NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minum Teh Bersama

Tiga hari berlalu dengan sangat cepat.

Persiapan Festival Musim Semi semakin memenuhi percakapan para bangsawan. Setiap hari, berbagai rumor baru muncul di kota. Ada yang membicarakan gaun para putri bangsawan, ada yang memperdebatkan keluarga mana yang akan paling bersinar saat festival nanti, dan ada pula yang mulai menebak-nebak siapa saja yang akan mendapat perhatian keluarga kekaisaran.

Namun bagi Arcelia, tiga hari itu berjalan cukup tenang.

Pagi hari yang dijanjikan akhirnya tiba, Lilian sedang membantu merapikan rambut Arcelia di depan cermin. Rambut peraknya dibiarkan tergerai sebagian, sementara sebagian lainnya dihias sederhana menggunakan jepit rambut berbentuk bunga perak.

Arcelia memperhatikan bayangannya sendiri. Ia masih belum terbiasa menghabiskan banyak waktu untuk urusan penampilan.

Di kehidupan sebelumnya, ia lebih sering mengenakan pakaian praktis dan mengikat rambut seadanya. Namun dunia bangsawan memiliki aturan tidak tertulisnya sendiri.

Hari ini ia akan mengunjungi keluarga Albright. Meskipun acara tersebut disebut sebagai minum teh santai, ia tetap membawa nama keluarga Vareinne.

"Kau terlihat cantik." Auriel yang sedang berguling di atas tempat tidur mengangkat kepala. "Aku mulai khawatir."

"Apa hubungannya?"

"Semakin cantik kau terlihat, semakin banyak masalah yang akan datang."

Arcelia mengangkat alis. "Itu logika macam apa?"

"Logika dunia bangsawan."

Anehnya, Arcelia tidak bisa sepenuhnya membantah.

Lilian tersenyum kecil. "Tuan Auriel mungkin tidak sepenuhnya salah."

"Akhirnya ada yang mengakui kejeniusanku."

"Kau hanya kebetulan benar."

"Itu juga bentuk kejeniusan."

Arcelia memutuskan menghentikan percakapan itu sebelum Auriel semakin besar kepala.

Kereta keluarga Vareinne tiba di kediaman Marquis Albright menjelang siang.

Berbeda dengan mansion keluarga Vareinne yang terkesan megah dan formal, kediaman keluarga Albright memberikan kesan hangat.

Taman bunga berwarna-warni mengelilingi bangunan utama. Beberapa pelayan terlihat sibuk merawat tanaman. Bahkan suasana keseluruhannya terasa lebih santai.

Begitu Arcelia turun dari kereta, seorang pelayan wanita segera menyambutnya dengan hormat. "Selamat datang, Lady Arcelia."

"Terima kasih."

"Lady Serena sudah menunggu sejak pagi."

Arcelia tidak terkejut karena itu terdengar seperti sesuatu yang akan dilakukan Serena.

Dan benar saja belum sampai ia memasuki aula utama sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar dari kejauhan.

"Arcelia!" Serena muncul hampir berlari.

Gaun kuning muda yang dikenakannya bergoyang mengikuti langkahnya. Wajahnya dipenuhi senyum cerah seperti biasa. "Akhirnya kau datang!"

"Aku datang sesuai waktu yang ditentukan." jawab Arcelia.

"Itu tetap terasa lama."

Arcelia tidak tahu harus menjawab apa.

Serena tampaknya memang memiliki bakat alami membuat orang kehilangan kata-kata. "Kalau kau terlambat lima menit lagi, aku mungkin akan mengirim orang untuk mencarimu."

"Itu terlalu berlebihan." kata Arcelia datar.

"Tidak juga."

"Itu sangat berlebihan."

Serena tertawa ringan dan menular. Beberapa pelayan di sekitar mereka bahkan terlihat tersenyum.

"Baiklah, ikut denganku." kata Serena sambil menarik tangannya.

"Ke mana?" tanya Arcelia.

