Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Keluarga
Felix menghentikan mobilnya begitu tiba di hotel
" Kalian mau ikut masuk, atau menungguku di sini? Aku hanya ingin mengambil barang kemudian kembali" tanya Felix pada mereka yang masih berada di dalam mobil
" Aku menunggu di luar saja" jawab Aulia segera keluar dari mobil
" Aku akan ikut, mungkin kamu akan membutuhkan bantuanku" jawab Fahri ikut keluar bersama Kayla
" Ya sudah, kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana. Kita hanya sebentar" ucap Felix kemudian melangkah bersama Fahri dan juga Kayla yang berada di gendongan pamannya
Sementara Aulia menunggu, dia tak sengaja bertemu seorang pria yang sedang bergandengan tangan bersama seorang wanita cantik. Pria itu tampak terkejut, lalu kemudian tersenyum padanya
" Mbak Aulia? Mbak ngapain di sini?" Tanyanya. Aulia yang ikut terkejut hanya bisa terdiam
" Eum, anu mas, aku lagi nunggu teman " jawabnya menatap dengan tatapan yang tak enak pada pria itu
" Mas indra sendiri ngapain di sini?" Tanya Aulia pada indra, suami mbak Vita
" Aku? Aku sedang bersama kekasihku di sini" jawabnya cuek
" Siapa dia?" Bisik wanita itu
" Kenalin, ini mbak Aulia, kita ini semacam ipar atau apa ya, mbak? Aku juga gak tau. Yang jelas dia iparnya istriku" jawab Indra
" Gimana kalo di memberitahu istrimu?" Bisik wanita itu lagi
" Tenang saja, mbak Aulia ini gak suka ikut campur urusan orang. iya kan, mbak? Lagian meskipun dia mengaduh, aku juga tak peduli" jawabnya lagi
" Tenang saja mas, aku juga tak bisa lagi mengaduhkan ini pada mbak Vita, karena aku gak akan bertemu lagi dengannya. Meskipun kalo masih bisa, aku juga gak peduli" ucap Aulia
" Memang kamu mau pergi?"
" Iya mas, aku akan kembali pada orang tuaku. Karena mas vino sudah menceraikanku" jawabnya
" Baguslah, kenapa tidak dari dulu saja" ucap indra membuat Aulia sedikit bingung. Karena tak ada rasa terkejut sedikit pun di wajah indra
" Maksud mas indra gimana?"
" Sudah dari dulu aku berharap kamu bercerai dengannya. Karena apa? Ya karena aku gak suka cara mereka memperlakukanmu. Mereka tak pernah menganggapmu. Itulah alasannya Aku tak suka berada di rumah itu" jawab Indra
" mereka semena-mena kepadamu, dan bahkan mereka menganggapmu sebagai pembantu gratis. Maafkan aku karena selama ini aku tak pernah membelamu, dan aku harap mulai sekarang kehidupanmu akan jauh lebih baik" ucapnya lagi membuat Aulia sedikit terharu
" Iya mas, terima kasih" jawab Aulia
Tanpa mereka sadari, Fahri mendengar semua ucapan indra, meski kurang jelas. Namun, dia tak tau siapa pria itu
" Hei, siapa kamu?" Tanya Fahri menghampiri mereka
" Apa dia suamimu?" Bisik Fahri
" Bukan, dia suami kakak iparku" jawabnya
" Suami kakak iparmu? Jadi wanita ini, iparmu?" Tanyanya lagi menunjuk wanita yang bersama indra
" Bukan juga" jawab aulia lagi
Indra memperhatikan wajah Fahri, dia merasa pernah bertemu dengannya, tapi entah dimana
" Ya sudah, kalo begitu aku pamit ya, Aulia" ucap indra tersenyum
" Iya mas, sekali lagi terima kasih " jawab Aulia
" Oiya bro, tolong kamu jaga baik-baik mbak Aulia dan anaknya, mereka adalah orang baik. Tolong sayangi dan jangan sakiti mereka. Mereka sudah terlalu banyak menderita selama ini" ucap indra pada Fahri kemudian berlalu
Fahri sangat terkejut mendengar ucapan indra yang tiba tiba saja
" Dasar bodoh..!! Bisa-bisanya dia berpikir jika aku kekasihmu" ucapnya kesal. Sementara Aulia hanya tersenyum
*******
Mereka pun akhirnya pulang ke kota mereka dengan mobil Fahri. Sementara mobil milik Felix, mereka menitipkannya di hotel dan ada yang akan datang mengambilnya nanti
" Lix, mampir di minimarket sebentar, sepertinya ponakanku yang cantik ini sedang kelaparan" ucapnya
" Baiklah. Kamu ingin sesuatu, Aulia?" Tanya Felix
" Tidak, terima kasih " jawabnya Felix memarkirkan mobilnya di depan mini market, mereka berdua turun dengan Kayla yang ikut melangkah kecil bersama Felix. Sementara Fahri terlihat sedang menghubungi seseorang
" Nih, minumlah agar bisa mengurangi rasa gugupmu" ucap Felix menawarkan sebotol air pada Aulia
" Terima kasih" jawabnya
" Aku takut, Felix" ucap Aulia kemudian
" Apa yang kau takutkan?"
