NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Kambuh

Setelah menjahit dan melakukan perawatan simple, Wanqing memaksa Jingyuan untuk tidur atau setidaknya beristirahat di atas kasur. Wanqing yang tak menyangka tindakan Jingyuan yang menolak bius lokal saat dijahit masih tak terbayang betapa sakitnya rasa luka terbuka itu dibiarkan begitu lama mengeluarkan darah dan dijahit tanpa biusan. Ia pun membuat teh hangat untuk dirinya sendiri, menyalakan dupa-dupa aroma bunga lavender di sekitar rumah dan kamar, Wanqing pun terduduk di atas sofa.

Ia mulai perlahan meraih buku-buku yang semula dia rapihkan dan perlahan belajar lagi. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30, tapi bagi Wanqing, malamnya baru saja dimulai. Ia mulai dengan menyalin dan menghafal serta memahami beberapa nama-nama dan jenis penyakit serta metode penanganan dan dosis obat yang diberikan. Wanqing yang terlalu fokus belajar tidak sadar terdengar bunyi gemuruh di langit malam yang sudah gelap sepenuhnya itu.

Petir kian menyambar kesana kemari, suara gemuruh tadi sudah digantikan dengan suara derasnya air hujan yang turun membasahi bumi. Wanqing yang terkejut dengan hujan itu menatap jam di dinding, 01.30. Ia masih bersikukuh ingin belajar demi pembahasan materi-materi ini bersama Dokter Wen besok. Tanpa ia sadari, dirinya mulai terlelap di sela sela waktu belajarnya.

Malam yang penuh sambaran petir dan derasnya air hujan itu perlahan tergantikan dengan sayup-sayup suara kencang yang terdengar aneh. *BRAK*

*DUAR*

Wanqing terbangun mendengar suara itu, matanya masih berputar dan kepalanya sakit, sontak ia menatap jam dinding, pukul 03.00, dengan tubuh yang masih setengah terhuyung, Wanqing bangkit mencari sumber suara.

*PRANG*

Wanqing yang akhirnya sadar suara itu berasal dari kamarnya akhirnya membuka pintu kamar itu dengan cepat. "Jingyuan?!"

Di hadapannya, sosok sang Jenderal dengan tubuh yang kekar dan badan yang besar tengah menutup telinganya sambil berdiri memandangi polos lurus ke depan. Di hadapannya kasur mereka sudah terbalik dengan papan kayunya yang sudah hancur, lemari dan seisinya sudah hancur seperti ditonjok lalu digulingkan, seisi kamar itu penuh dengan pecahan kaca dan piring tempat Wanqing meletakkan dupa untuk Jingyuan tadi sebelum tidur.

"Jingyuan?!"

Wanqing mencoba mendekati tubuh itu yang kini mulai bergetar hebat. Jingyuan masih menutupi telinganya dengan mata membelalak kaget melihat jendela yang tertutup rapat. Wanqing tidak tahu apa yang Jingyuan lihat, tapi bagi Wanqing, sepertinya Jingyuan melihat sesuatu yang bukan terjadi saat ini. Sesuatu yang membuatnya trauma sampai berada di posisi seperti ini.

Wanqing mencoba berdiri di hadapan Jingyuan. Pria itu tidak bergeming, masih dengan tubuhnya yang gemetar dan kedua tangan yang terus menerus menekan telinganya. Wanqing melihat sekilas luka jahitan Jingyuan yang darahnya mulai merembes lagi.

"Jingyuan.."

Wanqing berusaha mendekati tubuh Jingyuan perlahan. Jingyuan yang tak juga merespon membuat Wanqing percaya diri untuk semakin mendekat. Wanqing memeluk Jingyuan perlahan. Ia merasakan betapa dinginnya tubuh Jingyuan dan getaran hebat yang diakibatkan oleh PTSD nya yang sedang kambuh.

Wanqing membisikkan beberapa kata-kata penenang, kata-kata indah yang membantu Jingyuan untuk relax. "Jingyuan... Kamu aman disini. Jingyuan... Tenanglah, jangan dengarkan apa-apa, dengarkan saja suaraku."

Wanqing terus menerus memeluk sembari berbisik lembut. Perlahan tubuh Jingyuan yang gemetar mulai lemas dan masih dalam posisi memeluk Wanqing, Jingyuan terjatuh duduk di atas lantai kayu itu. Wanqing yang ikut terduduk di atas lantai itu perlahan menurunkan kedua tangan Jingyuan yang masih menutupi telinganya. "Jingyuan.."

