NovelToon NovelToon
Jeff Posesif Mafia

Jeff Posesif Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DeviPuspitaSari

WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️


BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!

"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"

"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"

"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"

"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."

Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.

Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebelas

...Sabrina terdiam sebentar. "Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku hanya bekerja mengantarkan pesanan saja, selebihnya bukan pekerjaanku."...

..."Memangnya apa yang aku pikirkan?" Jeff tertawa kecil. "Aku tahu itu, tenang saja."...

...Sabrina meremas jarinya sendiri. Berada di dalam mobil Jeff membuatnya sedikit tidak nyaman. Bukan, lebih tepatnya menjadi canggung karena dia juga baru mengenal Jeff dua hari ini....

..."Kau kedinginan?"...

..."Huh? Tidak."...

...Jeff melirik Sabrina sekilas. "Lalu kenapa aku lihat kau selalu memakai pakaian lengan panjang?"...

...Sabrina hanya diam. Dia memakai pakaian lengan panjang karena untuk menutupi beberapa luka lebam di lengannya....

...Jika tidak di tutupi maka pasti akan banyak orang bertanya....

..."Tidak, aku hanya suka saja." Sabrina memaksakan senyumnya....

...Kali ini Jeff yang terdiam. Dia menjadi teringat tentang perkataan Damian kala itu yang mengatakan jika banyak bekas luka lebam di lengan Sabrina....

...Jeff masih belum menyelidiki tentang itu....

...Mobil Jeff akhirnya berhenti di tempat Sabrina bekerja....

...Sabrina sedikit bingung karena dia belum mengatakan dimana tempatnya bekerja tetapi Jeff sudah tahu....

..."Dari mana kamu tahu jika aku bekerja di sini?"...

...Jeff mematikan mesin mobilnya. "Oh, jadi kau bekerjadi sini?"...

...Sabrina mengangguk....

..."Aku tidak tahu. Aku ke sini karena ada urusan sebentar dengan temanku. Ternyata di sini tempat kerjamu, jadi ya baguslah aku tidak perlu mencari tahu lagi." Jeff turun dari dalam mobilnya meninggalkan Sabrina yang masih bingung....

...Sabrina tersadar saat Jeff mengetuk kaca mobil itu....

...Dan Jeff pun membukakan pintu mobil untuk Sabrina....

..."Kau tidak ingin turun? Atau mau berdiam di sini saja?"...

..."Ah, iya." Sabrina menggaruk tengkuknya dan segera keluar dari mobil itu. "Terima kasih, Jeff."...

...Jeff hanya tersenyum dan menunggu Sabrina berjalan lebih dulu. Sebenarnya dia tidak ada urusan di sana, itu hanya alasannya agar Sabrina tidak curiga....

...Dan ini semua memang rencana Jeff, tidak mungkin semua taksi kebetulan tidak lewat di sana jika bukan Jeff yang melakukannya....

...Jeff pun akhirnya ikut menyusul langkah Sabrina dari belakang....

...Tessa menatap Sabrina yang baru saja tiba....

...Sebenarnya dia sedikit heran karena Sabrina datang bersama seseorang yang tidak pernah Tessa lihat sebelumnya....

...Terlihat Jeff yang duduk di salah satu meja setelah Sabrina meninggalkannya ke belakang....

..."Dia siapa?" tanya Tessa yang masih bingung. Sabrina tidak pernah datang dengan pria ataupun orang lain....

...Sabrina menatap Jeff yang sedang berbicara dengan seseorang di sebrang sana. "Dia Jeff, aku baru mengenalnya kemarin."...

...Tessa mengangguk paham. "Apa kalian begitu dekat sampai datang bersama?"...

..."Tidak. Kita tidak sengaja bertemu dan dia mau mengantarkan ku, jadi ya kami datang bersama." Sabrina meletakkan tasnya. "Aku layani dia dulu." Setelah itu dia kembali menghampiri Jeff....

...Tessa hanya menatap Sabrina yang mulai menghampiri Jeff....