" Apa mereka mau menerima ku dan Kayla? Aku takut sikap mereka akan sama dengan sikap keluarga suamiku, yang tak pernah menganggap dan menghargai kami" ucapnya lagi
" Kamu lihat sendiri di sana? Apakah mas Fahri terlihat sama seperti sikap keluarga ayahnya? Tidak kan? Aku yakin mereka akan menerima Kayla dengan senang hati" jawab Felix
" Percayalah padaku" Felix meyakinkan
" Baiklah, terima kasih karena sudah meyakinkanku" ucap Aulia tersenyum
Tak terasa mereka pun telah tiba di rumah sakit. Mereka segera melangkah ke ruangan nyonya Ratna. Langkah Aulia terasa sangat berat, ada perasaan ragu untuk menemui kedua orang tuanya di tambah rasa malu yang menggerogoti hatinya
Sadar akan hal yang di alami Aulia, Fahri pun segera menggenggam tangan sang adik dan seakan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja
Langkah kaki Fahri terhenti di depan sebuah ruangan. Dia membuka pintu dan masuk terlebih dulu bersama Kayla, setelah itu di susul oleh Felix. Sementara Aulia masih berdiri dan berusaha meyakinkan dirinya
" Fahri anak siapa itu yang kamu bawa?" Tanya pak Rasyid terheran
" Halo om, Tante" ucap Felix begitu masuk
" Kamu juga datang Felix?"
" Iya om. Gimana keadaan tante?" Tanya Felix menghampiri nyonya Ratna
" Sudah lumayan baik nak Felix. Oiya anak siapa itu Fahri?" Tanya mamanya
" Ini cucu mama dan papa" jawabnya
" Apa maksud kamu Fahri?" Tanya pak Rasyid terkejut. Dia takut jika Fahri memiliki anak di luar nikah
" Ini tidak seperti yang papa bayangkan, aku juga gak akan melakukan hal itu pa" jawabnya
" Masuklah, jangan membuang waktu" ucap Fahri yang di tujukan untuk Aulia. Aulia pun mendengar ucapan Fahri dan mengerti
" Bismillahirrahmanirrahim" ucap Aulia sebelum masuk ke dalam ruangan
Kreeeekkk..
Aulia membuka pintu dengan kepala yang tertunduk. Dia masuk dan segera melangkah menghampiri mereka. Mama dan papanya merasa heran dan bertanya-tanya siap gerangan wanita itu?
" Ma, pa, ini aku. Aulia" ucapnya mengangkat kepalanya
Mendengar suara yang sangat mereka rindukan membuat mereka berdua sangat terkejut. Mereka menatap wajah wanita itu dan membulatkan mata
" Aulia... Anakku..!! Huhuhu..." Ucap nyonya Ratna segera memeluk Aulia begitu mengenali wajah sang Putri
" Mama, maafkan aku ma, huhuhu..." Ucap Aulia ikut menangis
" Aulia, putriku, kau kah itu nak?" Ucap pak Rasyid
" Papa, maafkan aku, huhuhu" ucap Aulia memeluk papanya sehingga mereka bertiga saling berpelukan
Melihat suasana itu, Felix dan Fahri pun ikut berkaca-kaca. Begitu juga dengan Kayla yang langsung ikut menangis karena melihat sang ibu menangis
Felix segera mengambil alih Kayla dari pangkuan Fahri, dia menenangkan Kayla dan membawa nya keluar jalan ke taman yang ada di rumah sakit
" Kemana saja kamu selama ini nak? Mama sangat khawatir, mama sangat merindukanmu" ucap mamanya masih dalam keadaan terisak
" Kenapa tak pernah memberi kabar pada kami, nak? Kami sangat mengkhawatirkan mu, kami tak tau harus mencarimu kemana, nak" ucap papanya
" Maafkan aku karena telah membuat kalian semua khawatir, dan juga meninggalkan kalian" ucap Aulia
" Jangan di bahas lagi nak, yang penting kamu sudah kembali. Kamu hanya ingin tau keadaanmu agar kami bisa tenang" ucap papanya lagi
" Apakah kau baik-baik saja selama ini, nak? Kenapa kau jadi kurus begini, nak? Apa yang terjadi? Apakah pria itu menyakitimu?" Tanya pak Rasyid lagi sembari menatap serius pada sang putri