"Ke taman belakang."

"Mengapa?"

"Karena di sanalah tehnya."

"Itu alasan yang cukup masuk akal."

"Aku tahu." Serena mengangguk bangga. "Aku selalu masuk akal."

Arcelia memilih tidak berkomentar. Taman belakang keluarga Albright jauh lebih indah daripada yang dibayangkannya.

Bunga musim semi bermekaran di mana-mana. Air mancur kecil berdiri di tengah taman.

Sementara sebuah meja teh telah disiapkan di bawah gazebo putih yang dikelilingi tanaman merambat.

Suasana damai langsung menyelimuti siapa pun yang datang.

"Kau sering minum teh di sini?" tanya Arcelia.

"Sering." Serena duduk di kursinya. "Lagipula rumahku jauh lebih menyenangkan dibandingkan pesta bangsawan."

"Kau juga seorang bangsawan." kata Arcelia.

"Itulah masalahnya." ucap Serena sambil menepuk tangannya.

Arcelia hanya tersenyum tipis.

****

Pelayan mulai menuangkan teh, aroma harum daun teh memenuhi udara. Untuk beberapa saat mereka menikmati suasana tenang tanpa banyak bicara.

Hal yang cukup mengejutkan. Karena Arcelia sempat mengira Serena tidak akan mampu diam lebih dari satu menit. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

"Aku penasaran." Serena meletakkan cangkirnya. "Apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Arcelia memandangnya. "Itu pertanyaan yang luas."

"Aku tahu." Serena terlihat sedikit ragu. "Maaf jika terlalu lancang."

"Tidak apa-apa."

"Aku hanya merasa..." Ia berhenti sejenak. "Rumor tentangmu berubah terlalu cepat."

Arcelia tidak segera menjawab. Angin musim semi berembus pelan di antara bunga-bunga.

Ia tahu pertanyaan seperti ini pada akhirnya akan muncul. Orang-orang mungkin tidak mengetahui kebenarannya. Tetapi perubahan dirinya terlalu besar untuk tidak disadari.

"Aku hanya lelah."

Serena berkedip. "Lelah?"

"Lelah hidup seperti dulu." Jawaban itu sederhana, namun entah mengapa terasa sangat berat.

Serena memperhatikannya cukup lama. Kemudian ia tersenyum. "Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu."

Arcelia menunggu.

"Tapi aku senang kau berubah."

Untuk sesaat, Arcelia tidak mengatakan apa pun. Karena kalimat itu terdengar tulus bukan rasa penasaran. Bukan seperti gosip dan bukan penilaian. Hanya kebahagiaan sederhana melihat seseorang menjadi lebih baik. Dan itu membuat hati Arcelia terasa sedikit hangat.

Beberapa waktu kemudian. Percakapan mereka beralih ke topik yang jauh lebih ringan. Tentang festival. Tentang bangsawan muda. Tentang berbagai rumor yang beredar di ibu kota. Atau lebih tepatnya Serena yang menceritakan semuanya.

"Dan kau tahu apa yang paling lucu?"

"Apa?"

"Putra Count Merville mencoba melamar tiga gadis berbeda dalam satu bulan."

Arcelia hampir tersedak tehnya. "Dia melakukan apa?"

"Benar, kan?" Serena terlihat sangat bersemangat. "Dan ketiganya menolak."

"Itu memang mengesankan." kata Arcelia sambil mengelap bibirnya karena teh.

"Bahkan ibunya sendiri memarahinya di depan banyak orang."

Arcelia akhirnya tertawa kecil. Melihat reaksinya, Serena langsung terlihat puas. "Itu dia."

"Apa?" tanya Arcelia bingung.

"Kau harus lebih sering tertawa."

Arcelia menggeleng pelan. "Aku tidak sesuram itu."

"Tapi kau cukup dekat." ujar Serena sambil tersenyum yang mengandung ejekan.

"Serena." kata Arcelia penuh penekanan.

"Baiklah."

Namun senyum nakal di wajahnya menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar menyerah.