..."Kamu mau pesan apa?"...

...Jeff mendongak menatap Sabrina. "Oh, berikan aku sebotol wine."...

...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kamu tidak boleh minum sampai mabuk karena kamu akan menyetir. Itu sangat berbahaya, Jeff."...

...Jeff menaikkan sebelah alisnya. "Apa kau mengkhawatirkan aku?"...

..."Ya, karena kita adalah teman. Meskipun itu adalah orang lain, aku juga akan berkata hal yang sama."...

..."Kau tidak boleh mengatakan itu pada orang lain." Jeff menumpu dagunya....

..."Memangnya kenapa?"...

..."Karena kau hanya boleh peduli padaku saja." Jeff hanya bisa mengatakan itu di dalam hatinya. "Ah, lupakan saja. Berikan aku cemilan ringan saja."...

..."Baiklah. Aku pergi dulu."...

...Jeff mengangguk dan Sabrina pun kembali ke belakang....

..."Dia sangat polos. Bagaimana jika orang lain memanfaatkannya?" Jeff hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya....

...Sembari menunggu Sabrina datang, Jeff memilih memainkan ponselnya....

...Dia sedang mengirimkan pesan pada anak buahnya agar menyelidiki tentang orang-orang yang tinggal di rumah Sabrina....

...Jeff sangat khawatir saat Damian mengatakan jika tubuh Sabrina penuh dengan luka lebam....

..."Ternyata rumor itu benar,"...

...Jeff mendongak saat seseorang menarik kursi di hadapannya. Dia menatap terkejut karena orang itu adalah Eric, Ayah Jeff....

..."Apa yang kau lakukan di sini, Pak tua?" Jeff menatap tak suka karena tiba-tiba Eric ada di sana....

...Jeff pun langsung melihat sekitarnya dan baru sadar jika ada beberapa anak buah Eric di sana. "Kau sangat kurang kerjaan hingga mengirimkan orang untuk memata-matai aku!"...

...Eric tertawa kecil. "Jadi dia gadis yang kau sukai?"...

..."Apa maksudmu?" Jeff semakin bingung dengan perkataan Eric....

...Eric tersenyum. Lalu dia menunjuk Sabrina dengan dagunya....

...Jeff mengarahkan pandangannya ke arah Sabrina yang kini berjalan menghampirinya dengan membawa nampan yang berisi beberapa cemilan yang Jeff pesan....

..."Ah, apa ini temanmu yang kamu bilang?" Sabrina memindahkan cemilan ke atas meja. "Apa anda ingin pesan juga, Tuan?" tanya Sabrina pada Eric....

...Eric semakin tersenyum. "Tolong segelas wine."...

...Sabrina mengangguk. "Baik, Tuan. Aku permisi." Sabrina pun kembali untuk bekerja....

...Jeff mengepalkan tangannya. "Berhenti menatapnya begitu, Pak tua."...

...Eric terkekeh. "Aku hanya melihat seperti apa gadis yang kamu sukai hingga kamu rela menolak beberapa gadis yang sudah aku pilihkan."...

..."Jangan repot-repot memilihkan gadis untukku....

...Seleramu begitu buruk, apa kau tahu?" Jeff berdecih menatap remeh Eric di depannya....

...Eric malah semakin tertawa. "Dia begitu cantik." Eric masih menatap ke arah Sabrina....

..."Berhenti menatapnya atau aku bisa mencongkel matamu sekarang juga!" Jeff tampak geram karena Eric seperti sengaja....

..."Kenapa kamu begitu marah? Apa kamu memang menyukainya?"...

..."Itu bukan urusanmu, Pak tua." Jeff menegakkan tubuhnya karena Sabrina kembali menghampiri mereka....

..."Pesananmu, Tuan."...

..."Terima kasih."...

1
Alex
lnjut Thor
aku suka
aku suka🥰
vii: iya maksih jangn lupa mampir karyaku yang lain 😍
total 1 replies
vii
hai gaiss jangn lupa like Ama komentar yaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!