam benaknya, suara Kitab Jalan Bintang terdengar serius:
"Makhluk ini memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi energinya kacau dan tidak teratur. Ia sudah lemah karena disegel lama, tapi tetap berbahaya. Cara biasa tidak akan bisa mengalahkannya."
Mu Chen mengerutkan kening, lalu berkata polos:
"Kalau energinya kacau dan tidak teratur... apakah bisa disedot saja seperti energi biasa?"
Kitab itu terdiam sejenak, lalu menjawab:
"Secara teori bisa, tapi energinya sangat kotor dan berat. Tubuh orang biasa akan hancur jika mencobanya..."
"Tapi tubuh saya kan punya dua dantian, dan gerbang galaksi bisa menyaring kan?" potong Mu Chen antusias.
Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, ia melangkah maju — diiringi seruan kaget dari Bai Hao dan Su Ling.
"Mu Chen! Jangan berbahaya! Kekuatannya terlalu besar!"
Zhao Feng yang tadinya bersiap bertarung juga tertegun melihatnya berjalan begitu tenang menghadapi makhluk raksasa itu.
Begitu ia mendekat, Makhluk Kuno itu mendengus keras dan mengayunkan cakarnya yang besar ke arahnya!
Mu Chen tidak menghindar. Ia hanya mengangkat kedua tangannya, dan Gerbang Galaksi di dalam tubuhnya perlahan terbuka lebar — lebih lebar dari sebelumnya!
"Kalau tidak bisa dilawan... lebih baik disimpan saja! Hahaha!" serunya dengan senyum santai.
WUUUSSSSHHH!!!
Sesuatu yang mustahil terjadi: aliran energi yang tadinya liar dan menakutkan berbalik arah, tertarik menuju tubuh Mu Chen!
Semua orang melihat dengan mata terbelalak:
- Energi merah hitam yang melingkupi tubuh makhluk itu perlahan mengalir masuk ke arah Mu Chen, disaring oleh cahaya perak dari gerbangnya
-Racun dan bagian kotornya dipurifikasi seketika, berubah menjadi energi murni yang terbagi rata ke dalam Dantian Surgawi dan Dantian Neraka
Tubuh makhluk itu perlahan mengecil, warnanya memudar, dan kekuatannya lenyap sedikit demi sedikit
Makhluk itu berusaha melawan, menggeram keras dan mengayunkan cakarnya, tapi semakin ia berusaha, semakin cepat energinya tersedot — seolah ia mencoba melawan arus sungai yang deras menuju lubang raksasa.
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, semua kekuatan makhluk itu habis terserap! Tubuhnya yang tadinya besar kini menyusut menjadi ukuran kucing, menjadi lemah dan tidak berbahaya lagi, bahkan tidak bisa bergerak banyak.
Seluruh area menjadi hening seketika. Para tetua, murid-murid, Bai Hao, Su Ling, bahkan Zhao Feng — semuanya menatap Mu Chen dengan ekspresi yang sulit dijelaskan: campuran takjub, ngeri, dan tidak percaya.
"Dia... dia benar-benar menyerap seluruh kekuatan makhluk kuno itu?!" gumam Tetua Chang dengan suara gemetar.
"Ini di luar akal sehat! Bahkan di legenda pun tidak ada yang bisa menyerap energi makhluk sekuat ini secepat itu!" tambah Tetua Agung Mo Feng sambil memegang dadanya.
Mu Chen berdiri di sana, merasa tubuhnya terasa penuh dan sangat kuat — tapi juga sedikit penuh seperti perut yang terlalu kenyang. Ia menepuk dadanya pelan dan berkata polos:
"Wah... ternyata energinya banyak juga. Rasanya seperti minum air dalam jumlah besar sekaligus — agak penuh, tapi tidak apa-apa. Sudah selesai kan? Sekarang dia tidak berbahaya lagi."
Ia menunduk melihat makhluk kecil yang lemah itu, lalu menambahkan:
"Kalau begini, bisa dipelihara saja sebagai hewan peliharaan. Tidak berbahaya, dan mungkin nanti bisa membantu menjaga kebun tanaman."
Semua orang hampir terjatuh mendengar ucapannya. Menjadikan makhluk kuno yang ditakuti sebagai hewan peliharaan kebun — hanya pemuda ini yang bisa berpikir seperti itu!
Setelah memastikan tidak ada bahaya lagi, para tetua segera mengobati murid-murid yang terluka. Mereka melihat dengan jelas bahwa meski Mu Chen telah menyerap energi yang luar biasa banyak, tidak ada perubahan buruk padanya — justru cahaya di matanya menjadi lebih jernih, dan aura di sekitarnya menjadi lebih tenang namun terasa sangat dalam.
Di dalam tubuhnya, dua lautan energinya kini menjadi dua kali lipat lebih luas dan padat. Gerbang Galaksi berputar lebih stabil, dan Kitab Jalan Bintang terasa semakin kuat.
Namun seperti biasa, hal pertama yang dipikirkan Mu Chen setelah semuanya selesai adalah hal sederhana:
"Untungnya berhasil disedot. Tapi sekarang saya merasa sangat lapar — menyerap energi sebanyak ini membuat tenaga saya banyak, tapi perut tetap butuh makanan. Mari kita cepat kembali ke sekte, saya akan membuat nasi goreng porsi besar sebagai perayaan!"
Bai Hao dan Su Ling tertawa lega, sedangkan Zhao Feng yang melihat semuanya perlahan mengubah pandangannya terhadap Mu Chen — ia mulai menyadari bahwa orang ini benar-benar memiliki kekuatan yang tidak bisa diukur dengan standar dunia biasa, meski tingkah lakunya tetap terlihat konyol dan sederhana
Mohon dukungan teman teman