Di sisi lain...

Di sebuah ruangan dalam istana kekaisaran. Putra Mahkota Elias Astrael sedang menghadiri rapat bersama beberapa pejabat tinggi.

Topik yang dibahas cukup serius tentang perdagangan, keamanan wilayah perbatasan dan persiapan Festival Musim Semi.

Namun di tengah rapat itu, salah seorang pejabat tiba-tiba menyebut nama keluarga Albright. "Marquis Albright akan menghadiri festival bersama putrinya."

Putra Mahkota Elias mengangguk ringan.

Nama Serena Albright cukup dikenal di kalangan bangsawan muda. Karena kecerdasannya dan sifatnya yang mudah bergaul. Dan memiliki kemampuan membangun hubungan sosial yang baik.

Kemudian pejabat lain menambahkan, "Kudengar putrinya baru-baru ini menjadi dekat dengan Lady Arcelia Vareinne."

Untuk sesaat, nama itu kembali muncul. Arcelia Vareinne. Entah mengapa, Putra Mahkota Elias mulai merasa nama tersebut muncul terlalu sering dalam hidupnya akhir-akhir ini.

Dan yang paling aneh ia tidak merasa terganggu justru sebaliknya. Rasa penasaran itu semakin besar. Tanpa ia sadari, sudut bibirnya sedikit terangkat.

Pemandangan yang cukup langka hingga Marcus Vale yang berdiri di dekatnya sempat berkedip heran.

Namun sebelum Marcus sempat bertanya apa pun, Putra Mahkota Elias sudah kembali memasang ekspresi tenang seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.

Sore hari mulai mendekati akhir, pertemuan minum teh akhirnya selesai. Saat Arcelia bersiap kembali ke keretanya, Serena tiba-tiba memanggilnya. "Arcelia."

"Hm?"

"Aku senang kau datang."

Arcelia menatapnya. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu ia menjawab tanpa ragu. "Aku juga."

Mata Serena langsung berbinar. Seolah baru saja memenangkan sebuah kompetisi besar.

Melihat reaksi itu, Arcelia tidak bisa menahan senyum kecil.

Mungkin... Memiliki seorang teman ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan.

Namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui bahwa dalam waktu dekat, Festival Musim Semi akan mempertemukan mereka dengan orang-orang yang akan mengubah jalan hidup mereka selamanya.

Dan di antara orang-orang itu terdapat seorang Putra Mahkota yang mulai penasaran pada seorang gadis yang belum pernah ia temui.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
jadi penasaran terus bacanya
T28J
Ayo cari tau cel, tidak mungkin ayah tidak peduli dengan anaknya
Rain Aricia
Awal dari penasaran bisa jatuh cinta sama Arcel lho/Chuckle/
Rain Aricia
Mungkin kamu teman yang cocok baginya Cel
Rain Aricia
Enaklah dapat undangan pribadi
mama Al
ups keceplosan 🤭
mama Al
Arcelia, kamu pasti bisa
Nyai Aksara 👩‍🦯
Waduh ngeri juga ya, racunnya secara perlahan berarti. Perlahan tapi mematikan...
arsyila putri
kan..... lama-lama pasti ketahuan juga
mama Al
Leo lagi Leo lagi 🤭
Nyai Aksara 👩‍🦯
Oh, apakah para pelayan juga membencinya?
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
wao mencurigakan bukan, ada energi negatif
arsyila putri
suka Thor sama ceritanya 💪💪
Rain Aricia
Apkh merrka akan jadi bestie/Chuckle/
Rain Aricia
Berarti semakin banyak yg iri dengki
T28J
transmigrasi + sistem ya thor?
Rain Aricia
Mereka mau culik Arcel kah?
Rain Aricia
Ya namanya jg bangsawan ga mungkin sederhana/Chuckle/
Rain Aricia
Sesuai tebakan pembaca hh
Nyai Aksara 👩‍🦯
Wih, skilnya berguna banget tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!