Wanqing tanpa henti terus membisikkan kata-kata penenang dan afirmasi positif untuk menenangkan jiwa Jingyuan yang nampaknya perlahan sudah mulai sadar. Wanqing tidak tahu apa yang menyebabkan Jingyuan separah ini malam itu, tapi tak lama, Wanqing mulai nyaman dalam dekapan tubuh Jingyuan yang perlahan menghangat. Ia pun samar-samar mulai terbata-bata berbisik sembari terlelap.

****************

Sementara itu di kediaman keluarga Su.

"Bagaimana? Ada kabar apa?" Su Gongqi yang tengah asyik menikmati secangkir teh hangat buatan istrinya menatap sosok pria berpakaian serba hitam itu di hadapannya.

"Nyonya Muda Lu masih berada di tempat itu, tempat seharusnya dia berada bersama Jenderal Lu."

Su Gongqi tampak puas dan mengangguk senang. "Tapi.."

Su Gongqi menoleh kaget, "Ada apa dengan tapi..?"

Pria di hadapannya itu tampak tidak yakin. "Sepertinya ada seseorang dari kediaman Lu yang mencoba mencari tahu kondisi Nyonya.."

Su Gongqi yang mendengar itu terkejut, seketika cangkir teh dalam genggamannya jatuh hancur. "Bagaimana?! SIALAN!" Pria itu bangkit, ia mulai berjalan mundar-mandir dengan sangat gelisah. "Lalu bagaimana? Apakah mereka berhasil menemukan sesuatu?"

Pria misterius yang sedari tadi memberikan laporannya menggeleng, "Sepertinya mereka belum menemukan apapun, bagaimana mungkin jika mereka berhasil menemukan sesuatu tapi hanya diam dan tidak bergerak ke lokasi Nyonya?"

Su Gongqi mengangguk setuju. "Benar.. Benar..." Ia lalu duduk lagi di atas kursinya yang mewah itu. "Perketat pengawasan dan penjagaan Nyonya, jangan biarkan dia keluar sama sekali selama beberapa waktu sampai Aku bilang semuanya aman."

Pria itu mengangguk dan pamit.

****************

Wanqing terbangun di atas kasur yang empuk dan rapih. Ia mencoba memahami sekitar dan duduk perlahan. Kamar yang ia tempati ini adalah salah satu kamar di sebelah kamar yang ditempati dirinya dan Jingyuan biasanya. Wanqing yang mulai teringat kejadian malam tadi langsung bangun dan berusaha mencari keberadaan Jingyuan di rumah dinas mereka.

Begitu pintu kamar itu terbuka, ajudan Han dan beberapa prajurit sedang bergotong royong membersihkan dan merapihkan kamar Jingyuan dan Wanqing. "Eh... Kau tidak apa-apa Wan'er?" Ajudan Han menghampirinya dan membantu Wanqing duduk di atas sofa ruang tamu. Ia lalu dengan sigap mengambilkan air hangat untuk Wanqing.

"Minumlah dulu." Beberapa prajurit masih berlalu lalang merapihkan kekacauan di kamar mereka.

"Jenderal dimana?" Tanya Wanqing setelah menyesap air hangat itu.

"Jenderal masih harus memberikan beberapa perintah bagi daratan utara Fuzhou yang berhasil kita ambil alih, beberapa tentara yang sehat dan juga warga-warga utara Fuzhou yang mau berdamai bisa mendapatkan asetnya kembali dengan catatan memberikan dukungan penuh pada pemerintahan revolusi dan membayarkan pajak penghasilan mereka. Ada banyak hal yang harus dibereskan di sana, mungkin Jenderal akan pulang pergi atau mungkin juga menginap di sana."

Wanqing mengangguk. "Baiklah."

Ajudan Han yang menatap Wanqing sedikit khawatir mulai menggaruk tengkuknya, "Kau dan Jingyuan... Apakah serindu itu?"

Wanqing yang mendengar itu menoleh kaget, "Hah? Apa maksudmu?" Tanyanya bingung. Ajudan Han dengan pipinya yang sedikit merona berkata, "Jenderal bilang untuk merapihkan dan mengganti kasur serta perabotan yang rusak, mencuci dan merapihkan kembali pakaian yang kotor serta mengembalikan semuanya seperti sedia kala karena semalam terjadi hal yang tidak diduga."

Wanqing yang mendengar itu menggeleng kuat-kuat. "Apa sih! Jangan membuat seperti itu Han'zi!!" Wanqing mencubit lengan Ajudan Han dan berjalan pergi meninggalkan ruang tamu dengan pipi merah padam.

"Aduhh, setidaknya jangan cubit-cubit kalau malu, apa susahnya jujur." Cibir Ajudan Han.

*BERSAMBUNG*

Jangan lupa selalu dukung dengan berikan Like, Komen, dan Vote selalu my love! Thank you!!!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!